Kiat Mengatasi Anak Super Malas

Bakat Anak – Apakah Anda kesulitan menghadapi anak yang malas?

Apakah anak Anda sulit dimintai tolong untuk membantu membereskan rumah? Atau enggan mengerjakan PR maupun tugas-tugas sekolahnya? Namun, selalu ada cara-cara baik untuk mengubah anak malas menjadi giat belajar, berkarya, dan membantu orangtua, tanpa harus memarahi atau menghukum mereka. Oya?

Kemalasan bukan identitas

 

Tidak hanya anak saja yang mengalami kemalasan. Remaja, mahasiswa, para pekerja, bahkan para orangtua pun pasti pernah terjangkit penyakit malas. Namun, kemalasan bukanlah identitas. Alih-alih mencap anak sebagai anak yang malas, alangkah lebih baik jika Ayah Ibu bisa membantu mereka berubah dari enggan menjadi giat melakukan sesuatu. Apapun itu: belajar, berlatih di bidang bakat, membuat karya, membantu tugas-tugas di rumah, dan sebagainya.

Joanne Foster, seorang pendidik dan penulis buku Not Now, Maybe Later: Helping Children Overcome Procrastination, berbagi dua belas tips yang bisa Ayah Ibu terapkan untuk mengurangi kemalasan anak dan mengajak anak menjadi lebih produktif di bidang apapun: sekolah, rumah, maupun dalam pengembangan bakatnya. Hayo, kira-kira hal apa saja yang bisa mengubah kemalasan menjadi kinerja, ya?

1. Memahami kesiapan anak

Beberapa tugas memang belum tentu dengan usia dan kemampuan anak saat itu. Memahami kesiapan anak dengan memberi tugas rumah yang mampu diselesaikannya, dapat mengubah anak malas menjadi produktif. Ingat: sekecil apapun bantuan anak, ia tetap bisa berkontribusi dalam merapikan rumah bersama.

2. Pandu anak belajar tentang prioritas

Main game atau mengerjakan PR dahulu? Anak kadang belum peka terhadap prioritas, sehingga Ayah Ibu bisa membantunya untuk melihat mana hal yang harus dilakukan sekarang, dan mana hal yang bisa ditunda. Anak tidak perlu menghapus waktu bermain, namun menyusun prioritas agar belajar dan bermain tetap bisa dilakukan dalam satu hari.

3. Cari tahu berapa waktu yang dibutuhkan anak untuk mengerjakan sesuatu

Salah satu kunci mengubah anak malas menjadi produktif adalah belajar manajemen waktu. Anak perlu tahu apakah sebuah pekerjaan hanya membutuhkan waktu singkat (misalnya, yang tidak melibatkan proses menganalisis atau menggabungkan ide), atau sebaliknya. Informasi ini sangat relevan, terutama bagi anak-anak kita yang menghadapi banyak deadlinealias tenggat waktu.

4. Menyingkirkan gangguan

Distraksi adalah salah satu penyebab anak menunda mengerjakan sesuatu, termasuk berlatih di bidang bakat maupun berkarya. Gangguan bisa berupa apa saja: game, kegemaran lain, teman-teman, dan sebagainya. Mengidentifikasi hal yang paling mengganggu anak adalah langkah awal untuk mempermudah anak fokus berlatih dan mengembangkan bakatnya.

5. Menjadi teman belajar yang baik

Sebagai orangtua, salah satu peran Ayah Ibu dalam mendampingi anak belajar adalah menjadi teman yang baik. Dalam mengubah anak malas, beberapa masalah seringkali berhubungan dengan tugas yang terlampau sulit, sehingga anak enggan menyelesaikannya. Saat anak butuh dan meminta bantuan, datanglah.

bakat anak tips mengubah anak malas menjadi produktif 2

6. Peluk anak kita

Bahkan, kehadiran kita di samping mereka bisa mengubah anak malas menjadi produktif. Saat anak mendapatkan suatu proyek besar untuk dikerjakan dan itu menjadi beban yang berat buat mereka, mendampingi mereka bisa menjadi bentuk dukungan sosial terbaik dari seorang orangtua. Beri anak kita pelukan erat.

7. Tentu saja, menjadi teladan

Kalau anak Anda melihat Ayah Ibu malas bersih-bersih rumah, jangan mengharapkan keterlibatan mereka dalam hal yang sama. Salah satu kunci mengubah kemalasan menjadi antusiasme, adalah dengan menunjukkannya secara langsung. Jadilah teladan, libatkan, dan kemudian Anda dapat menumbuhkan kebiasaan baik dalam diri anak Anda.

8. Tunjukkan bahwa Ayah Ibu percaya pada kemampuan anak

Saat kita meremehkan kemampuan anak, hal tersebut akan melenyapkan antusiasme belajar anak seketika, bahkan dalam hal-hal kecil seperti mencuci piring atau menyetrika baju. Mungkin pada awalnya pekerjaan anak tidak sebersih atau serapi apa yang Anda biasa lakukan, namun apresiasi saja usaha mereka. Mereka akan terus belajar. Sebaliknya, kalau kita mengecilkan hati anak, anak akan berhenti belajar.

9. Jika anak alami konsekuensi, biarkan

Kemalasan anak pasti akan mendatangkan konsekuensi: tugas yang belum selesai, PR yang tidak lengkap, dan sebagainya. Namun jangan gegabah dan langsung membetulkan pekerjaan anak; biarkan mereka menerima konsekuensinya dan belajar lebih baik lagi setelah itu. Ayah Ibu tak perlu memarahi, berkata “Kan Mama sudah bilang…” atau bahkan menghukum anak, karena konsekuensi sudahlah cukup.

10. Bantu anak menimbang untung-rugi

Salah satu trik mengubah anak malas menjadi produktif, adalah membantu anak belajar bekerja dengan cerdas, alias work smart. Minta anak mendaftar semua hal yang harus dikerjakannya, dan pandu anak untuk berpikir, apakah dengan menunda salah satu pekerjaan hari ini, hal tersebut mendatangkan keuntungan (atau kerugian) bagi si anak. Bekerja terlalu keras tidak baik, tetapi santai-santai saja juga tidak disarankan.

11. Cari tahu siapa yang bikin anak semangat

Siapa di antara anggota keluarga atau teman anak Anda yang lebih mudah membuat anak antusias belajar dan mengerjakan sesuatu? Kehadiran dan bantuan mereka bisa menjadi strategi mengubah anak malas menjadi produktif.

12. Mengamati hal-hal lain yang berhubungan dengan kemalasan

Kadang anak mungkin terlampau lelah, atau mengalami banyak tekanan di sekolah yang menyebabkan ia enggan beraktivitas, termasuk menyelesaikan segala tanggung jawabnya. Ajak anak mengobrol untuk mengetahui faktor-faktor yang memancing keengganan anak untuk menjadi produktif.

Mana kiat yang belum Ayah Ibu coba untuk mengubah kemalasan anak menjadi antusiasme?

 

Sumber temantakita.com                                                                                                        Foto oleh Pingz Man dan Susana Fernandez

 

Cara Melatih Anak hafal Quran Sejak Dalam Kandungan

Mungkin ada yang bertanya bagaimana mungkin bisa mengajari anak menghafal AlQuran sejak dari kandungan, padahal kita saja merasa kesulitan menghafalkan AlQuran. Kita semua telah tahu bahwa bayi yang masih dalam kandungan dapat mendengar suara apa saja dari dunia luar dan merekamnya di dalam otaknya. Ketika sang ibu setiap hari membaca Al Quran, secara otomatis bayi dalam kandungannya pun akan turut mendengarkan bacaan Al Quran tersebut. Sehingga pada saat lahir bayi sudah terbiasa dengan bacaan AlQuran yang diperdengarkan kepadanya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenalkan bacaan AlQuran terhadap anak yang masih berusia dini dimana otaknya sangat mudah untuk merekam berbagai macam hal, diantaranya adalah dengan membacakannya secara ‘talaqi” atau dengan bantuan media lain seperti memperdengarkan MP3 murotal dan sebagainya.

Cara ini pula yang pernah dilakukan oleh para shahabat dan telah menjadi tradisi mereka dalam mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak mereka. Mereka memilki perhatian yang sangat tinggi dalam mengajarkan Al-Quran. Demikian pula para tabi’in dan orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai kiamat kelak. Sehingga kalau kita membaca kitab-kitab klasik yang berbahasa Arab, banyak riwayat yang bercerita tentang suksesnya para ulama dalam menghafalkan Al-Quran di usia sebelum mencapai sepuluh tahun. Sebut saja Imam Syafi’i, peletak Madzhab Asy-Syafi’iyyah, beliau berhasil menghafal Al-Quran 30 juz diusia 7 tahun. Imam Suyuthi, penyusun beberapa kitab, diataranya tafsir jalalain dan tafsir Al-Durrul mantsur, belum genap delapan tahun usianya, beliau telah sukses menghafal Al-Quran 30 juz.

METODE/CARA MENGAJARI ANAK MENGHAFAL AL QUR’AN SEJAK USIA DINI.
1. BAYI (0-2 TAHUN)
– Bacakan Al Qur’an dari surat Al fatihah
– Tiap hari 4 kali waktu (pagi, siang, sore, malam)
– Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
– Setelah hari ke-5 ganti surat An Naas dengan cara yang sama
– Tiap 1 waktu surat yg lain-lain diulang 1×2

2. DI ATAS 2 TAHUN
– Metode sama dengan teknik pengajaran bayi. Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya,dari 5 hari menjadi 7 hari
– Sering didengarkan murattal/

3. DI ATAS 4 TAHUN
– Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
– Ajari muraja’ah/mengulang-ulang sendiri
– Ajari menghafal sendiri
– Selalu dimotivasi supaya semangat selalu terjaga
– Waktu menghafal 3-4x perhari

Selain itu ada hal lain yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan hafalan Al Quran putra-putri Anda yaitu:

Perdengarkan Ayat Al-Qur’an Setiap Hari
Perdengarkan ayat Al-Qur’an di rumah setiah hari. Tidak menjadi soal apakah Anda tenang mendengarkan atau sembari bermain dan melakukan aktivitas lainnya. Meski terlihat tidak memperhatikan, tetapi sebenarnya otak bawah sadarnya telah merekam bacaan ayat Al-Qur’an yang didengar. Sehingga seringkali anak akan hafal dengan sendirinya. Hal ini mirip dengan mendengarkan lagu-lagu lainnya, tanpa disadari anak akan hafal lirik lagu tanpa mempelajarinya.

Konsisten
Cara selanjutnya yaitu konsisten. Usahakan untuk konsisten dan jangan terputus-putus. Bila belajar Al-Qur’an dilakukan secara berkelanjutan bisa jadi ketika anak baru berusia 6 atau 7 tahun sudah bisa menghafal 30 jus Al-Qur’an. Karenanya konsisten menjadi kunci utama dari keberhasilan mengajari anak menghafal Al-Qur’an.

Menjadi Teladan Untuk Anak
Anak merupakan peniru hebat. Para orang tua pun seolah menjadi cerminan dari anak itu sendiri. Karenanya jadilah teladan baik untuk anak. Bila orang tua rajin membaca Al-Qur’an dan menghafalnya, tentu anak akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Pada tahap permulaan mungkin anak masih banyak melakukan kesalahan pelafalan atau saat membaca. Namun, tidak perlu dimarahi karena semua merupakan tahapan belajar.

Berikan Hadiah Untuk Prestasi Hafalan Anak
Bila anak sudah berhasil menghafal ayat Al-Qur’an tidak ada salahanya selaku orang tua memberikan hadiah yang disukai anak. Selain itu, bisa juga menjanjikan hadiah lain dengan syarat anak menghafal ayat Al-Qur’an yang lainnya. Cara ini bisa diterapkan bagi anak yang sudah berusia 5 tahun ke atas. Pada rentang usia tersebut seringkali anak memiliki ketertarikan dan keinginan pada sesuatu. Jadi bila anak meminta sesuatu kepada orang tua, usahakan untuk memberikan apa yang diminta dengan syarat anak bisa menghafal ayat Al-Qur’an.
Sumber: http://www.cintaislami.com/

5 Fakta Penyebab Berat Badan Bertambah Saat Puasa

Penyebab berat badan naik saat puasa

Perubahan gaya hidup selama puasa, entah itu pola makan dan aktivitas fisik sehari-hari akan berdampak pada perubahan fisiologis tubuh juga. Berikut ini 5 penyebab berat badan naik saat puasa yang umum terjadi dan harus Anda waspadai.

1. Kalap makan saat berbuka

Setelah seharian berpuasa, biasanya seseorang tidak dapat menahan godaan untuk melahap segala makanan yang ada di hadapan setelah waktu buka tiba. Makanan yang mengandung karbohidrat serta kadar gula dan garam tinggi kerap menjadi pilihan pertama saat berbuka puasa. Jadi wajar saja jika selama berpuasa berat badan Anda bertambah.

Karena itu, ketika waktu berbuka tiba, batalkan puasa dengan makanan yang ringan dulu, misalnya menyantap buah, salad, atau sup. Pasalnya ketiga jenis makanan tersebut rendah kalori dan cukup membuat Anda kenyang.

2. Porsi makan lebih banyak

Sebagian orang yang memang terbiasa makan dengan porsi besar, selera makan dan minum pada saat berbuka hingga sahur justru malah semakin meningkat. Nah, hal inilah yang membuat orang rentan mengalami kenaikan berat badan saat puasa. Prinsipnya, orang menjadi gemuk karena makanan yang dikonsumsi lebih banyak daripada makanan yang diolah menjadi tenaga.

3. Penurunan aktivitas fisik

Tidak dipungkiri jika saat puasa tubuh jadi mudah lemas saat melakukan aktivitas. Nah tidak heran, kita jadi malas untuk sekedar melakukan aktifitas fisik seperti olahraga. Belum lagi, hawa ngantuk yang sering melanda jadi membuat waktu tidur juga bertambah di siang hari. Padahal tanpa aktivitas fisik, tubuh akan lebih sulit mengontrol berat badan.

Jika kita mengonsumsi kalori yang berlebih selama berbuka dan sahur, maka kalori berlebih tersebut akan tersimpan dan meningkatkan berat badan. Namun, dengan aktivitas fisik, kalori berlebih akan dimetabolisme sehingga mengurangi kalori yang tersimpan. Itu sebabnya, selama puasa Anda juga perlu untuk melakukan aktivitas fisik yang memungkinkan Anda tetap bergerak.

4. Kurang tidur

Berbagai penelitian menyatakan bahwa orang yang kurang tidur cenderung mengalami kelebihan berat badan dibandingkan dengan orang yang tidurnya cukup. Ketika seseorang mengalami gangguan tidur, hal ini berpengaruh terhadap hormon yang mengatur metabolisme tubuh dan kontrol nafsu makan, yaitu hormon leptin.

Hormon leptin ini berfungsi untuk menghasilkan rasa lapar serta membantu mengatur nafsu makan seseorang. Nah ketika hormon leptin seseorang terlalu tinggi, maka tubuhnya akan mengalami gangguan terhadap persepsi rasa kenyang. Tubuh mereka akan terus merasa lapar walaupun telah makan banyak. Akibatnya, Anda jadi sering ngemil, terutama di malam hari sebelum tidur.

5. Langsung tidur setelah sahur

Banyak orang memilih melanjutkan tidurnya setelah makan sahur, sebelum memulai aktivitas. Padahal tidur setelah makan memiliki beberapa efek negatif bagi kesehatan tubuh baik jangka pendek maupun panjang. Apabila Anda tidur di bawah 2 jam setelah makan, saluran pencernaan belum sempat menggiling makanan yang kita konsumsi sebelum tidur.

Nah, hal ini akan menyebabkan gangguan saluran pencernaan dan penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Hasil akhirnya, makanan yang kita makan tidak mampu menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh dan justru malah menumpuk di dalam tubuh sehingga menimbulkan lemak.

by hellodokter.com

Awas! Jangan Lupa Mengatur Waktu Dalam Bulan Ramadhan

Hari-hari Ramadhan adalah rentang waktu berlipat pahala yang tidak ada batasnya. Jam-demi jamnya adalah rangkuman kasih sayang Allah Ta’ala kepada haba-hambanya. Menit demi menit adalah hembusan angin surga yang menyejukkan. Detik-demi detiknya adalah kesempatan yang tidak ternilai dalam bentangan umur kita.


Karena itu mengagendakan kegiatan selama Ramadhan menjadi sangat penting. Melalui hari-harinya dengan amal harus menjadi tekad kita semua. Berikut ini agenda yang bersifat usulan sekaligus nasehat bagaimana menata waktu-waktu kita di bulan Ramadhan.

Dari Sahur Sampai Subuh
Upayakan bangun sebelum fajar, sekitar pukul 04.00 pagi. Ini adalah waktu sepertiga akhir malam terakhir yang istimewa. Qiamullaillah meski hanya dua rakaat!. Jangan lupa bangunkan keluarga anda untuk shalat malam. Apabila Umar bin Khatthab baangun beliau segera membangunkan keluarganya untuk shalat. Ia berseru: “Shalat, shalat! Seraya membacakan ayat ini “Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezki kepadamu”(QS.Thaha:132)

Mungkin banyak di antara kita yang melalaikan waktu yang berharga ini dengan alasan malamnya sudah melaksanakan shalat tarawih. Padahal mestinya waktu-waktu sepertiga akhir malam harus tetap bisa dihidupkan lebih banyak dari pada bulan-bulan yang lain.
Setelah itu kita bersahur karena memang sahur adalah sunnah Rasulullah. Jangan lupa banyak beristghfar dan berdo’a sebab waktu-waktu ini adalah waktu istijabah.

Setelah Shalat Subuh
Berhati-hatilah dari terpaan rasa kantuk. Berusahalah tidak tidur dalam ruas waktu setelah subuh hingga terbit matahari. Para Salafus shalih sangat tidak menyukai tidur pada waktu itu.

Ibnul Qayyim dalam Madaarijus Salikin mengatakan, “di antara tidur yang tidak disukai menurut mereka adalah tidur antara shalat shubuh dan terbitnya matahari, karena waktu untuk memperoleh hasil bagi perjalanan ruhani, pada saat itu terdapat keistimewaan besar, sehingga andai merekapun melakukan perjalanan (kegiatan) semalam suntuk pun, belum tentu bisa menandinginya.”Karena itu duduklah berdzikir sesudah shalat subuh, dan bertahanlah dari rasa kantuk. Karena kebiasaan akan terbentuk setelah melalui tiga hari dengan ritme yang berbeda. Selanjutnya kita tidak lagi merasakan kantuk sedahsyat sebelumnya, insya Allah.

Setelah itu shalatlah dua rakaat begitu matahari terbit. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,”Barang siapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian tetap duduk berdzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka ia seakan-akan memperoleh pahala haji dan umrah (HR.Tirmizi, dishahihkan Al-Albani)

Saat Bekerja
Di antara kita banyak yang memiliki rutinitas mencari nafkah dan belajar di bulan Ramadhan. Bekerjalah dengan tetap bersemangat dan teliti. Selingilah waktu kerja-kerja kita dengan tetap berdzikir dan tidak meninggalkan shalat lima waktu berjamaah di masjid-masjid kaum muslimin. Teruslah berupaya menambah amal-amal sunnah yang bisa dilakukan saat bekerja. Seperti mengajak orang kepada kebaikan, bersedekah, ikut berkonstribusi dalam pelaksanaan kegiatan dakwah di masjid kantor pada bulan ramadhan. Atau kita aktif melarang kemungkaran, misalnya dengan mencegah orang berghibah,mengadu domba dll.

Pertengahan Siang
Berusahalah untuk tetap istirahat sekitar 15 hingga 30 menit menjelang atau sesudah Dzuhur. Istirahat atau tidur pada rentang waktu ini disebut dengan qailulah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan para salafus shalih biasa melakukan qailulah ini. Qailulah ini adalah merupakan simpanan energi bagi mereka yang gemar melakukan qiamullail. Waktunya mungkin tidak lebih dari setengah jam, tapi manfaatnya sangat terasa ketika kita bangun qiamullail

Waktu Shalat Ashar
Shalatlah berjamaah di masjid. Ingatlah lipatan pahala di bulan ini. Bila usai shalat dan pekerjaan anda sudah selesai. Luangkanlah waktu anda membaca. Di sampaing membaca al-Qur’an tentunya, bacalah juga buku-buku islam dengan tema yang beragam. Misalnya tentang tema tazkiyatun nafs, sirah nabawiyah, pergerakan islam dll. Atau jika anda lelah tetaplah berusaha menambah ilmu anda dengan mendengar muhadharah ilmiah melaluai kaset-kaset atau alat rekaman lainnya. Lakukanlah hal ini sampai menjelang berbuka puasa. Menjelang buka jangan lupa membaca dzikir sore sambil tetap banyak berdo’a, sebab do’a orang yang berpuasa tidak tertolak.

Waktu Maghrib
Setelah seharian penuh kita menahan lapar dan dahaga, maka tibalah saatnya kita untuk berbuka. Bersyukurlah secara lebih mendalam kehadirat Allah Ta’ala karena kita diberikan karunia untuk dapat menyelesaikan hari dengan berpuasa. Jangan lupa berdo’a dengan khusyu’ ketika berbuka, berbukalah dengan tegukan-tegukan air manis diiringi dengan kesyukuran di dalam hati. Sebaiknya kita tidak segera berbuka dengan makanan berat, kerena kita akan melaksanakan shalat maghrib berjamaah di Masjid. Usai berjamaah, lanjutkan dengan makanan berat dan akan lebih baik bila kita menundanya usai shalat Tarawih berjamaah karena lebih memudahkan kita untuk menghindari ngantuk sehingga kita menjadi khusyu’ dalam shalat. Dan jangan lupa makanlah secukupnya saja.

Waktu Isya
Bersegera menunaikan shalat Isya dan Tarawih di Masjid, berusahalah untuk disiplin, apapun keadaaannya. Jika harus terhalangi oleh kegiatan yang sangat mendesak, lakukan shalat Tarawih segera setelah kegiatan kita selesai. Sebaiknya kita menyempurnakan shalat Tarawih bersama imam, agar kita termasuk orang-orang yang menghidupkan Ramadhan dengan shalat malam. Rasulullah Shallallahu a’laihi Wasallam bersabda, yang artinya :”Siapa saja yang shalat Tarawih bersama imam hingga selesai, akan ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah). Lakukanlah hal ini terus menerus sepanjang 20 hari pertama bulan Ramadhan. Untuk kaum Muslimah tentu saja agenda ini dapat dilakukan di rumah. Ingat juga, agar kita lebih banyak melakukan tilawah Al-Qur’an dan memprogramkan untuk hatam minimal sekali dalam bulan ini. (dikutip dari http://www.wahdah.co.id)

Trik Mengatasi Serangan Kantuk Saat Tarawih

 Mengantuk saat Shalat Apa kabar ramadhan?? Tak terasa 4 ramadhan telah kita taklukan. Selama 4 hari tersebut, pasti ada banyak ceri…

Apa kabar ramadhan??

Tak terasa satu hari lagi kita akan menyambut datangnya puasa romadhon.  Pada postingan kali ini, aku ingin sedikit berbagi tips yang berkaitan dengan ramdhan. Tips ini mungkin bisa menjadi alternatif jalan keluar  dari permasalahan sobat blaster selama ini. Tips yang akan aku samapaikan yaitu tentang bagaimana agar tidak mengantuk saat shalat tarawih maupun pada saat tadarusan. Tidak bisa dipungkiri, saat ramadhan pola hidup kita berubah secara drastis..hehhee.. Dari yang tadinya bangunnya pukul 5 misalnya, sekarang dituntut bangun lebih cepat dari itu. Setelah itu, pada siang harinya kita diwajibkan untuk puasa. Lebih bagus lagi kalau pada siang harinya, kita juga tetap aktiv bekerja. Pasti akan banyak menguras tenaga, dan akibatnya, porsi untuk tidur menjadi berkurang. Dampaknya, pada saat shalat tarawih terkadang kita merasa “ngarat” (ngantuk berat). Sudah jam tidur berkurang, siang capek, ditambah malam shalat tarawih dengan jumlah rakaat yang tidak biasa dikerjakan tiap harinya. Share pengalaman saja, postingan ini sengaja aku buat memang terinspirasi dari pengalaman ramadhan ramadhan terdahulu yang mana tiap shalat tarawih mata berat sekali untuk tejaga. Sampai sampai pernah, mau terjatuh meskipun masih dalam keadaan berdiri. Parah euy.. masalah diterima atau tidak shalatku, biarlah itu urusan yang Maha Adil. Pada ramadhan tahun ini, aku mencoba mensiasati agar hal hal semacam itu tidak terulang kembali. Apa aja siasat ku? Berikut ulasan selengkapnya….

  1. Sebelumnya, untuk persiapan sebaiknya pada siang hari dianjurkan untuk Qailullaah (tidur siang).  Selain tidurnya orang puasa adalah ibadah. Tidur siang merupakan amalan yang disunahkan oleh Rasul    Khawaat bin Jubeir berkata:“Tidur di awal siang(pagi hari) adalah kejahilan, tidur di tengah hari adalah kemuliaan akhlak dan tidur di akhir siang(sore hari) adalah kedunguan.”(Al-Bukhari dalam Adaabul Mufrad dan sanadnya di shahihkan oleh al-Albani(947)) 
  2. Selanjutnya yang paling mendasar adalah, setting niat terlebih dahulu. Niatkan bahwa kamu  memang benar benar mau shalat tarawih. Dan sugestikan, saat tarawih tidak akan mengantuk.
  3. Saat berbuka, usahakan jangan terlalu banyak. Seperlunya saja. Karena ini akan mempengaruhi tubuh kita beberapa jam yang akan datang. Dan biasanya apabila perut terisi penuh oleh karbohidrat, kemungkinan untuk ngantuk sangat besar sekali.
  4. Sebelum berangkat ke masjid hal yang selalu aku lakukan adalah minum kopi. Yaa, jangan sepelekan dengan kopi. Tidak bisa dipungkiri bahwa kopi bisa membantu kita untuk tidak ngantuk. Bisa dibilang bahwa kopi adalah penawar kantuk yang terbukti. Karena ini akan dilakukan selama sebulan full, otomatis kita tiap hari akan minum kopi. Agar aman, pilihlah kopi yang rendah cafein dan aman untuk lambung. Aku sarankan  “White Coffee”.Bukannya promosi, tapi demi kebaikan Anda usahakan minum ini..hehhehe Aman dikonsumsi tiap hari.
  5. Saat shalat tarawih, jika kipas angin di dalam masjid selalu dihidupkan saat shalat berlangsung usakan posisi kita jangan dekat dekat dengan kipas angin. Karena dengan kesejukan biasanya mata secara otomatis, akan terhanyut dalam kesejukan, dan kemungkinan untuk mengantuk sangat besar.
  6. Khusuk shalat sangat diperlukan. Karena, dengan khusuk berarti otak kita saat itu juga ikut bekerja. Karena otak bekerja, biasanya moster kantuk tidak akan berani datang. Coba aja dah liat, orang orang  yang mengantuk salah satu penyebanya biasanya dikarenakan otaknya tidak digunakan untuk berfikir maupun konsentrasi. Setuju?? Buktikan….

Itulah,sedikit tips ramadhan dari ku, semoga bisa membantu masalah Anda selama ini. Silahkan diterpkan. Jika tidak cocok, bisa buat versi sendiri sesuai keadaan Anda. 😛

Sumber : Pengalaman pribadi

neverblast.com

Ini 4 Cara Cerdas Mencegah Pemborosan di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi, adalah momen yang dinantikan khususnya oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Memasuki bulan suci ini, umumnya masyarakat muslim akan mengalami perubahan aktivitas sehari-hari. Perubahan ini terlihat dari jam kerja, pola makan, pola jam tidur hingga pola pengeluaran keuangan. Terkadang pengeluaran saat ramadan juga bisa lebih banyak dibandingkan bulan biasanya. Saat bulan Ramadhan, sebaiknya kita juga berhemat dalam pengeluaran, terlebih pengeluaran untuk makan. Pasalnya, saat bulan Ramadhan, pola makan kita hanya dilakukan saat sahur dan berbuka, namun terkadang aneka macam makanan seperti wajib dihidangkan. Padahal, aktivitas tersebut masih berlanjut hingga satu bulan berikutnya, sebisa mungkin kita upayakan untuk berhemat. Berikut ini adalah 4 cara cerdas untuk mencegah pemborosan di bulan Ramadhan:

1. Buat Anggaran Khusus Bulan Ramadhan Memasuki bulan Ramadhan, tidak ada salahnya Anda membuat anggaran khusus harian selama bulan ramadan. Perkirakan berapa jumlah uang yang akan dikeluarkan untuk membeli hidangan berbuka puasa dan juga sahur. Setelah membuat anggaran, ingat bahwa Anda harus tetap menyisihkan uang untuk menabung. Bulan ramadan datang, bukan berarti menabung dihentikan. Setidaknya sisihkan 10 persen untuk tabungan.

2. Membeli Persiapan Lebaran Sedini Mungkin Menjelang Lebaran nanti, biasanya pengeluaran akan lebih banyak dari bulan biasanya. Terkadang makanan atau minuman yang tidak biasa dibeli, menjadi wajib dibeli saat hendak menjelang Lebaran. Jika ingin tetap hemat, sebaiknya berbelanja persiapan lebaranya dicicil sejak bulan Ramadhan. Saat sebelum memasuki bulan Ramadhan dan selama bulan Ramadhan, harga kebutuhan pokok mungkin masih normal. Namun, menjelang lebaran harganya akan melonjak naik. Oleh sebab itu belanja persiapannya dari sekarang akan lebih hemat bukan.

3. Berkreativitas Selama Ramadhan Walaupun sedang menjalankan ibadah puasa saat bulan ramadan nanti, bukan berarti kita berhenti beraktivitas. Kita bisa tetap menampilkan sisi kreatif untuk mempersiapkan persiapan Lebaran, seperti membuat kartu ucapan atau membuat parsel. Cobalah berkreasi untuk membuat parcel Lebaran sendiri. Dibandingkan harus membeli parsel dengan harga cukup mahal, sebaiknya kita membuat sendiri bukan, dengan konsep yang kita suka.

4. Manfaatkan Promo Khusus Ramadhan Menjelang Ramadhan ini, rata-rata toko akan menghadirkan promo menarik yang berkaitan dengan kebutuhan ramadan.

Pengeluaran Ramadhan Jangan Merusak Keuangan Jangka Panjang Saat Ramadhan tiba, kebutuhan akan beberapa produk pokok memang akan meningkat. Namun, sebaiknya atur anggaran khususnya, agar tetap bisa teratur dan tidak menjadi berlebihan atau pemborosan. Pengeluaran Ramadhan jangan sampai merusak arus kas keuangan jangka panjang Anda.

ekonomi.kompas.com