Tips Memilih Pakaian Anak

Memilih baju anak tidak segampang memilih baju orang dewasa. Banyaknya pilihan terkadang membuat bingung untuk menentukan pilihan. Apalagi, banyak baju anak-anak dengan berbagai macam model terbaru yang dijual ditoko, membuat orangtua seakan-akan ingin memborong semuanya untuk anak tercinta. Tapi Anda perlu mengetahui beberapa hal untuk menemukan baju yang bukan hanya menarik namun juga nyaman dan cocok dipakai oleh Si Kecil.

 

Berikut beberapa tips dari Firststepchildcare.com dalam memilih baju agar anak nyaman dan senang memakainya.

– Bahan. Saat  memilih baju anak-anak, memilih bahan adalah hal utama yang harus dilakukan sebelum melihat model baju atau lain sebagainya. Untuk anak yang suka aktif, Anda bisa memilih bahan katun yang bisa menyerap keringat. Namun, pemilihan baju juga dapat Anda sesuaikan dengan musim. Saat musim hujan, Anda bisa memilih bahan yang bisa menghangatkan tubuh Si Kecil yaitu bahan wol.
– Ukuran. Si Kecil biasanya tumbuh dengan cepat, jangan memilih ukuran baju yang terlalu ketat. Pilih ukuran baju yang longgar, pemilihan baju yang longgar membuat anak bebas melakukan gerakan. Selain itu, baju dengan size agak longgar juga bisa dipakai untuk beberapa waktu ke depan.
– Model. Pilih model baju yang sesuai dengan anak-anak. Jika memungkinkan, ajak anak Anda untuk memilih model yang sesuai dengan keinginan mereka. Namun, tentunya harus tetap dalam pengawasan orangtua. Jangan sampai Si Kecil memilih baju model pakaian yang tak sesuai usianya.
– Warna. Pilih baju anak dengan warna yang cerah. Jika Anda mengetahui warna kesukaan anak-anak, Anda bisa memilih warna yang tepat. Anak-anak lebih suka memakai baju dengan warna yang sesuai warna kesukaan mereka.
– Motif. Untuk menampilkan kesan anak-anak, pilih baju anak dengan motif hewan atau tokoh kartun kesukaan anak-anak. Motif dalam baju akan membuat anak-anak tampak ceria.
– Sesuai Kebutuhan. Maksudnya adalah, apakah baju yang Anda beli tersebut akan dipakai untuksehari-hari atau hanya untuk acara-acara khusus. Tentunya, harus dibedakan jenis pakaian untuk sehari-hari dan untuk acara special. Untuk dipakai sehari-hari bisa memilih jenis pakaian yang simple sedangkan untuk acara yang spesial, Anda bisa memilih pakaian kemeja untuk anak laki-laki dan rok terusan untuk anak perempuan.

sumber motherandbaby.co.id

Cara Meningkatkan Kekebalan Tubuh / Sistem Imun Anak

Sistem kekebalan tubuh atau sistem imun mempunyai peranan yang penting dalam menjaga kesehatan tubuh, sistem ini terdiri dari sel dan zat yang dihasilkan oleh tubuh, keduanya bekerja secara kolektif untuk melawan zat asing yang masuk ke dalam tubuh.

Sistem kekebalan tubuh juga memberikan perlindungan dari pengaruh luar seperti infeksi kuman, bakteri dan virus dengan melibatkan sel dan organ di dalam tubuh, apabila sistem ini melemah maka perlindungan yang dihasilkan menjadi lemah sehingga kuman, virus maupun bakteri dapat masuk dan berkembang.
Kondisi ini sering dialami oleh anak-anak karena sistem kekebalan tubuhnya belum sempurna sehingga rentan terkena penyakit, meskipun demikian ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh pada anak.

1. Memberikan Asi Eksklusif

Pemberian ASI pada anak yang berusia 0-6 bulan berguna untuk meningkatkan daya tubuh serta dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit yang berhubungan dengan sistem pencernaan dan pernapasan.

2. Bermain di Lingkungan

Para orang tua sering merasa khawatir apabila anak mereka bermain pada lingkungan yang kotor, padahal bermain pada lingkungan yang seperti itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak agar dapat berkembang sepenuhnya.

3. Banyak Tertawa

Melakukan kebiasaan yang dapat membuat anak tertawa merupakan salah satu cara untuk membantu meningkatkan produksi sel yang dapat membantu meningkatkan kekebalan tubuh dengan membunuh kuman penyebab flu dan pilek.

4. Beristirahat Dengan Cukup

Meningkatkan sistem kekebalan tubuh bisa dilakukan dengan cara beristirahat dengan cukup karena porsi tidur anak sehat dengan usia 3-12 tahun mencapai 10 jam setiap harinya.

5. Kurangi Memberikan Antibiotik

Pemberian anti biotik yang terlalu sering kepada anak dapat melemahkan sistem kekebalan tubuhnya.

6. Menghindari Polusi Udara

Polusi udara dapat merusak silia rambut di dalam hidung yang berperan sebagai penangkal masuknya benda asing ke dalam tubuh sehingga jauhkan anak dari polusi udara seperti asap pembakaran, asap rokok dan polusi akibat beberapa bahan kimia lainnya.

7. Berikan Makanan Yang Dapat Meningkatkan Imunitas

Memberikan asupan makanan yang berguna untuk meningkatkan imunitas merupakan salah satu cara terbaik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak, makanan tersebut di antaranya adalah susu kedelai, ikan, telur, madu, sayuran dan buah-buahan.

Cara ini dapat diterapkan dengan mudah dengan tetap memperhatikan dan memantau tumbuh kembang dan kebiasaan anak setiap harinya.

sumber kesehatanpedia.com

4 Kesalahan dan Cara yang Benar Membersihkan Telinga

Bila Anda memiliki kebiasaan membersihkan telinga dengan kapas (cotton bud), sebaiknya mulai sekarang tinggalkan kebiasaan tersebut. Meski enak, membersihkan telinga dengan menggunakan cotton bud tidak dibenarkan karena berbahaya dan tidak efektif.

Pasalnya, gendang telinga dan tulang kecil di telinga tengah yang disebut ossicles, mudah rusak dan bahkan mungkin memerlukan pembedahan untuk memperbaiki, jelas Boris Chernobilsky, MD, asisten profesor klinis THT di Sekolah Kedokteran Icahn, Mount Sinai, New York. “Dalam skenario terburuk, kerusakan pada ossicles dapat menyebabkan kebocoran cairan dari telinga bagian dalam,” katanya. Dia menambahkan hal ini akan menyebabkan vertigo parah dan berpotensi mengalami gangguan pendengaran permanen. Selain itu, kulit saluran telinga sangat tipis sehingga mudah rusak. “Jika kulit rusak, bisa terinfeksi dan menyebabkan infeksi telinga luar yang menyakitkan” katanya.

Jika Anda ingin menjaga telinga Anda dalam kondisi sempurna, Anda dapat hentikan kebiasaan ini:

Membersihkan telinga secara teratur 
Membersihkan telinga sebenarnya tidak perlu setiap hari karena telinga bisa membersihkan dirinya sendiri. Begitu penjelasan Chernobilsky. “Telinga memiliki kemampuan untuk mendorong kotoran keluar dari salurannya ke telinga luar,” katanya. Bila Anda menggerakkan rahang dan melakukan gerakan mengunyah, Anda membantu proses ini.
Kotoran telinga sendiri adalah kombinasi dari serumen yang diproduksi kelenjar sebaceous tubuh guna menjaga kulit di telinga tetap lembap, serta sel kulit mati yang secara alami dirontokkan saluran telinga. “Serumen adalah lotion kulit alami,” kata Dr. Chernobilsky. ” Serumen juga yang membunuh beberapa jenis bakteri dan mencegah pertumbuhan jamur.” Jadi, daripada mengorek telinga, lebih baik tunggu kotorannya keluar, lalu bersihkan secara perlahan dengan kain halus.

Memasukkan kapas
Cotton bud bukan untuk dimasukkan ke dalam telinga. Bentuk yang kaku dan runcing bisa merusak kulit, gendang telinga dan ossicles. Cotton bud juga bisa mendorong kotoran masuk lebih dalam dan menyebabkan impaksi. Selain itu, ada kemungkinan kepala kapas masuk ke dalam saluran telinga Anda. Satu lagi kemungkinan yang tidak menyenangkan: kepala kapas bisa masuk ke dalam saluran telinga Anda. Jika itu terjadi, Anda perlu menemui dokter untuk mengambilnya.

Memasukkan benda runcing 
“Orang-orang akan menempelkan apa saja yang bisa mereka pikirkan ke dalam telinga, saat mereka merasa tidak nyaman, dari kuku jari mereka yang panjang, jepitan, jarum jahit, kunci, dan sebagainya. ” Apa pun yang tajam atau berbentuk serupa dengan cotton bud, akan menimbulkan risiko pemotongan kulit dan kerusakan telinga bagian dalam dan luar yang sama.

Menggunakan lilin
Anda mungkin pernah mendengar ear candle. Ya, cara membersihkan telinga dengan memasukkan liling berongga berbentuk kerucut ke dalam telinga, tidak disarankan. Panas nyala api seharusnya menciptakan efek vakum, menarik kotoran ke luar. Beberapa orang menganggap cara itu berhasil dan memiliki efek rileks. Sebaliknya, Dr. Chernobilsky menganggapnya sangat berbahaya: “Saya telah melihat gendang telinga berlubang karena penggunaan lilin ini,” katanya.

Lantas apakah ada cara aman untuk menghilangkan kotoran? Dr. Chernobilsky menyarankan untuk dibiarkan. Memang ada beberapa orang yang mungkin menumpuk kotoran lebih cepat, seperti orang yang menggunakan alat bantu dengar, dokter yang menggunakan stetoskop,dan lainnya. Jika kotoran telinga benar-benar mengganggu Anda, sebaiknya kunjungi dokter THT untuk membersihkan telinga Anda setiap beberapa bulan.

Sebelum mengunjungi dokter, mungkin Anda perlu mencoba pelunak kotoran, selama Anda tahu bahwa telinga Anda sehat dan Anda tidak memiliki luka di atau di sekitar gendang telinga. Pelunak kotoran biasanya berupa larutan berminyak yang diteteskan ke dalam telinga, yang akan membuat kotoran telinga lebih lunak dan meluncur ke telinga luar.
Trik lain yang bisa Anda coba adalah miringkan kepala ke samping dan teteskan minyak mineral di telinga. “Saya lebih memilih minyak mineral untuk minyak bayi karena lebih lembap dan tidak memiliki wewangian,” kata Dr. Chernobilsky. Lalu taruh kepala Anda di atas handuk.

Ditinjau oleh: dr. Jezy Reisya

sumber meetdoctor.com

Bayi Sering Gumoh? Ini Cara Mengatasinya

Bayi sering gumoh cukup umum terjadi, terutama pada usia di bawah satu tahun. Gumoh adalah keluarnya cairan susu atau makanan yang baru saja ditelan. Kondisi ini sebenarnya tidak berbahaya dan tidak perlu dikhawatirkan. Meski demikian, ada baiknya bila kita memahami kondisi gumoh yang normal dan yang perlu diwaspadai.

Gumoh merupakan kondisi normal yang disebabkan kerongkongan bayi belum berkembang sepenuhnya, serta ukuran lambung yang masih sangat kecil. Biasanya gumoh akan menghilang ketika bayi berusia satu tahun. Pada saat itu, cincin otot di dasar kerongkongan umumnya sudah dapat berfungsi dengan baik, sehingga makanan yang masuk ke dalam perut bayi tidak mudah keluar.

Gumoh yang Tergolong Normal

Selain mengeluarkan cairan susu atau makanan, gumoh juga bisa diiringi sendawa, batuk atau cegukan beberapa saat, tersedak, menolak makan atau menangis saat menyusu atau diberi makan.

Sebenarnya bayi sering gumoh bukan kondisi yang mengkhawatirkan apabila tidak mengganggu tumbuh-kembang Si Kecil. Frekuensi gumoh pada bayi sangat bervariasi. Bisa jarang, cukup sering, atau bahkan terjadi setiap kali bayi diberi susu atau makanan.

Kondisi bayi sering gumoh yang tergolong normal dapat dinilai dari beberapa hal berikut:

  • Bayi tetap tumbuh dan berkembang dengan baik.
  • Bayi tetap terlihat nyaman dan tidak rewel.
  • Sistem pernapasan bayi tetap berfungsi tanpa gangguan.

Hal-hal tersebut menandakan keadaan Si Kecil baik-baik saja dan tidak memerlukan penanganan khusus.

Upaya Mengatasi Gumoh

Sejum;ah cara bisa dilakukan untuk mengatasi gumoh. Pertama, biasakan memberi makan atau menyusui bayi dalam keadaan lebih tegak, pertahankan posisi tersebut sekitar 20-30 menit setelah pemberian susu atau makan, biarkan asupan turun dalam saluran cerna dan jangan langsung diajak bermain.

Coba untuk memberikan susu atau makanan lebih sedikit, namun dengan frekuensi cukup sering. Kemudian jangan lupa membuat Si Kecil sendawa setiap habis menyusu atau jika perlu lakukan ini di sela menyusu, yaitu sekitar 2-3 menit sekali.

Bayi yang menyusu menggunakan dot, sebaiknya diperhatikan ukurannya dengan cermat. Dot yang terlalu besar dapat memicu gumoh karena susu yang keluar terlalu banyak untuk bayi, dan jangan biarkan bayi mengisap dari botol dot yang sudah kosong.

Hindari membiasakan bayi tidur tengkurap. Sebaiknya bayi tidur dalam posisi telentang, dengan posisi kepala sedikit lebih tinggi dari badan dan kaki. Hal ini juga dapat menghindari sindrom kematian bayi mendadak atau sudden infant death syndrome (SIDS).

Beberapa tindakan yang juga dapat dilakukan untuk mengurangi gumoh adalah menambahkan zat pengental ke makanan, atau mengurangi konsumsi susu sapi bagi Si Kecil terutama pada bayi yang dicurigai menderita intoleransi laktosa. Namun, tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, guna mendapatkan penanganan yang sesuai bila dinilai perlu.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Meski umumnya gumoh tergolong normal, namun waspadai jika bayi sering gumoh yang disertai dengan kondisi-kondisi seperti berikut:

  • Bayi mulai gumoh pada usia enam bulan dan menetap hingga lebih dari 1 tahun.
  • Bayi memuntahkan makanan atau cairan susu terlalu sering atau tampak terpaksa
  • Warna cairan yang dimuntahkan bayi berwarna kuning, hijau atau disertai darah.
  • Cairan yang dimuntahkan jumlahnya cukup banyak dan berlangsung sampai dua jam setelah menyusu.
  • Bayi susah makan atau menolak diberi susu sehingga berat badan bayi tidak bertambah.
  • Bayi sulit bernapas atau menunjukkan tanda-tanda sakit.
  • Perut yang tampak penuh atau membuncit.
  • Demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius.
  • Menangis berlebihan atau sangat rewel dan tidak nyaman.

Dalam beberapa kasus, bayi sering gumoh dapat menandakan adanya gangguan kesehatan seperti alergi susu sapi, yang juga dapat menyebabkan bayi muntah, diare, dan ruam. Sumbatan atau penyempitan pada kerongkongan dan penyakit refluks adalah beberapa kondisi yang lebih serius yang bisa menimbulkan gejala menyerupai gumoh.

Gumoh merupakan hal yang wajar terjadi dan merupakan bagian dari tumbuh kembang bayi, sehingga Bunda sebaiknya tidak perlu khawatir ketika Si Kecil gumoh. Namun jika gumoh terjadi berlebihan dan berkepanjangan, atau disertai dengan gejala-gejala lain, maka sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

sumber alodokter.com

Cara Mengatasi Anak yang Suka Makan Permen, Coklat, & Manisan Berlebih

Cara Mengatasi Anak yang Kecanduan Makan Manisan, Permen, Coklat dll

Makanan manis seperti permen dan coklat banyak disukai oleh banyak orang khususnya anak – anak. Mungkin rasanya yang manis dan enak membuat makanan ini lebih banyak di gemari. Namun, dari makanan manis itulah muncul berbagai macam gangguan kesehatan pada anak.

Kecanduan permen, coklat dan makanan manis sejak dini dapat mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, seperti :

  1. Sakit gigi
  2. Gigi berlubang
  3. Gangguan Pencernaan
  4. Obesitas
  5. Hiperaktif
  6. Menghilangkan nafsu makan, dll

Mungkin bagi setiap ibu sudah banyak melakukan cara bagaimana cara untuk mengatasi kecanduan makanan manis pada anak. Nah untuk itu, ada beberapa tips yang dapat dipraktekkan pada anak sehingga tidak lagi kecanduan makanan manis, seperti berikut ini.

Tips Supaya Anak Mengurangi Konsumsi Manisan / Permen / Coklat dan Makanan yang Tidak Sehat Lainnya

  • Mencegah dan Berdiskusi

Pada usia tertentu anak akan mencoba semua hal yang ditemuinya, baik itu makanan atau minuman. Untuk itu, lebih baik mencegahnya agar tidak gemar memakan makanan manis dengan cara meminimalkan porsi anak mengkonsumsi makanan manis dan hindari mengkonsumsi secara berlebihan. Dan usahakan selalu melakukan diskusi dengan anak dan memberikan pemahaman mengenai dampak negatif dari banyak memakan permen dan coklat atau makanan manis lainnya yang tidak baik bagi kesehatan. Berikan dua pilihan yang baik dan buruk supaya anak akan lebih dapat memilih yang terbaik bagi dirinya tanpa harus memarahi atau membentak dan bahkan sampai memukulnya hanya karena tidak mau menuruti apa yang diinginkan dari seorang orang tua.

  • Hindari Menghadiahi Makanan Manis

Setelah pergi ke pasar, mall atau supermarket cenderung kita membelikan sesuatu bagi anak di rumah, baik mainan ataupun makanan yang disukai. Untuk itu, hindari memberikan hadiah berupa makanan yang manis seperti permen atau coklat meskipun makanan tersebut sangat disukai oleh anak. Hal inilah yang lama – kelamaan akan membuat anak lebih mencintai makanan manis. Pada akhirnya akan menjadi kecanduan makanan manis, akibatnya terjadilah masalah kesehatan pada anak. Oleh sebab itulah, sebaiknya belikan makanan yang mengandung nilai gizi yang baik bagi kesehatan si anak. Selain itu, hindari juga terlalu sering membawa anak ke toko atau warung dekat rumah yang disana terdapat permen atau makanan manis yang disukainya.

  • Buatlah Makanan Pengganti Permen

Untuk meminimalkan resiko kecanduan permen atau coklat pada anak, sebaiknya sediakan makanan alternatif sebagai pengganti kedua makanan manis tersebut. Sediakanlah buah – buahan atau madu alami yang memiliki rasa manis alami bukan manis buatan seperti yang ada pada permen atau coklat. Buah  – buahan tersebut dapat kita olah menjadi sebuah makanan yang cocok untuk anak – anak seperti bubur atau selai.

Selain itu, perhatikan juga pola makan si anak. Pastikan makanan yang dikonsumsi memiliki nilai gizi dan nutrisi yang mampu memenuhi kebutuhan gizi per harinya.

Nah, itulah tadi beberapa tips cara mengatasi kecanduan permen, coklat dan makanan manis. Jadi, makanan manis memang dibutuhkan oleh anak. Namun, sebagai orang tua kita wajib untuk mengatur porsi makanan manis tersebut dan mengetahui makanan manis apa saja yang baik bagi kesehatan anak dan makanan manis apa saja yang tidak baik bagi kesehatan anak.

sumber  kesehatanpedia.com

Perhatikan Ini Saat Anda Memberi Anak Kue Lebaran

Rasanya tak ada balita yang tak tergiur dengan aneka kue yang biasanya hadir pada saat Hari Raya Idul Fitri atau lebaran, seperti nastar, putri salju, kastengel, lidah kucing, dan banyak lagi dengan rasanya yang manis maupun gurih. Umumnya kue-kue lezat itu terbuat dari terigu, gula, telur, dengan tambahan keju, kacang. taburan gula, atau nanas. Rasa manis dan bentuknya yang mini bisa membuat balita tergoda untuk makan dan makan lagi, terus hingga mungkin tak tersisa lagi kue yang ada di toples.

Perlu Moms ketahui, 1 buah kue mengandung sekitar 25-50 kalori. Sementara kebutuhan kalori balita berusia 1-3 tahun, berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) adalah 1.200 kalori per hari. Jadi Anda bisa bayangkan, Moms, kira-kira berapa banyak kalori dari kue-kue yang sudah dimakan Si Kecil selama seharian. Apalagi jika ternyata ia sangat suka dengan kue-kue tersebut.

Untuk itu, saat memberikan kue lebaran kepada balita, Anda perlu memerhatikan 5 hal penting berikut ini, Moms agar kesehatan anak tetap terjaga:

– Jangan memberikan kue sebelum Si Kecil makan besar seperti sarapan, makan siang, dan makan malam. karena hal tersebut bisa membuat anak jadi tidak berselera makan akibat sudah kekenyangan makan kue lebaran.

– Berikan kue lebaran sebagai makanan selingan dengan jumlah antara 2-4 buah setiap kali memberinya pada anak. Jika dihitung kalorinya, anak yang makan 2 buah kue sama artinya dengan telah mengonsumsi antara 50-100 kalori.

– Kue lebaran yang diberikan secara berlebihan bisa meningkatkan jumlah kalori anak melebihi kebutuhannya. Hal tersebut bisa menambah berat badan yang akan meningkatkan kandungan lemak tubuh dan menyebabkan timbulnya berbagai penyakit.

– Hindari memberikan kue lebaran dalam toples yang berisi banyak kue. Cukup ambilkan anak 2-4 buah saja. Sebab anak cenderung makan dan makan lagi, terutama saat perutnya dalam keadaan lapar.

– Siapkan juga makanan selain kue lebaran, misalnya buah-buahan yang disukai anak. Dengan begitu anak tetap bisa menikmati snack selain kue lebaran yang ia sukai sekaligus bisa memenuhi kebutuhan seratnya. (Susanto Wibowo/Dok. Freepik)

Kiat Mengatasi Anak Super Malas

Bakat Anak – Apakah Anda kesulitan menghadapi anak yang malas?

Apakah anak Anda sulit dimintai tolong untuk membantu membereskan rumah? Atau enggan mengerjakan PR maupun tugas-tugas sekolahnya? Namun, selalu ada cara-cara baik untuk mengubah anak malas menjadi giat belajar, berkarya, dan membantu orangtua, tanpa harus memarahi atau menghukum mereka. Oya?

Kemalasan bukan identitas

 

Tidak hanya anak saja yang mengalami kemalasan. Remaja, mahasiswa, para pekerja, bahkan para orangtua pun pasti pernah terjangkit penyakit malas. Namun, kemalasan bukanlah identitas. Alih-alih mencap anak sebagai anak yang malas, alangkah lebih baik jika Ayah Ibu bisa membantu mereka berubah dari enggan menjadi giat melakukan sesuatu. Apapun itu: belajar, berlatih di bidang bakat, membuat karya, membantu tugas-tugas di rumah, dan sebagainya.

Joanne Foster, seorang pendidik dan penulis buku Not Now, Maybe Later: Helping Children Overcome Procrastination, berbagi dua belas tips yang bisa Ayah Ibu terapkan untuk mengurangi kemalasan anak dan mengajak anak menjadi lebih produktif di bidang apapun: sekolah, rumah, maupun dalam pengembangan bakatnya. Hayo, kira-kira hal apa saja yang bisa mengubah kemalasan menjadi kinerja, ya?

1. Memahami kesiapan anak

Beberapa tugas memang belum tentu dengan usia dan kemampuan anak saat itu. Memahami kesiapan anak dengan memberi tugas rumah yang mampu diselesaikannya, dapat mengubah anak malas menjadi produktif. Ingat: sekecil apapun bantuan anak, ia tetap bisa berkontribusi dalam merapikan rumah bersama.

2. Pandu anak belajar tentang prioritas

Main game atau mengerjakan PR dahulu? Anak kadang belum peka terhadap prioritas, sehingga Ayah Ibu bisa membantunya untuk melihat mana hal yang harus dilakukan sekarang, dan mana hal yang bisa ditunda. Anak tidak perlu menghapus waktu bermain, namun menyusun prioritas agar belajar dan bermain tetap bisa dilakukan dalam satu hari.

3. Cari tahu berapa waktu yang dibutuhkan anak untuk mengerjakan sesuatu

Salah satu kunci mengubah anak malas menjadi produktif adalah belajar manajemen waktu. Anak perlu tahu apakah sebuah pekerjaan hanya membutuhkan waktu singkat (misalnya, yang tidak melibatkan proses menganalisis atau menggabungkan ide), atau sebaliknya. Informasi ini sangat relevan, terutama bagi anak-anak kita yang menghadapi banyak deadlinealias tenggat waktu.

4. Menyingkirkan gangguan

Distraksi adalah salah satu penyebab anak menunda mengerjakan sesuatu, termasuk berlatih di bidang bakat maupun berkarya. Gangguan bisa berupa apa saja: game, kegemaran lain, teman-teman, dan sebagainya. Mengidentifikasi hal yang paling mengganggu anak adalah langkah awal untuk mempermudah anak fokus berlatih dan mengembangkan bakatnya.

5. Menjadi teman belajar yang baik

Sebagai orangtua, salah satu peran Ayah Ibu dalam mendampingi anak belajar adalah menjadi teman yang baik. Dalam mengubah anak malas, beberapa masalah seringkali berhubungan dengan tugas yang terlampau sulit, sehingga anak enggan menyelesaikannya. Saat anak butuh dan meminta bantuan, datanglah.

bakat anak tips mengubah anak malas menjadi produktif 2

6. Peluk anak kita

Bahkan, kehadiran kita di samping mereka bisa mengubah anak malas menjadi produktif. Saat anak mendapatkan suatu proyek besar untuk dikerjakan dan itu menjadi beban yang berat buat mereka, mendampingi mereka bisa menjadi bentuk dukungan sosial terbaik dari seorang orangtua. Beri anak kita pelukan erat.

7. Tentu saja, menjadi teladan

Kalau anak Anda melihat Ayah Ibu malas bersih-bersih rumah, jangan mengharapkan keterlibatan mereka dalam hal yang sama. Salah satu kunci mengubah kemalasan menjadi antusiasme, adalah dengan menunjukkannya secara langsung. Jadilah teladan, libatkan, dan kemudian Anda dapat menumbuhkan kebiasaan baik dalam diri anak Anda.

8. Tunjukkan bahwa Ayah Ibu percaya pada kemampuan anak

Saat kita meremehkan kemampuan anak, hal tersebut akan melenyapkan antusiasme belajar anak seketika, bahkan dalam hal-hal kecil seperti mencuci piring atau menyetrika baju. Mungkin pada awalnya pekerjaan anak tidak sebersih atau serapi apa yang Anda biasa lakukan, namun apresiasi saja usaha mereka. Mereka akan terus belajar. Sebaliknya, kalau kita mengecilkan hati anak, anak akan berhenti belajar.

9. Jika anak alami konsekuensi, biarkan

Kemalasan anak pasti akan mendatangkan konsekuensi: tugas yang belum selesai, PR yang tidak lengkap, dan sebagainya. Namun jangan gegabah dan langsung membetulkan pekerjaan anak; biarkan mereka menerima konsekuensinya dan belajar lebih baik lagi setelah itu. Ayah Ibu tak perlu memarahi, berkata “Kan Mama sudah bilang…” atau bahkan menghukum anak, karena konsekuensi sudahlah cukup.

10. Bantu anak menimbang untung-rugi

Salah satu trik mengubah anak malas menjadi produktif, adalah membantu anak belajar bekerja dengan cerdas, alias work smart. Minta anak mendaftar semua hal yang harus dikerjakannya, dan pandu anak untuk berpikir, apakah dengan menunda salah satu pekerjaan hari ini, hal tersebut mendatangkan keuntungan (atau kerugian) bagi si anak. Bekerja terlalu keras tidak baik, tetapi santai-santai saja juga tidak disarankan.

11. Cari tahu siapa yang bikin anak semangat

Siapa di antara anggota keluarga atau teman anak Anda yang lebih mudah membuat anak antusias belajar dan mengerjakan sesuatu? Kehadiran dan bantuan mereka bisa menjadi strategi mengubah anak malas menjadi produktif.

12. Mengamati hal-hal lain yang berhubungan dengan kemalasan

Kadang anak mungkin terlampau lelah, atau mengalami banyak tekanan di sekolah yang menyebabkan ia enggan beraktivitas, termasuk menyelesaikan segala tanggung jawabnya. Ajak anak mengobrol untuk mengetahui faktor-faktor yang memancing keengganan anak untuk menjadi produktif.

Mana kiat yang belum Ayah Ibu coba untuk mengubah kemalasan anak menjadi antusiasme?

 

Sumber temantakita.com                                                                                                        Foto oleh Pingz Man dan Susana Fernandez

 

Cara Melatih Anak hafal Quran Sejak Dalam Kandungan

Mungkin ada yang bertanya bagaimana mungkin bisa mengajari anak menghafal AlQuran sejak dari kandungan, padahal kita saja merasa kesulitan menghafalkan AlQuran. Kita semua telah tahu bahwa bayi yang masih dalam kandungan dapat mendengar suara apa saja dari dunia luar dan merekamnya di dalam otaknya. Ketika sang ibu setiap hari membaca Al Quran, secara otomatis bayi dalam kandungannya pun akan turut mendengarkan bacaan Al Quran tersebut. Sehingga pada saat lahir bayi sudah terbiasa dengan bacaan AlQuran yang diperdengarkan kepadanya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengenalkan bacaan AlQuran terhadap anak yang masih berusia dini dimana otaknya sangat mudah untuk merekam berbagai macam hal, diantaranya adalah dengan membacakannya secara ‘talaqi” atau dengan bantuan media lain seperti memperdengarkan MP3 murotal dan sebagainya.

Cara ini pula yang pernah dilakukan oleh para shahabat dan telah menjadi tradisi mereka dalam mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak mereka. Mereka memilki perhatian yang sangat tinggi dalam mengajarkan Al-Quran. Demikian pula para tabi’in dan orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai kiamat kelak. Sehingga kalau kita membaca kitab-kitab klasik yang berbahasa Arab, banyak riwayat yang bercerita tentang suksesnya para ulama dalam menghafalkan Al-Quran di usia sebelum mencapai sepuluh tahun. Sebut saja Imam Syafi’i, peletak Madzhab Asy-Syafi’iyyah, beliau berhasil menghafal Al-Quran 30 juz diusia 7 tahun. Imam Suyuthi, penyusun beberapa kitab, diataranya tafsir jalalain dan tafsir Al-Durrul mantsur, belum genap delapan tahun usianya, beliau telah sukses menghafal Al-Quran 30 juz.

METODE/CARA MENGAJARI ANAK MENGHAFAL AL QUR’AN SEJAK USIA DINI.
1. BAYI (0-2 TAHUN)
– Bacakan Al Qur’an dari surat Al fatihah
– Tiap hari 4 kali waktu (pagi, siang, sore, malam)
– Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
– Setelah hari ke-5 ganti surat An Naas dengan cara yang sama
– Tiap 1 waktu surat yg lain-lain diulang 1×2

2. DI ATAS 2 TAHUN
– Metode sama dengan teknik pengajaran bayi. Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya,dari 5 hari menjadi 7 hari
– Sering didengarkan murattal/

3. DI ATAS 4 TAHUN
– Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
– Ajari muraja’ah/mengulang-ulang sendiri
– Ajari menghafal sendiri
– Selalu dimotivasi supaya semangat selalu terjaga
– Waktu menghafal 3-4x perhari

Selain itu ada hal lain yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan hafalan Al Quran putra-putri Anda yaitu:

Perdengarkan Ayat Al-Qur’an Setiap Hari
Perdengarkan ayat Al-Qur’an di rumah setiah hari. Tidak menjadi soal apakah Anda tenang mendengarkan atau sembari bermain dan melakukan aktivitas lainnya. Meski terlihat tidak memperhatikan, tetapi sebenarnya otak bawah sadarnya telah merekam bacaan ayat Al-Qur’an yang didengar. Sehingga seringkali anak akan hafal dengan sendirinya. Hal ini mirip dengan mendengarkan lagu-lagu lainnya, tanpa disadari anak akan hafal lirik lagu tanpa mempelajarinya.

Konsisten
Cara selanjutnya yaitu konsisten. Usahakan untuk konsisten dan jangan terputus-putus. Bila belajar Al-Qur’an dilakukan secara berkelanjutan bisa jadi ketika anak baru berusia 6 atau 7 tahun sudah bisa menghafal 30 jus Al-Qur’an. Karenanya konsisten menjadi kunci utama dari keberhasilan mengajari anak menghafal Al-Qur’an.

Menjadi Teladan Untuk Anak
Anak merupakan peniru hebat. Para orang tua pun seolah menjadi cerminan dari anak itu sendiri. Karenanya jadilah teladan baik untuk anak. Bila orang tua rajin membaca Al-Qur’an dan menghafalnya, tentu anak akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Pada tahap permulaan mungkin anak masih banyak melakukan kesalahan pelafalan atau saat membaca. Namun, tidak perlu dimarahi karena semua merupakan tahapan belajar.

Berikan Hadiah Untuk Prestasi Hafalan Anak
Bila anak sudah berhasil menghafal ayat Al-Qur’an tidak ada salahanya selaku orang tua memberikan hadiah yang disukai anak. Selain itu, bisa juga menjanjikan hadiah lain dengan syarat anak menghafal ayat Al-Qur’an yang lainnya. Cara ini bisa diterapkan bagi anak yang sudah berusia 5 tahun ke atas. Pada rentang usia tersebut seringkali anak memiliki ketertarikan dan keinginan pada sesuatu. Jadi bila anak meminta sesuatu kepada orang tua, usahakan untuk memberikan apa yang diminta dengan syarat anak bisa menghafal ayat Al-Qur’an.
Sumber: http://www.cintaislami.com/

5 Fakta Penyebab Berat Badan Bertambah Saat Puasa

Penyebab berat badan naik saat puasa

Perubahan gaya hidup selama puasa, entah itu pola makan dan aktivitas fisik sehari-hari akan berdampak pada perubahan fisiologis tubuh juga. Berikut ini 5 penyebab berat badan naik saat puasa yang umum terjadi dan harus Anda waspadai.

1. Kalap makan saat berbuka

Setelah seharian berpuasa, biasanya seseorang tidak dapat menahan godaan untuk melahap segala makanan yang ada di hadapan setelah waktu buka tiba. Makanan yang mengandung karbohidrat serta kadar gula dan garam tinggi kerap menjadi pilihan pertama saat berbuka puasa. Jadi wajar saja jika selama berpuasa berat badan Anda bertambah.

Karena itu, ketika waktu berbuka tiba, batalkan puasa dengan makanan yang ringan dulu, misalnya menyantap buah, salad, atau sup. Pasalnya ketiga jenis makanan tersebut rendah kalori dan cukup membuat Anda kenyang.

2. Porsi makan lebih banyak

Sebagian orang yang memang terbiasa makan dengan porsi besar, selera makan dan minum pada saat berbuka hingga sahur justru malah semakin meningkat. Nah, hal inilah yang membuat orang rentan mengalami kenaikan berat badan saat puasa. Prinsipnya, orang menjadi gemuk karena makanan yang dikonsumsi lebih banyak daripada makanan yang diolah menjadi tenaga.

3. Penurunan aktivitas fisik

Tidak dipungkiri jika saat puasa tubuh jadi mudah lemas saat melakukan aktivitas. Nah tidak heran, kita jadi malas untuk sekedar melakukan aktifitas fisik seperti olahraga. Belum lagi, hawa ngantuk yang sering melanda jadi membuat waktu tidur juga bertambah di siang hari. Padahal tanpa aktivitas fisik, tubuh akan lebih sulit mengontrol berat badan.

Jika kita mengonsumsi kalori yang berlebih selama berbuka dan sahur, maka kalori berlebih tersebut akan tersimpan dan meningkatkan berat badan. Namun, dengan aktivitas fisik, kalori berlebih akan dimetabolisme sehingga mengurangi kalori yang tersimpan. Itu sebabnya, selama puasa Anda juga perlu untuk melakukan aktivitas fisik yang memungkinkan Anda tetap bergerak.

4. Kurang tidur

Berbagai penelitian menyatakan bahwa orang yang kurang tidur cenderung mengalami kelebihan berat badan dibandingkan dengan orang yang tidurnya cukup. Ketika seseorang mengalami gangguan tidur, hal ini berpengaruh terhadap hormon yang mengatur metabolisme tubuh dan kontrol nafsu makan, yaitu hormon leptin.

Hormon leptin ini berfungsi untuk menghasilkan rasa lapar serta membantu mengatur nafsu makan seseorang. Nah ketika hormon leptin seseorang terlalu tinggi, maka tubuhnya akan mengalami gangguan terhadap persepsi rasa kenyang. Tubuh mereka akan terus merasa lapar walaupun telah makan banyak. Akibatnya, Anda jadi sering ngemil, terutama di malam hari sebelum tidur.

5. Langsung tidur setelah sahur

Banyak orang memilih melanjutkan tidurnya setelah makan sahur, sebelum memulai aktivitas. Padahal tidur setelah makan memiliki beberapa efek negatif bagi kesehatan tubuh baik jangka pendek maupun panjang. Apabila Anda tidur di bawah 2 jam setelah makan, saluran pencernaan belum sempat menggiling makanan yang kita konsumsi sebelum tidur.

Nah, hal ini akan menyebabkan gangguan saluran pencernaan dan penyerapan nutrisi di dalam tubuh. Hasil akhirnya, makanan yang kita makan tidak mampu menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh dan justru malah menumpuk di dalam tubuh sehingga menimbulkan lemak.

by hellodokter.com

Awas! Jangan Lupa Mengatur Waktu Dalam Bulan Ramadhan

Hari-hari Ramadhan adalah rentang waktu berlipat pahala yang tidak ada batasnya. Jam-demi jamnya adalah rangkuman kasih sayang Allah Ta’ala kepada haba-hambanya. Menit demi menit adalah hembusan angin surga yang menyejukkan. Detik-demi detiknya adalah kesempatan yang tidak ternilai dalam bentangan umur kita.


Karena itu mengagendakan kegiatan selama Ramadhan menjadi sangat penting. Melalui hari-harinya dengan amal harus menjadi tekad kita semua. Berikut ini agenda yang bersifat usulan sekaligus nasehat bagaimana menata waktu-waktu kita di bulan Ramadhan.

Dari Sahur Sampai Subuh
Upayakan bangun sebelum fajar, sekitar pukul 04.00 pagi. Ini adalah waktu sepertiga akhir malam terakhir yang istimewa. Qiamullaillah meski hanya dua rakaat!. Jangan lupa bangunkan keluarga anda untuk shalat malam. Apabila Umar bin Khatthab baangun beliau segera membangunkan keluarganya untuk shalat. Ia berseru: “Shalat, shalat! Seraya membacakan ayat ini “Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu. Kamilah yang memberi rezki kepadamu”(QS.Thaha:132)

Mungkin banyak di antara kita yang melalaikan waktu yang berharga ini dengan alasan malamnya sudah melaksanakan shalat tarawih. Padahal mestinya waktu-waktu sepertiga akhir malam harus tetap bisa dihidupkan lebih banyak dari pada bulan-bulan yang lain.
Setelah itu kita bersahur karena memang sahur adalah sunnah Rasulullah. Jangan lupa banyak beristghfar dan berdo’a sebab waktu-waktu ini adalah waktu istijabah.

Setelah Shalat Subuh
Berhati-hatilah dari terpaan rasa kantuk. Berusahalah tidak tidur dalam ruas waktu setelah subuh hingga terbit matahari. Para Salafus shalih sangat tidak menyukai tidur pada waktu itu.

Ibnul Qayyim dalam Madaarijus Salikin mengatakan, “di antara tidur yang tidak disukai menurut mereka adalah tidur antara shalat shubuh dan terbitnya matahari, karena waktu untuk memperoleh hasil bagi perjalanan ruhani, pada saat itu terdapat keistimewaan besar, sehingga andai merekapun melakukan perjalanan (kegiatan) semalam suntuk pun, belum tentu bisa menandinginya.”Karena itu duduklah berdzikir sesudah shalat subuh, dan bertahanlah dari rasa kantuk. Karena kebiasaan akan terbentuk setelah melalui tiga hari dengan ritme yang berbeda. Selanjutnya kita tidak lagi merasakan kantuk sedahsyat sebelumnya, insya Allah.

Setelah itu shalatlah dua rakaat begitu matahari terbit. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,”Barang siapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian tetap duduk berdzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat, maka ia seakan-akan memperoleh pahala haji dan umrah (HR.Tirmizi, dishahihkan Al-Albani)

Saat Bekerja
Di antara kita banyak yang memiliki rutinitas mencari nafkah dan belajar di bulan Ramadhan. Bekerjalah dengan tetap bersemangat dan teliti. Selingilah waktu kerja-kerja kita dengan tetap berdzikir dan tidak meninggalkan shalat lima waktu berjamaah di masjid-masjid kaum muslimin. Teruslah berupaya menambah amal-amal sunnah yang bisa dilakukan saat bekerja. Seperti mengajak orang kepada kebaikan, bersedekah, ikut berkonstribusi dalam pelaksanaan kegiatan dakwah di masjid kantor pada bulan ramadhan. Atau kita aktif melarang kemungkaran, misalnya dengan mencegah orang berghibah,mengadu domba dll.

Pertengahan Siang
Berusahalah untuk tetap istirahat sekitar 15 hingga 30 menit menjelang atau sesudah Dzuhur. Istirahat atau tidur pada rentang waktu ini disebut dengan qailulah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan para salafus shalih biasa melakukan qailulah ini. Qailulah ini adalah merupakan simpanan energi bagi mereka yang gemar melakukan qiamullail. Waktunya mungkin tidak lebih dari setengah jam, tapi manfaatnya sangat terasa ketika kita bangun qiamullail

Waktu Shalat Ashar
Shalatlah berjamaah di masjid. Ingatlah lipatan pahala di bulan ini. Bila usai shalat dan pekerjaan anda sudah selesai. Luangkanlah waktu anda membaca. Di sampaing membaca al-Qur’an tentunya, bacalah juga buku-buku islam dengan tema yang beragam. Misalnya tentang tema tazkiyatun nafs, sirah nabawiyah, pergerakan islam dll. Atau jika anda lelah tetaplah berusaha menambah ilmu anda dengan mendengar muhadharah ilmiah melaluai kaset-kaset atau alat rekaman lainnya. Lakukanlah hal ini sampai menjelang berbuka puasa. Menjelang buka jangan lupa membaca dzikir sore sambil tetap banyak berdo’a, sebab do’a orang yang berpuasa tidak tertolak.

Waktu Maghrib
Setelah seharian penuh kita menahan lapar dan dahaga, maka tibalah saatnya kita untuk berbuka. Bersyukurlah secara lebih mendalam kehadirat Allah Ta’ala karena kita diberikan karunia untuk dapat menyelesaikan hari dengan berpuasa. Jangan lupa berdo’a dengan khusyu’ ketika berbuka, berbukalah dengan tegukan-tegukan air manis diiringi dengan kesyukuran di dalam hati. Sebaiknya kita tidak segera berbuka dengan makanan berat, kerena kita akan melaksanakan shalat maghrib berjamaah di Masjid. Usai berjamaah, lanjutkan dengan makanan berat dan akan lebih baik bila kita menundanya usai shalat Tarawih berjamaah karena lebih memudahkan kita untuk menghindari ngantuk sehingga kita menjadi khusyu’ dalam shalat. Dan jangan lupa makanlah secukupnya saja.

Waktu Isya
Bersegera menunaikan shalat Isya dan Tarawih di Masjid, berusahalah untuk disiplin, apapun keadaaannya. Jika harus terhalangi oleh kegiatan yang sangat mendesak, lakukan shalat Tarawih segera setelah kegiatan kita selesai. Sebaiknya kita menyempurnakan shalat Tarawih bersama imam, agar kita termasuk orang-orang yang menghidupkan Ramadhan dengan shalat malam. Rasulullah Shallallahu a’laihi Wasallam bersabda, yang artinya :”Siapa saja yang shalat Tarawih bersama imam hingga selesai, akan ditulis baginya pahala shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah). Lakukanlah hal ini terus menerus sepanjang 20 hari pertama bulan Ramadhan. Untuk kaum Muslimah tentu saja agenda ini dapat dilakukan di rumah. Ingat juga, agar kita lebih banyak melakukan tilawah Al-Qur’an dan memprogramkan untuk hatam minimal sekali dalam bulan ini. (dikutip dari http://www.wahdah.co.id)