Tahukah Kamu Makanan Penyubur Kandungan Agar Anda Cepat Hamil

Sebenarnya para ahli masih memperdebatkan kaitan antara makanan dengan kehamilan, karena nyatanya ada wanita yang bisa hamil walau tidak rutin mengonsumsi makanan penyubur kandungan. Tapi, sebagian ahli menganggap, pada sebagian wanita yang sulit hamil, ada kemungkinan asupan gizi yang lebih baik dapat membantu menyuburkan kandungan. Mereka mengatakan apa yang Anda makan turut memengaruhi tubuh Anda.

Makanan Penyubur Kandungan Agar Anda Cepat Hamil - Alodokter

Berbagai Jenis Makanan yang Disarankan

Berikut jenis makanan yang mungkin bisa membantu menyuburkan kandungan Anda:

  • Daging
    Anda bisa mengonsumsi daging sapi dan ayam rendah lemak. Selain banyak  mengandung protein, daging tersebut kaya akan nutrisi yang baik untuk kandungan yaitu zat besi. Anda disarankan untuk tidak mengonsumsinya lebih dari tiga porsi tiap hari. Menurut penelitian, berlebihan mengonsumsi protein hewani justru bisa menurunkan kesuburan.
  • Tumbuh-tumbuhan berprotein
    Jika Anda seorang vegetarian atau ingin mencari alternatif makanan berprotein lainnya, Anda bisa mengonsumsi kedelai  (tempe atau tahu), kacang polong, atau kacang tanah. Selain lebih murah, makanan penyubur kandungan jenis ini juga lebih rendah lemak dan kalori ketimbang daging sehingga bobot tubuh bisa tetap terjaga. Menurut para ahli, mengonsumsi protein hewani dan nabati bisa meningkatkan kesuburan Anda.
  • Ikan
    Zat yang baik untuk mengoptimalkan kinerja reproduksi Anda yaitu asam omega-3. Zat tersebut bisa ditemukan pada ikan seperti salmon, tuna, sarden, dan ikan lele. Namun ada kekhawatiran ikan dapat terkontaminasi oleh merkuri, zat yang bisa berbahaya bagi kandungan. Sebagai langkah aman, Anda disarankan untuk tidak  mengonsumsinya lebih dari 340 gram dalam seminggu. Jika Anda masih khawatir atau tidak suka dengan ikan, Anda bisa mendapatkan manfaat omega-3 dari kacang almond, kenari, dan telur yang diperkaya omega-3 atau DHA.
  • Produk susu
    Selain baik bagi kesehatan tulang, produk olahan susu seperti susu, keju, yoghurt, juga kemungkinan bagus sebagai makanan penyubur kandungan. Pilih produk yang rendah lemak atau bebas lemak. 
  • Karbohidrat kompleks
    Mungkin selama ini karbohidrat yang Anda konsumsi hanya produk padi-padian yang telah disuling atau karbohidrat olahan seperti nasi putih dan roti tawar putih. Coba sekarang ganti dengan produk yang terbuat dari biji-bijian utuh atau karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti tawar gandum atau sereal biji-bijian utuh. Makanan yang terbuat dari biji-bijian utuh memiliki nutrisi penting untuk kesuburan seperti vitamin B, antioksidan dan zat besi. Nutrisi tersebut telah hilang pada karbohidrat olahan.Lagipula ada penelitian yang mengatakan, mengonsumsi karbohidrat olahan bisa meningkatkan kadar gula darah dan insulin. Peningkatan tersebut bisa mengganggu hodan mengacaukan siklus menstruasi. Padahal, kedua hal itu harus berjalan normal jikrmon reproduksi  Anda ingin hamil. Namun sebaliknya jika Anda mengonsumsi karbohidrat kompleks.
  • Makanan mengandung zinc
    Zat ini sangat penting jika Anda ingin hamil. Zinc bisa memperlancar siklus menstruasi dan meningkatkan produksi sel telur yang berkualitas. Sumber terbaik zinc bisa ditemukan pada tiram. Namun, jika Anda sulit mencarinya atau tidak menyukainya, Anda bisa mengambil manfaat zinc, walau dalam kadar lebih sedikit, pada telur, produk susu, biji-bijian utuh, daging sapi, dan ayam.
  • Ubi
    Manfaat ubi kaya akan vitamin yang baik untuk kesuburan. Walau belum pasti, menurut beberapa penelitian, kemungkinan ubi memiliki zat yang bisa merangsang ovulasi.

Sebagai asupan atau multivitamin bahan, Anda bisa mengonsumsi vitamin khusus atau muluntuk menutupi kekurangan nutrisi yang mungkin tidak bisa Anda dapatkan semuanya dari makanan penyubur kandungan saja. Konsultasikan hal ini kepada dokter kandungan agar Anda mendapatkan vitamin yang tepat.

Diharapkan dengan mengonsumsi makanan penyubur kandungan selama 3-2 bulan, kemungkinan bisa membantu menyuburkan kandungan Anda. Selama proses ini, sebaiknya hindari makanan yang mengandung lemak jenuh, kafein, makanan mentah, dan produk susu sapi yang belum melalui proses pasteurisasi. Walau belum terbukti ada makanan penyubur kandungan yang secara signifikan dapat meningkatkan kesuburan, tetapi pola makan ini tentunya dapat membuat diri Anda lebih sehat dan lebih siap untuk menyambut kehamilan Anda.

sumber alodokter.com

Ditinjau oleh: dr. Allert Noya

Ingin Anak Menjadi Hafiz Quran? Ikuti 8 Cara Mendidik Anak Berikut Ini!

Dari Buraidah Al Aslami r.a., ia berkata bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Pada hari kiamat nanti, Alquran akan menemui penghafalnya ketika penghafalnya keluar dari kuburnya. Alquran akan berwujud seseorang dan bertanya kepada penghafalnya, ‘Apakah Anda mengenalku?’ Penghafal tadi menjawab, ‘Saya tidak mengenal kamu.’ Alquran berkata, ‘Saya adalah kawanmu, Alquran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur di siang hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan.’ Penghafal Alquran tadi pun diberi kekuasaan di tangan kanannya, diberi kekekalan di tangan kirinya, dan di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa.

Sementara itu, kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya, ‘Kenapa kami diberi dengan pakaian begini?’ Kemudian, dijawab, ‘Karena anakmu hafal Alquran.’ Maka, kepada penghafal Alquran tadi diperintahkan, ‘Bacalah dan naiklah ke tingkat-tingkat surga dan kamar-kamarnya.’ Ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat maupun perlahan. (H.R Ahmad)

Pada hari kiamat, Alquran akan menemui penghafalnya ketika penghafalnya keluar dari kubur. Sang penghafal akan diberi kekuasaan di tangan kanan, kekekalan di tangan kiri, dan mahkota di kepalanya.

Wow! dahsyat sekali keutamaan menjadi hafiz Quran, ya Sahabat Abi Ummi? Tentunya kita mau dong mendapat keutamaan seperti hadis di atas: diberi mahkota kehormatan sekaligus diberi pakaian yang baru lagi bagus? Hal itu berarti kita perlu berjuang menjadi hafiz Quran dan menjadi orang tua yang anaknya hafiz. Tapi, bagaimana caranya, ya? Bagaimana cara mendidik anak sehingga ia termotivasi dan mampu menghafal Alquran? Nah, untuk itu, Sahabat Abi Ummi tidak perlu pusing karena di tulisan ini kita akan membahas 9 cara mendidik anak agar kelak ia menjadi seorang hafiz. Yuk, simak ulasan berikut!

1. Memulai dari yang Halal

hafiz quran
Konsumsilah makanan yang halal agar terbiasa dengan hal baik. (Sumber: gdb.voanews.com)

Satu syarat mutlak mencetak anak yang saleh, apalagi penghafal Alquran adalah dengan memastikan bahwa makanan yang masuk ke tubuh kita dan anak kita adalah makanan yang halal dan berasal dari sumber yang halal. Dengan memberikan asupan yang halal, anak cenderung lebih mudah diarahkan dan hal paling penting adalah doanya mustajab. Hal ini di sampaikan oleh Rasulullah dalam sebuah hadis.

Wahai, Sa’ad. Perbaikilah makananmu, makanlah dari makanan yang baik-baik, niscaya kamu akan menjadi orang yang mustajab doanya (H.R Ath Thabrani).

Jika kita dan anak kita mustajab doanya, ketika berdoa untuk dimudahkan menghafalkan Alquran, Allah akan mengabulkannya. Insya Allah.

2. Perdengarkanlah Alquran di Setiap Kesempatan

hafiz quran
Perdengarkanlah Alquran di setiap kesempatan. (Sumber: myfitriblog.files.wordpress.com)

Sejak anak kita masih balita, mulailah perdengarkan ayat-ayat Alquran kepada mereka. Hal ini bertujuan memperkenalkan Alquran sejak dini sehingga mereka tidak asing dengan lafadz-lafadz yang ada di tiap ayatnya. Teknik ini hampir sama dengan cara mengajarkan berbicara kepada anak, semua dimulai dari memperdengarkan sesuatu. Ingatlah bahwa anak balita itu seperti spons yang mudah menyerap apa pun yang berasal dari lingkungannya, apalagi jika dilakukan berulang kali. Jadi, lakukanlah di setiap kesempatan, kapan pun dan di mana pun.

3. Jadilah Orang Tua yang Menjadi Contoh bagi Anak

hafiz quran
Kita harus menjadi contoh bagi anak. (Sumber: muslimahcorner.com)

Percaya atau tidak, hal yang dilakukan oleh anak kita sebagian besar adalah cerminan dari diri kita karena salah satu yang memengaruhi perkembangan seorang anak adalah lingkungan dan pola asuh orang tuanya. Bagaimana cara supaya kita bisa menjadi contoh bagi anak untuk menghafal Alquran? Jawabannya, menghafallah!

4. Bacakan Ayat-Ayat Alquran sejak Anak dalam Kandungan

hafiz quran
Bacakanlah Alquran sejak anak berada dalam kandungan. (Sumber: passtheknowledge.files.wordpress.com)

Janin yang masih dalam kandungan sudah mengalami perkembangan di otak dan telinganya sehingga mereka sudah mampu mendengar dan menyimpan memori. Dengan sering membacakan ataupun memperdengarkan ayat Alquran sejak dalam kandungan, itu akan mempermudah anak kelak dalam mengingat ayat per ayatnya karena sejatinya ia hanya memanggil informasi mengenai ayat-ayat Alquran ini dari memori penyimpanan di otaknya semasa dalam kandungan dulu.

5. Gunakan Metode yang Unik dan Menarik

Hafiz Quran
Gunakan metode yang menarik dan unik untuk membantu anak menghafal Alquran. (Sumber: 3.bp.blogspot.com)

Masa kanak-kanak adalah masa-masanya anak gemar bermain. Mereka pun masih kesulitan untuk fokus melakukan satu hal, perhatiannya masih mudah teralihkan. Oleh karena itu, kita perlu membuat strategi mengajarkan anak menghafalkan Alquran yang efektif. Salah satu strateginya adalah menggunakan metode yang unik dan menarik. Sejauh mana unik dan menariknya disesuaikan dengan karakter anak, misalnya untuk anak hiperaktif, kita bisa menempel potongan-potongan ayat di dinding rumah sehingga anak bisa menghafal sambil bergerak ke sana ke mari.

6. Berikan Apresiasi Setiap Kali Anak Mampu dan Mau Menghafal

hafiz quran
Berikan anak apresiasi setiap kali dia berhasil menghafal. (Sumber: ovreview.com)

Apresiasi adalah satu bentuk penghargaan atas sesuatu, baik itu hasil yang diperoleh dari suatu usaha maupun usaha itu sendiri. Salah satu fungsi pemberian apresiasi adalah meningkatkan motivasi, terutama motivasi yang berasal dari dalam diri. Nah, pemberian apresiasi pun perlu kita gunakan untuk membantu anak semangat menghafal Alquran. Jadi, setiap anak mau menghafal, mulailah dengan mengapresiasinya. Bentuk apresiasi bisa beraneka macam, bisa dengan memberi gesture tubuh seperti mengangkat jempol dan bertepuk tangan, bisa juga dengan memberi pujian atau memberi sesuatu yang disukai oleh anak.

7. Terimalah Anak Apa Adanya, Pun Ketika Ia sedang Malas Menghafal Alquran

 

Hafiz quran
Terimalah anak apa adanya jika ia sedang malas menghafal Alquran. (sumber: voa-islam.com)

Seringkali para orang tua terjebak pada ekspektasinya masing-masing, misal memasang target hafalan Alquran yang terlalu tinggi kepada anak. Biasanya hal ini terjadi karena orang tua ingin anaknya lebih dari mereka atau menyamai mereka. Kita kadang-kadang sering lupa bahwa tiap individu adalah pribadi yang unik. Jadi, realistislah dengan kemampuan anak kita ketika memasang target dan kita tidak perlu marah atau memaksa anak. Jika anak kita sedang tidak semangat menghafal Alquran, kita hanya perlu melihat hal yang mereka butuhkan untuk semangat, bukan memaksa mereka memenuhi target hafalan yang kita tentukan. Terimalah bahwa rasa malas itu adalah sesuatu yang manusiawi dan bisa dialami oleh anak kita.

8. Konsisten

Hafiz Quran
http://ppgkediriraya.com

Seseorang pasti akan sukses melakukan suatu hal jika hal tersebut dilakukan terus menerus tanpa pernah merasa putus asa. Ini seperti Thomas Alfa Edison yang pada akhirnya menemukan bola lampu, walaupun mengalami kegagalan ratusan kali. Begitu pula ketika kita ingin mendidik anak menjadi hafiz Quran. Di tengah perjalanan menghafal, pasti ada saja kendala yang akan kita temui, mulai dari anak yang merasa bosan, ataupun kesibukan yang membuat kita kurang men-support anak. Akan tetapi, jangan pernah berhenti karena kekagagalan bermula ketika kita berhenti untuk mencoba. Jadi, konsistenlah!

Demikianlah 8 cara mendidik anak yang jika kita lakukan secara konsisten mampu mencetak seorang hafiz Quran. Selamat mencoba dan mempraktikkannya di rumah ya, Sahabat Abi Ummi

sumber abiumii.com

Ini Fakta Mengapa Makanan dan Minuman Panas Tidak Boleh Ditiup

Sahabat, seringkali kebiasaan yang kita lakukan ternyata merupakan sebuah larangan dan bahkan dapat menyebabkan penyakit. Seperti kebiasaan meniup makanan atau minuman panas, karena kita tidak sabar menunggu, maka kita langsung meniupnya agar cepat.

Mungkin menurut Anda ini adalah hal sepele, namun jika tetap dilakukan ternyata bisa menimbulkan penyakit dan kita sudah melakukan larangan Rasulullah. Ada dua hadits yang membahas larangan tersebut, yaitu,
1. Hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernafas di dalam gelas atau meniup isi gelas. (HR. Ahmad 1907, Turmudzi 1888, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).

Hadits tersebut menjelaskan bahwa bernafas di dalam wadah itu terlarang. Artinya, saat minum dilarang mengambil nafas dalam wadah. Sebaliknya bernafas di luar wadah.

2. Hadits dari Abu Qatadah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

bersabda,

إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ، وَإِذَا أَتَى الخَلاَءَ فَلاَ يَمَسَّ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ…

Apabila kalian minum, janganlah bernafas di dalam gelas, dan ketika buang hajat, janganlah menyentuh kemaluan dengan tangan kanan… (HR. Bukhari 153).

Hadits ini menjelaskan bahwa ketika minum, tidak boleh bernafas di dalam gelas, begitu juga ketika buang hajat, tidak boleh menyentuh kemaluan dengan tangan kanan.

Sudah jelas bukan Rasullah melarang kita untuk meniup makanan dan minuman panas? Tentu saja alasannya tidak mengada-ada.

Selain itu, ada juga penjelasan ilmiahnya. Semakin berkembangnya teknologi sains semakin terkuaklah alasan mengapa tidak boleh meniup makanan atau minuman panas. Diketahui bahwa ketika manusia bernafas, ia menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbondioksida (CO2). Artinya, ketika seseorang meniup sesuatu, sebenarnya ia mengeluarkan CO2. Sementara itu, makanan atau minuman yang panas mengeluarkan uap air (H2O).

Jika minuman panas ditiup, bertemulah CO2 dengan H2O. Jadilah senyawa asam karbonat (H2CO3). H2CO3 berfungsi untuk mengatur tingkat keasaman (pH) di dalam darah. Mengonsumi makanan atau minuman yang mengandung H2CO3 membuat keasaman dalam darah meningkat (asidosis). Jika terus-terusan mengonsumsi, maka kinerja ginjal pun jadi menurun atau bahkan tidak berfungsi normal akibat asidosis berat. Selain itu, ada bakteri H. Pylori yang menyebar melalui pernapasan. Bakteri tersebut dikatakan dapat menyebabkan gangguan lambung.

Lalu, ada mikroorganisme dan kotoran yang berada di mulut. Akibat tiupan, kotoran yang tidak terlihat mata bisa berpindah dari mulut seseorang ke makanan atau minuman. Oleh karena itu, para dokter dan pakar kesehatan menyarankan untuk menunggu makanan atau minuman panas tanpa meniupnya.
Nah, bagaimana? Apakah masih ingin meniup makanan dan minuman panas lagi? Yuk, jaga kesehatan dan patuhi larangan Rasulullah. []

Sumber: Ummionline
ruangmuslimah.co

Ini Cara Yg Benar Dalam Mengatasi Anak Menangis Dan Sulit Berhenti

Kadang kita sering melihat di mall-mall atau tempat umum, seorang anak menangis meraung-raung hanya karena ingin dibelikan mainan atau ingin sesuatu. Kita sering juga melihat anak sering memukul orangtuanya atau pengasuhnya.Sehingga anak menjadi penakut, pembohong, cengeng dan lain-lain. Hal tersebut terjadi antara lain karena kita sering memakai cara yang salah dalam mengatasi anak ketika menangis. Kesalahan ini sering dilakukan oleh para orangtua, pengasuh atau orang dewasa lain baik secara sengaja ataupun tidak sengaja ketika mengatasi anak yang sedang menangis.

Kebanyakan diantara mereka sering mengambil cara “gampang” atau jitu untuk menenangkan si kecil untuk berhenti menangis. Padahal cara gampang dan jitu itu justru semakin merusak mental dan pola pikir sang anak, sehingga menjadikan anak itu mempunyai sifat cengeng, penakut, pembohong, kasar dan sifat-sifat buruk lainnya.

Berikut ini adalah menurut Dedi Kasawardana cara atau tips dan trik yang lebih baik dalam mengatasi anak yang menangis sehingga bisa membuat anak tersebut tidak menjadi anak yang mempunyai sifat-sifat buruk diatas. Bahkan menjadi anak yang pemberani, sabar, sopan, halus tutur kata, dan lain-lain. Hanya ada dua hal penyebab yang “it’s okey” untuk seorang anak menangis.

Pertama adalah RASA SAKIT, yaitu apabila seorang anak merasakan sakit secara fisik termasuk lapar dan haus.
Kedua adalah RASA SEDIH, yaitu apabila seorang anak merasakan hal atau kejadian yang membuanya sedih.

Hal-hal lain penyebab tangis antara lain MARAH, INGIN SESUATU, TAKUT, KANTUK, atau ALASAN GA JELAS, harus dibiasakan untuk tidak dijadikan alasan seorang anak untuk menangis. Apabila hal ini diterapkan sejak dini atau umur balita, maka diharapkan anak kita menjadi anak yang tidak cengeng.Sekarang bagaimana menerapkan prinsip diatas? Kata kuncinya adalah KONTROL.

Ketika anak menangis, kita harus tetap tenang, jaga emosi, dan harus segera mencari tahu alasan atau penyebab kenapa sang anak menangis. Apabila ia menangis karena rasa sakit atau sedih, kita boleh menenangkan dia dengan lemah lembut, ditimang atau dibelai. Tapi apabila anak tersebut menangis karena marah, kantuk atau ingin mainan, maka kita harus menenangkan mereka dengan nada suara tegas dan berwibawa. Jaga emosi kita jangan sampai mengeluarkan suara tinggi apalagi marah yang meledak. Apabila tangis mereka tidak mereda, maka kita boleh memberikan sangsi seperti di strap, dilarang bermain, atau dibiarkan sampai lelah sendiri.

Hal ini memang kadang sulit dan mengganggu, namun kita harus tabah, sabar dan tega melakukan hal tersebut demi perkembangan psikologis dan pola pikir sang anak. Intensitas nada tegas dan wibawa kitapun harus seiring atau seimbang dengan nada tangis sang anak. Misalnya apabila tangis sang anak mulai mereda, maka nada suara kitapun harus mulai melembut. Jangan sekali-kali berlebihan, karena hal tersebut akan membuat wibawa kita malah berkurang. Jangan pernah mengeluarkan kata-kata kasar atau negatif. Apabila hal ini dilakukan sejak dini, maka lebih singkat waktu yang digunakan untuk membentuk pola pikir atau sifat anak yang tidak cengeng. Ketimbang apabila kita baru menerapkan hal ini misalnya ketika sang anak sudah berumur 3 tahun lebih.

sumber olehLilis Puthu ibudanbalita.com

Lakukan Ini Jika Anak Terlambat Bicara

Orang tua mana yang tidak senang jika melihat anaknya bisa berkembang tanpa adanya hambatan yang berarti. Sayangnya, tidak semua orang tua memiliki pengalaman yang sama. Terkadang Anda harus dihadapkan dengan beragam hambatan dalam proses perkembangan si kecil. Salah satunya, anak terlambat bicara.

Ada dua kategori keterlambatan bicara pada anak, yaitu nonfungsional dan fungsional. Kategori nonfungsional biasanya disertai dengan adanya kelainan neurologis bawaan, austisme, kecacatan pada wajah, infeksi otak, gangguan anatomis telinga, dan gangguan mata.

Sedangkan kategori fungsional, umumnya kemampuan bicara baru akan berkembang setelah anak menginjak ke usia 2 tahun. Anak kategori ini hanya mengalami fungsi ekspresif dimana si kecil menjadi malas bicara. Biasa ini terjadi karena si kakak lebih aktif bicara atau tinggal di rumah bilingual.

Sebaiknya anak yang mengalami keterlambatan bicara harus segera mendapat penanganan yang tepat. Sebab jika tidak, kondisi ini akan berdampak buruk pada si kecil. Mulai dari memukul kepala karena tidak bisa mengutarakan keinginan mereka, hingga alami stres.

Untuk kategori fungsional, Anda bisa meningkatkan kemampuan bicara ekspresif anak dengan cara mengajak anak membacakan cerita atau mengajaknya bernyanyi bersama. Cara ini akan mendorong anak untuk membeo, dan perlahan si kecil akan menggunakan kata-kata yang sering mereka dengar tersebut.

Jangan lupa untuk sering memperkenalkan kata-kata baru yang ada di sekitar mereka. Lalu, berikan si kecil kesempatan berbicara, jangan disela. Anda cukup membetulkan dan memperjelas kata-kata yang si kecil salah ucapkan saja.

Untuk melatih otot wajah dan mulut, Anda juga bisa mengajak anak untuk berlatih meniup kapas dengan sedotan di meja. Atau jika tidak, coba letakan benda kesayangan si anak di luar jangkauan. Trik ini akan memancing anak berbicara untuk meminta bantuan Anda mengambilkannya. Jangan lupa untuk selalu memberikan apresiasi terhadap apapun usaha yang si kecil sudah lakukan.

Sedangkan untuk keterlambatan nonfungsional, stimulasi sejak dini perlu diberikan dengan bantuan tenaga profesional yang disesuaikan dengan kebutuhan si kecil. Semakin cepat Anda bertindak, maka makin tinggi pula keberhasilan yang akan dicapai.

Dengan tip mengatasi anak terlambat bicara yang tepat, maka perkembangan bicara si kecil pun akan semakin optimal.(AA)

sumber Ipoel – Kamis, 9 April 2015 | 07:52 WIB nakita.grid

YANG HARUS DILAKUKAN JIKA ANAK TERSEDAK

Tersedak adalah gangguan berupa sumbatan jalan nafas dan berpotensi menimbulkan kematian jika tidak segera dilakukan pertolongan awal. Pada bayi dana anak, kejadian ini bisa terjadi saat makan atau bermain karena mereka kadang suka memasukan benda asing ke mulut. Tersedak harus diwaspadai juga ketika bayi dan balita sedang dilatih makan sendiri.

 

Deteksi gejala tersedak harus dilakukan dengan cepat. Tersedak memliki ciri gangguan nafas tiba –  tiba dengan batuk dan sulit bicara. Arahkan kecurigaan pada tersedak benda asing jika gejala muncul tiba – tiba dan baru saja makan atau memainkan benda kecilsesaat sebelum timbul gejala. Kemudian amati keparahan sumbatan jalan nafas dengan menilai apakah korban bisa batuk dengan efektif.

Batuk yang tidak efektif adalah batuk yang tidak bersuara disertai kesulitan bernafas, kebiruan, dan penurunan kesadaran. Batuk yang efektif adalah batuk yang keras tanpa disertai kesulitan bernafas dan responsif. Anak yang batuk efektif juga bisa merespons pertanyaan dengan tangisan atau jawaban verbal.

Jika bayi tersedak, tidak bisa batuk efektif, dan masih sadar penuh, lakukan 5 hentakan (back blow) dengan cukup kuat menggunakan pangkal telapak tangan di punggung di antara dua tulang belikat. Penolong memposisikan bayi telungkup dengan kepala lebih rendah dan penolong berlutut atau duduk di kursi sehingga dapat menopang bayi di pangkuannya dengan aman.

Untuk bayi, topang  kepala dengan ibu jari di satu sisi rahang dan yang lain menggunakan satu atau dua jari tangan yang sama tanpa menekan jaringan lunak di bawah rahang. Untuk anak usia di atas 1 tahun, kepala tidak perlu ditopang secara khusus.

Jika manuver back blow gagal, lakukan 5 entakan dada (chest thrust) pada bayi. Penolong memosisikan bayi telentang dengan kepala lebih rendah mengarah ke bawah. Supaya lebih aman, sebaiknya penolong meletakan punggung bayi di lengan yang bebas dan menopang ubun – ubun dengan tangan, kemudian topang lengan dengan paha. Identifikasi lokasi chest thrust  di tengah – tenagh tulang dada, lakukan entakan dengan 2 jari (jari telunjuk dan jari tengah). Jika benda asing belum keluar, ulangi tindakan dari awal.

Pada anak usia di atas 1 tahun, untuk mengeluarkan benda asing bila anak sadar dapat dilakukan dengan cara manuver Heimlich. Penolong berdiri di belakang korban dan meletakan letak lengan di bawah lengan korban mengelilingi pinggangnya. Tangan penolong dikepalkan dan diletakan di antara pusar dan tulang dada penderita. Raih kepalan tangan dengan tangan lainnya dan entakan ke arah atas dan belakang tubuh penderita sebanyak 5 kali.

Bila korban mengalami sumbatan jalan nafas dan tidak sadar, lakukan bantuan hidup dasar, dan segera memanggil layanan gawat darurat. Bantuan hidup dasar versi CAB (kompresi dada, jalan nafas, bantuan nafas) dilakuakan dengan memberikan kompresi dada sebanyak 30 kali tanpa perlu memeriksa nadi, dilanjutkan dengan pemberian 2 kali bantuan nafas, dilakukan sebanyak 5 siklus ( 2 menit ). Jika mulut korban terbuka, periksa posisi benda asing dan keluarkan jika memungkinkan.

Bagaimanapun mencegah selalu lebih baik dibanding mengobati. Beberapa tindakan untuk mencegah tersedak pada anak adalah memotong makanan menjadi bagian yang kecil, memasak makanan yang keras sampai lunak, mengawasi anak saat makan, menghindarkan benda kecil dari jangkauan anak, membuang mainan yang rusak, memberikan mainan pada anak sesuai dengan usia yang direkomendasikan.

Matikan juga TV, komputer, atau ponsel saat anak sedang makan karena tersedak dapat terjadi ketika anak teralih perhatiannya oleh hal lain. Hal yang paling penting adalah pelajarilah bantuan hidup dasar sehingga selalu siap pada berbagai keadaan.

Penulis : DR. Dr. Dadang Hudaya Somasetia, Sp.A(K). M. Kes

Artikel ini pernah dimuat di kolom Apa Kata Dokter, Kompas, Minggu, 15 mei 2016.

Ikatan Dokter Anak Indonesia

Bunda Wajib TahuTips Menghadapi Batita yang Selalu Berkata “Tidak”!

Batita Anda sering menolak berbagai hal yang Anda minta? Berikut ini adalah cara cerdas dalam menyikapi si Kecil yang senang “melawan”.

Klikdokter.com, Jakarta Anda sering  mendapat penolakan dari si Kecil dengan berkata tidak? Mungkin saja, batita Anda sedang ada dalam fase senang “melawan”. Tenang saja, hal tersebut merupakan hal yang normal dan semua anak pasti mengalaminya. Karena sejatinya, fase ini disebut toddler refusal syndrome dan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang anak. Fase perlawanan ini kerap datang tiba-tiba dan membingungkan orang tua atas sikap anak yang sering melawan hampir semua permintaan orang tua. Pada fase ini, batita akan berkata “tidak” karena merasa bisa. Mereka juga baru menemukan bahwa dirinya memiliki keinginan dan ingin mengungkapkannya.

Hadapi dengan cara ini

Fase toddler refusal syndrome memang akan menghilang dengan sendirinya. Namun, menunggu fase ini berlalu tanpa melakukan apa-apa hanya akan mengisi hari-hari Anda dengan rasa kesal. Akibatnya hubungan Anda dan si Kecil pun menjadi tidak sehat.

Pada prinsipnya, bagi Anda dengan batita yang baru saja memasuki fase ini, hindari berdebat dengannya. Sebab, ujung-ujungnya semua pertentangan yang ada akan diakhiri dengan tangisan, baik Anda maupun si Kecil. Oleh sebab itu, silakan coba beberapa strategi berikut untuk menyiasati anak batita yang kerap berkata “tidak”.

1. Beri tanggung jawab dengan menawarkan pilihan

Berikan si Kecil dua pilihan, dimana keduanya tidak menjadi masalah bagi Anda. Sebagai contoh, Anda bisa tawarkan, “Dimas, kamu mau telur atau nasi untuk sarapan? Minumnya mau susu atau yoghurt?” Cara ini dapat membantu Anda menghindari kata “tidak” dari si Kecil sejak awal.

Anda dapat menggunakan cara ini untuk mengatasi semua hal terkait rutinitas sehari-hari, mulai dari pemilihan pakaian, makanan, permainan, dan sebagainya. Mungkin lama-lama Anda akan bosan, namun selama fase ini berlangsung, memberikan pilihan yang terbatas merupakan cara terbaik untuk menghindari perdebatan dengan si Kecil.

Bagaimana bila si Kecil tidak bisa memutuskan? Mulailah berhitung. Katakan, “Mama hitung ya, dari satu sampai sepuluh, setelah itu Dimas harus memilih. Atau, Mama yang pilihkan untuk kamu.

Biasanya, anak akan segera membuat keputusan setelah Anda mulai berhitung mundur. Meski cukup efektif, gunakan cara ini sebagai upaya terakhir bila cara-cara lain sudah tidak mempan.

2. Ajarkan si Kecil cara merespon yang lain

Salah satu alasan si Kecil sering berkata “tidak” adalah karena ia tidak tahu kata lain untuk menolak hal yang Anda tawarkan. Oleh sebab itu, bantu ia memperbanyak kosakatanya dengan mengajak si Kecil ke dalam sebuah permainan tanya-jawab.

Misalnya, “Apa lawan dari kata ‘tidak’?” (Tentu saja, “ya”). “Kata apa yang berada di antara ‘tidak’ dan ‘ya’?” (jawabannya adalah “mungkin”, “barangkali”, dan “bisa jadi”). Pertanyaan selanjutnya, “Apa cara yang lebih baik untuk mengatakan ‘tidak’?” (jawabannya “Tidak, terimakasih”).

3. Buat anak agar jangan langsung berkata “tidak”

Anda dapat mengurangi respon “tidak” dari si Kecil dengan mengondisikannya terlebih dahulu. Anda bisa mulai dengan candaan seperti, “Dimas, kalau anjingnya Mama kasih makan nasi, dimakan tidak ya?”.

Bila si Kecil menjawab “Ya!” segera lanjutkan dengan bertanya, “Nah, kalau Dimas mau makan nasi, tidak?” Pada titik ini, bisa saja si Kecil kemudian berhenti menolak untuk makan.

4. Kurangi penggunaan kata “tidak”

Alasan lain si Kecil kerap melawan bisa jadi karena ia sering mendengar kata “tidak” dalam kesehariannya. Bila ini akar masalahnya, Anda harus mengurangi penggunaan kata “tidak” dan gunakan alternatifnya sebisa mungkin.

Anda bisa mengganti kata tersebut dengan frase yang lebih spesifik untuk suatu situasi, misalnya, “Main di tangga berbahaya, Dimas. Ayo kita mainnya di karpet saja.” Atau, di saat anak menolak dengan berteriak, sampaikan, “Ayo, bagaimana cara bicara yang baik?”.

5. Coba strategi pura-pura mengabaikan

Melalui cara ini, Anda diminta untuk mengabaikan perilaku yang tidak diinginkan sembari mengalihkan perhatian Anda ke tempat lain. Perlu diingat bahwa cara ini mungkin tidak berhasil saat anak mengalami tantrum di muka umum. Namun, cara ini dapat membantu perubahannya dalam jangka panjang.

6. Jangan langsung bereaksi

Bila anak sedang mengalami tantrum, hindari tawar-menawar atau memaksanya berhenti. Anda hanya perlu diam sesaat untuk meredakan situasi. Setelah itu, segera tinggalkan situasi tersebut dan lanjutkan dengan melakukan aktivitas yang lain.

7. Alihkan perhatiannya

Bila cara-cara lain belum berhasil, alihkan dengan permainan, misalnya seperti petak umpet. Tak perlu malu untuk terlihat konyol di depan anak. Si Kecil akan tertawa melihat kekonyolan dan kelucuan Anda, dan segera lupa dengan situasi sebelumnya. Anda pun akhirnya tidak jadi marah atau emosi.

8. Biarkan si Kecil membantu Anda

Batita ingin sekali menjadi seperti orang dewasa. Untuk memenuhi keinginannya, buat si Kecil merasa dianggap penting dengan diberikan tanggung jawab. Ia pun akan merasa senang saat berhasil menyelesaikannya.

Anda bisa memberikan tanggung jawab yang ringan dan mudah seperti membantu memasukkan pakaian ke dalam mesin cuci, menjemur baju atau mencuci piring makannya sendiri. Nantinya, Anda akan sering melihat si Kecil tersenyum lebar dan menyambut baik permintaan tolong Anda.

Bantuan yang diberikan si Kecil mungkin hanya berlangsung singkat, tetapi itu sudah cukup untuk membuat semuanya senang dan bangga.

9. Sesekali penuhilah permintaannya

Untuk hal-hal yang berbahaya dan prinsipil, Anda tetap harus konsisten mengatakan “tidak”. Namun, bila itu bukan sesuatu yang esensial, seperti saat anak tidak mau memakai baju yang Anda pilihkan untuknya, biarkan saja. Izinkan si Kecil yang memilih. Dengan demikian, anak akan merasa memiliki kontrol akan dirinya dan kekesalannya pun hilang.

Ada kalanya, kesabaran Anda menghilang dan akhirnya harus berseteru dengan si Kecil meski sudah berusaha menghindar atau mengalihkannya. Bagaimanapun, sebagai orang tua Anda tetap harus menjaga wibawa dan otoritas.

Tetapi, jangan pernah malu untuk meminta maaf pada si Kecil jika kata-kata atau perilaku Anda dirasa menyakitkan. Anak akan memahami, meski marah, Anda tetap sayang kepadanya.

Bagaimanapun juga, fase perlawanan ini akan berlalu. Namun, Anda perlu menyiasati batita yang kerap berkata “tidak” dengan strategi yang baik, agar terbentuk hubungan yang positif antara Anda dengan si Kecil. Selamat mencoba!

[NP/ RVS]

sumber dr. Fiona Amelia MPH klikdokter.com

12 MITOS KESEHATAN SAAT HAMIL

Mitos bukan hanya ada di Indonesia. Hampir di setiap negara ada.  Bahkan, negeri modern seperti  Jepang pun punya mitos seputar kehamilan. Misalnya, ibu hamil dilarang makan kepiting atau lobster, karena anaknya bakal menjadi pencuri. Atau, ibu hamil dilarang melihat api, karena anaknya akan memiliki tanda lahir.

Bagaimana dengan Indonesia yang budaya masyarakatnya lebih majemuk ? Mitosnya  lebih banyak, bahkan ratusan. Terutama mitos yang berkaitan dengan perempuan dan kehamilan.

Diantara sekian banyaknya mitos yang beredar, ada juga mitos seputar kesehatan yang kadang membuat Ibu hamil ragu, apakah fakta atau sekadar  buat bahan obrolan antar teman.

Perut gatal akibat rambut janin sedang tumbuh
Saat menjalani kehamilan, payudara dan perut akan membesar seiring dengan tumbuh kembangnya janin. Di dalam tubuh pun terjadi perubahan hormon estrogen, sehingga kulit menjadi kering dan mudah gatal.

Bagi Bunda yang tidak memiliki penyakit kulit, hal ini normal. Untuk mengatasi perut gatal, jangan buru-buru menaburkan bedak anti gatal apalagi menggaruknya. Oleskan pelembap di sekitar area gatal dan gunakan pakaian yang longgar.

Ibu hamil dilarang keluar malam, karena akan diikuti makhluk halus
Mitos yang satu ini kadang membuat dilema Ibu hamil yang harus bekerja lembur.

Larangan Ibu hamil keluar di malam hari, karena demi menjaga kesehatan Ibu dan janin. Jika Ibu hamil sering keluar malam rentan terkena pneumonia (radang paru), radang sendi hingga gangguan sistem imun tubuh.

Konsumsi kacang hijau membuat rambut bayi lebat
Kacang hijau mengandung vitamin B, asam folat, protein serta kalsium yang sangat dibutuhkan oleh Ibu dan janin. Minum air rebusan kacang hijau tidak membuat rambut bayi setelah lahir akan tumbuh lebat.

Faktor penentu rambut bayi lebat yaitu faktor genetik. Jika Anda dan suami memiliki rambut lebat, maka akan menurun pada si kecil.

Minum air kelapa hijau membuat kulit bayi menjadi putih
Air kelapa hijau murni memang dapat mendetoks racun dari dalam tubuh. Namun, tidak bisa membuat kulit bayi menjadi putih.

Ibu hamil yang rutin minum air kelapa hijau dapat terhindar dari infeksi saluran kemih, dehidrasi serta cairan ketuban akan bersih. Karena, air kelapa mengandung tinggi elektrolit.

Telur setengah matang membuat Ibu hamil lebih bertenaga
Telur yang belum matang masih mengandung bakteri salmonella. Jadi, tidak diperkenankan Ibu hamil mengonsumsi telur mentah maupun telur setengah matang.

Agar Ibu hamil selalu bertenaga, makan telur yang matang karena mengandung 300 kalori.

Kopi berbahaya bagi kehamilan
Jika sebelum hamil, Bunda adalah pecandu kopi, sebaiknya setelah hamil mengurangi jumlah minuman kopi yang dikonsumsi. Idealnya, 100 miligram per hari atau setara dengan satu cangkir kopi.

Kopi bersifat diuretic alias membuat Anda rajin berkemih. Saat Anda lebih sering mengeluarkan cairan dan kurang minum air, Anda dan janin akan mudah terkena dehidrasi. Selain itu, dampak kopi yang berlebihan dapat menghambat penyerapan zat besi yang dibutuhkan Ibu dan janin.

Janin hilang dari rahim karena bayinya diambil makhluk halus
Ada dua kondisi yang menyebabkan janin hilang di dalam kandungan. Yaitu secara fisik – kehamilan kosong/Blighted Ovum dan secara psikis Pseudocyesis.

Blighted ovum terjadi akibat adanya kelainan kromosom, sel telur dalam kondisi kurang baik saat proses pembuahan sperma hingga kelainan genetik.

Sementara, pseudocyesis merupakan kondisi psikis perempuan yang sangat menginginkan momongan dan tertekan dengan tuntutan harus segera hamil oleh anggota keluarganya. Jadi, perempuan seolah-seolah merasakan sinyal hamil.

Maria Soraya Az Zahra ayahbunda.co.id

7 Obat Sakit Gigi Paling Mujarab & Mudah Didapat!

Jika Anda tidak ingin menggunakan obat sakit gigi dari bahan kimia buatan, maka Anda bisa menggunakan obat sakit gigi herbal untuk menyembuhkan sakit gigi. Beberapa bahan di bawah ini ada yang mudah di dapat, dan ada juga yang agak sulit didapat. Saran kami, walaupun berikut ini adalah obat-obatan herbal, akan tetapi penggunaan yang berlebihan juga kurang bagus untuk kesehatan.
Obat Sakit Gigi Herbal Paling Mujarab dan Mudah Didapat

Bahan-bahan herbal

1. Menyembuhkan Sakit Gigi dengan Daun Serai
Tahukah Anda bahwa ternyata daun serai itu bisa digunakan untuk mengobati sakit gigi? Daun serai biasa digunakan sebagai bumbu dapur ketika memasak atau untuk membuat minuman wangi. Selain berfungsi sebagai bumbu dapur, ternyata serai dapat digunakan sebagai obat sakit gigi. Caranya, siapkan 2 gelas air dan 50 gram serai. Rebuslah serai dalam air tersebut hingga air tersisa 1 gelas. Setelah itu berkumurlah dengan air rebusan serai ini setidaknya 3 kali sehari.

2. Menyembuhkan Sakit Gigi dengan Bawang Putih
Mungkin lebih umum digunakan untuk mengobati sakit gigi daripada serai. Sebagai informasi, senyawa antiseptik dalam bawang putih sangat berkhasiat untuk menyembuhkan sakit gigi. Caranya, ambillla 1 siung bawang putih kemudian tumbuklah hingga halus. Setelah halus, tempelkan tumbukan bawang putih tersebut pada gusi yang sakit dan biarkan hingga 5 – 10 menit. Setelah itu, berkumurlah dengan air putih hingga bersih.

3. Mengobati Sakit Gigi dengan Getah Jarak
Anda tahu tanaman jarak? Tanaman jarak dulu (di kampung) sering digunakan sebagai pengganti minyak tanah ketika mati lampu. Tanaman jarak sedang populer karena dalam getah jarak dapat digunakan sebagai bahan bakar energi alternatif pengganti minyak bumi. Selain untuk bahan bakar alternatif, ternyata getah jarak juga bisa untuk mengobati sakit gigi. Caranya, ambillah getah jarak pada batang atau daunnya dengan kapas, setelah itu oleskan pada gigi yang sakit. Biarkan beberapa menit, setelah dirasa cukup, berkumurlah dengan air bersih.

4. Mengobati Sakit Gigi dengan Teh Hangat
Aneh nggak, kok teh hangat bisa untuk mengobati sakit gigi? Ternyata teh hangat akan terasa segarnya jika disajikan pada waktu malam atau pagi hari. Teh juga mengandung zat yang dapat membunuh bakteri dan kuman di sela-sela gigi. Dengan hilangnya bakteri dan kuman penyebab sakit gigi, maka sakit gigi Anda akan berangsur-angsur mereda.

5. Menyembuhkan Sakit Gigi dengan Mentimun
Timun untuk sakit gigi? Ya! Perlu diketahui juga, bahwa ternyata mentimun selain bisa disantap sebagai lalap dan pelengkap dalam menyajikan masakan, atau selain untuk perawatan wajah, mentimun juga dapat digunakan sebagai obat sakit gigi. Caranya, potonglah mentimun dengan ukuran kecil-kecil, kemudian tempellah pada gigi yang sakit. Biarkan beberapa saat, dan setelah dirasa cukup, berkumurlah dengan air bersih.

6. Menyembuhkan Sakit Gigi dengan Minyak Cengkeh
Selain bisa digunakan untuk masakan, untuk rokok, ternyata minyak cengkeh ternyata mengandung zat yang mampu membunuh bakteri. Caranya, siapkan kapas dan teteskan beberapa tetes minyak cengkeh pada kapas tersebut. Jika gigi Anda berlubang, masukkkan sisi kapas yang sudah dibasahi dengan minyak cengkeh pada gigi yang berlubang. Usahakan minyak cengkehnya bisa masuk ke dalam lubang di gigi. Jika gigi Anda tidak berlubang, cukup tempelkan atau teteskan minyak cengkeh pada sisi-sisi gigi yang sedang sakit. Setelah 10an menit, berkumurlah dengan air bersih untuk menghilangkan bau cengkehnya.

7. Mengobati Sakit Gigi dengan Peppermint
Ternyata peppermint dan garam merupakan perpaduan yang sempurna untuk mengobati dan menyembuhkan sakit gigi. Caranya, rebuslah 7 gram peppermint dan sedikit garam dengan 1 gelas air. Rebus hingga tersisa setengah gelas air. Sedulah ramuan tersebut paling tidak 2 kali sehari selama pengobatan. Lakukan pengobatan ini hingga gigi Anda benar-benar sembuh.

Demikian 7 jenis bahan herlbal yang bisa kita gunakan untuk mengobati sakit gigi. Akan tetapi tidak semua obat sakit gigi di atas cocok untuk ibu yang sedang hamil atau ibu menyusui. Informasi tentang obat sakit gigi untuk ibu menyusui bisa Anda dapatkan di ulasan kami edisi sebelumnya di website ini. Silakan Anda cari di bagian pencarian. Semoga sakit gigi Anda segera menemukan solusi dan segera sembuh. Selamat beraktivitas, dan selamat berakhir pekan.

Posted by PakarGIGI.com on Mei 21, 2015

Sudah Benarkah Bunda Memilih Sikat Gigi Bayi? Ini Caranya!

Anak belajar menyikat gigi (Sumber: melindacare)
Dalam memilih sikat gigi bayi, orang tua tidak bisa memilih sikat gigi sembarangan. Sebab struktur gigi bayi berbeda dengan struktur gigi anak-anak dan dewasa. Oleh sebab itu, memilih sikat gigi bayi kadang gampang-gampang susah juga bagi orang tua pemula. 🙂

Anak belajar menyikat gigi (Sumber: melindacare)
Sikat gigi untuk bayi tidak bisa sembarangan karena seperti yang sudah disampaikan di awal, struktur gigi bayi sangat berbeda dengan struktur gigi anak-anak. Begitu juga ukuran mulut, konstruksi gusi, dan kondisi diding kulit mulut yang belum sekuat kulit mulut anak-anak dan dewasa. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memilih sikat gigi yang memang khusus untuk bayi. Sebenarnya, sikat gigi yang seperti apa yang cocok dan aman untuk bayi?

Setidaknya ada beberapa parameter yang menjadi acuan dalam memilih sikat gigi untuk bayi, diantaranya:

Bahan Sikat Gigi

Sikat gigi yang baik untuk bayi adalah sikat gigi yang dibuat dengan bahan yang tidak berbahaya, khususnya bahan yang digunakan untuk membuat bulu sikat dan bagian kepala sikat gigi. Hal ini menjadi penting karena tingkat kehalusan bulu sikat dan material pada kepala sikat gigi akan bersinggungan langsung dengan kulit dan gusi bayi.

Kepala Sikat Gigi

Kepala sikat yang baik biasanya lentur dan dapat ditekuk. Hal ini berfungsi agar mulut bayi dan gusi tidak lecet. Biasanya bahan untuk membuat sikat gigi yaitu silicon yang fleksibel dan tidak menimbulkan alergi pada mulut bayi dan mudah dibersihkan.

Memilih sikat gigi bayi tidak sama dengan memilih sikat gigi untuk orang dewasa. Pilihlah sikat dengan desain yang disukai buah hati. Misal, pemilihan warna, bentuk, atau hiasana gagang yang lucu dan membuat buah hati senang. Selain itu, pilihlah sikat gigi bayi dengan gagang yang terbuat dari karet dan tidak licin sehingga mudah dipegang oleh bayi. dengan demikian, bayi bisa memegang sikat dengan mudah sekaligus bisa belajar untuk menyikat gigi sendiri.

Selain dari sisi desainnya, usahakan agar tidak ada bagian sikat yang berbentuk lancip. Hal ini untuk menghindari agar ketika bayi bermain-main dengan sikat, misalnya menggigit atau memukul-memukulkannya, bayi tidak akan lecet, tergores, dan terluka.

Kesimpulan berdasarkan beberapa paparan di atas, maka berikut ini adalah acuan singkat yang bisa dijadikan pedoman dalam memilih sikat gigi bayi.

  1. Pilihlah sikat gigi dengan brand yang terpercaya dan memiliki beberapa merk untuk tingkatan usia.Pilihlah sikat yang tekstur dan ukurannya sesuai usia bayi.
  2. Pilihlah sikat yang memiliki bulu yang sangat lembut untuk melindungi gusi dan mulut bayi.
  3. Pilihlah kepala sikat yang kecil dan tumpul agar tidak melukai mulut bayi dan bayi tidak tersedak.
  4. Pilihlah sikat gigi bayi yang mudah untuk digenggam dan tidak licin.
  5. Pastikan sikat gigi mempunyai pembatas dan grip pada pegangannya agar tangan tidak terpeleset saat memegang.

Yang kadang menjadi pertanyaan bagi sebagian orang tua adalah, sebenarnya kapan sih bayi boleh diajari menyikat gigi? Tentu ketika giginya sudah tumbuh dong.. :), hehe. Untuk bahasan tersebut, kita akan mengulasnya pada tulisan lain di dalam website ini. Silakan cari di bagian pencarian.

sumber pakargigi.com