Naya Slime via https://instagram.com
Masa kanak-kanak identik dengan bermain, membangun pertemanan, meniru hingga belajar berkreasi. Dengan segala aktivitas yang dilakukannya, membuat si anak menjadi bertumbuh, baik secara psikis maupun kemampuan motoriknya. Jika dinalar, naluri anak dan orang dewasa jelas jauh berbeda, apalagi ketika ditanya soal bisnis dan kesuksesan.

Namun, kisah sukses seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 4 SD ini membuat kita tercengang.

Adalah Almeyda Nayara Alzier, gadis cilik berusia 9 tahun yang kini menjadi pengusaha beromset puluhan juta setiap bulannya. Meskipun masih berusia sangat belia, anak bungsu dari dua bersaudara ini memiliki pandangan untuk mengembangkan sebuah bisnis. Uniknya, bisnis yang ia tekuni adalah sesuatu yang tak jauh dari dunia masa kecilnya, ia menjadikan mainan yang bernama ‘slime’ sebagai produk usahanya.

Secara harfiah, slime artinya legit, namun dalam praktiknya, slime digunakan untuk membersihkan sela-sela keyboard dan sebagainya. Bentuk dan tampilannya yang unik, dengan tekstur yang lengket, kenyal dan elastis membuat slime disukai anak-anak dan dijadikan mainan dalam genggaman tangan mungil mereka. Belum lagi warnanya yang lucu dan menarik membuat slime terlihat menggemaskan yang bisa ditarik, ditekan, digenggam hingga ditiup seperti balon.

Bermula dari rasa penasaran, Naya merintis kreativitasnya bermodalkan 50 ribu Rupiah pemberian ibunya. Kegagalan demi kegagalan justru membuatnya semakin penasaran dan lebih keras mencoba
Naya yang penasaran mulai membuat sendiri slime-nya

Cerita dibalik popularitas bisnis slime ini berawal ketika suatu hari di sekolahnya, Naya bertemu dengan salah seorang kakak kelasnya yang membawa mainan yang belum pernah ia temua sebelumnya. Mainan kenyal seperti jelly ini ternyata bernama slime. Rasa keingintahuannya yang besar membuatnya penasaran dan mempertanyakan, apa sebenarnya slime itu? Karena Naya memang suka dengan benda-benda yang unik, rupanya ia merasa jatuh cinta dengan slime sejak pertemuan kali pertamanya tersebut.

Menariknya, Naya cukup berbeda dengan anak-anak pada umumnya, di mana ketika mereka menginginkan sesuatu, maka akan cenderung merengek pada orang tua untuk memenuhi permintaannya. Hal ini tidak berlaku bagi Naya. Ia justru tertantang untuk membuat sendiri mainan yang membuat penasaran tersebut.

Bukan hal yang mudah bagi Naya untuk mewujudkan rasa penasarannya, mengingat pada waktu itu slime belum terlalu tenar. Beruntung, gadis berparas cantik ini nggak kehabisan akal, berhasil menemukan tutorial cara membuat slime lewat YouTube. Berbekal pengetahuan tentang alat, bahan, serta cara pembuatan slime yang ia dapatkan, Naya kemudian meminta uang kepada ibunya untuk ‘memodali’ usahanya membuat slime.

Dengan bekal uang sebesar 50 ribu Rupiah pemberian ibunya, Naya kemudian membeli semua bahan seperti lem, deterjen, pewarna serta bahan pelengkap lain yang dibutuhkan untuk membuat slime perdananya. Namun, poses pembuatan slime pertama kalinya itu gagal dan hasilnya tak sesuai keinginan.

Tak menyerah pada kegagalan, Naya justru malah semakin merasa tertantang. Ia terus mencoba untuk membuat dan membuat lagi mainan kenyal ini berkali-kali. Kendala semakin muncul, terlebih ketika sang ibu merasa keberatan karena Naya yang sering membuat rumah berantakan dengan “proyek”nya tersebut. Namun Naya sama sekali tidak menyerah, meski kerap mendapat omelan dari ibunya, ia tetap nekat untuk terus membuat slime bahkan secara sembunyi-sembunyi di kamar mandi.

Tak cukup sampai disitu, Naya berusaha memberi pengertian tentang slime, mainan yang disebutnya “sedang tren” pada ibunya. Lama-kelamaan, hati sang ibu luluh juga melihat buah hatinya tekun mencoba meski kegagalan berkali-kali dirasakannya. Dan akhirnya, berkat kegigihan dan kerja kerasnya, Naya berhasil membuat slime yang dirasa sempurna.


BY MEILY ROHMATUN sumber hipwee.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *