Mencari Arti Nama Menurut Islam, Karena Nama Adalah Doa

MENCARI ARTI NAMA – Anda pastihnya pernah mendengar istilah, apalah arti sebuah nama? Ungkapan ini sering sekali kita dengar di dalam keseharian atau mungkin dalam perkenalan dengan orang baru kita temui. Akan tetapi, benarkah ungkapan itu?

Ternyata, arti dari sebut nama menurut islam itu sangat pentingi, karena dalam islam, sebuah nama ada yang dianjurkan dan bahkan ada yang dilarang. Karena nama berkaitan dengan nashab ataupun keturunan.

Disini kita dianjurkan untuk memberi nama-nama islami atau bisa juga memberikan nama kepada anak kita menurut Al qur’an, sebab di dalam Al qruan terdapat banyak nama-nama baik yang di dalamnya mengandung doa serta harapan.

Karena memang nama adalah doa. Nama menjadi doa, khususnya bagi kedua orang tua yang telah memberikan, juga untuk mereka yang dipanggil. Sehingga, arti nama menurut islam ini tidak boleh di anggap remeh.

Arti Sebuah Nama Menurut Islam

arti nama dalam islam
ramadhan.republika.co.id

Islam memerintahkan untuk semua orangtua dalam memberi nama untuk anaknya harus memberikannya dengan nama yang baik. Sebagaimana Firman Allah SWT berikut ini:

” Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa:

“Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau  berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.

Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” [QS. Al Ahqaaf, 46: 15]

Hadits yang di riwayatkan oleh Jabir bin Abdullah RA., Ia berkata:

Seseorang di antara kami mempunyai anak. Kemudian ia menamainya dengan nama Muhammad. Lalu orang-orang berkata  kepadanya: Kami tak akan membiarkanmu memberi nama Rasulullah SAW. Orang tersebut lalu berangkat membawa anaknya yang ia gendong di atas punggungnya untuk kemudian menemui Rasulullah SAW.

Setelah ia sampai di hadapan Rasulullah SAW, kemudian ia berkata: Ya Rasulullah! Anakku ini lahir, lalu aku memberinya nama Muhammad. Akan tetapi, orang-orang berkata kepadaku: Kami takakan membiarkanmu memberi nama dengan nama  Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW lalu bersabda: “Kalian boleh memberikan nama dengan namaku, tetapi jangan memberi julukan sama dengan julukanku. Karena, akulah Qasim, aku membagi di antara kalian memberi nama  bayi / anak secara islami

Bagi orangtua hendaknya mencari nama yang beridentitas islami. Asma Allah disebut dengan Alhusna  karena mengandung makna yang berarti mensucikan, mengagungkan dan juga memuliakan.

Alhusna merupakan suatu kelebihan, misalnya seperti Maha Mulia, Maha Sempurna, Maha Tinggi, Maha Kuasa, Maha Besar dll. Dan di dalam Asmaul Husna sendiri terdapat:

  1. Nama-nama ketuhanan yang patut disembah (uluhiyyah),
  2. Nama-nama dan sifat Rububiyyah yang hanya dapat dilakukan oleh Allah saja,
  3. Nama dan sifat pengawas serta pengontrol,
  4. Nama-nama dan sifat-sifat yang disenangi hati,
  5. Nama-nama dan Sifat-sifat yang wajib kita contoh untuk perbaikan ahlak kita.

Nah dalam penggunaan nama-nama atau sifat-sifat yang Uluhiyyah dan juga Rububiyyah ini ada aturannya, disini kita harus menggunakan kata Abdu (hamba), dan khusus untuk Arrahman tidak boleh disifatkan kepada selain Allah SWT.

Dan Untuk nama-nama Allah yang sifatnya akhlaqi, semua orang bisa menggunakannya tanpa harus didahului dengan “Abdu,” tetapi harus dengan ketentuan bahwasanya sifat tersebut terbatas kepada sifat manusiawi dan tidak untuk sifat Ilahi.

Anak adalah Pemberian Allah Azza Wajalla

nama anak
percikaniman.id

Anak merupakan fitnah [Al Anfal: 28] atau bisa juga disebut dengan ujian bagi setiap orangtua yang bisa membawa kedua orangtua kepada kesenangan dunia dan juga akhirat, dengan syarat mereka dapat mendidiknya di jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Atau sebaliknya, yang dapat membawa mereka kedalam kesengsaraan dunia dan juga akhirat, apabila orangtua tersebut mendidik anak-anaknya di jalan keburukan (Syaithan).

Contoh Nama-nama Islami

nama islami
pomeps.org

Nama-nama Nabi:

  • Muhammad atau Ahmad
  • Adam
  • Idris
  • Nuh
  • Hud
  • Dzulkifli
  • Dll.

Nama yang diberikan Nabi:

  • Zainab (perempuan)
  • Ibrahim
  • Mundzir

Nama anak Nabi:

  • Ibrahim
  • Qosim
  • Fatimah (Az Zahro)
  • Ummu Kaltsum

Nama-nama Orang Baik dalam Al Quran:

  • Luqman (bapak yang bijaksana)
  • Dzulkarnain (raja yang perkasa).

Cucu Nabi:

  • Hasan
  • Husein

Istri Nabi:

  • A’isyah
  • Ummu Salamah
  • Hafsah
  • Khadijah
  • Zainab
  • Shofiyah
  • Saudah
  • Maimunah
  • Juwairiyah

Orang tua Nabi:

  • Abdullah
  • Aminah
  • Halimah (ibu yang menyusui)

Sahabat Nabi:

  • Abu Bakar
  • Umar
  • Usman
  • Ali (Khulafaaur Rasyidiin)
  • Zaid bin Harits
  • Salman Al Farisi
  • Khalid bin Walid
  • Mu’adz bin Jabbal
  • Anas bin Malik
  • Abu Dzar Al Ghifari
  • Dll

Pentingnya Sebuah Nama

pentingnya nama
pjmedia.com

Islam sangatlah memperhatikan di dalam masalah pendidikan kepada anak. Saat ia lahir, Islam sendiri sudah menganjurkan untuk memberikannya nama kepada anak dengan menggunakan nama-nama yang baik.

Karena di hari kiamat, setiap orang nantinya akan di panggil Allah SWT dengan menggunakan namanya dan juga nama bapaknya.

Yang paling penting adalah nama yang memiliki arti baik, karena saat seseorang di panggil dengan namanya, maka sebenarnya panggilan itu merupkan doa untuknya.

Oleh karena itu, nama yang baik bisa mempengaruhi kepada pemilik nama itu sendiri, karena ia selalu didoakan saat dipanggil dengan namanya. Begitu pun sebaliknya, apabila nama yang di panggil itu mengandung arti yang tidak baik, maka akan mempengaruhi si pemiliknya.

Jadi, nama ini sangat penting. Untuk itu kita harus Mencari Arti Nama Menurut Islam sebaik mungkin.

Abu Nawas Sedang Hamil dan Hendak Bersalin

Sultan Harun Al-Rasyid dikabarkan sedang mengalami stres berat di istana. Kabarnya pula, hal tersebut dikarenakan beliau tidak bertemu dengan Abunawas selama setengah tahun.

Hal ini membuat baginda raja menyesali perbuatannya karena telah tega mengusir penasehatnya itu. Dalam istana serasa sepi tanpa kehadiran Abunawas yang selalu bisa melucu.
Abu Nawas Sedang Hamil dan Hendak Bersalin
Sultan Harun Al-Rasyid dikabarkan sedang mengalami stres berat di istana. Kabarnya pula, hal tersebut dikarenakan beliau tidak bertemu dengan Abunawas selama setengah tahun.

Hal ini membuat baginda raja menyesali perbuatannya karena telah tega mengusir penasehatnya itu. Dalam istana serasa sepi tanpa kehadiran Abunawas yang selalu bisa melucu.

Raja pun akhirnya mencabut titahnya dan menyuruh pengawal menemui Abu Nawas untuk mengajaknya ke istana.
“Mungkin Abu Nawas marah kepadaku, pergilah ke rumahnya dan ajaklah Abu Nawas menemuiku,” perintahnya.

Abunawas Sedang Hamil

Pengawal Raja pun berkunjung ke rumah Abu Nawas dan di luar dugaan, Abu Nawas menolak tawaran pengawal Raja itu.
Abu Nawas mengaku tengah hamil dan hendak melahirkan.

“Tolong sampaikan kepada Raja, aku sakit dan hendak bersalin dan aku sedang menunggu dukun beranak untuk mengeluarkan bayiku ini,” kata Abu Nawas sambil mengelus perutnya yang buncit.

Maka kembalilah pengawal Raja itu dan menyampaikan kabar sebenarnya.
“Ajaib benar,” kata Baginda Raja dalam hati setelah mendengar laporan pengawalnya.
“Baru kali ini aku mendengar kabar seorang lelaki bisa hamil,” katanya heran.

Maka Raja pun akhirnya berkeinginan menengok Abu Nawas.
Ia pergi dengan di iringi sejumlah menteri dan para punggawa ke rumah Abu Nawas.
Begitu melihat Raja datang, Abu Nawas pun berlari-lari menyambut dan menyembah kakinya.

“Ya tuanku, berkenan juga rupanya tuanku datang ke rumah hamba yang hina ini,” ucap Abu Nawas.
Raja pun kemudian di persilahkan duduk di tempat yang paling terhormat.
Sementara Abu Nawas duduk bersila di bawahnya.

“Ya Tuanku, apakah yang menyebabkan Tuanku datang ke rumahku ini?” tanya Abu Nawas.
“Aku kemari karena ingin tahu keadaanmu, engkau dikabarkan sakit hendak melahirkan dan sedang menunggu dukun beranak, benarkah demikian?” jawab Raja.

Abu Nawas tidak menjawab, ia hanya tersenyum.
“Coba jelaskan perkataanmu.Siapa lelaki yang hamil dan siapa dukun beranaknya,” tanya Raja lagi.
Maka dengan senang hati berceritalah Abu Nawas.

Ibarat Menjilati Ludah Sendiri

“Konon….Baginda mengusirku dari istana, tetapi setelah 6 bulan berlalu tanpa alasan yang jelas, sang Raja memanggil hamba ke istana, ini ibarat hubungan laki-laki dan perempuan yang kemudian hamil tanpa menikah. Tentu sja itu melanggar adat dan agama, menggegerkan seluruh negeri,” cerita Abu Nawas.

Abu Nawas menjelaskan bahwa sebagai seorang pemimpin, seharusnya Raja tidak mengeluarkan titah yang plin-plan, tidak boleh mencabut perintahnya lagi.
Jika itu dilakukan, ibarat menjilat air ludah sendiri dan itulah tanda-tanda pengecut.

“Oleh karena itu harus berfikir masak-masak sebelum bertindak, itulah tamsil seorang lelaki yang hendak bersalin,” cerita Abu Nawas menyindir Baginda Raja.
“Lalu bagaimana dengan dukun beranak itu?” tanya Baginda.

“Adapun dukun beranak yang ditunggu, adalah Baginda kemari, dengan kedatangan Baginda kemari, berarti hamba sudah melahirkan, artinya hilangnya rasa sakit atau takut hamba kepada Baginda,” cetus Abu Nawas.

“Bukan begitu Abu Nawas, aku tidak sungguh-sungguh melarangmu ke istana, melainkan hanya bergurau.
Besok datanglah engkau ke istana, aku ingin bicara denganmu,” titah Raja.

“Segala titah Baginda, hamba junjung tinggi tuanku,” sembah Abunawas dengan takzim.
Tetapi Raja hanya menggeleng-gelengkan kepala saja.
Raja pun akhirnya mencabut titahnya dan menyuruh pengawal menemui Abu Nawas untuk mengajaknya ke istana.
“Mungkin Abu Nawas marah kepadaku, pergilah ke rumahnya dan ajaklah Abu Nawas menemuiku,” perintahnya.

Abunawas Sedang Hamil

Pengawal Raja pun berkunjung ke rumah Abu Nawas dan di luar dugaan, Abu Nawas menolak tawaran pengawal Raja itu.
Abu Nawas mengaku tengah hamil dan hendak melahirkan.

“Tolong sampaikan kepada Raja, aku sakit dan hendak bersalin dan aku sedang menunggu dukun beranak untuk mengeluarkan bayiku ini,” kata Abu Nawas sambil mengelus perutnya yang buncit.

Maka kembalilah pengawal Raja itu dan menyampaikan kabar sebenarnya.
“Ajaib benar,” kata Baginda Raja dalam hati setelah mendengar laporan pengawalnya.
“Baru kali ini aku mendengar kabar seorang lelaki bisa hamil,” katanya heran.

Maka Raja pun akhirnya berkeinginan menengok Abu Nawas.
Ia pergi dengan di iringi sejumlah menteri dan para punggawa ke rumah Abu Nawas.
Begitu melihat Raja datang, Abu Nawas pun berlari-lari menyambut dan menyembah kakinya.

“Ya tuanku, berkenan juga rupanya tuanku datang ke rumah hamba yang hina ini,” ucap Abu Nawas.
Raja pun kemudian di persilahkan duduk di tempat yang paling terhormat.
Sementara Abu Nawas duduk bersila di bawahnya.

“Ya Tuanku, apakah yang menyebabkan Tuanku datang ke rumahku ini?” tanya Abu Nawas.
“Aku kemari karena ingin tahu keadaanmu, engkau dikabarkan sakit hendak melahirkan dan sedang menunggu dukun beranak, benarkah demikian?” jawab Raja.

Abu Nawas tidak menjawab, ia hanya tersenyum.
“Coba jelaskan perkataanmu.Siapa lelaki yang hamil dan siapa dukun beranaknya,” tanya Raja lagi.
Maka dengan senang hati berceritalah Abu Nawas.

Ibarat Menjilati Ludah Sendiri

“Konon….Baginda mengusirku dari istana, tetapi setelah 6 bulan berlalu tanpa alasan yang jelas, sang Raja memanggil hamba ke istana, ini ibarat hubungan laki-laki dan perempuan yang kemudian hamil tanpa menikah. Tentu sja itu melanggar adat dan agama, menggegerkan seluruh negeri,” cerita Abu Nawas.

Abu Nawas menjelaskan bahwa sebagai seorang pemimpin, seharusnya Raja tidak mengeluarkan titah yang plin-plan, tidak boleh mencabut perintahnya lagi.
Jika itu dilakukan, ibarat menjilat air ludah sendiri dan itulah tanda-tanda pengecut.

“Oleh karena itu harus berfikir masak-masak sebelum bertindak, itulah tamsil seorang lelaki yang hendak bersalin,” cerita Abu Nawas menyindir Baginda Raja.
“Lalu bagaimana dengan dukun beranak itu?” tanya Baginda.

“Adapun dukun beranak yang ditunggu, adalah Baginda kemari, dengan kedatangan Baginda kemari, berarti hamba sudah melahirkan, artinya hilangnya rasa sakit atau takut hamba kepada Baginda,” cetus Abu Nawas.

“Bukan begitu Abu Nawas, aku tidak sungguh-sungguh melarangmu ke istana, melainkan hanya bergurau.
Besok datanglah engkau ke istana, aku ingin bicara denganmu,” titah Raja.

“Segala titah Baginda, hamba junjung tinggi tuanku,” sembah Abunawas dengan takzim.
Tetapi Raja hanya menggeleng-gelengkan kepala saja.

kumpulan serita abu nawas

Trik Bermain Dengan Anak Indoor

Tidak hanya terus tersenyum bahagia, ada masa-masanya si kecil terserang rasa bosan, misalnya ketika terlalu lama mengantri, menempuh perjalanan panjang atau jika tak ada ‘aktivitas’ yang ia lakukan bersama mama. Menurut Hans Grothe, psikolog dan kontributor tetap majalah Eltern di Jerman, rasa bosan penting dalam kesehatan mental. Rasa bosan dapat dianalogikan sebagai sebuah “sistem alarm”, pemberi tanda bahaya. Fungsinya, untuk memberitahu yang bersangkutan bahwa dirinya butuh istirahat sejenak atau hiburan guna membuat pikiran anak jadi lebih santai. Jika ini berkenaan dengan anak-anak, rasa bosannya bermanfaat bagi orang tua atau pengasuh agar lebih memahami anak dan jadi lebih kreatif. Lawan kebosanannya dengan aneka permainan kreatif. Anda bisa memanfaatkan barang-barang di sekitar, lho.

Mirror… Mirror on the wall…
Cara bermain:

  • Manfaatkan cermin kecil di tas makeup Anda, atau cari bidang yang dapat memantulkan bayangan, seperti kaca jendela. Ajak si kecil melihat bayangannya di dalam cermin.
  • Lakukan gerakan lucu di depan cermin dan rangsang bayi untuk melakukan gerakan serupa. Cubit pelan wajah, hidung hingga mainkan rambutnya agar dia dapat melihat perubahan di wajahnya. Ajak juga ia untuk menunjuk setiap bagian anggota tubuhnya.

Ia suka karena: dapat melihat ‘kembarannya’ di dalam. Aktivitas ini memancing rasa penasaran bayi. Ia belajar: Merangsang kemampuan visual dan memori untuk mengenali dan merekam berbagai macam mimik wajah. Dengan menyebutkan nama anggota tubuh akan merangsang kemampuan berbahasanya dan belajar mengenal bagian anggota tubuh.

Cilukba!
Cara bermain:

  • Gunakan sapu tangan, tisu atau cukup dengan kedua telapak tangan untuk menutupi wajah Anda.
  • Pada hitungan ketiga, buka penutup wajah Anda sambil ucapkan “cilukba.”  Perhatikan intonasi suara agar tidak terlalu keras.
  • Tunjukkan ekspresi berbeda tiap kali Anda membuka penutup wajah.

Ia suka karena:  Dapat melihat mimik kocak Anda membuat ia bersemangat bermain. Ia belajar: Mengenal ekspresi melalui gerakan wajah yang Anda ciptakan, melatih kesabaran, fokus, dan mulai belajar berhitung.

Tarik bajunya!
Cara bermain:

  • Tarik ujung baju yang ia kenakan.
  • Saat ia menoleh, segera pura-pura sibuk melihat ke arah lain atau melakukan kegiatan lain. Terus ulangi hingga dia mulai memperhatikan Anda.

Ia suka karena: Ini mengusik rasa penasarannya untuk mencari tahu sumber tarikan dari bajunya. Si kecil pun ‘tertantang’ mengantisipasi keisengan Anda. Ia belajar: Memperlihatkan emosi dan berekspresi. Intuisinya pun juga dilatih.

Siapa aku?
Cara bermain:

  • Tidurkan si kecil di pangkuan lalu hadapkan wajah Anda tepat di atas wajah mungilnya.
  • Perlihatkan aneka ekspresi wajah ‘jelek’ dibarengi dengan suara-suara lucu dari mulut Anda. Tambahkan gerakan agar dia semakin semangat memperhatikan.
Ia suka karena: menarik perhatian saat melihat Anda ‘berubah’ menjadi makhluk aneh dengan ekspresi wajah dan suara yang lucu. Ia belajar: Mengenal beragam ekspresi, suara, serta menstimulasi penglihatan dan pendengarannya.
by parenting.com

MANFAAT AIR WUDHU BAGI KESEHATAN

MANFAAT AIR WUDHU BAGI KESEHATAN

Sahabat Quran yang dicintai Allah, setiap hari kita sebagai umat islam tentunya sudah sangat akrab dengan kegiatan / aktifitas berwudhu. Minimal setiap kali kita akan melaksanakan shalat dan setiap kali akan membaca kitab suci Alquran (mushaf Alquran), maka kita pasti akan berwudhu terlebih dahulu untuk bersuci sebelum melaksanakan ibadah sesuai dengan petunjuk / sunnah Rasulullah SAW dan perintah Allah SWT dalam Alquran.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan taganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai dengan kedua mata kaki.” (QS. Al-Maidah: 6)

Sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim serta At-Tirmidzi:

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya aku diperintahkan untuk berwudhu apabila hendak mengerjakan shalat.”
(HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasa’i dengan derajad shahih)

Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Tidak diterima shalat salah seorang dari kalian apabila ia berhadas, hingga ia berwudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wudhu menjadi ritual suci, sebelum kita menginjak sajadah untuk melakukan shalat atau ibadah suci lainnya. Namun tahukah sahabat bahwa melakukan wudhu terlebih dahulu merupakan salah satu kebiasaan Rasul. Artinya berwudhu dapat dilakukan kapan saja tidak hanya saat menjelang shalat. Berwudhu dapat kita lakukan sebelum tidur, ketika hendak melakukan perjalanan, ketika kita dalam keadaan marah dan lain sebagainya. Mengapa Rasulullah mencontohkan demikian ?

Mari kita simak sabda Rasulullah SAW berikut ini ,

“Sungguh ummatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya karena bekas wudhu’nya, (Abu Hurairah menambahkan) maka siapa yang mampu melebihkan panjang sinar pada tubuhnya, maka lakukanlah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ternyata apa yang disunnahkan Rasulullah SAW dan diperintahkan Allah SWT benar-benar memiliki manfaat yang sangat besar bagi kita. Berdasarkan hasil penelitian medis terkini, banyak sekali rahasia dan manfaat air wudhu dan aktifitas berwudhu bagi kesehatan dan juga untuk kecantikan wajah yang mungkin jarang kita sadari dan ketahui.

Wudhu berarti membersihkan diri kita. Baik dari kotoran, kuman, dan bakteri yang mengenai tubuh anda. Melakukan wudlu yang di mulai dari niat, lalu membasuh kedua tangan, berkumur, memasukkan air ke dalam hidung serta membasuh kepala sangat jelas berarti membersihkan anggota badan bagian atas. Lalu di lanjutkan untuk membersihkan tangan sampai siku, lalu ke dua daun telinga, serta membersihkan kaki. Tata cara yang di sebutkan sangat baik untuk membantu anda menjaga dan merawat kesehatan tubuh.

istinsyaq_dan_istintsar_sunnah_manfaat_air_wudhu

Melakukan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung) dan isytinsar (mengeluarkan air dari hidung setelah istinyaq) ternyata bermanfaat untuk kesehatan hidung kita termasuk juga mencegah munculnya berbagai penyakit terkait dengan telinga, hidung dan tenggorokan (THT). Bahkan satu kejadian kisah nyata dialami seorang milyarder dari Arab keturunan Yaman, yang mengidap gejala stroke, dan pusing yang tidak berkesudahan, ternyata bisa sembuh total dengan menjalani terapi istinsyaq dan isytinsar ketika berwudhu.

“HIRUPLAH AIR DIHIDUNG SETIAP BERWUDHU’ SAMPAI TERASA DI UBUN-UBUN”.

Itulah tuntutan sunnah Rasulullah saat berwudhu dalam hadist bab bersuci. ALLAHUAKBAR !!!

Mencuci tangan baik sampai pergelangan tangan serta sampai siku yang di ulang hingga tiga kali juga menjaga kita dari kuman kuman jahat. Sebab kebanyakan alat perantara kuman masuk ke dalam tubuh melalui tangan. Kebersihan kulit serta kelembaban juga bisa terjaga ketika anda sering melakukan wudhu. Menjaga kebersihan daun telinga. Sebab bagian yang jarang di jangkau manusia ketika membersihkan badan adalah daun telinga. Dan yang terakhir kita menjaga selalu kesehatan kaki, baik dari telapak kaki, jari jemari kaki, serta mata kaki.

Begitulah ulasannya mengapa wudhu itu menyehatkan. Berikut mari kita lihat lebih banyak dan detil lagi manfaat air wudhu bagi kesehatan dan kecantikan wajah.

MANFAAT AIR WUDHU BAGI KESEHATAN
1. Membersihkan Tangan Kita. Kuman yang berada di sekeliling kita tanpa kita sadari sering menempel pada tangan kita. Karena banyak sekali aktifitas yang kita lakukan sehari-hari menggunakan fungsi tangan kita. Oleh karenanya dengan sering berwudhu berarti otomatis kita selalu mencuci tangan kita dan menjaga kita dari serangan kuman yang berbahaya bagi tubuh kita dan kesehatan kita.
Mengurangi Sakit Kepala. Pada umumnya sakit kepala bisa disebabkan oleh stress atau tekanan psikologi dan panas matahari yang menerpa kepala kita. Oleh karenanya membasuh sebagian kepala saat berwudhu merupakan terapi untuk memberikan rasa segar pada otak kita sekaligus memberikan efek pemijatan pada kulit kepala. Maka dengan melakukan proses pembasuhan kepala ketika berwudhu dapat mengurangi rasa sakit kepala yang timbul.

2. Mencegah sakit gigi dan gusi. Mulut yang selalu bersih dan bebas kuman akan mencegah kita dari serangan penyakit gigi dan gusi. Berkumur ketika berwudhu memberikan manfaat untuk membuang semua kotoran dan kuman penyebab penyakit gigi dan gusi dalam mulut. Dengan berkumur proses pembersihan sisa-sisa kuman dalam mulut akan lebih sempurna karena air dapat menembus sela-sela gigi dan gusi yang tidak dapat dijangkau oleh sikat gigi.

3. Terhindar dari penyakit kulit. Proses saat berwudhu terdiri dari mencuci sebagian besar anggota tubuh seperti wajah, tangan dan kaki, serta sela-sela kuping. Berbagai penyaki kulit seperti panu, kadas, atau pun kurap, akan dapat dicegah dengan senantiasa menjaga kebersihan kulit.

4. Menjaga kesehatan hidung. Hidung rentan sekali terdapat kotoran, karena di dalam hidung terdapat bulu untuk menyaring kotoran ketika kita bernapas, agar kotoran itu tidak ikut masuk ke dalam paru paru. Dengan mencuci hidung ketika berwudhu berati membuang semua kotoran yang menempel di dalam hidung anda, sehingga hidung anda akan tetap sehat dan bebas dari kotoran.

5. Mencerahkan mata kita. Saat kita mencuci wajah dalam berwudhu, sudah pasti mata kita juga akan terkena air wudhu, ini sangat baik bagi kesehatan mata anda. air yang menerpa mata akan membuat mata anda rileks dan segar, sehingga mata anda akan kembali cerah setelah lelah bekerja.

6. Menyembuhkan insomnia. Anda kerap mengalami susah tidur? Yap, insomnia memang banyak menyerang para remaja. Padahal menurut kesehatan, tidur terlalu malam, bahkan pagi atau tidak tidur sekalipun mampu merusak organ anda secara otomatis. Maka kebiasaan insomnia memang sebaiknya di hilangkan. Caranya? Cukup ambil air wudhu sebelum tidur.

7. Menormalkan detak jantung. Salah satu kegiatan wudhu yang sangat memiliki khasiat mumpuni adalah ketika anda membasahi anggota tubuh ke air. Hal ini mampu membuat kenormalan jantung untuk berdetak lebih stabil. Hasil ini bahkan sudah di teliti oleh Dokter Ahmad Syauqy yang expert di bidang penyakit dalam dan penyakit jantung di London.

8. Bentuk dan upaya menstimulus syaraf pusat. Menurut penelitian yang di lakukan oleh Prof. Leopold Warner Von Ehrenfels, beliau adalah psikiater sekaligus ahli di bidan neurology dari Austria mengakui sesuatu yang istimewa ketika seseorang berwudlu. Pusat syaraf manusia yang paling peka adalah pada bagian tangan, kaki serta sebelah dahi. Ketiga bagian ini bisa di katakana sangat sensitif dengan keberadaan air segar. Sehingga ketika anda membasuh ketiga bagian tersebut, secara tidak langsung anda membangunkan dan menstimulus syaraf pusat.

9. Bebas dari kuman jahat. Kuman jahat mampu tumbuh dan berkembang dimana saja. Bahkan di setiap gagang pintu anda, di atas sprei, maupun di tempat nonton televisi anda merupakan tempat perkembangan kuman yang baik. Oleh sebab itu, anda di haruskan untuk selalu dalam keadaan bersih. Apalagi ketika tidur. Salah satu solusinya adalah dengan wudlu sebelum tidur. Penelitian terakhir menyebutkan bahwa wudlu mampu mengurangi kuman kuman yang hidup dalam tubuh anda.

10. Merilekskan otot sebelum tidur. Ketika siang hari, pasti aktivitas yang anda lakukan sangat banyak. Untuk itu perlu dilakukan untuk merilekskan otot. Manfaat wudhu sebelum tidur adalah salah satu cara untuk merilekskan otot yang kaku setelah seharian bekerja keras. Bahkan secara psikologis, seseorang yang telah melakukan wudhu akan nampak lebih rileks. Serta badan anda akan terasa segar kembali.

post by pondokislami.com

Cara Mengajarkan Anak Sholat Tanpa Paksaan

Cara mengajarkan anak sholat tidaklah mudah. Kalimat itukah yang terlintas di pikiran kita ketika kita mencoba mengajarkan anak untuk sholat?

Memang, faktanya, banyak orangtua yang mengalami kesulitan dalam mendidik anaknya untuk sholat. Penyebabnya ada banyak. Terlalu sibuk, kurangnya kesadaran, kurang telaten, dan yang cukup parah, metode yang kurang tepat.

Misalnya, orangtua tidak mengajarkan cara yang benar, tidak konsisten dalam mengarahkan, mudah memarahi anak, tidak dibarengi dengan kasih sayang.

Metode seperti itu tidak hanya membuat anak semakin sulit untuk mulai belajar sholat, tapi lebih parah lagi, dapat membuat anak beranggapan bahwa sholat itu membosankan dan tidak penting.

Bagaimana Bila Usia Anak Masih Terlalu Dini untuk Diajari Sholat?

Sebetulnya, pendidikan agama sudah sepatutnya ditanamkan kepada anak sedini mungkin. Untuk urusan sholat, sudah dapat mulai diajarkan pada usia anak 2-3 tahun.

“Apabila seorang anak sudah dapat membedakan tangan kanan dan kirinya, maka ajarkanlah ia untuk mendirikan sholat.” – HR Thabrani

Ya memang, namanya juga anak-anak, tidak mudah untuk mengajari anak kecil untuk sholat dengan sempurna. Tapi, semakin sulit, insya Allah, semakin besar pula pahalanya.

Pada dasarnya, jika metode yang digunakan sudah tepat, mengajarkan anak untuk sholat bukan merupakan proses yang sulit. Dengan metode yang tepat, justru kita bisa membuat anak menanti-nanti momen untuk sholat dengan kita.

Pepatah mengatakan, melentur buluh biarlah dari rebungnya. Artinya, mendidik atau mendisiplinkan anak lebih baik dilakukan sedari kecil.

Berikut adalah 12 tips ampuh dalam mengajarkan anak sholat secara menyenangkan dan tanpa paksaan.

1. Sholat di Depan Anak
Cara mendidik terbaik adalah dengan memberi contoh. Orangtua adalah figur yang akan ditiru oleh anak-anaknya. Di sini, peran orangtua sebagai guru sangat berpengaruh.

Kata parikan Jawa, guru adalah orang yang digugu lan ditiru, jadi bukan hanya menyuruh, tetapi juga mencontohkan.

Ada pepatah mengatakan, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Anak-anak akan secara langsung melihat setiap apa yang dilakukan oleh ayah dan bundanya. Maka, gunakanlah kesempatan ini untuk mencontohkan sholat kepada mereka.

Cobalah untuk sholat di tempat yang dapat terlihat oleh anak, misalnya, di ruang tengah atau ruang tamu. Apabila si anak ini mulai penasaran dan mengikuti gerakan sholat kita, aka ini adalah pertanda baik karena sudah berhasil memancing rasa ingin tahu si anak.

2. Ajarkan, Bukan Sekadar Perintahkan
cara mengajarkan anak sholat

“Adik, sholat bareng bunda, yuk..”

“Adik, sholat dulu sana!”

Kira-kira, ungkapan mana yang berhasil membuat si anak sholat? Tentu yang pertama, bukan?

Kita perlu sedikit memainkan sudut pandang dalam mengajarkan anak sholat. Ajak anak sholat berjamaah bersama ayah dan bundanya, jangan suruh ia sholat sendirian.

Apabila si anak sudah sekolah, ajak ia untuk sholat subuh berjamaah sebelum mandi, sarapan, dan mengantarnya ke sekolah.

Dari sudut pandang anak. secara psikologis anak akan lebih menerima ajakan orangtuanya dan akan melakukannya dengan senang hati serta tanpa paksaan.

Tidak perlu menunggu sampai anak berusia 7 tahun untuk mulai mengajarkan anak sholat. Meski baru 2-3 tahun, ajaklah mereka untuk sholat di sebelah kita, karena di fase-fase tersebutlah anak sangat hebat dalam meniru.

Lakukan kebiasaan tersebut secara konsisten di setiap awal waktu sholat. Ini akan menanamkan kesadaran dan pembiasaan, nanti ketika ia mendengar adzan, secara refleks ia akan bersiap-siap.

3. Minta Anak untuk Melantunkan Iqomah
Ketika anak sudah mengerti dan hapal adzan atau iqomah, mintalah ia untuk melantunkan iqomah setiap kali sholat berjamaah. Anak laki-laki tentunya.

Pada awalnya mungkin anak akan merasa malu dan ogah-ogahan, tapi itu tidak apa-apa. Bimbing ia untuk melakukannya dengan benar sampai akhirnya terbiasa dan hapal.

Kebiasaan ini insya Allah dapat membuat anak menjadi lebih percaya diri, dan lebih baiknya lagi, dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk mendirikan sholat.

4. Perdengarkan Bacaan-bacaan di Dalam Sholat
Pada saat melaksanakan sholat berjamaah bersama anak, cobalah untuk mengeraskan suara saat membaca bacaan sholat, supaya anak kita dapat mendengarnya.

Sedikit demi sedikit, lama-kelamaan si anak akan familiar dengan bacaan-bacaan tersebut. Bisa dimulai dengan surat-surat pendek. Dengan cara ini, anak juga akan hapal bagaimana tertib sholat.

5. Beri Kecupan Kepada Anak Setelah Selesai Sholat
Biasakan untuk bersalaman dan mencium anak setiap kali selesai sholat berjamaah.

Kebiasaan ini bukan hanya dapat mempererat hubungan kekeluargaan saja, tapi juga dapat menimbulkan pandangan positif kepada anak bahwa sholat adalah aktivitas yang menyenangkan.

Dengan begitu, anak akan merasa diberikan kasih sayang, dan ia akan selalu merasa senang ketika memasuki waktu sholat.

6. Beri Pujian Setiap Kali Menunjukkan Peningkatan
Namanya juga masih belajar, pasti sholatnya anak tidak bisa langsung sempurna. Namun setidaknya, beri ia pujian apabila ia tidak bercanda ketika sholat, tekun, memakai perlengkapan sholat, dsb.

Bilang kepada mereka bahwa mereka sangat cantik atau ganteng ketika memakai kerudung/peci, tunjukkan bahwa sebagai orangtua, kita bangga memiliki anak seperti mereka.

7. Ajari Anak Berwudhu yang Benar
Mengajarkan anak sholat, berarti juga sudah sepaket dengan mengajarkan wudhu kepada mereka. Anak tidak akan dapat sholat dengan sempurna sampai mereka mengerti cara berwudhu yang sempurna. Karena wudhu adalah rukun daripada sholat itu sendiri.

Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk mengajarkan tata cara wudhu kepada anak, step-by-step, mulai dari awal hingga akhir secara tertib. Ini juga akan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Sebagai sarana pendukung, tempelkan poster tata cara wudhu di kamar anak. Atau dapat menggunakan media interaktif lainnya, seperti game Android.

Jadi, kekonsistenan dan ketelatenan sangat diperlukan dalam proses ini. Memang cukup menguras waktu, tapi kita akan merasa tenang dan bangga ketika mereka sudah bisa sendiri.

Hal-hal semacam ini seharusnya dilakukan langsung di lingkungan keluarga oleh orangtua, jangan hanya melimpahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada pendidikan agama di sekolah.

8. Beri Nasehat Sehabis Shalat
Luangkan sedikit waktu setelah shalat untuk berbincang-bincang santai dengan anak. Ajak mereka berdiskusi, lakukan tanya jawab. Pada saat-saat seperti ini, biasanya kondisi anak dalam keadaan yang tenang.

Saat anak sudah mulai mengajukan banyak pertanyaan, saat itulah waktu yang tepat untuk mentransfer pengetahuan. Tanamkan kepada mereka ilmu agama dasar seperti rukun iman, rukun islam, cerita nabi dan sahabat, dan juga akhlak.

Pada saat ini pula saat yang tepat untuk menegur kesalahan anak. Mulai dengan memuji prestasi mereka. Setelah itu beri tahu bahwa melakukan hal A atau B itu tidak baik.

Saat anak melakukan perbuatan yang salah, mereka belum tahu baik atau tidak, benar atau salahnya, bukan? Maka beritahu mereka, jangan marahi.

Setiap kali ingin memberi nasehat kepada anak, mulailah dengan memuji mereka. Cara ini dapat membuat anak menjadi lebih memerhatikan dan fokus. Nasehat pun jadi lebih mudah masuk.

9. Ajari Anak Menghormati Adzan
Jika sudah masuk waktu sholat dan adzan telah dikumandangkan, biasakan untuk mengajarkan anak mendengarkan adzan. Ajari mereka bagaimana menghormati adzan.

Setelah selesai adzan, beri mereka contoh dengan mengeraskan bacaan doa setelah adzan. Jangan lupa, ajak juga anak untuk berdoa bersama. Rutinkan kebiasaan ini di manapun berada, baik itu di rumah, di pasar, atau di dalam perjalanan.

Ketika mereka sudah terbiasa mendengarkan dan menjawab adzan, maka secara pelan-pelan, ia akan hapal kalimat-kalimat adzan dengan sendirinya.

10. Mengajaknya ke Masjid adalah Praktik Cara Mengajarkan Anak Sholat yang Terbaik
cara mengajarkan anak sholat

Rumah yang berdekatan dengan masjid adalah sebuah karunia yang sangat besar. Ketika anak sudah mulai mengenal sholat, ajaklah mereka ke masjid untuk ikut sholat berjamaah bersama ayah.

Kalau ayah sibuk, setidaknya bisa meluangkan 1-2 kali dalam seminggu untuk mengajak anak sholat ke masjid.

Namun permasalahan yang sering kita jumpai, anak-anak tidak ditanamkan pentingnya melaksanakan sholat terlebih dahulu sebelum diajak ke masjid.

Dampaknya, anak akan lebih senang bercanda ketika mereka bertemu dengan kawannya di masjid, lari-larian, main petak umpet, dan sebagainya.

Untuk anak-anak, sebetulnya tidak mengapa apabila mereka berlari-larian di masjid. Yang terpenting adalah menanamkan rasa cinta masjid terlebih dahulu.

Namun hal tersebut jangan sampai kelewatan, artinya, seiring dengan bertambahnya usia si anak, orangtua juga wajib untuk mengingatkan anak untuk tidak berlari-lari di masjid karena dapat mengganggu jamaah lainnya.

11. Beri Hadiah yang Membuat Mereka Lebih Bersemangat
Anak-anak sangat suka sekali dengan yang namanya hadiah. Kalau diberi hadiah, mood anak yang tadinya ngambek bisa langsung berubah 180° menjadi gembira. Ya, namanya juga anak-anak.

Salah satu cara menyiasati agar anak terus semangat dalam sholat adalah dengan memberi mereka hadiah. Misal, mainan yang sudah lama ia impikan. Katakan kepada mereka, itu adalah hadiah karena ia rajin sholat.

Contoh hadiah lain yang dapat menjaga mood anak untuk selalu up dalam sholat adalah pakaian baru. Baju muslim anak, peci, atau kerudung yang lucu-lucu misalnya.

Memohon Agar Diberi Keturunan yang Senantiasa Mendirikan Sholat
Semakin anak bertumbuh dewasa, semakin sulit pula membangun rasa tanggung jawab dan kesadaran anak untuk sholat. Beberapa kali diajak sholat, namun selalu enggan beranjak. Apalagi, kalau sudah mengenal tablet, TV, game console.

Allah SWT telah mengajarkan kita sebuah doa untuk diberikan keturunan yang selalu mendirikan sholat, seperti yang termaktub di dalam Al-Quran surah Ibrahim ayat 40.


Amalkan doa tersebut setiap kali selesai sholat, pada waktu dan tempat yang mustajab untuk berdoa, dan pada saat mau tidur kemudian tiupkan ke kepala anak.

Apabila telah dibiasakan sholat sejak dini, maka akan tumbuh rasa tanggung jawabnya untuk menunaikan sholat wajib ketika ia tumbuh dewasa. Insya Allah, menjadi pahala yang terus-menerus mengalir kepada kedua orangtuanya pula.

post by asikaja.net

DETIK-DETIK WAFATNYA SITI KHADIJAH, ISTRI TERCINTA RASULULLAH

Siti Khadijah adalah isteri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada ALLAH dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah dan penyebaran agama Islam.

Siti Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.

PERMINTAAN TERAKHIR

Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW,

“Daku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu”.

“Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung da’wah Islam sepenuhnya” , jawab Rasulullah”

Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,

“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan serbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku”.

Mendengar itu Rasulullah berkata,

“Wahai Khadijah, ALLAH mengirimkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di syurga”.

Ummul mukminin, Siti Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didakapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada disitu.

KAIN KAFAN DARI ALLAH

Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya,

Untuk siapa kain kafan itu, ya Jibril?

Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, Kenapa, ya Jibril?

Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dipenggal dan gugur syahid tanpa kafan dan tak dimandikan sahut Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah,

Wahai Khadijah isteriku sayang, demi ALLAH, aku takkan pernah mendapatkan isteri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. ALLAH maha mengetahui semua amalanmu.

“Semua hartamu kau infaqkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu.

“Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar serban?”.

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Seluruh kekayan Khadijah diserahkan kepada Rasulullah untuk perjuangan agama Islam. Dua per tiga kekayaan Kota Mekkah adalah milik Khadijah. Tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat, tidak ada kain kafan yang dapat digunakan untuk menutupi jasad Khadijah.

Bahkan pakaian yang digunakan Khadijah ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat lusuh dengan 83 tampalan diantaranya dengan kulit kayu.

Rasulullah kemudian berdoa kepada ALLAH.

Ya ALLAH, ya Ilahi Rabbi, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Mententeramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah. Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?

Tiba-tiba Ali berkata, Aku, Ya Rasulullah!

PENGORBANAN SITI KHADIJAH SEMASA HIDUP

Dikisahkan, suatu hari ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, Beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri, Rasulullah bersabda,

“Wahai Khadijah tetaplah kamu ditempatmu” .

Ketika itu Khadijah sedang menyusukan Fatimah yang masih bayi.

Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya. Sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Beliau mengambil Fatimah dari gendongan istrinya lalu diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah keletihan pulang berdakwah dan menghadapi segala caci maki dan fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah.

Rasulullah tertidur. Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menitis di pipi Rasulullah. Beliau pun terjaga. Baginda berkata,

“Wahai Khadijah Mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad?”, tanya Rasulullah dengan lembut.

“Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad?” lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

” Wahai suamiku. Wahai Nabi ALLAH. Bukan itu yang kutangiskan.” jawab Khadijah.

“Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya.

“Wahai Rasulullah. Sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah. Sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberang sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jambatan.

“Maka galilah lubang kuburku, ambilah tulang belulangku. Jadikanlah sebagai jambatan untuk engkau menyeberangi sungai itu supaya engkau dapat berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu.

“Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah”.

Kerana itu, peristiwa wafatnya Siti Khadijah sangat menusuk jiwa Rasulullah. Alangkah sedih dan pedihnya perasaan Rasulullah ketika itu kerana dua orang yang dicintainya yaitu isterinya Siti Khadijah dan pakciknya Abu Thalib telah wafat.

Tahun itu disebut sebagai Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan Rasulullah.

Ilaa hadlratin Nabiyyil musthafa, wa ilaa Khadijah al Kubra, al Fatihah.

Oleh Ustadz Zainul Hakim

Sumber: Kitab Al Busyro, yang ditulis Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al Hasani.

SILA SHARE DAN SEBARKAN

Lihat Terjemahan

Menurut Anda, haruskah anak berprestasi di sekolahnya?

Jangan sampai Anda memaksa seorang anak berhasil dalam bidang yang tidak sesuai dengan minat dan bakatnya.

Memiliki anak dengan segudang prestasi adalah dambaan setiap orang tua. Untuk mewujudkan hal tersebut, kadang orangtua tidak segan-segan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dengan harapan buah hatinya mampu menunjukkan prestasi dan menjadi bintang kelas.

Setujukah Anda dengan hal ini?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ijinkan saya menganalogikan kecerdasan anak seperti kemampuan 3 ekor binatang dalam sebuah cerita fabel di bawah ini.

Ada 3 ekor binatang dengan kemampuan yang berbeda-beda: Kuda dengan kecepatan berlarinya, ikan dengan kecepatan berenangnya dan burung dengan kemampuan terbangnya. Pada suatu hari, ketiga binatang tersebut ikut dalam sebuah perlombaan dan berhasil melewati berbagai macam tantangan, hingga akhirnya mereka tiba di babak final. Untuk bisa menjadi yang terbaik, mereka harus mampu menyelesaikan sebuah pertandingan terakhir untuk keluar jadi pemenangnya.

Pertandingan final ini berbeda dari pertandingan sebelumnya, mereka di minta mengambil sebuah bendera dari dalam sebuah danau yang dalamnya 10 meter. Siapa yang paling cepat mengambil kesepuluh bendera, ia lah pemenangnya.

Anda tentu sudah bisa menebak siapa pemenangnya. Betapa sebuah pertandingan yang tidak adil bagi kuda dan burung untuk bisa mengambil bendera yang terletak di dasar danau. Namun, tidak demikian bagi si ikan, tanpa menemui banyak kendala ia berhasil menyelesaikan lomba dengan catatan waktu terbaik dan berhasil keluar sebagai pemenang.

Kini, kembali mengenai anak-anak kita. Setiap anak terlahir cerdas dengan karunia dan bakat yang berbeda satu dengan lainnya. Unik, dan tidak ada yang serupa. Kompas.com dalam sebuah artikelnya berjudul “_Kemampuan Anak dan Cara Mengembangkannya” menuliskan sedikitnya ada 9 macam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap anak. Ini di antaranya: Kecerdasan Linguistik, kecerdasan matematis, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan musikal, kecerdasan spasial, kecerdasan kinetik, kecerdasan naturalis, dan kecerdasan spiritual._

Dengan berbagai macam kecerdasan yang ada, tentunya satu anak lebih mudah menguasai satu bidang kemampuan dibandingkan dengan yang lainnya. Seperti contoh, Budi memiliki kecerdasan dalam bidang matematika, sedangkan Ratih memiliki kecerdasan dalam bidang musik. Nah, Anda tentu bisa membayangkan tidak mudah bagi Budi untuk bisa menguasai alat-alat musik, sebaliknya tidak mudah bagi ratih untuk menguasai rumus-rumus matematika.

Intan Lolitasari