5 Langkah Mengajarkan Konsep Cita-cita pada Anak

kecenderungan untuk fokus dalam menjalani hidup. Mereka akan tumbuh jadi pribadi yang punya semangat juang tinggi. Karena itu juga, tidak ada salahnya jika Moms mulai mengenalkan konsep cita-cita kepada Si Kecil.

Memasuki usia 4 tahun, Si kecil sudah bisa dikenalkan dengan konsep cita-cita. Di usia itu, Si Kecil umumnya sudah punya cita-cita saat dewasa nanti.

Dikutip dari Biglifejournal.com, ada beberapa langkah yang perlu Moms lakukan untuk membantu Si Kecil mengenal konsep cita-cita. Seperti apa langkahnya? Cari tahu yuk Moms!
Biarkan Mereka Memilih Tujuan atau Cita-cita
Moms bisa mulai bertanya soal tujuan atau cita-cita Si Kecil untuk jangka pendek dan jangka panjang. Moms jangan terlalu ikut campur untuk urusan ini.

Biarkan Mereka Memilih Tujuan atau Cita-cita

Moms bisa mulai bertanya soal tujuan atau cita-cita Si Kecil untuk jangka pendek dan jangka panjang. Moms jangan terlalu ikut campur untuk urusan ini.

Biarkan Si Kecil memilih sendiri tujuan dan cita-citanya. Dengan memilih sendiri, dia tentu punya alasan untuk mewujudkannya.

Moms bisa membantu Si Kecil untuk menentukan tujuan dan cita-cita yang realistis. Tapi ingat lho Moms, hanya membantu mengarahkan, bukan memilihkan.

Diskusikan Tujuan atau Cita-cita Itu

Jika Si Kecil sudah punya tujuan atau cita-cita, Moms bisa mengajaknya berdiskusi.

Tanyakan apa yang membuatnya memilih tujuan atau cita-cita itu, apa keuntungannya nanti, bagaimana dampaknya pada kehidupan nanti, dan apakah tujuan dan cita-cita tersebut bisa jadi cara untuk menolong banyak orang.

 

Urai Tujuan atau Cita-cita itu jadi Langkah-Langkah Kecil

Setelah Si Kecil mantap dengan tujuannya, Moms bisa membantunya untuk mengurainya jadi langkah-langkah kecil untuk sampai ke tujuan tersebut.

Buatlah gambaran langkah apa saja yang harus mereka lakukan untuk bisa sampai ke tujuan atau cita-cita itu.

Diskusikan Hambatan yang Mungkin Muncul

Diskusikan juga hambatan yang mungkin muncul saat Si Kecil mengejar tujuan atau cita-citanya itu.

Moms juga bisa membantu Si Kecil membuat daftar hambatan yang mungkin terjadi dan diskusikan solusi apa yang bisa diambil untuk mengatasi hambatan tersebut.

Hargai Setiap Usaha yang Telah Dilakukan

Ketika Si Kecil mulai punya tujuan atau cita-cita dan mulai berusaha untuk mencapainya, Moms harus berikan penghargaan.

Moms bisa bilang bahwa usaha yang dilakukannya sudah baik atau yang lainnya. Hal itu akan membuat Si Kecil semakin termotivasi karena mendapat dukungan dari Moms.

Anak-anak tentunya memiliki cita-cita yang beragam, oleh sebab itu Moms harus bisa mendukung cita-cita Si Kecil. Selamat mencoba!

(AND)

8 Cara Memotivasi Anak Agar Rajin Belajar

Anak-anak di usia dini memang terkadang sedikit sulit untuk disuruh belajar. Hal itu terjadi karena mereka belum mengetahui apa sebenarnya manfaat dari belajar itu sendiri.

Namun, jika kesulitan tersebut terjadi pada anak-anak yang seharusnya sudah mengerti manfaat belajar, di sinilah orang tua berperan. Orang tua harus memiliki berbagai cara agar dapat mendongkrak semangat anak untuk belajar.

Anak-anak yang sulit untuk belajar dapat berubah jika orang tua dapat mendidiknya atau memotivasinya dengan benar. Bagaimana caranya? Berikut ini 8 cara memotivasi anak agar rajin belajar yang bisa Anda coba mulai dari sekarang.

1. Berikan waktu anak untuk melakukan hobi

Belajar memang penting, tetapi melakukan hal yang disukai juga tak kalah penting. Sekolah, les, dan pekerjaan rumah memang membuat tekanan pada diri anak.

Jika Anda memforsir dia untuk belajar dan belajar setiap hari maka anak Anda bisa stres. Hal ini sangat disayangkan karena usia dia masih muda.

Salah satu cara memotivasi anak agar rajin belajar adalah memberikan dia waktu untuk melakukan hobinya karena dengan keseimbangan antara hobi dan studi dapat membuat keefektifan belajar semakin meningkat.

2. Buat struktur belajar yang baik

Agar anak dapat termotivasi untuk belajar dengan rajin, maka Anda dapat menerapkan pola disiplin, misalnya saja membuat jadwal belajar. Untuk memulai kebiasaan baru yang baik kuncinya hanya satu, yaitu disiplin.

Ketika berada dalam waktu belajar Anda harus membuat tidak ada kegiatan lain selain belajar. Sebagai contoh, Anda Anda tidak boleh bermain game atau berinternet ria saat belajar.

Tak hanya itu, sebaiknya Anda juga memberikan contoh yang baik. Ketika jam belajar, Anda juga jangan bermain HP saja. Hal ini tentu membuat anak Anda semakin termotivasi.

3. Beri pujian

Agar anak Anda semangat untuk belajar, maka Anda bisa memberikan sesuatu, seperti hadiah atau pujian ketika dia berprestasi. Jangan sering memberikan anak hadiah tanpa ada usaha untuk rajin belajar. Hal tersebut akan menyebabkan anak Anda manja dan gampang merengek.

Anak yang mendapat reward ketika berprestasi pasti akan termotivasi dan akan lebih giat ke depannya. Ketika belajar sudah menjadi kebiasaan tanpa disuruh, lambat laun dia akan menemukan apa arti dan manfaat belajar itu sendiri.

4. Lakukan terapi

Apa Anda pernah dengar yang namanya terapi hypnosleep? Hypnosleep menghipnotis anak melalui kata-kata yang kita ucapkan ketika anak tidur. Kata-kata tersebut bisa berupa doa, kata-kata bijak yang memotivasi, atau pujian Anda terhadap anak Anda.

Untuk melakukan terapi hypnosleep ini, pastikan anak Anda telah berada di fase tidur nyenyak. Alam bawah sadarnya akan menangkap kata-kata yang Anda ucapkan.

Walaupun terapi hypnosleep ini masih diperdebatkan, tidak ada salahnya untuk mencoba, bukan?

5. Tidak fokus ke nilai

Mengajari anak geografi

Setiap anak itu berbeda-beda. Mereka mempunyai skill dan kecerdasan di bidang yang berbeda pula. Oleh karena itu, jangan langsung memarahi dan menghakimi anak ketika nilai matematikanya jelek.

Mungkin saja dia memang memiliki kesulitan berhitung tapi kecerdasannya tinggi di bidang ilmu sosial. Misalnya, dia lebih suka bahasa, geografi, atau ekonomi.

Jika Anda memarahi anak karena salah satu mata pelajarannya jelek, maka hal ini dapat membuat anak merasa putus asa. Alih-alaih, Anda sebagai orang tua harus turun tangan. Bantulah anak ketika dia kesulitan matematika dan pantaulah terus bagaimana perkembangan dia.

Pendek kata, untuk memotivasi anak agar rajin belajar, jangan fokus pada nilai tinggi. Namun, fokuslah pada perkembangan cara belajar anak Anda.

6. Masuk ke kehidupannya

Ada banyak alasan kenapa anak Anda malas belajar, mungkin saja mereka kesulitan untuk menerima pelajaran. Untuk itu, jangan langsung memarahi anak ketika dia malas belajar.

Anda sebagai orang tua harus bisa masuk ke kehidupannya. Cari tahu mengapa dia tidak suka pelajaran A, B, dan C. Apakah ada masalah dengan gurunya atau kesulitan tertentu? Jika ya, maka Anda dapat mencari solusi agar masalah tersebut dapat teratasi.

7. Beri dukungan

Dukungan mungkin adalah hal sederhana. Meski demikian, dukungan mempunyai pengaruh besar terhadap pola pikir anak. Oleh karena itu, dukunglah apa pun yang anak Anda lakukan dalammeraih cita-citanya.

Jika Anda memberikan dukungan penuh pada anak, maka secara alamiah anak akan termotivasi untuk belajar atau mendalami hobinya dengan rajin.

Selain itu, akan timbul rasa tanggung jawab dalam diri anak sehingga tanpa perlu Anda suruh pun dia akan belajar dengan sendirinya.

8. Jelaskan manfaat belajar

Jika anak Anda masih malas belajar, maka Anda sebagai orang tua bisa menyampaikan kepada anak apa sebenarnya manfaat dari belajar. Anda jangan menyampaikannya dengan bentakan. Sampaikanlah dengan lembut, penuh pengertian, dan santai.

Berbincang ringan mengenai manfaat belajar dan fungsinya untuk masa depan dapat membuka pikiran anak Anda. Informasikanlah bahwa dengan belajar kita bisa meraih dan mendapatkan apa yang dicita-citakan.

Penutup

Demikianlah 8 cara memotivasi anak agar rajin belajar. Sebagai orang tua Anda perlu memiliki trik khusus atau cara mendidik anak agar tidak malas belajar.

Anda dapat mencoba satu persatu cara di atas yang sekiranya cocok. Semoga artikel ini bermanfaat dan masalah Anda dapat segera teratasi.
sumber tipspengembangandiri.com

5 Cara Menghukum Anak Yang Tidak Dibenarkan Dalam Islam

Mendidik dan membesarkan anak bukanlah perkara yang mudah. Sebagai orang tua, tentu ada saatnya Abi dan Ummi merasa perlu untuk menghukum anak agar ia mengerti bahwa yang dilakukannya tidak benar. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui cara menghukum anak yang tepat agar tidak menyakiti si anak. Di dalam agama Islam, kita diajarkan untuk selalu bersikap lemah lembut dan penuh kasih sayang kepada anak-anak. Namun, ada saatnya orang tua harus bertindak tegas. Tegas bukan berarti galak atau kasar. Tegas di sini adalah orang tua mengatakan dengan jelas hal yang tidak disuka dari anaknya dengan menatap mata anak karena mata adalah jendela hati. Dengan begitu, anak akan mengerti yang dimaksud oleh Abi dan Ummi.

Islam adalah agama yang rinci. Adab dalam mendidik anak pun dijabarkan dalam Islam, di antaranya adalah cara menghukum anak. Berikut akan kami berikan 5 cara menghukum anak yang tidak dibenarkan dalam Islam. Semoga kita tidak termasuk orang yang melakukannya.

1. Memukul Wajah

memukul wajah merupakan cara menghukum anak yang tidak dibenarkan dalam Islam
Memukul wajah tidak dibenarkan dalam Islam (http: dolmanlaw.com)

Rasulullah saw. bersabda, “Jika salah seorang dari kalian memukul, hendaknya dia menjauhi (memukul) wajah,” (H.R. Abu Dawud). Dalam hal ini, bukan berarti kita bebas memukul siapa pun asal tidak mengenai wajah, melainkan hadis ini menegaskan bahwa jika suatu saat kita memerlukan pukulan sebagai hukuman/pendidikan pada orang yang kita kasihi, tidak dibenarkan memukul wajah.

Pemukulan dilakukan pada orang yang memiliki akal, yang mengerti bahwa pukulan tersebut adalah akibat tindakan yang tidak baik sehingga ia tidak akan mengulanginya lagi.

2. Memukul yang Terlalu Keras sehingga Berbekas

Memukul terlalu keras atau menggunakan benda keras dan mengakibatkan tanda/bekas juga tidak diperbolehkan. Rasulullah saw. menjelaskan bahwa makna dari “pukullah” adalah “fadhribuuhunna ghairu mubarrih”, yaitu pukullah dia dengan tanpa membahayakan, seperti bengkak atau berbekas (H.R Muslim).

caramenghukum anak dalam Islam - Parenting Islami
Pukullah di bagian kaki dengan tidak menggunakan benda yang berbahaya.
(http://www.telegraph.co.uk)

3. Memukul dalam Keadaan Sangat Marah

Memukul dalam keadaan marah atau sangat marah juga dilarang. Jika hal ini dilakukan, dikhawatirkan akan lepas kontrol sehingga memukul secara berlebihan. Kemungkinan lepas kontrol dalam keadaan sangat marah terjadi karena kita tengah dikuasai emosi.

Dalam sebuah riwayat diceritakan, dari Abu Mas’ud al-Badri, dia berkata, “(Suatu hari) aku memukul budakku (yang masih kecil) dengan cemeti, maka aku mendengar suara (teguran) dari belakangku, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Akan tetapi, aku tidak mengenali suara tersebut karena kemarahan (yang sangat). Ketika pemilik suara itu mendekat kepadaku, ternyata dia adalah Rasulullah saw. dan beliaulah yang berkata, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’

Aku pun segera melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu daripada kamu terhadap budak ini.’ Aku pun berkata, ‘Aku tidak akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini,’” (H.R. Muslim)father and son

Jangan membentak dalam keadaan sangat marah karena akan melukai perasaan anak (http://2.bp.blogspot.com/)

4. Bersikap Terlalu Keras dan Kasar

Sikap ini jelas bertentangan dengan sifat lemah lembut yang merupakan sebab datangnya kebaikan. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw.“Barang siapa yang terhalang dari (sifat) lemah lembut, (sungguh) dia akan terhalang dari (mendapat) kebaikan,” (H.R.Muslim).

Dari Anas bin Malik, “Aku membantu Nabi selama sepuluh tahun. Demi Allah, beliau tidak pernah berkata kasar kepadaku. Tidak pernah beliau berkata, ‘Mengapa engkau melakukan demikian?’ atau ‘Mengapa tidak engkau melakukan demikian?’” (H.R. Ahmad, Bukhori, Muslim, dan Abu Dawud).

Dengan bersikap keras dan kasar kepada anak, justru kita sedang mengajarkan anak untuk menjadi kasar dan pembangkang. Meskipun masih anak-anak, sebenarnya anak sudah dapat diajak berdiskusi dan mengerti hal yang diinginkan orang tua jika hal tersebut disampaikan dengan lemah lembut, penuh kasih sayang, dan bertukar pikiran.

angry mom
Saat anak melakukan kesalahan, beritahukan kesalahan tersebut dengan cara baik-baik (http://www.mypermatahati.com/)

 5. Menampakkan Kemarahan yang Sangat

Menampakkan kemarahan yang sangat juga dilarang karena bertentangan dengan petunjuk Rasulullah. Rasulullah saw. bersabda, “Bukanlah orang yang kuat itu (diukur) dengan (kekuatan) bergulat (berkelahi), melainkan orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah,” (H.R. Bukhori dan Muslim). Ketika melihat orang tua marah besar, ada kemungkinan anak menjadi takut pada orang tuanya atau menjadi seorang yang tertutup. Bahkan, anak  akan meniru perilaku orang tua, yaitu menjadi anak yang mudah mengumbar amarah.

angry
Jangan membiarkan diri dikendalikan oleh amarah (http://intisari-online.com//)

Semoga kita bisa menjadi orang tua yang lebih baik lagi dalam mendidik dan membesarkan anak-anak kita dan tidak salah dalam menggunakan cara menghukum anak sehingga tidak menyakiti anak. Aamiin.

ssumber abiummi.com

Stop Bilang “Jangan Menangis” Kepada Anak

Mendidik anak memang tak mudah. Perkataan yang kelihatannya sepelepun bisa berdampak negatif pada psikologis anak.

Contohnya, saat si kecil asyik bermain kejar-kejaran, kakinya tidak sengaja menendang sesuatu yang membuatnya kesakitan dan menangis. Lantas, Moms mengatakan “Jangan menangis, Sayang…” untuk meredakan tangisan si kecil. Berhasilkah? Atau malah membuatnya semakin memperkeras tangisannya?

Berikut adalah beberapa perkataan yang sering orangtua ucapkan pada buah hatinya, namun perlu Moms hindari mulai sekarang:

Pergi sana! Jangan ganggu Mama!

Ketika sedang sibuk, si kecil datang menghampiri Moms untuk mengajak bermain. Tanpa memberikan penjelasan, Moms langsung menyuruhnya pergi dan mengatakan bahwa kehadirannya mengganggu Moms saat itu.

Ketahuilah bahwa Moms telah menyakiti hatinya dengan perkataan itu. Si kecil mungkin akan pergi menjauh dari Moms dengan rasa kecewa dan kesal. Hentikan mengatakan ini. Lebih baik Moms berusaha menjelaskan mengapa Moms tidak dapat menemaninya bermain saat ini dan meminta waktu untuk menyelesaikan pekerjaan Moms.

Kamu sangat…

Memberikan label pada anak-anak akan membuat mereka berpikir demikian. Misalnya, saat orangtua memberikan label negatif pada anaknya mereka akan berpikir bahwa seperti itulah dirinya dan tak membuatnya jadi tidak percaya diri. Misalnya, “Kamu sangat nakal!” atau “Si Pemalu”. Dua hal ini secara tidak langsung akan menempel pada diri anak.

Si kecil yang diberikan label nakal oleh orangtuanya merasa itu adalah hal yang wajar jika dia melakukan kenakalan lagi. Sementara itu, si kecil yang diberikan label pemalu oleh orangtuanya akan sulit mengembangkan dirinya karena orang lain akan mengenalnya sebagai pemalu.

Jadi, saat dia melakukan sesuatu yang mengagumkan, orang akan berkata “Enggak disangka, si pemalu ini ternyata…”. Hal ini justru akan membuat kepercayaan dirinya sulit berkembang karena ekspektasi orang-orang menganggap dirinya tidak akan bisa.

Anak pintar!

Sama halnya seperti memberi label negatif, terlalu sering memuji anak dengan melabelinya anak paling pintar, paling cantik, dan sebagainya akan membuatnya haus akan pujian dan secara tidak sadar akan berpengaruh buruk bagi perkembangan mental anak kelak.

Tidak ada salahnya memuji anak, hal itu memang perlu, namun jangan terlalu sering memberikan pujian untuk hal-hal kecil. Ketika anak berhasil menghabiskan makanannya, jangan katakan “Anak pintar…”. Moms dapat mengucapkan terima kasih atau mengangkat ibu jari Moms sebagai simbol positif bahwa dia telah menyelesaikan apa yang harus dia selesaikan sewajarnya.

Jangan menangis

Variasi lainnya adalah “Jangan sedih” atau “Jangan takut”. Ketahuilah bahwa perasaan sedih, takut, dan menangis adalah emosi wajar yang dapat dirasakan oleh manusia. Moms tidak dapat menyuruhnya untuk tidak menangis, tidak takut, dan tidak bersedih hanya dengan melarangnya. Moms dapat membahagiakannya dengan menghiburnya agar tidak menangis dan mengajarinya untuk berani agar tidak takut.

Kenapa kamu tidak bisa seperti kakakmu?

Sadarkah Moms, hal ini sering dilakukan orang tua? Hal ini sama seperti membandingkan anak dengan teman sebayanya. Misalnya, “Nak, lihat deh, dia saja sudah bisa memakai baju sendiri,” atau “Raka bisa dapat ranking di kelas. Kenapa kamu tidak?”.

Tidak salah jika orangtua berharap anaknya cepat mempelajari suatu hal dengan baik. Akan tetapi, membanding-bandingkan anak tidaklah baik. Jangan biarkan anak Moms tumbuh menjadi anak yang iri dan tertekan atas perkataan Moms. Lebih baik, ganti kalimat tersebut dengan “Wah, kamu sudah bisa memakai baju sendiri!”.

Memuji atau menyinggung perasaan anak secara berlebihan dapat mengganggu perkembangan mental mereka. Berhati-hatilah setiap berucap kepada anak Moms karena mereka akan bertumbuh sesuai apa yang Moms ajarkan.

Apakah Moms sering mengucapkan kata-kata tersebut kepada anak? Bagaimana respons anak saat mendengar ucapan tersebut?

sumber orami.co.id

Menyiapkan anak laki-laki mimpi basah ( Aqil Baligh)

Dear Parents…
Tahukah anda, bahwa anak laki-laki yang belum baligh dijadikan
sasaran tembak bisnis pornografi internasional ?
Mengapa demikian ?
Karena anak laki-laki cenderung menggunakan otak kiri dan alat
kemaluannya berada di luar. Di berbagai media (Komik, Games,
PS, Internet, VCD, HP), mereka menampilkan gambar-gambar
yang mengandung materi pornografi, melalui tampilan yang dekat
dan akrab dengan dunia anak-anak.
Dengan berbagai rangsangan yang cukup banyak dari media-
media tersebut, dan asupan gizi yang diterima anak-anak dari
makanannya, hormon testosterone di dalam tubuh bergerak 20
kali lebih cepat. Sehingga, testis mulai memproduksi sperma. Dan
kantung sperma menjadi penuh. Karena itu, anak laki-laki kita
dengan mudahnya mengeluarkan mani lebih cepat dari yang
lainnya dan kadang-kadang, dengan banyaknya ‘rangsangan’ dari
berbagai media tersebut, mereka tidak perlu dengan bermimpi !

Dear Parents…
Menyiapkan anak kita memasuki masa baligh adalah tantangan
besar bagi kita sebagai orang tua. Kelihatannya sepele, namun
sangat penting bagi mereka untuk mengatahui seputar masa
baligh agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang memiliki
seksualitas yang sehat, lurus dan benar. Memang banyak kendala
yang kita hadapi : tabu & saru, bagaimana harus memulainya,
kapan waktu yang tepat untuk memulai, sejauh mana yang harus
kita bicarakan, dan lain-lain. Memang tidak mudah untuk
mendobrak kendala-kendala tersebut, namun jika kita tidak
melakukannya sejak dini, bisa jadi mereka mendapatkan
informasi-informasi yang salah dari sumber yang tidak jelas.
Jadi, salah satu kewajiban orang tua adalah menyiapkan putra
putrinya memasuki masa puber / baligh. Biasanya anak
perempuan yang lebih sering dipersiapkan untuk memasuki masa
menstruasi. Jarang, para ayah yang menyiapkan anak laki-lakinya
menghadapi mimpi basah. Ini adalah tanggung jawab Ayah untuk
membicarakannya kepada mereka.
Mengapa harus ayah ? Karena anak laki-laki yang berusia di atas 7
tahun, membutuhkan waktu yang lebih banyak dengan ayahnya,
dari pada dengan ibunya. Dan jika bicara seputar mimpi basah,
ibu tentu tidak terlalu menguasai hal-hal seputar mimpi basah
dan tidak pernah mengalaminya bukan ? Namun, bila karena satu
hal, ayah tak sempat dan tidak punya waktu untuk itu, ibu-lah
yang harus mengambil tanggung jawab ini.

Tips Menyiapkan Anak Laki-laki Menghadapi Mimpi Basah
Untuk pertama kali, kita akan membicarakan tentang apa itu
mimpi basah, dan bedanya mani dengan madzi, dan apa yang
harus dilakukan jika keluar cairan tersebut. Agar anak bisa
membedakan antara mani dengan madzi, persiapkan terlebih
dahulu alat-alatnya :
– Untuk mani : Aduk kanji/tepung sagu dengan air, jangan terlalu
encer, hingga masih ada butir-butir kecilnya. Beri sedikit bubuk
kunyit, hingga menjadi agak kuning. Taruh di wadah/botol.
– Untuk madzi : Beli lem khusus, seperti lem UHU.
Berikutnya siapkan waktu khusus dengan anak untuk
membicarakannya. Apa saja yang harus disampaikan :
– Pertama, sampaikan kepada mereka bahwa saat ini mereka
telah tumbuh berkembang menjadi remaja, dengan adanya
perubahan-perubahan pada fisik mereka. Dan sebentar lagi
mereka akan memasuki masa puber / baligh.
Contoh : “Nak.. ayah lihat kamu sudah semakin besar saja ya..
Tuh coba lihat tungkai kakimu sudah semakin panjang, suaramu
sudah agak berat. Waah..anak ayah sudah mau jadi remaja nih.
Nah, ayah mau bicarain sama kamu tentang hal penting
menjelang seorang anak menjadi remaja atau istilahnya ia
memasuki masa puber / baligh”
– Di awal, mungkin mereka akan merasa jengah dan malu.
Namun, yakinkan kepada mereka, bahwa membicarakan masalah
tersebut merupakan tanggung jawab kita sebagai orang tua, yang
nanti akan ditanyakan oleh Allah di akhirat.
– Ketika berbicara dengan anak laki-laki yang belum baligh,
gunakan the power of touch.
Sentuh bahu atau kepala mereka. Hal ini telah dicontohkan oleh
Rosulullah Muhammad yang sering mengusap bahu atau kepala
anak laki-laki yang belum baligh.
Hal ini dapat menumbuhkan
keakraban antara ayah dengan anak. Jika sudah baligh, mereka
tidak akan mau kita sentuh.

– Gunakan juga jangkar emosi (panggilan khusus, yang bisa
mendekatkan hubungan kita dengan anak), misalnya: nak, buah
hati papa, jagoan ayah, dan lain-lain.
– Sampaikan kepada anak kita :
Tentang mimpi basah & mani
• Bahwa karena ia telah memiliki tanda-tanda / ciri-ciri memasuki
masa puber, maka pada suatu malam nanti, ia akan mengalami
mimpi sedang bermesraan dengan perempuan yang dikenal
ataupun tidak dikenal. Dan pada saat terbangun, ia akan
mendapatkan cairan yang disebut mani. (Kita beri tahukan kepada
mereka contoh cairannya, yaitu cairan tepung kanji yang telah kita
persiapkan). Peristiwa itu disebut mimpi basah.
• Jika seorang anak laki-laki telah mengalami mimpi basah,
tandanya ia sudah menjadi seorang remaja / dewasa muda. Dan
mulai saat itu, ia sudah bertanggung jawab kepada Tuhan atas
segala perbuatan yang ia lakukan, baik berupa kebaikan maupun
keburukan. Pahala dan dosa atas perbuatannya itu akan menjadi
tanggungannya. Dalam agama Islam, ia disebut sudah mukallaf.
• Beritahukan kewajiban yang harus dilakukan setelah mengalami
mimpi basah (sesuai dengan ajaran agama masing-masing).Dalam
Islam, orang yang mimpi basah diwajibkan untuk mandi besar /
mandi junub, yaitu :
1. Bersihkan kemaluan dari cairan sperma yang masih menempel.
2. Cuci kedua tangan.
3. Berniat untuk bersuci (“Aku berniat mensucikan diri dari
hadats besar karena Allah”). Minta ia untuk melafalkannya.
4. Berwudhu.
5. Mandi, minimal menyiram air ke bagian tubuh sebelah kanan
tiga kali, dan ke bagian sebelah kiri sebanyak tiga kali, hingga
seluruh anggota tubuh terkena air.
6. Cuci kaki sebanyak tiga kali.
• Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa
yang telah kita sampaikan.
Tentang madzi
• Jika ia melihat hal-hal / gambar-gambar yang tidak pantas dilihat
oleh anak (gambar yang tak senonoh), maka bisa jadi, ia akan
mengeluarkan cairan yang disebut madzi. (Kita beri tahukan
kepada mereka contoh cairannya, yaitu lem UHU).
• Cara membersihkannya cukup dengan : mencuci kemaluan,
mencuci tangan lalu berwudhu.
• Ingatkan kepadanya, jika ia tidak melakukannya, ia tidak bisa
sholat dan tidak bisa membaca Al Qur’an.
• Setelah kita terangkan, minta kepadanya untuk mengulangi apa
yang telah kita sampaikan.
Hal penting yang harus kita ingat sebelum membicarakan masalah
ini kepada anak adalah kita berlatih dahulu bagaimana cara
menyampaikannya. Mengapa ? Agar komunikasi yang akan kita
lakukan tidak tegang, dan berjalan dengan hangat. Agar anak
merasa nyaman dan ia dapat menerima pesan yang kita
sampaikan dengan baik.
Selamat mencoba …

-Elly Risman- —”” facebook.com

Hak-hak anak dalam pandangan Al-Quran

Berbicara tentang anak berarti berbicara tentang tanggung jawab orang tua dalam mengasuh anaknya. Menagasuh anak bukan sekedar membesarkannya untuk tumbuh sehat, namun anak juga mempunyai hak lain yang wajib dipenuhi oleh orang tua. Hak anak dalam keluarga adalah hak sebelum lahir dan hak sesudah lahir, yang pembahasannya adalah sebagai berikut.

Hak Anak Sebelum Lahir

Islam memperhatikan masalah anak tidak hanya setelah anak dilahirkan, tetapi bahkan sejak anak itu belum merupakan suatu bentuk. Syariat Islam memberikan perlindungan yang sangat besar terhadap janin yang berada dalam rahim ibu, baik perlindungan jasmaniah maupun rohaniyah sehingga janin tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik yang pada akhirnya lahir ke dunia dengan sempurna.

Allah SWT (dengan ke Maha Pemurahan-Nya) juga meringankan pelaksanaan  berbagai kewajiban bagi ibu hamil, seperti kewajiban berpuasa pada bulan Ramadhan, jika dengan mengerjakannya dapat menimbulkan madharat terhadap janin atau bayi (sesudah lahir). Akan tetapi dia wajib menggantinya setelah illatnya itu hilang.

Hak Anak Sesudah Lahir

Islam sangat serius dalam memberikan perlindungan kepada anak. Hal ini dibuktikan dengan pemberian  hak-hak yang begitu banyak demi menjamin petumbuhan dan perkembangan anak hingga menjadi manusia yang sempurna, baik jasmani maupun rohanai. Di antara hak-hak anak adalah sebagai berikut :

1. Hak Anak Untuk Mendapatkan Pengakuan dalam Silsilah Keturunan

Pengakuan dalam silsilah dan keturunan disebut juga dengan keabsahan. Keabsahan adalah sentral bagi pembentukan keluarga dalam Islam. Setiap anak muslim mempunyai hak atas legitimasi (keabsahan), yakni dipanggil menurut nama ayah yang diketahui.   Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 5.

Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapakbapak mereka, itulah yang lebih adil pada sisi Allah dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka (panggilah mereka sebagai) saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

2. Hak Untuk Hidup

Hak hidup adalah suatu fithrah. Tiada suatu makhlukpun yang dapat memberikan kematian kepada yang lain, sebab itu hanya milik Allah sang pencipta, tidak ada perubahan dan pergantian bagi sunnah (ketetapan Allah).  Islam melarang penghilangan nyawa anak dengan alasan apapun,baik karena kemiskinan atau alasan lain. Sesuai dengan firman Allah swt dalam Al-Quran.

“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, kami akan memberi rizki kepadamu dan kepada mereka.” (Al- An Am :15)

Islam menyuruh seluruh umat manusia agar senantiasa menjaga hak hidup anak kecil atau bayi, baik yang orang tuanya muslim ataupun non muslim, makanya dalam setiap pertempuran, Islam melarang seluruh kaum muslim membunuh kaum hawa dan anak-anak.

3. Hak Mendapatkan Nama yang Baik

Syariat Islam mewajibkan kepada orang tua untuk memberikan nama yang baik bagi seorang anak, karena nama dalam pandangan Islam memiliki arti penting dan pengaruh besar bagi orang yang menyandangnya. Selain itu nama akan selalu melekat dan berhubungan erat dengan dirinya, baik semasa dia hidup maupun sesudah mati. Nama itu sendiri merupakan tali pengikat yang amat kuat dengan semua tali keturunannya

4. Hak Anak Untuk Menerima Tebusan (Aqiqah)

Syariat Islam sangat memperhatikan dalam melindungi anak, salah satunya adalah dengan mengajak pemeluknya untuk mengeluarkan harta sebagai pengungkapan rasa suka cita atas lahirnya seorang anak, yaitu dengan mengajak umat Islam untuk menyajikan tebusan dari anak yang baru saja lahir dan membatasinya dengan seekor kambing untuk anak perempuan  dan dua ekor kambing untuk anak laki-laki. Selanjutnya syariat Islam lebih mengutamakan agar aqiqah itu dilaksanakan pada hari ke tujuh dari tanggal kelahirannya.

Ada banyak ayat-ayat yang diperkuat oleh hadist rasul yang memberi petunjuk tentang disyariatkannya aqiqah. Salah satu hadits yang mensyariatkan aqiqah adalah hadist yang diriwayatkan oleh Turmudzi yang Terjemahannya:

Hadis Ali bin Hujri mengabarkan kepada Ali bin Mushiri dari Ismail bin Muslim dari hasan dari Sumarah bekata: “Rasulullah SAW menyatakan bahwa” setiap anak tergadai dengan “aqiqah” yang harus disembelih pada hari ke tujuh (setelah kelahirannya) dan memberikan nama bersamaan dengan mencukur rambut”. (HR. Turmudzi).

5. Hak Akan Penyusuan

Bagaimanapun juga, mendapat ASI adalah hak tiap anak, mustahil seorang bayi meminta atau menuntut haknya yang satu ini. Karena bayi belum mempunyai kekuatan apapun. Orang tualah yang seharusnya menyadari bahwa memberikan ASI pada bayinya adalah sebuah kewajiban dan bentuk tanggung jawab.

Dalam Al-Qur’an  Allah SWT. Telah berfirman dalam surat Lukman :  14  sebagai berikut:

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حَمَلَتۡهُ أُمُّهُۥ وَهۡنًا عَلَىٰ وَهۡنٖ وَفِصَٰلُهُۥ فِي عَامَيۡنِ أَنِ ٱشۡكُرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيۡكَ إِلَيَّ ٱلۡمَصِيرُ ١٤

Terjemahannya: Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

Menurut Abu Suja’, apabila seorang perempuan memberikan ASInya kepada seorang anak maka anak yang menyusui tersebut menjadi anaknya, tetapi harus memenuhi dua syarat yaitu 1) Apabila anak yang disusui tersebut berusia kurang dari dua tahun. 2) Apabila Anak telah menyusui lima kali secara terpisah-pisah

6. Hak Anak Untuk dijaga Kebersihannya

Dalam rangka melindungi kesehatan dan pertumbuhan anak, syariat Islam mengajak kepada para pemeluknya untuk melaksanakan sejumlah kegiatan yang diperkirakan mampu melindungi, menjaga dan menjamin keselamatan anak dari berbagai penyakit serta mencegah segala hal yang mampu mengganggu pertumbuhannya.

Apabila syariat Islam mengajak kepada kebersihan maka tak aneh bila menghilangkan kotoran dan penyakit dari anak itu merupakan suatu kewajiban. Sebagai contoh adalah berkhitan, mencukur rambut dan selalu menjaga kebersihan tubuh anak setiap saat. Menjaga Kebersihan Anak Yaitu menjaga kebersihan tubuh dan menghilangkan kotorankotoran pada tubuhnya.

7. Hak Anak Untuk Mendapatkan Pengasuhan

Hak anak untuk mendapatkan pengasuhan disebut dengan hadhanah. Pengertian hadhanah menurut bahasa adalah mengumpulkan sesuatu kepada dekapan. Sedangkan hadhanah dalam ilmu fiqih adalah kewajiban terhadap anak untuk mendidik dan melaksanakan penjagaan serta menyusun perkaraperkara yang berkaitan dengannya apabila antara suami dan istri berpisah(bercerai) dan yang berhak merawat anak tersebut adalah pihak istri sampai umur 7 tahun, setelah itu anak disuruh memilih antara ayah dan ibunya.

8. Hak Anak Untuk Menerima Nafkah

Dalam hal ini syariat, Islam memerintahkan kepada setiap orang yang berkewajiban menunaikannya (memeberi nafkah) agar melaksanakan hal tersebut dengan sebaik-baiknya dan melarang dengan keras mangabaikan hak anak tersebut.

Orang tua di samping memberikan pendidikan mental spiritual atau kerohanian, orang tua juga berkewajiban memberikan makan dan minum (material) kepada anak-anaknya dengan makanan-makanan yang halal dan dihasilkan dari yang halal pula. Terjemahannya barang (dzatnya makanan itu) halal dan cara mendatangkan atau menghasilkannya juga dengan cara halal. Itulah kewajiban orang tua terhadap anak-anaknya, agar kelak menjadi generasi yang taqwa penuh tanggung jawab dan anak salih atau shahih. Makanan yang halal akan mempengaruhi perkembangan tubuh anak, demikian juga makanan  haram akan mempengaruhi perkembangan tubuh anak.

Pemberian nafkah ini sesuai dengan kemampuan dari orang tua dan secukupnya, tidak boleh berlebih dan juga tidak boleh sebaliknya. Berlebilebihan dalam memberi nafkah kepada anak berpeluang untuk berperilaku menyimpang dari norma-norma agama. Kikir dalam memberi nafkah dapat menyebabkan anak berprilaku tidak terpuji, seperti mencuri.

9. Hak Anak Untuk Mendapatkan Pendidikan

Tanggung jawab mendidik anak sudah dimulai ketika seseorang memilih istri, sejak dalam kandungan hingga anak itu lahir sampai ia dewasa.  Menurut Ibnu Qoyyim, tangung jawab pendidikan itu dibebankan di atas pundak seorang ayah, baik di dalam rumah (keluarga) maupun di luar rumah, kaum bapaklah yang berkewajiban mendidik anak-anaknya.

Allah SWT. telah memerintahkan kepada setiap orang  tua untuk mendidik anak-anak mereka dan bertanggung jawab dalam pendidikannya, sebagaimana firman-Nya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ ٦

Terjemahannya: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS Al-Tahrim : 6)

Menurut Abudin Nata ayat tersebut berbicara tentang pentingnya membina keluarga agar tehindar dari siksaan api neraka ini tidak hanya hanya semata-mata di artikan api neraka yang ada di akhirat nanti, melainkan juga termasuk pula berbagai masalah dan bencana yang menyedihkan  dan merusak citra pribadi seseorang.

Penutup

Anaka memiliki hak yang sama di depan orang tua, mereka tidak boleh dibeda-bedakan. Ini anak yang tertua, ini anak yang kedua dan seterusnya hingga anak yang bungsu. Memberika hak-hak anak dalam bentuk yang berbeda akan membuat anak merasa kerdi di dalam keluarga dan akan berefek buruk krtika dia berada di masyarakat kelak.

Semua hak-hak anak wajib ditunaikan oleh orang tua, mereka adalah tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan, karena suatu saat akan dimintai pertanggung jawaban di akhirat. Jika anak di abaikan, maka masa depannya akan menjadi suram. Wallahu a’lam.

By Media Al Balagh lensaalbalagh.com

Ini Manfaat Anak Suka Bermain Peran

Anak mana yang tidak suka bermain? Setiap anak menganggap tak ada yang lebih menyenangkan daripada bermain. Salah satu permainan yang disukai anak-anak dan mungkin pernah juga Anda alami saat kecil dulu, adalah bermain peran atau bermain ‘pura-pura’.

Saat bermain peran, anak-anak seakan masuk ke dalam dunianya sendiri, yang penuh keajaiban, dan petualangan seperti yang dialami oleh karakter favoritnya di TV. Dan tak jarang kita, para orang tua, diajak ikut masuk ke dalamnya.

Jika anak mengajak bermain peran, jangan buru-buru merasa malas dan menolaknya, Ma. Sebab, menurut banyak ahli, bermain peran bukanlah permainan tanpa makna, namun justru penting bagi perkembangan emosional, mental, intelektual, bahkan fisik anak. Nah, di bawah ini ada beberapa manfaat dari bermain peran yang perlu diketahui:

1. Membangun kepercayaan diri                                                                                     Dengan berpura-pura menjadi apapun yang anak inginkan, misalnya putri atau superhero, dapat membuat anak dapat “merasakan” sensasi menjadi karakter-karakter tadi sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dirinya.

2. Mengembangkan kemampuan bahasa                                                                    Saat bermain peran, anak pastinya akan berbicara seperti karakter atau orang yang diperankannya. Hal ini dapat memperluas kosakata anak dan melatihnya berpidato. Sering mengulangi dialog yang biasa ia dengar dari sebuah adegan dapat membuat anak lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan mengekspresikan diri.

3. Meningkatkan dan kreativitas akal
Saat bermain peran, kreativitas anak akan terbawa keluar, sehingga anak menjadi banyak akal saat mencoba membangun dunia impiannya. Misalnya, kardus-kardus dibuat menjadi istana, bayangan-bayangan dari jari-jarinya yang bermain menjadi bentuk hewan, dan sebagainya.

4. Membuka kesempatan untuk memecahkan masalah
Pada situasi tertentu saat bermain peran, pikiran anak akan terlatih untuk menemukan solusi jika ada masalah terjadi. Misalnya, ketika boneka bayinya ditidurkan, anak akan menyadari bahwa bayi butuh selimut untuk tetap hangat. Denga memecahkan msalah saat bermain dapat membantu membangun kepercayaan diri anak saat nantinya harus mengatasi masalah di kehidupan nyata.

5. Membangun kemampuan sosial dan empati
Dalam bermain peran, anak sedang menempatkan dirinya dalam pengalaman menjadi orang lain. Menghidupkan kembali sebuah adegan bisa membantu dia menghargai perasaan orang lain sehingga dapat membantunya mengembangkan empati. Selain itu, karena bermain peran lebih menyenangkan dilakukan bersama teman, anak dapat belajar berkomunikasi, bergiliran, dan berbagi peralatan atau mainan bersama temannya.

6. Memberi mereka pandangan positif
Anak-anak memiliki imajinasi yang tidak terbatas. Bermain peran dapat membantu anak bermimpi dan berusaha mencapai mimpi dan cita-citanya.

sumber parenting.co.id

Wajib Coba! 5 Permainan Seru untuk Mengasah Kreativitas Anak

Pada zaman modern ini, jenis-jenis permainan untuk anak memang semakin beragam dan canggih. Semakin banyak anak usia dini yang pandai mengoperasikan gawai dan senang memainkan games. Hal ini wajar, Mam karena pada kenyataannya kita sekarang hidup dalam zaman digital. Namun, alangkah baiknya jika Mam juga melengkapi jenis-jenis permainan untuk anak dengan yang simpel, spontan, dan tidak perlu melibatkan teknologi.

Permainan kreatif untuk anak tidak harus yang mahal atau canggih, Mam. Hal terpenting adalah permainan tersebut dapat membuat anak gembira serta merangsang kemampuan motorik, emosional, sosial, bicara, dan daya berpikirnya.

Alat permainan edukatif terbagi menjadi dua, yang bersumber dari pabrik dan dari lingkungan. Alat yang kedua tidak harus berupa mainan. Benda-benda di sekitar atau barang yang sudah tidak terpakai, bisa dijadikan alat permainan untuk anak.

Tahukah Mam? Setidaknya ada lima manfaat permainan bagi perkembangan anak:

  • Melatih motorik kasar dan halus anak sehingga otot-otot tubuhnya akan terbentuk secara baik, sehat, dan seimbang.
  • Melatih sosio-emosional anak karena ia memiliki teman. Permainan juga dapat mendekatkan hubungan dengan orang tua dan merangsang si Kecil untuk berkomunikasi dua arah.
  • Melatih kemampuan kognitif anak. Melalui permainan, si Kecil akan belajar, mengenal, berkomunikasi, dan mengalami objek baru.
  • Melatih kepribadian. Dengan bermain, anak dapat berinteraksi dengan teman sebayanya. Interaksi dengan teman akan melatih si Kecil untuk bersikap jujur, sportif, dan ramah agar dapat diterima dan bekerja sama dengan mereka.
  • Melatih kreativitas. Melalui permainan, si Kecil akan memiliki ruang untuk berimajinasi, mengeksplorasi, dan memanipulasi alat permainannya. Eksplorasi ini secara perlahan akan mengasah kemampuan dan kreativitas si Kecil.

Berikut lima ide permainan untuk anak yang bukan hanya seru, melainkan juga dapat mengasah kreativitas si Kecil:

1. Tebak Suara

Alat yang dibutuhkan:

Kertas berisi daftar gambar dari sumber suara yang akan dicari oleh si Kecil. Mam dapat membuatnya berdasarkan tema tertentu, misalnya kendaraan atau hewan.

Cara bermain:

  • Ajak si Kecil berjalan-jalan di sekitar rumah. Minta ia untuk mendengarkan dengan saksama suara yang didengarnya.
  • Bila si Kecil bilang mendengar suara tertentu, misalnya burung, minta ia untuk memberi centang pada gambar sesuai sumber suara tersebut di kertas gambar yang sudah Mam buat sebelumnya.
  • Ulangi proses ini sampai seluruh gambar telah tercentang.

2. Es Pelangi

Alat yang dibutuhkan:

Cetakan es batu, air, beberapa pewarna makanan cair.

Cara bermain:

  • Ajak si Kecil menuang air di cetakan es batu hingga setengah penuh di setiap kotaknya.
  • Setelah semua kotak terisi, minta si Kecil untuk meneteskan aneka pewarna makanan di setiap kotak. Aduk setiap kotak dengan telunjuk hingga warnanya menjadi rata. Simpan cetakan di freezer selama 1-2 jam.
  • Keluarkan cetakan es batu dari freezer dan biarkan si Kecil bermain dengan es warna-warni hasil karyanya.

3. Gelembung Ular

Alat yang dibutuhkan:

Botol plastik kecil bekas, handuk kecil atau kaus kaki, 1 karet gelang, beberapa pewarna makanan, sabun cuci piring cair, air, gunting, wadah kecil.

Cara bermain:

  • Gunting bagian bawah botol hingga bolong.
  • Tutupi alas botol yang bolong dengan handuk atau kaus kaki. Lilitkan dengan karet gelang agar handuk tidak copot.
  • Teteskan pewarna makanan beraneka warna secara melingkar pada handuk yang kini telah menjadi alas botol.
  • Tuang sedikit air dan sabun cuci piring di wadah, aduk.
  • Celupkan bagian alas botol yang sudah ditutupi handuk ke dalam wadah, lalu angkat.
  • Lepaskan tutup botol, lalu tiup kencang, dan keluar lah gelembung ularnya.

4. Goresan Rahasia

Permainan ini tidak  membutuhkan alat khusus.

Cara bermain:

  • Minta si Kecil duduk memunggungi Mam. Lalu, buat goresan di punggungnya menggunakan tangan atau alat tertentu, seperti alat pemijat atau spidol (tidak dibuka). Mam bisa menggoreskan angka, huruf, atau bentuk. Minta si Kecil untuk menebak goresan apa yang Mam buat.
  • Selain di punggungnya anak, Mam juga bisa memainkan permainan ini di lengan, telapak tangan, telapak kaki, atau paha anak.

5. Bermain Pura-pura

Permainan ini tidak membutuhkan alat khusus dan dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Saat di rumah, Mam bisa mengajak si Kecil untuk berpura-pura menjadi penyanyi, dokter, guru, dan sebagainya. Botol losion atau remote televisi dapat dijadikan mikrofon, dan ia dapat berdiri di atas bangku yang ceritanya adalah panggung.

Mam bisa juga melakukan permainan ini saat sedang berbelanja di supermarket. Sambil memilih-milih belanjaan, si Kecil dapat berpura-pura menjadi penjual yang menawarkan barang jualannya kepada Mam. Selain mengasah kreativitas karena ia belajar bermain dengan memanfaatkan benda yang ada di sekelilingnya, permainan ini juga dapat membangun kekompakan antara Mam dan anak.

Selain kelima permainan di atas, masih ada banyak ide lain tentang berbagai permainan untuk membangkitkan sensorik anak, mengasah akal pintarnya, serta membuatnya aktif bergerak. Tak hanya bermanfaat mendukung kepintaran si Kecil, permainan untuk anak tersebut juga baik untuk meningkatkan kedekatan Mam dengannya.

sumber wyethnutrition.co.id

Kecintaan dan Kerinduan Seorang Ibu

Ibu, sosok istimewa yang memiliki kedudukan mulia sehingga Islam menempatkannya secara mengagumkan. Ibu yang bertaqwa dan shalihah akan selalu mencintai anak-anaknya, merindukannya ketika jarak memisahkan mereka bahkan sering kali ia memiliki harapan besar demi kebahagiaan buah hatinya meski sang anak terkadang membuatnya gundah gulana. Bahkan di dunia hewan pun perasaan kasih sayang pun Allah tumbuhkan sebagaimana hadits berikut.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu‘anhu, ia menuturkan: “Kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dalam sebuah perjalanan. Di tengah perjalanan, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam hendak buang hajat. Tiba-tiba kami melihat seekor burung yang sedang bersama anaknya. Lalu kami mengambil kedua anaknya, induknya kemudian datang sambil membentangkan kedua sayapnya. Mendadak Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam muncul lalu berkata : “Siapa yang membuat burung ini risau karena anaknya diambil? Kembalikan lagi anak-anak burung itu kepada induknya!” (HR. Ibnu Majah no. 2329, dishahihkan Al Albani dalamAs-Silsilah Ash-Shaiihah no. 487).

Secara fitrah pun hubungan ibu dengan anaknya sangat erat, bahkan terkadang ada kontak batin yang sangat kuat seperti ketika seorang ibu merasakan hatinya gelisah atau berbagai perasaan dan suasana hati tertentu tatkala anaknya yang tidak didekatnya tengah sakit atau ada perkara yang tidak mengenakkan.

Sejatinya Allah memberi kelembutan hati dan rasa cinta mendalam seorang ibu. Itulah perasaan keibuan yang akan membuatnya gembira, sabar dalam menghadapi cobaan hidup dan ia menderita tatkala dipisahkan dari anaknya.

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu’anhu bahwa seorang wanita berkata: ”Wahai Rasulullah, sesungguhnya anakku ini akulah yang mengandung, menyusui, dan mengasuhnya, sedangkan ayahnya telah menceraikan aku dan ingin merebutnya dari tanganku”. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda kepadanya :

آَنْتَ أَحَقُّ بِهِ مَالَمْ تَنْكِحِىْ

“Kamu lebih berhak terhadap anakmu itu selama kamu belum menikah (lagi).”

(HR. Abu Daud no. 1991, dishaihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud).

Ada sebuah kisah menggetarkan jiwa betapa seorang ibu lembut hatinya dan sangat mencintai seseorang yang mirip sekali dengan anaknya. Syaih At-Thanthawi rahimahullah menyebutkan sebuah kisah nyata seorang temannya yang bekerja sebagai pengacara di sebuah kantor kehakiman besar di India. Ia berkata, ”Temanku itu menceritakan kepadaku, suatu hari aku memasuki sebuah pasar. Aku melihat seorang wanita tua, yang rumahnya berada di dalam pasar tersebut. Wanita tua itu memegang tanganku dan membawaku ke rumahnya. Ia menjamuku sebagai tamu istimewa yang belum pernah aku mendapati sepertinya. Setelah selesai bertamu, maka aku meminta izin untuk pergi, wanita itu berkata : ‘Tak mengapa, wahai Nak, saya mohon jangan segan mengunjungiku setiap engkau pergi ke pasar ini’”.

Temanku itu kembali bercerita. “Aku bertanya kepada wanita tua itu. ‘Wahai Bibi, apa yang telah mendorongmu menjamu dan menghormati seseorang yang antara dirimu dan dirinya tidak saling kenal dan tak ada hubungan apapun?’ Wanita itu menjawab, ‘Wahai Nak, sesungguhnya salah seorang anakku dan belahan jiwaku itu wajahnya seperti wajahmu, warna kulitnya seperti warna kulitmu dan cara berjalannya seperti jalanmu. Ia telah menghilang sejak lama di negeri asing. Saat aku melihatmu maka aku teringat dengan anakku itu. Cinta kasih terhadap anakku yang ada di hati inilah yang telah mendorongku. Aku tak mampu menahan diri hingga aku mengundangmu ke rumahku. Lalu, aku menjamumu seperti yang engkau lihat. Demi Allah wahai nak, jangan segan-segan engkau mengunjungiku untuk kedua kali, ketiga kali dan seterusnya.’ Maka setiap kali aku memasuki pasar itu, akupun mengunjungi wanita tua itu, untuk mengikat hatinya, wanita tua itu begitu menghormatiku. Seperti waktu-waktu sebelumnya” (Dinukil dari buku Tata Busana Para Salaf, Abu Thalhah bin Abdus Sattar, hal 25-26).

Ya Rabbi … mudahkanlah langkahku, lunakkan hatiku dan berilah kami kekuatan iman untuk selalu berbakti pada kedua orang tua kami. Tunjukilah kami pada jalan keselamatan agar kami pun mampu mencintai dan mengasihi buah hati kami demi menjalankan perintah Allah. Dan kumpulkanlah kami bersama orang-orang yang kami cintai di surga-Mu. Amin.

Isruwanti Ummu Nashifa muslimah.or.id

Bahaya Narkoba Untuk Kesehatan

Bahaya narkoba sudah tidak diragukan lagi. Sayangnya, penyalahgunaan obat-obatan terlarang makin marak di berbagai negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Masyarakat mengenal obat-obatan terlarang sebagai narkoba yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya lainnya.

Banyak pengguna obat-obatan ini yang awalnya tergoda merasakan kesenangan sesaat atau sebagai pelarian dari masalah yang dihadapi. Padahal, efek narkoba dapat merusak kesehatan secara fisik dan kejiwaan.

Narkoba bukan solusi - alodokter

Risiko Gangguan Kesehatan

Bagai dua sisi mata uang, obat dapat bermanfaat dan sekaligus berbahaya bagi tubuh. Jika obat yang digunakan sesuai dengan aturan, dosis, dan di bawah pengawasan dokter, maka penggunaannya efektif untuk mencapai kesembuhan. Sebaliknya, obat-obatan dapat menimbulkan bila disalahgunakan dengan mengonsumsinya tanpa pengawasan dokter dan didasari tujuan yang tidak tepat.

Itu mengapa, ada sebagian jenis obat-obatan yang hanya dapat dikonsumsi bila dianjurkan oleh dokter, dan dengan pengawasan ketat. Penyalahgunaan obat-obatan narkotika, psikotropika dan obat-obatan terlarang lainnya, dapat menimbulkan gangguan pada  kesehatan.

Sebagai gambaran, berikut ini adalah bahaya narkoba terhadap kesehatan tubuh.

  • Mengganggu kondisi otak dan tubuh secara umum
    Narkoba dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menjalani hidup sehat dan mengambil keputusan yang benar. Pengaruh obat-obatan tersebut dapat berlangsung dalam jangka panjang.
  • Perubahan sel saraf dalam otak
    Konsumsi narkoba secara berulang dalam jangka panjang akan memicu perubahan pada sel saraf dalam otak, yang kemudian mengganggu komunikasi antar sel saraf. Bahkan setelah konsumsi dihentikan, efek tersebut akan memakan waktu yang tidak sebentar, untuk dapat benar-benar hilang.
  • Dehidrasi
    Bahaya narkoba jenis ekstasi, efeknya dapat menyebabkandehidrasi, serta ketidakseimbangan elektrolit. Hal ini kemudian yang menyebabkan penggunanya mengalami kejang-kejang, serangan panik, halusinasi, sakit pada dada dan perilaku agresif. Jika digunakan dalam jangka panjang dapat merusak otak.
  • Bingung dan hilang ingatan
    Golongan obat-obatan asam gamma-hidroksibutirat dan rohypnol dapat mengakibatkan efek sedatif, kebingungan, kehilangan ingatan, perubahan perilaku, koordinasi tubuh terganggu dan menurunnya tingkat kesadaran.
  • Halusinasi
    Penggunaan mariyuana atau ganja dapat menyebabkan efek sampinghalusinasi, muntah, peningkatan tekanan darah dan denyut nadi, gangguan kecemasan, kebingungan serta paranoia. Efek jangka panjang mariyuana adalah gangguan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan.
  • Kejang hingga kematian
    Bahaya narkoba berupa penyalahgunaan metamfetamin atau lebih dikenal sebagai sabu-sabu, opium, dan kokain, dapat menyebabkan berbagai efek buruk, termasuk perilaku psikotik, kejang-kejang, dan bahkan kematian akibat overdosis
    .

Gangguan Kualitas Hidup

Saat seseorang mulai mengonsumsi narkoba, terdapat kemungkinan besar untuk mengalami kecanduan. Makin lama, pengguna akan membutuhkan dosis yang lebih tinggi demi dapat merasakan efek yang sama. Ketika efek narkoba mulai hilang, pengguna akan merasa tidak nyaman akibat munculnya gejala putus obat dan akan ingin kembali memakainya.

Narkoba yang larut di dalam tubuh akan dialirkan melalui darah ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Efek dari obat-obatan bergantung kepada jenis yang dikonsumsi, dosis, durasi pemakaian, dan ukuran tubuh orang yang mengonsumsinya.

Selain berpengaruh pada tubuh, bahaya narkoba juga dapat menyebabkan hal-hal yang mengganggu kualitas hidup seseorang. Misalnya, pecandu rentan mengalami masalah di kantor, sekolah atau keluarga, kesulitan keuangan, hingga berurusan dengan pihak kepolisian karena melanggar hukum.

Seorang pecandu juga lebih rentan mengalami infeksi menular seksual, kecelakaan, dan melakukan upaya bunuh diri akibat berada di bawah pengaruh obat.

Segera Hentikan Penggunaan Narkoba

Penggunaan obat-obatan terlarang harus segera dihentikan. Kenali tanda-tanda yang mungkin muncul dan mudah dikenali pada pangguna narkoba. Makin cepat pengguna mendapatkan pertolongan, maka makin cepat proses pemulihannya. Konsultasikan kepada dokter yang menangani kasus kecanduan obat.

Cari pertolongan darurat jika Anda atau seseorang yang Anda ketahui mengonsumsi obat-obatan terlarang, mengalami hal-hal berikut ini:

  • Penurunan tingkat
  • Sulit bernapas.
  • erasa tekanan atau sakit pada dada.
  • Gangguan fisik atau psikologis lain setelah penggunaan obat.
  • Kemungkinan overdosis.

Memulihkan Kondisi dengan Rehabilitasi Narkoba

Orang yang sudah telanjur kecanduan narkoba, dapat disembuhkan dengan cara melakukan rehabilitasi. Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNNRI) sudah menyediakan layanan rehabilitasi bagi pecandu narkoba. Anda dapat mencari informasi lebih lanjut melalui website BNNRI khusus rehabilitasi yaitu http://www.babesrehab-bnn.info/

Umumnya  tahap-tahap rehabilitasi narkoba  yang biasanya diberikan kepada orang yang sudah telanjur kecanduan narkoba adalah:

  • Pemeriksaan
    Dokter atau terapis akan memeriksa kondisi Anda. Mereka akan melihat sejauh mana Anda mengalami kecanduan, efek samping yang sudah Anda alami, serta kemungkinan mengalami depresi. Jika ada masalah tersebut, dokter atau terapis akan melakukan pengobatan untuk meghilangkan efek-efek tersebut.
  • Detoksifikasi
    Anda akan diminta berhenti mengonsumsi narkoba untuk mendetoksifikasi tubuh. Selama berhenti mengonsumsi narkoba, kemungkinan besar Anda akan merasa mual, tubuh pun terasa sakit karena kehilangan zat yang biasa dikonsumsi. Anda juga mungkin akan merasa tertekan akibat tidak ada asupan obat yang biasanya menenangkan. Bertahanlah pada proses ini. Dokter dapat memberikan obat untuk mengatasi ketidaknyamanan yang Anda rasakan. Yang perlu diingat, tubuh Anda memerlukan cairan yang cukup untuk menghindari dehidrasi, dan makanan untuk membantu pemulihan, selama proses detoksifikasi ini.
  • Stabilisasi
    Setelah dua tahap itu berhasil dilewati, dokter akan memberikan terapi dalam tahap stabilisasi. Pada tahap ini, Anda akan diberikan resep obat untuk membantu pemulihan jangka panjang. Pemulihan ini juga mencakup pemikiran tentang rencana-rencana kehidupan Anda dalam jangka panjang, serta kestabilan mental Anda.
  • Bicarakan dengan orang sekitar
    Membicarakan dengan orang sekitar bahwa Anda sedang dalam masa pemulihan dari kecanduan narkoba, penting dilakukan. Orang-orang sekitar seperti teman dekat atau keluarga akan membantu Anda mengelola aktivitas dan kehidupan selanjutnya. Juga, mengalihkan Anda dari keinginan untuk kembali mengonsumsi narkoba. Pilih teman yang dapat dipercaya, mendukung penyembuhan, dan tidak memengaruhi Anda untuk kembali mengonsumsi narkoba.

Bahaya narkoba benar-benar mengancam hidup dalam jangka panjang. Jangan coba-coba menyentuhnya dengan alasan apa pun. Narkoba bukan jawaban atas permasalahan dalam hidup, justru dapat merusak tubuh dan hubungan dengan orang lain. Pada ibu hamil, narkoba juga akan memberikan efek negatif terhadap  bayi dalam kandungan . Jika sudah telanjur kecanduan, jangan ragu untuk melakukan rehabilitasi secepatnya.

sumber https://www.alodokter.com/narkoba-bukan-solusi