Aturan Pergaulan Menurut Syariat Islam

taaruf
Manusia merupakan makhluk sosial yang diciptakan oleh Allah swt. Allah swt menciptakan manusia sedemikian rupa, manusia juga merupakan makhluk yang paling sempurna diantara ciptaan Allah swt yang lainnya, Allah menciptakan manusia begitu sempurna karena manusia merupakan khalifah di muka bumi ini. Ada dua jenis manusia yang diciptakan oleh Allah swt, yaitu laki – laki dan perempuan. Firman Allah swt dalam Al-qur’an surat Al-Hujurat ayat 13 :
“Wahai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
Allah berfirman bahwa Ia menciptakan manusia berbangsa – bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenali. Artinya, Allah swt memerintahkan manusia untuk bersosialisasi dan saling bergaul satu dengan yang lainnya. Allah swt juga menjelaskan di dalam ayat ini bahwa manusia diciptakan berbeda-beda dari berbagai suku dan bangsa, dan Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dengan apa yang dimiliki orang tersebut karena sesungguhnya yang paling mulia dihadapan Allah swt adalah orang yang paling bertakwa.
Pergaulan merupakan suatu fitrah bagi manusia karena sesungguhnya manusia merupakan makhluk sosial. Manusia juga memiliki sifat tolong-menolong dan saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. Namun, di zaman sekarang ini banyak sekali remaja yang terjerembab dalam kemaksiatan akibat salah pergaulan, seperti maraknya video mesum, pemerkosaan, dan berbagai perilaku menyimpang lainnya. Hal ini dapat terjadi karena pergaulan tidak dibentengi dengan iman yang kokoh sehingga mudah tergoyahkan oleh arus pergaulan yang bersifat negatif.
Semakin maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja, mengharuskan para remaja belajar tentang pergaulan yang benar secara islam dan sesuai syariat sejak dini. Sebenarnya tidak hanya pergaulan terhadap lawan jenis yang saat ini sedang merebak di masyarakat tetapi hubungan antara anak dan orang tua juga banyak penyimpangan seperti adanya pembunuhan seorang ibu oleh anaknya, hal itu juga disebabkan oleh iman si anak yang masih lemah dan goyah. Sebenarnya di dalam Al-qur’an telah dijelaskan hubungan antara laki-laki dan perempuan ,hubungan sesama jenis, hubungan antara anak dan orang tua, hubungan antara muslim dan nonmuslim, dan masih banyak lagi yang lainnya. Namun bagi mereka yang baru saja mengetahui peraturan ini cenderung merasa tertekan karena pergaulan dalam islam begitu kaku dan tidak seperti pergaulan yang umum ditemui di masyarakat.

A. Pergaulan antara lawan jenis
Sekiranya pergaulan itu berasaskan kepada tujuan mendesak ataupun keperluan, maka dibolehkan. Walau bagaimanapun, dalam masa yang sama, perlu menjaga batas-batas pergaulan sebagaimana yang telah digariskan Islam. Pandangan yang diberikan oleh Dr. Yusuf Al-Qaradhawi di dalam Fatawa Muasyirah, Jilid 2 menyebutkan :
“Pada prinsipnya, perhubungan di antara lelaki dan wanita tidaklah ditolak secara total, malahan dibolehkan selagi mana ia bermatlamatkan kebaikan dan atas perkara-perkara yang dibenarkan syarak.. Dan wajib patuhi kehendak dan ajaran Islam serta prihatin tentang akhlak dan adab”.
Allah swt telah mengatur sedemikian rupa mengenai pergaulan antara lawan jenis. Allah swt berfirman dalam surat Al-Israa ayat 32,
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. 17:32).
Dalam ayat tersebut Allah swt telah jelas melarang manusia untuk mendekati zinah karena sesungguhnya zinah merupakan perbuatan yang keji. Zinah dapat disebabkan oleh kurang kokohnya iman seorang manusia dan akhirnya terbawa dalam pergualan bebas. Islam mengatur batasan-batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan, batasan-batasan tersebut dibuat bukan untuk mengekang kebebasan manusia, namun merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah swt terhadap umat manusia sebagai makhluk yang mulia. Sebagai muslim yang beriman, seharusnya para remaja memperhatikan beberapa adab pergaulan yang telah diatur didalam Al-Quran.

Adab – adab pergaulan dalam islam :
Pertama, hendaknya setiap muslim menjaga pandangan matanya dari melihat lawan jenis secara berlebihan. Dengan kata lain hendaknya dihindarkan berpandangan mata secara bebas. Perhatikanlah firman Allah berikut ini,
“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (QS. 24:30)
Awal dorongan syahwat adalah dengan melihat. Maka jagalah kedua biji mata ini agar terhindar dari tipu daya syaithan. Tentang hal ini Rasulullah bersabda, “Wahai Ali, janganlah engkau iringkan satu pandangan (kepada wanita yang bukan mahram) dengan pandangan lain, karena pandangan yang pertama itu (halal) bagimu, tetapi tidak yang kedua!” (HR. Abu Daud).
Kedua, hendaknya setiap muslim menjaga auratnya masing-masing dengan cara berbusana islami agar terhindar dari fitnah. Secara khusus bagi wanita Allah SWT berfirman,
Dan Katakanlah kepada perempuan-perempuan Yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang Yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali Yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya Dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka Yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka Yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki Yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak Yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa Yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Wahai orang-orang Yang beriman, supaya kamu berjaya. (An-Nuur : ayat 31).
Batasan aurat bersama bukan mahram (ajnabi)
Lelaki – antara pusat ke lutut
Wanita – seluruh badan kecuali muka dan tapak tangan
• Berpakaian sopan menurut syara’, yaitu tidak tipis sehingga menampakkan warna kulit, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk badan dan tudung dilabuhkan melebihi paras dada. Tidak salah berpakaian asalkan menepati standar pakaian Islam.
• Hayati pemakaian kita di dalam solat. Sebagaimana kita berpakaian sempurna semasa mengadap Allah, mengapa tidak kita praktikkan dalam kehidupan di luar? Sekiranya mampu, bermakna solat yang didirikan berkesan dan berupaya mencegah kita daripada melakukan perbuatan keji dan mungkar.
• Jangan memakai pakaian yang tidak menggambarkan identitas kita sebagai seorang Islam. Hadith Nabi SAW menyebutkan : “Barangsiapa yang memakai pakaian menjolok mata, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat kelak..” ( Riwayat Ahmad, Abu Dawud, An-Nasai dan Ibnu Majah)
Dalam ayat lain Allah SWT berfirman,
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan juga kepada istri-istri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, sehingga tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS. 33: 59)

Ketiga, tidak berbuat sesuatu yang dapat mendekatkan diri pada perbuatan zina (QS. 17: 32) misalnya berkhalwat (berdua-duaan) dengan lawan jenis yang bukan mahram. Nabi bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah berkhalwat dengan seorang wanita (tanpa disertai mahramnya) karena sesungguhnya yang ketiganya adalah syaithan (HR. Ahmad).
Keempat, menjauhi pembicaraan atau cara berbicara yang bisa ‘membangkitkan selera’. Arahan mengenai hal ini kita temukan dalam firman Allah,
“Hai para istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti perempuan lain jika kamu bertaqwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara hingga berkeinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya. Dan ucapkanlah perkataan yang ma’ruf.” (QS. 33: 31).
Berkaitan dengan suara perempuan Ibnu Katsir menyatakan, “Perempuan dilarang berbicara dengan laki-laki asing (non mahram) dengan ucapan lunak sebagaimana dia berbicara dengan suaminya.” (Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3)
Wahai isteri-isteri Nabi, kamu semua bukanlah seperti mana-mana perempuan Yang lain kalau kamu tetap bertaqwa. oleh itu janganlah kamu berkata-kata Dengan lembut manja (semasa bercakap Dengan lelaki asing) kerana Yang demikian boleh menimbulkan keinginan orang Yang ada penyakit Dalam hatinya (menaruh tujuan buruk kepada kamu), dan sebaliknya berkatalah Dengan kata-kata Yang baik (sesuai dan sopan). (Al-Ahzaab : 32).
Melunakkan suara berbeda dengan merendahkan suara. Lunak diharamkan, manakala merendahkan suara adalah dituntut. Merendahkan suara bermakna kita berkata-kata dengan suara yang lembut, tidak keras, tidak meninggi diri, sopan dan sesuai didengar oleh orang lain. Ini amat bertepatan dan sesuai dengan nasihat Luqman AL-Hakim kepada anaknya yang berbunyi : “Dan sederhanakanlah langkahmu semasa berjalan, juga rendahkanlah suaramu (semasa berkata-kata), Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai” (Surah Luqman : ayat 19). Penggunaan perkataan yang baik ini perlu dipraktikkan sama ada melalui perbualan secara langsung tidak langsung , contohnya melalui SMS, Yahoo Messengger ataupun apa yang ditulis di dalam Facebook karenanya menggambarkan keperibadian penuturnya.
Berkaitan dengan ungkapan yang baik ini, di dalam Al-Quran ada beberapa bentuk ungkapan yang wajar kita praktikkan dalam komunikasi seharian yaitu:
1. Qaulan Sadida (An-Nisa’ :9) : Isi pesanan jujur dan benar, tidak ditambah atau dibuat-buat
2. Qaulan Ma’rufa (An-Nisa : 5) :Menyeru kepada kebaikan dan kebenaran
3. Qaulan Baligha (An-Nisa’ : 63) : Kata-kata yang membekas pada jiwa
4. Qaulan Maisura (Al-Isra’ : 28) : Ucapan yang layak dan baik untuk dibicarakan
5. Qaulan Karima (Al-Isra’: 23) : Perkataan-perkataan yang mulia
Kelima, hindarilah bersentuhan kulit dengan lawan jenis, termasuk berjabatan tangan sebagaimana dicontohkan Nabi saw, “Sesungguhnya aku tidak berjabatan tangan dengan wanita.” (HR. Malik, Tirmizi dan Nasa’i).
Hadith Nabi SAW : “Sesungguhnya kepala yang ditusuk besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya.” (Riwayat At-Tabrani dan Baihaqi). Selain itu, dari Aisyah :”Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membait.”(Riwayat Bukhari).
Dalam keterangan lain disebutkan, “Tak pernah tangan Rasulullah menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hal ini dilakukan Nabi tentu saja untuk memberikan teladan kepada umatnya agar melakukan tindakan preventif sebagai upaya penjagaan hati dari bisikan syaitan.
Selain dua hadits di atas ada pernyataan Nabi yang demikian tegas dalam hal ini, bekiau bersabda: “Seseorang dari kamu lebih baik ditikam kepalanya dengan jarum dari besi daripada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani).
Keenam, hendaknya tidak melakukan ikhtilat, yakni berbaur antara pria dengan wanita dalam satu tempat. Hal ini diungkapkan Abu Asied, “Rasulullah saw pernah keluar dari masjid dan pada saat itu bercampur baur laki-laki dan wanita di jalan, maka beliau berkata: “Mundurlah kalian (kaum wanita), bukan untuk kalian bagian tengah jalan; bagian kalian adalah pinggir jalan (HR. Abu Dawud).
Selain itu Ibnu Umar berkata, “Rasulullah melarang laki-laki berjalan diantara dua wanita.” (HR. Abu Daud).
B. Pergaulan Sejenis
Dalam hal menjaga aurat, Nabi pun menegaskan sebuah tata krama yang harus diperhatikan, beliau
bersabda: “Tidak dibolehkan laki-laki melihat aurat (kemaluan) laki-laki lain, begitu juga perempuan
tidak boleh melihat kemaluan perempuan lain. Dan tidak boleh laki-laki berkumul dengan laki-laki lain
dalam satu kain, begitu juga seorang perempuan tidak boleh berkemul dengan sesama perempuan dalam
satu kain.” (HR. Muslim)
C. Pergaulan Seorang Muslim dengan Non Muslim
Dalam perkara-perkara umum (sosial) kita tetap menjalin hubungan yang baik dengan non muslim
sekalipun. Contoh baik: Nabi berdiri ketika iring-iringan jenazah non muslim melewati beliau. Kita
perlu tahu bahwa ada tiga jenis non muslim yaitu kafir harbi, kafir dzimmi, dan kafir mu’aahad.
Masing-masing mendapat perlakuan yang berbeda. Dalam masalah aqidah dan ‘ubudiyah, kita tegas
terhadap non muslim.
Seperti: kita tidak mengucapkan dan menjawab salam kepada mereka, tidak mengikuti ritual ibadah
mereka, dan semacamnya.
D. Pergaulan Sesama Muslim
Sesama muslim adalah bersaudara, seperti tubuh yang satu dan seperti satu bangunan yang kokoh dan
saling mendukung antar bagiannya. Pergaulan sesama muslim dibalut dengan ukhuwah islamiyah. Derajat-
derajat ukhuwah islamiyah adalah alamatus shadr wal lisan wal yad, yuhibbu liakhihi maa yuhibbu
linafsih, dan iitsaar.
Ada banyak hak saudara kita atas diri kita, diantaranya sebagaimana dalam hadits Nabi yaitu jika
diberi salam hendaknya menjawab, jika ada yang bersin hendaknya kita doakan, jika diundang hendaknya
menghadirinya, jika ada yang sakit hendaknya kita jenguk, jika ada yang meninggal hendaknya kita
sholatkan dan kita antar ke pemakamannya, dan jika dimintai nasihat hendaknya kita memberikannya.
Selain itu, sesama muslim juga tidak saling meng-ghibah, tidak memfitnahnya, tidak menyebarkan
aibnya, berusaha membantu dan meringankan bebannya, dan sebagainya.

E. Pergaulan dengan Ortu dan Keluarga
Bersikap santun dan lemah lembut kepada ibu dan bapak, terutama jika telah lanjut usianya. Jangan berkata ‘ah’ kepada keduanya. Terhadap keluarga, hendaknya kita senantiasa saling mengingatkan untuk tetap taat kepada ajaran Islam. Sebagaimana Nabi telah melakukannya kepada Ahlu Bait. Dan Allah berfirman: Quu anfusakum wa ahliikum naara.

F. Pergaulan dengan Tetangga
Tetangga harus kita hormati. Misalnya dengan tidak menzhalimi, menyakiti dan mengganggunya, dengan membantunya, dengan meminjaminya sesuatu yang dibutuhkan, memberinya bagian jika kita sedang masak-masak.

Tips Berpuasa Selama Hamil

Selama ibu hamil telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat dan telah dikonsultasikan dengan ahlinya, maka ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa khususnya selama bulan ramadhan. Ibu hamil tentunya dalam menjalankan puasa akan sangat berbeda ketika tidak sedang hamil, diperlukan kiat-kiat khusus agar puasa yang sedang dijalankan benar-benar menjadi sebuah ibadah nan barokah dan juga tetap menjadikan kandungan yang sedang dijalani senantiasa sehat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil selama berpuasa:

Saat Sahur
– Ketika sahur, pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi daging. Daging adalah makanan yang mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.

– Upayakan juga makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh.

– Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock.

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan
– Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter. Dan ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.

Saat Berpuasa
– Jalani puasa dengan niat dan tekad yang bulat dan ikhlas agar hari-hari berpuasa terasa ringan dan membahagiakan meski sedang hamil.

– Cukup istirahat. Bila memungkinkan sediakan lebih dari porsi istirahat sebelumnya.

– Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan atau pikiran yang berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dan
buang jauh kebiasaan/dorongan untuk marah.

– Segera batalkan puasa jika ibu hamil mengalami:

a. Muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.

b. Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit

c. Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil

d. Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.

e. Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa

Saat Berbuka
– awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.

– Kemuadian ibu hamil dapat melanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau kurma.

– Setelah salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan dalam jumlah besar bisa membuat tubuh Anda lemas. Karena itu, makan secukupnya saja. Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.

– Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.

repost Bidanku.com

Cara Praktis Menjaga Kehamilan Muda Tetap Sehat

Awal kehamilan atau sering disebut sebagai hamil muda, merupakan saat- saat yang dapat membingungkan. Dengan berbagai perubahan yang dialami, sebaiknya ditanggapi dengan tepat untuk menjaga kehamilan agar tetap sehat.

Banyak penyesuaian tubuh yang dipicu oleh hormon, hal ini berguna agar bayi dapat tumbuh dengan normal dan sehat dalam kandungan.

Cara Praktis Menjaga Kehamilan Muda Tetap Sehat – alodokter

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan ibu hamil untuk menjaga kehamilan muda:

Mengatasi keluhan dan perubahan fisik
Berbagai penyesuaian fisik terhadap kehamilan yang umumnya terjadi yaitu mual saat hamil muda, disertai muntah, payudara yang terasa nyeri, sering buang air kecil, pusing saat hamil dan sulit buang air besar atau keinginan makan sesuatu di luar kebiasaan. Selain itu, ibu hamil juga ada yang sensitif terhadap bau parfum ataupun asap rokok.

Untuk meringankan keluhan saat hamil, dapat mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dengan lebih sering. Perbanyak minum air, selingi dengan minuman jahe. Cukupi asupan protein dan zat besi untuk membantu mengurangi rasa lemas saat hamil muda. Guna mencegah sembelit saat hamil muda, batasi makanan yang digoreng, makanan pedas, dan minuman soda. Sertakan makanan kaya serat dan lakukan aktivitas tubuh yang ringan.

Jangan menahan buang air kecil, karena dapat memicu infeksi saluran kemih. Untuk mengurangi buang air kecil pada tengah malam, kurangi minum menjelang sore. Untuk membantu mengatasi pusing saat hamil muda, hindari berdiri terlalu lama dan jangan mengubah posisi tiba-tiba. Berbaring ke sebelah kiri akan membantu meringankan pusing.

Menghindari rokok, minuman beralkohol, dan membatasi kafein
Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan keguguran, persalinan prematur, dan plasenta bermasalah adalah merokok saat hamil. Beberapa penelitian mengaitkan rokok dengan kondisi bibir sumbing. Hindari juga minuman beralkohol karena dapat meningkatkan risiko berat bayi lahir rendah, gangguan belajar, bahasa, bicara, dan menjadi hiperaktif. Batasi asupan kafein saat hamil untuk menghindari risiko keguguran dan masalah lain dalam menjaga kehamilan Anda.

Selain itu, hindari kegiatan atau hobi yang membuat ibu hamil menggunakan zat kimia seperti cairan pembersih, pestisida, atau yang mengandung logam berat.

Mengendalikan kondisi emosional
Kehamilan dapat memicu berbagai emosi, seperti gembira, bersemangat hingga gelisah dan lelah. Ibu hamil seringkali cemas mengenai kondisi bayi, kemampuan mengasuh, hingga kondisi finansial. Namun, jangan sampai hal-hal tersebut menyebabkan stres.

Sangat normal ibu hamil mengalami perubahan emosi yang naik turun atau tiba-tiba merasa ingin menangis. Nikmati setiap proses dalam menjaga kehamilan, jangan terlalu memaksakan atau menghakimi diri. Minta dukungan dari keluarga dan pasangan. Jika perubahan mood menjadi sangat intensif, sebaiknya konsultasi dengan dokter atau psikolog.

Mempererat hubungan dengan pasangan
Kehamilan merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan keintiman pada pasangan. Ungkapkan secara jujur mengenai kebutuhan, kekhawatiran, permasalahan, dan harapan yang dirasakan. Minta pasangan melakukan hal yang sama. Membahas hal-hal tersebut bersama akan membantu memperkuat rasa kebersamaan sebagai pasangan.

Aktivitas seksual ibu hamil tak jarang terganggu, lantaran mual, lelah, ataupun kehilangan mood. Pilih saat yang tepat untuk berhubungan intim saat ibu hamil merasa nyaman. Tidak perlu khawatir efek aktivitas tersebut pada janin, sebab janin akan dilindungi oleh kantung ketuban, otot-otot rahim, dan cairan yang melindungi leher rahim terhadap infeksi.

Mewaspadai tanda-tanda bahaya kehamilan
Timbul flek atau perdarahan ringan saat kehamilan trimester pertama, termasuk normal. Namun, waspadai tanda-tanda keguguran seperti perdarahan saat hamil yang lebih banyak yang disertai sakit perut ataupun tidak. Demikian pula jika cairan vagina saat hamil muda, mengalami perubahan warna, bau, ataupun membuat gatal. Ada kemungkinan terjadi infeksi yang perlu segera ditangani dokter. Infeksi juga dapat menimbulkan gejala rasa panas atau nyeri saat buang air kecil.

Mual dan muntah juga termasuk normal saat hamil muda, yang umumnya semakin ringan pada usia kehamilan 12-14 minggu. Konsultasikan dengan dokter jika mual dan muntah, diiringi dengan demam, muntah berdarah, detak jantung tak beraturan, ataupun terjadi penurunan berat badan, dehidrasi dan pusing secara berlebihan.

Melakukan pemeriksaan ke bidan atau dokter
Lakukan pemeriksaan pada bidan atau dokter kandungan secara teratur. Kunjungan pertama, umumnya seputar kesehatan ibu hamil dan menentukan usia kehamilan. Pemeriksaan awal pada kehamilan trimester pertama juga ada kemungkinan mengidentifikasi faktor risiko dan memeriksa kelainan kromosom pada janin.

Pemeriksaan pada kehamilan trimester pertama yang normal yaitu per enam minggu. Jangan malu untuk mengajukan pertanyaan mengenai kehamilan atau rencana persalinan nanti pada bidan atau dokter kandungan Anda.

Kehamilan muda merupakan saat yang harus memperoleh perhatian khusus. Keluhan yang timbul pada masa tersebut, harus disikapi dengan tepat. Konsultasikan segera pada bidan atau dokter, jika timbul tanda-tanda bahaya dalam menjaga kehamilan.

repost ALODOKTER.COM

Anak Nakal, Bagaimana Mengatasinya?

Syariat Islam yang agung mengajarkan kepada umatnya beberapa cara pendidikan bagi anak yang bisa ditempuh untuk meluruskan penyimpangan akhlaknya. Di antara cara-cara tersebut adalah:

Pertama, teguran dan nasihat yang baik

Ini termasuk metode pendidikan yang sangat baik dan bermanfaat untuk meluruskan kesalahan anak. Metode ini sering dipraktikkan langsung oleh pendidik terbesar bagi umat ini, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, misalnya ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang anak kecil yang ketika sedang makan menjulurkan tangannya ke berbagai sisi nampan makanan, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (sebelum makan), dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah (makanan) yang ada di hadapanmu.“[1]

Serta dalam hadits yang terkenal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada anak paman beliau, Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, “Wahai anak kecil, sesungguhnya aku ingin mengajarkan beberapa kalimat (nasihat) kepadamu: jagalah (batasan-batasan/ syariat) Allah maka Dia akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan/ syariat) Allah maka kamu akan mendapati-Nya dihadapanmu.”[2]

Kedua, menggantung tongkat atau alat pemukul lainnya di dinding rumah

Ini bertujuan untuk mendidik anak-anak agar mereka takut melakukan hal-hal yang tercela.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan ini dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Gantungkanlah cambuk (alat pemukul) di tempat yang terlihat oleh penghuni rumah, karena itu merupakan pendidikan bagi mereka.”[3]

Bukanlah maksud hadits ini agar orangtua sering memukul anggota keluarganya, tapi maksudnya adalah sekadar membuat anggota keluarga takut terhadap ancaman tersebut, sehingga mereka meninggalkan perbuatan buruk dan tercela.[4]

Imam Ibnul Anbari berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memaksudkan dengan perintah untuk menggantungkan cambuk (alat pemukul) untuk memukul, karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan hal itu kepada seorang pun. Akan tetapi, yang beliau maksud adalah agar hal itu menjadi pendidikan bagi mereka.”[5]

Masih banyak cara pendidikan bagi anak yang dicontohkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu[6] menyebutkan beberapa di antaranya, seperti: menampakkan muka masam untuk menunjukkan ketidaksukaan, mencela atau menegur dengan suara keras, berpaling atau tidak menegur dalam jangka waktu tertentu, memberi hukuman ringan yang tidak melanggar syariat, dan lain-lain.

Bolehkah Memukul Anak yang Nakal untuk Mendidiknya?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perintahkanlah kepada anak-anakmu untuk (melaksanakan) shalat (lima waktu) sewaktu mereka berumur tujuh tahun, pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat (lima waktu) jika mereka (telah) berumur sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.“[7]

Hadits ini menunjukkan bolehnya memukul anak untuk mendidik mereka jika mereka melakukan perbuatan yang melanggar syariat, jika anak tersebut telah mencapai usia yang memungkinkannya bisa menerima pukulan dan mengambil pelajaran darinya –dan ini biasanya di usia sepuluh tahun. Dengan syarat, pukulan tersebut tidak terlalu keras dan tidak pada wajah.[8]

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin ketika ditanya, “Bolehkah menghukum anak yang melakukan kesalahan dengan memukulnya atau meletakkan sesuatu yang pahit atau pedis di mulutnya, seperti cabai/ lombok?”, beliau menjawab, “Adapun mendidik (menghukum) anak dengan memukulnya, maka ini diperbolehkan (dalam agama Islam) jika anak tersebut telah mencapai usia yang memungkinkannya untuk mengambil pelajaran dari pukulan tersebut, dan ini biasanya di usia sepuluh tahun.

Adapun memberikan sesuatu yang pedis (di mulutnya) maka ini tidak boleh, karena ini bisa jadi mempengaruhinya (mencelakakannya)…. Berbeda dengan pukulan yang dilakukan pada badan maka ini tidak mengapa (dilakukan) jika anak tersebut bisa mengambil pelajaran darinya, dan (tentu saja) pukulan tersebut tidak terlalu keras.

Untuk anak yang berusia kurang dari sepuluh tahun, hendaknya dilihat (kondisinya), karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya membolehkan untuk memukul anak (berusia) sepuluh tahun karena meninggalkan shalat. Maka, yang berumur kurang dari sepuluh tahun hendaknya dilihat (kondisinya). Terkadang, seorang anak kecil yang belum mencapai usia sepuluh tahun memiliki pemahaman (yang baik), kecerdasan dan tubuh yang besar (kuat) sehingga bisa menerima pukulan, celaan, dan pelajaran darinya (maka anak seperti ini boleh dipukul), dan terkadang ada anak kecil yang tidak seperti itu (maka anak seperti ini tidak boleh dipukul).”[9]

Cara-Cara Menghukum Anak yang Tidak Dibenarkan Dalam Islam[10]

Di antara cara tersebut adalah:

1. Memukul wajah

Ini dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau, yang artinya, “Jika salah seorang dari kalian memukul, maka hendaknya dia menjauhi (memukul) wajah.”[11]

2. Memukul yang terlalu keras sehingga berbekas

Ini juga dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih.[12]

3. Memukul dalam keadaan sangat marah

Ini juga dilarang karena dikhawatirkan lepas kontrol sehingga memukul secara berlebihan.

Dari Abu Mas’ud al-Badri, dia berkata, “(Suatu hari) aku memukul budakku (yang masih kecil) dengan cemeti, maka aku mendengar suara (teguran) dari belakangku, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Akan tetapi, aku tidak mengenali suara tersebut karena kemarahan (yang sangat). Ketika pemilik suara itu mendekat dariku, maka ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau yang berkata, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Maka aku pun melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu daripada kamu terhadap budak ini,’ maka aku pun berkata, ‘Aku tidak akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini.‘”[13]

4. Bersikap terlalu keras dan kasar

Sikap ini jelas bertentangan dengan sifat lemah lembut yang merupakan sebab datangnya kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang terhalang dari (sifat) lemah lembut, maka (sungguh) dia akan terhalang dari (mendapat) kebaikan.”[14]

5. Menampakkan kemarahan yang sangat

Ini juga dilarang karena bertentangan dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bukanlah orang yang kuat itu (diukur) dengan (kekuatan) bergulat (berkelahi), tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.“[15]

Penutup

Demikianlah bimbingan yang mulia dalam syariat Islam tentang cara mengatasi penyimpangan akhlak pada anak, dan tentu saja taufik untuk mencapai keberhasilan dalam amalan mulia ini ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, banyak berdoa dan memohon kepada-Nya merupakan faktor penentu yang paling utama dalam hal ini.

Akhirnya, kami akhiri tulisan ini dengan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna, agar dia senantiasa menganugerahkan kepada kita taufik-Nya untuk memahami dan mengamalkan petunjuk-Nya dalam mendidik dan membina keluarga kita, untuk kebaikan hidup kita semua di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Kendari, 9 Dzulhijjah 1431 H,

Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim, M.A

Artikel www.muslim.or.id

Bermain Sambil Belajar, atau Belajar Sambil Bermain

Diseluruh dunia ini, anak-anak bermain.

Di dunia Pendidikan Anak Usia Dini kata Belajar sambil Bermain atau Bermain seraya Belajar, sudah tidak asing lagi, karena memang dunia anak adalah masa emas (golden age) maka anak-anak disarankan untuk bermain-bermain saja tetapi ada unsur yang terkandung yaitu belajar, sehingga anak-anak tidak menjadi bosan.

Pada dasarnya memang dalam PAUD, TK atau RA semua pembelejaran menggunakan metode bermain. Metode bermain adalah adalah metode yang menerapkan permainan atau mainan tertentu sebagai wahana pembelajaran bagi anak-anak, bermain adalah salah satu kesukaan anak usia dini karena secara normal tidak ada seorang anak pun yang tidak suka bermain. Semua anak suka bermain, meskipun sifatnya hanya sederhana. Oleh karenanya, metode bermain ini sangat cocok bila diterapkan dalam pembelajaran anak usia dini, dengan cara ini anak-anak dapat mengembangan minat bakat, serta keterampilan dan kreativitas anak-anak tersebut dengan bermain. Dengan bermain anak-anak juga bisa mengembangkan 6 aspek perkembangan.

Pada masa anak-anak mengalami 6 aspek perkembangan yang sangat pesat, baik pertumbuhan fisik dan motoriknya, perkembangan moral atau kebiasaan, perkembangan otak atau kecerdasan anak (kognitif) serta sosial-emosionalnya. Dan pada usia ini juga, anak mulai belajar mengembangkan kemampuan berbicara atau berbahasa, anak dapat mengenal kata atau kalimat-kalimat baru dengan permainan yang diberikan oleh orangtua atau guru-gurunya. Anak juga lebih mengenal banyak teman, lingkungan baru dengan cara bermain, sehingga sosial-interaksi si anak berkembangan dengan baik. Dengan bermain juga anak-anak dapat merangsang stimulusi kecerdasan yang dapat dikembangan, mengembangan kepribadian dan potensi diri.

Bermain merupakan cara yang paling tepat untuk mengembangkan kemampuan anak TK sesuai kompetensinya. Melalui bermain, anak memperoleh dan memproses informasi mengenai hal-hal baru dan berlatih melalui keterampilan yang ada. Bermain disesuaikan dengan perkembangan anak. Permainan yang digunakan di TK merupakan permainan yang merangsang kreativitas anak dan menyenangkan. Untuk itu bermain sambil belajar dan belajar sambil bermain merupakan prinsip pokok dalam pembelajaran di TK dan sangat penting bagi tumbuh kembang anak. Prinsip belajar sambil bermain membantu menghilangkan kebosanan pada anak. (Depdiknas, 2006).

Ibu, Ini 8 Cara Menyenagkan Ajari Anak Callistung

Tak sedikit ibu yang khawatir karena anaknya belum bisa membaca, menulis dan menghitung (calistung). Situasi ini menjadi dilematis karena beberapa sekolah menyeleksi calon siswa baru dengan tes calistung.

Sebetulnya, kapan saat yang tepat mengajarkan calistung pada anak? Benarkah jika mengajarkan calistung terlalu dini, saat remaja anak justru enggan membaca?

Mengenai hal ini, Direktur Pembinaan PAUD Kemendikbud R. Ella Yulaelawati Ph.D mengatakan, Kementerian Pendidikan melarang anak usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) diajarkan calistung.

Jadi, kemampuan calistung bukanlah suatu kecakapan yang harus diajarkan pada anak-anak usia dini. Justru pembelajaran calistung dilakukan pada tingkat SD.

Baca: Mempersiapkan Si Kecil Masuk TK

Perlu kita tahu, membaca adalah suatu proses yang terdiri dari dua bagian penting, yaitu decoding dan comprehension. Yang pertama, decoding atau penerjemahan penglihatan yang merupakan sebuah kecakapan.

Yang kedua, comprehension atau pemahaman yang tergantung sepenuhnya pada kosakata dan pengetahuan yang dimiliki anak sebelumnya.

Intinya, kemampuan seorang anak itu ada tahapannya. Dimulai dari kemampuan mendengar, kemampuan berbicara, lalu kemampuan membaca, dan terakhir kemampuan menulis.

Jadi, anak perlu dilatih kemampuan mendengarkan terlebih dahulu. Kemudian, ia berbicara atas apa yang didengarnya. Nah, bila sejak dini anak hanya dipacu belajar membaca saja tanpa memiliki pemahaman, ia tidak bisa menulis dalam konteks yang lebih luas.

Baca: Wajib Tahu, Ini Ciri Anak yang Bahagia di Sekolahnya

Belajar Sambil Bermain

Lalu, seperti apa bentuk pembelajaran yang perlu diberikan pada anak usia TK?  Sebenarnya, pembelajaran untuk anak TK bukan dengan cara membaca teks atau bahkan menulis sebuah kata. Akan tetapi, anak usia ini dapat dilatih atau diberi pengetahuan mengenai kata-kata melalui pendengarannya.

Secara konkret, yang boleh dilakukan pada anak usia TK adalah dengan mengajarkan lebih banyak kosa kata, mendongeng, menggambar, mewarnai, membacakan buku cerita yang kreatif dengan ekspresi, bernyanyi, mendengarkan musik, dan melakukan permainan atau games yang edukatif dan kreatif.

Tak kalah penting, pembelajaran atau kegiatan di tingkat TK ini tidak boleh sampai membebani pikiran anak, tapi justru harus dengan suasana yang menyenangkan. Dengan begitu, anak akan melakukannya secara sukarela.

Jadi, konsepnya adalah membantu anak mengenal bahasa tapi tidak dengan belajar membaca apalagi dengan cara memaksa. Belajar sambil bermain dan membuat anak tidak cepat bosan.

Baca: 3 Ciri Orangtua Cerdas di Era Digital, Anda kah Salah Satunya?

Yang penting juga diberikan pada anak usia prasekolah adalah mempersiapkan kemampuan skolastik, perkembangan sosial emosional, kognitif dan motorik.

Ya, pendidikan anak usia dini memang diselenggarakan untuk mengembangkan seluruh potensi anak secara optimal, melalui kegiatan bermain yang bermakna dalam suasana ramah, aman, nyaman, dan menyenangkan. Kemudian, anak dididik dengan cara bemain secara kelompok maupun individu.

Alhasil, berbagai kegiatan yang dilakukan mampu merangsang seluruh potensi kecerdasan anak agar dapat berkembang secara optimal. Maka diharapkan anak-anak yang mengikuti pendidikan dini lebih siap dalam menghadapi pendidikan di SD.

Baca: Umur Berapa Anak Boleh Pakai Kalkulator untuk Belajar Matematika?

Nah, berikut contoh cara mengajarkan pengenalan huruf pada anak:

Tunjukan gambar atau barang-barang yang dimulai dengan huruf/bunyi tersebut. Misalnya jika kita ingin mengajarkan huruf ”b” yang bunyinya ”beh” (dengan ”e” pepet) maka yang diperkenalkan mula-mula bukan bentuk hurufnya tetapi benda-benda yang mulai dengan huruf tersebut.

Misalnya, kita tunjukkan benda atau gambar  ”buku”, ”balon”, ”bebek”, ”botol”, dan seterusnya. Lalu sebutkan benda tersebut dengan penekanan pada bunyi awal ”beh” tadi. Setelah anak memahami ternyata semuanya dimulai dengan bunyi ”beh” baru ditunjukkan hurufnya.

Selain dapat dikenalkan dengan menunjukkan benda atau gambar, pengenalan huruf juga dapat dilakukan dengan teknik lain seperti teknik asosiasi bunyi, yaitu mengaitkan bunyi huruf dengan bunyi-bunyi di sekeliling kita.

Misalnya, untuk huruf b dengan bunyi ”beh” tadi dikaitkan dengan bunyi suara mesin motor jenis vespa yang sedang jalan (beh beh beh…..) dengan gerakan naik vespa sambil berboncengan keliling ruangan. Atau, huruf a (bunyi ”a”) diperkenalkan dengan suara orang kesakitan karena tangannya tertusuk duri mawar misalnya ”aaaaa.…”, huruf i untuk rasa geli melihat ulat.

Nah, setelah anak paham bunyinya, baru tunjukan seperti apa, sih, hurufnya. Kemudian, pengenalan huruf yang baru diajarkan dengan berbagai aktivitas permainan, misalnya pasel dan sebagainya.

Baca: 4 Tips Sukses untuk Orangtua Saat Ajari Anak Matematika

Selain itu, terdapat 8 hal penting yang perlu diperhatikan saat mengenalkan huruf pada anak adalah:

  • Ingat bahwa mereka adalah anak-anak yang berbeda dari kita, jadi pengajaran disesuaikan dengan kapasitas mereka.
  • Gunakan teknik yang menarik anak.
  • Hindari hal-hal yang dapat menganggu konsentrasi, seperti suara teve.
  • Berikan pujian untuk usahanya sehingga memberinya semangat dalam belajar.
  • Gunakan tokoh kartun yang sedang tren atau yang digemari anak untuk alat bantu mengajar.
  • Berhenti sebelum anak merasa bosan
  • Jadilah teman belajar anak; menyanyi bersama, menari bersama dan lain-lain. Bukan hanya jadi ”guru” yang hanya memerintah ini dan itu.
  • Cara belajar yang menyenangkan. Bila tidak menyenangkan, dampak psikologisnya, kelak mereka bisa membaca maupun menulis. Tapi saat mereka remaja atau dewasa mereka tidak suka membaca.

Hilman Hilmansyah/Tabloid NOVA

BAGAIMANA MENDIDIK ANAK AGAR MENJADI SHOLEH


Saya mengalami kesulitan dalam mendidik anak-anak saya agar mereka menjadi anak saleh. Saya jadi sering marah dan memukul mereka. Mohon nasehatkan saya dalam masalah ini, juga beritahukan saya buku yang bermanfaat tentang hal ini.

Published Date: 2012-08-30

Alhamdulillah.

Pendidikan anak merupakan kewajiban orang tua. Allah Ta’ala telah memerintahkan dalam Al-Quran, begitupula Rasululllah shallallahu alaihi wa sallam dalam haditsnya.

Firman Allah Ta’ala,

يا أيها الذين آمنوا قوا أنفسكم وأهليكم ناراً وقودها الناس والحجارة عليها ملائكة غلاظ شداد لا يعصون الله ما أمرهم ويفعلون ما يؤمرون (سورة التحريم: 6)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

Imam Ath-Thabari dalam tafsirnya tentang ayat ini berkata,

“Wahai orang yang benar keimanannya terhadap Allah dan Rasul-Nya, ‘Peliharalah diri kalian,’ Hendaklah satu sama lain saling mengajarkan sesuatu yang membuat kalian dapat berlindung dan terhindar dari neraka, yaitu apabila mereka beramal dalam ketaatan kepada Allah. Sedangkan firman-Nya ‘Dan (lindungi) keluarga kalian dari neraka.’ Maksudnya adalah ajarkan keluarga kalian amal ketaatan kepada Allah yang dapat melindungi mereka dari api neraka.

(Tafsir Ath-Thabari, 28/165)

Al-Qurthubi berkata,

“Muqatil berkata, ini merupakan hak yang menjadi kewajiban terhadap dirinya, anaknya, keluarganya dan budaknya. Ilkia berkata, ‘Kita wajib mengajakan agama dan kebaikan terhadap anak-anak kita, atau adab apa saja yang tidak dapat mereka tinggalkan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وأْمُر أهلك بالصلاة واصطبر عليها (سورة طه: 132)

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” (QS. Thaha: 132)

Atau juga sebagaimana firman Allah Ta’ala kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

وأنذر عشيرتك الأقربين (سورة الشعراء: 214)

“Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,” (QS. Asy-Syuara: 214)

Juga terdapat dalam hadits

مروهم بالصلاة وهم أبناء سبع

“Perintahkan mereka (anak-anak kalian) untuk melaksanakan shalat saat mereka berusia tujuh tahun.”

(Tafsir Al-Qurthubi, 18/196)

Seorang muslim, siapapun dia, adalah orang yang mengajak kepada jalan Allah Ta’ala, maka jadikanlah orang yang pertama mendapatkan dakwahnya adalah anak-anak dan keluarganya, kemudian orang-orang berikutnya. Allah Ta’ala, saat menugaskan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk berdakwah, Dia berfirman kepadanya, “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat,” (QS. Asy-Syuara: 214), karena mereka adalah orang yang paling berhak mendapatkan kebaikan dan kasih sayangnya.

 

وجعل الرسول صلى الله عليه وسلم مسؤولية رعاية الأولاد على الوالدين وطالبهم بذلك :

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga menjadikan perawatan anak sebagai tanggung jawab orang tua dan menuntut mereka untuk itu.

Dari Abdullah bin Umar, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

” كلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته الإمام راع ومسئول عن رعيته والرجل راع في أهله وهو مسئول عن رعيته والمرأة راعية في بيت زوجها ومسئولة عن رعيتها والخادم راع في مال سيده ومسئول عن رعيته قال وحسبت أن قد قال والرجل راع في مال أبيه ومسئول عن رعيته وكلكم راع ومسئول عن رعيته ” . رواه البخاري ( 853 ) ومسلم ( 1829 )

“Semua kalian adalah pemimpin dan kalian akan ditanya tentang orang-orang yang kalian pimpin. Kepala negara adalah pemimpin, dan akan ditanya tentang kepemimpinannya, seorang bapak pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang ibu pemimpin di rumah suaminya. Pembantu pemimpin terhadap harta masjiannya dan akan ditanya akan kepemipinannya. Dan saya mengira telah mengatakan, seseorang peminpin terhadap harta ayahnya dan akan ditanya terhadap kepemimpinannya. Masing-masing kalian adalah pemimpin dan akan ditanya terhadap kepemimpinannya” (HR. Bukhari, no. 853, Muslim, 1829)

Di antara kewajiban anda menumbuhkan sejak dini kecintaan terhadap Allah dan Rasul-Nya serta mencintai ajaran Islam. Hendaknya anda kabarkan bahwa Allah memiliki neraka dan surga. Neraka Allah sangat panas, bahan bakarnya dari manusia dan batu.

Berikut ini sebuah kisah yang memiliki pelajaran;

Ibnu Al-Jauzi berkata,

“Ada seorang raja yang memiliki banyak harta. Dia memiliki anak tunggal wanita, tidak ada lagi anak selainnya, karenanya dia sangat mencintainya dan sangat memanjakannya dengan berbagai mainan. Hal tersebut berlangsung sekian lama. Suatu saat ada seorang ahli ibadah yang bermalam di rumah sang raja. Maka di malam hari dia membaca Al-Quran dengan suara keras, dia membaca, “Wahai orang beriman, peliharalah diri kalian dan keluarga kalian dari neraka, bahan bakarnya dari manusia dan batu.” Sang puteri mendengar bacaannya, lalu dia berkata kepada para pembantunya, ‘Hentikan dia.’ Tapi para pembantunya tidak menghentikannya sehingga orang tersebut terus mengulang-ulang bacanya. Maka dia masukkan tangannya ke bajunya dan merobeknya. Lalu para pembantunya melaporkan kejadian tersebut kepada sang bapak. Maka sang bapak menemuinya seraya berkata dan memeluknya, “Apa yang engkau alami malam ini anakku sayang.” Sang anak berkata, “Aku bertanya kepadamu demi Allah wahai ayah, apakah Allah Azza wa Jalla memiliki neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu?” Dia berkata, “Ya,” Maka sang anak berkata, “Apa yang menghalangimu untuk memberitahu aku hal ini. Demi Allah, aku tidak akan memakan makanan lezat dan tidur di tempat yang empuk sebelum aku mengetahui dimana tempatku, di surga atau neraka.”

(Shofwatu Ash-Shafwah, 4/437-438)

Selayaknya anda menjauhkan mereka dari tempat-tempat keburukan dan kelalaian. Jangan biarkan mereka dididik dengan cara yang buruk, baik melalui televisi atau selainnya dan kemudian anda mengharapkan kesalehannya. Orang yang menanam duri tidak akan memanen anggur. Hendaknya pendidikan tersebut telah ditanam sejak kecil agar mudah baginya ketika dia sudah besar untuk memerintah dan melarangnya, dan mudah baginya untuk mentaati anda.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu anhuma, dia berkata, Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda, “Perintahkan anak kalian untuk melakukan shalat saat mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka apabila berusia sepuluh tahun, lalu pisahkan ranjang di antara mereka.” (HR. Abu Daud, no. 495, dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Al-Jami, no. 5868)

Akan tetapi hendaknya bagi pendidik untuk bersikap lembut dan santun, memudahkan dan akrab, tidak berkata kasar, berlaku keras dan mendiskusikan dengan cara yang baik. Hindari celaan dan caci maki hingga pukulan. Kecuali jika sang anak durhaka dan menganggap remeh perintah bapaknya, meninggalkan perkara yang diwajibkan dan melakukan perkara yang diharamkan. Ketika itu diutamakan bersikap namun tidak sampai menimbulkan bahaya.

Al-Manawi berkata,

“Seseorang yang mendidik anaknya ketika dia berusia balig dan telah berakal dengan pendidikan yang dapat mengantarkannya pada akhlak orang-orang saleh dan melindunginya agar tidak bergaul dengan orang-orang rusak, kemudian mengajarkannya Al-Quran, adab, bahasa Arab, kemudian dia memperdengarkan sang anak kisah-kisah dan ucapan para salaf, lalu mengajarkannya ajaran agama yang tidak boleh ditinggalkan, kemudian dia mengancam memukulnya apabila sang anak tidak shalat, semua itu lebih baik baginya daripada dia bersadaqah satu sha’. Karena jika dia mendidiknya, maka perbuatannya termasuk shadaqah jariyah, sementara sadaqah satu sha’, pahalanya akan terputus. Sementara yang pertama tetap terus mengalir selama sang anak masih ada. Dan adab adalah makanan jiwa dan pendidikannya untuk akhirat kelak ‘Jagalah diri kamu semua dan keluargamu dari api neraka.’ SQ. At-Tahrim: 6.

Penjagaan anda dan anak anda diantaranya dengan menashati dan mengingatkan api neraka. Meluruskan adabnya dengan berbagai macam pendidikan. Diantara adanya adalah memberi nasehat, hukuman, ancaman, pukulan, menyendirikan, memberikan pemberian, hadian dan kebaikan. Sehingga pendidikan jiwa agar menjadi (jiwa) yang bersih dan mulia bukan mendidik jiwa yang tidak disuka lagi tercela. ‘Faidul Qadir, 5/257.’

Pukulan hanyalah sarana agar anak istiqamah, dia bukan merupakan tujuan, akan tetapi hanya digunakan jika sang anak terus menerus membandel dan menentangnya.

Syariat telah menetapkan peraturan sanksi dalam Islam, dan hal itu banyak dalam Islam, seperti hukum zina, mencuri, menuduh berzina (tanpa bukti) dan sebagainya. Semuanya itu disyariatkan agar manusia istiqamah dan menghindari perbuatan buruk.

Dalam hal inilah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berpesan untuk mengajarkan seorang bapak agar anak menurutinya.

Dari Ibnu Abbas, dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

” علقوا السوط حيث يراه أهل البيت ، فإنه أدب لهم ” . رواه الطبراني ( 10 / 248 ) . والحديث : حسّن إسنادَه الهيثمي في ” مجمع الزوائد ” ( 8 / 106 ) .

“Gantungkan pecut di tempat yang dapat dilihat keluarga, karena itu merupakan pendidik bagi mereka.” (HR. Thabrani, 10/248)

Hadits ini dinyatakan hasan oleh Al-Haitsami dalam Majma Zawaid (8/106) Al-Albany menyatakan dalam shahih Al-Jami, no. 4022, hadits ini hasan.

Pendidikan anak hendaknya berimbang antara anjuran dan peringatan. Yang lebih penting dari itu semua adalah memperbaiki lingkungan tempat anak tinggal dengan mewujudkan sebab-sebab hidayah bagi mereka, yaitu dengan komitmennya pendidik dan pengasuh mereka yang tak lain adalah kedua orang tua mereka.

Diantara metoda sukses para pendidik dalam mendidik anaknya adalah dengan mempergunakan alat rekaman untuk mendengarkan nasehat, kaset Al-Qur’an, khutbah, pelajaran para ulama’ dimana hal banyak sekali.

Adapun buku-buku yang anda tanyakan untuk dijadikan referensi dalam mendidik anak, maka kami rekomendasikan beberapa buku berikut;

1-      Tarbiyatul Athfal Fi Rihabil Islam (Pendidikan Anak Dalam Islam), karangan Muhammad Nashir dan Khaulah Abdul Qadir Darwisy.

2-      Kaifa Yurabbi Al-Muslim Waladahu (Bagaimana Seorang Muslim Mendidik Anaknya), karangan Muhammad Said Al-Maulawi)

3-      Tabiyaul Abna Fil Islam (Pendidikan Anak Dalam Islam), karangan Muhamad Jamil Zainu.

4-      Kaifa Nurabbi Athfaalana (Bagaimana Kita Mendidik Anak-anak Kita), karangan Mahmud Mahdi Al-Istambuli.

Wallahua’lam.

TIPS ANAK SEHAT: Pola Hidup Sehat Anak

Tips anak sehat, banyak orang tua berjuang dengan mengajar anak-anak ereka bagaimana untuk makan sehat dan terhindar dari penyakit. Anak-anak belajar dari lingkungan disekitar mereka. Bagian dari tumbuh dewasa adalah menciptakan kebiasaan-kebiasaan yang akan mengikuti anak-anak Anda dan membentuk kepribadian serta jati dirinya.

Menanamkan pola hidup sehat anak ketika mereka masih muda dapat membantu membangun pondasi yang baik untuk seumur hidup. Untuk itu, agar si kecil tumbuh sesuai dengan yang diinginkan dan terhindar dari segala penyakit, berikut tips anak sehat yang bisa Anda lakukan.

  1. Jika anak hanya melihat keluarganya selalu makan keripik kentang, burger, permen, kue, dan lain-lain, bagaimana ia dapat mengembangkan rasa untuk makanan sehat? Mungkin sudah waktunya untuk mengubah perilaku makan Anda.
  2. Bermain bola dengan anak-anak Anda atau melibatkan mereka dalam olahraga tidak hanya membantu menanamkan pola hidup sehat anak, tetapi juga membantu untuk mengembangkan koordinasi dan keterampilan sosialnya.
  3. Berbicara positif dan memberikan semangat anak-anak Anda akan membantu memperkuat perilaku yang baik dan pola hidup sehat anak. Hal ini membantu membangun kepercayaan diri anak Anda dan dapat membantu menciptakan pemimpin masa depan yang kuat.
  4. Mengembangkan keterampilan membaca yang kuat merupakan komponen penting dari keberhasilan anak Anda di sekolah sekarang, dan di tempat kerja di kemudian hari. Pilih buku anak-anak yang menraik sehingga mereka melihat membaca sebagai hal yang menyenangkan.
  5. Jika anak-anak mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan kamar mandi, setelah memegang hewan peliharaan, dan ketika tangan mereka kotor, maka secara signifikan dapat mengurangi risiko penyakit perut, pernapasan dan infeksi serius seperti meningitis.
  6. Tidur memberikan energi pada tubuh dan otak. Selain itu, anak-anak lebih cenderung memiliki masalah pada mood, gangguan belajar, dan kesulitan berkonsentrasi di sekolah akibat kruangnya berisitirahat. Penting bahwa kamar dan tempat tidurnya dibuat secara nyaman dan bersih, agar pola hidup sehat anak dapat berjalan baik.

Salah satu cara terbaik untuk menanamkan pola hidup sehat anak adalah untuk lakukan pada diri Anda terlebih dahulu. Anak-anak selalu meniru kebiasaan dan perilaku orang tua yang dipandang sebagai model peran yang patut dicontoh. Pastikan bahwa Anda aktif, sehat, dan juga mengeksplorasi kegiatan, bersosialisasi sebagai cara agar tips anak sehat bisa si kecil lakukan. Pilihan makanan sehat, kegiatan di luar dan tantangan mental yang menarik dapat membantu mereka menjadi individu yang lebih positif sebagai pola hidup sehat anak.