Cara Menambah Nafsu Makan Anak

Terdapat banyak faktor yang dapat menyebabkan kurangnya nafsu makan pada anak, diantaranya :

  • stres atau tegang. Hal ini biasanya terjadi jika anak terlalu dipaksa untuk makan, sehingga anak menjadi tegang dan semakin malas untuk makan
  • bosan. Anak juga mungkin mengalami rasa bosan terhadap makanan tertentu, sehingga menjadi malas makan. Selain karena variasi makanan yang kurang, anak juga bisa berkurang nafsu makan jika tampilan makanan terlihat kurang menarik baginya.
  • terlalu kenyang akibat snack atau camilan sebelumnya. Jika saat mendekati jadwal makan anak telah makan camilan dalam jumlah cukup banyak, hal itu dapat membuat perutnya belum terasa lapar, akibatnya ia tidak bernafsu untuk makan.
  • sedang sakit. Anak yang sedang sakit atau kurang sehat biasanya akan menjadi malas makan. misalnya adanya sariawan di mulut atau radang tenggorokan akan membuat anak Anda malas mengunyah dan menelan makanan.
  • efek samping obat. Beberapa obat – obatan mungkin dapat menyebabkan efek samping berupa penurunan nafsu makan.

Untuk mengetahui secara detail mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak Anda, sebaiknya Anda membawa anak Anda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Dokter akan melakukan analisa secara lengkap pertumbuhan dan perkembangan anak Anda sejak lahir hingga saat ini. Apabila diperlukan, mungkin anak Anda juga akan disarankan untuk melakukan konsultasi lebih lanjut ke dokter spesialis gizi. Selain itu, terdapat beberapa usaha yang dapat Anda lakukan di rumah untuk meningkatkan nafsu makan anak Anda, antara lain :

  1. Tetap sabar dan berusahalah membuat saat makan menjadi saat yang menyenangkan. Misalnya dengan mengajaknya makan bersama dengan keluarga atau teman sebayanya.
  2. Coba berikan makanan yang beragam dan dengan tampilan yang menarik, misalnya dengan variasi warna makanan dan membentuk makanan menjadi gambar lucu (bento)
  3. Berikan anak kesempatan untuk mengeksplorasi makanannya, misalnya dengan membiarkannya memegang sendok dan menyuap sendiri
  4. Atur jadwal makan anak dengan pemberian makanan pada jam yang konsisten sebanyak dan hindari memberikan camilanberlebihan mendekati jam makan tersebut

Demikian ulasan dari saya, semoga dapat membantu dan bermanfaat Salam, dr. Dila

post by alodokter.com

Cara Mengajarkan Anak Sholat Tanpa Paksaan

Cara mengajarkan anak sholat tidaklah mudah. Kalimat itukah yang terlintas di pikiran kita ketika kita mencoba mengajarkan anak untuk sholat?

Memang, faktanya, banyak orangtua yang mengalami kesulitan dalam mendidik anaknya untuk sholat. Penyebabnya ada banyak. Terlalu sibuk, kurangnya kesadaran, kurang telaten, dan yang cukup parah, metode yang kurang tepat.

Misalnya, orangtua tidak mengajarkan cara yang benar, tidak konsisten dalam mengarahkan, mudah memarahi anak, tidak dibarengi dengan kasih sayang.

Metode seperti itu tidak hanya membuat anak semakin sulit untuk mulai belajar sholat, tapi lebih parah lagi, dapat membuat anak beranggapan bahwa sholat itu membosankan dan tidak penting.

Bagaimana Bila Usia Anak Masih Terlalu Dini untuk Diajari Sholat?

Sebetulnya, pendidikan agama sudah sepatutnya ditanamkan kepada anak sedini mungkin. Untuk urusan sholat, sudah dapat mulai diajarkan pada usia anak 2-3 tahun.

“Apabila seorang anak sudah dapat membedakan tangan kanan dan kirinya, maka ajarkanlah ia untuk mendirikan sholat.” – HR Thabrani

Ya memang, namanya juga anak-anak, tidak mudah untuk mengajari anak kecil untuk sholat dengan sempurna. Tapi, semakin sulit, insya Allah, semakin besar pula pahalanya.

Pada dasarnya, jika metode yang digunakan sudah tepat, mengajarkan anak untuk sholat bukan merupakan proses yang sulit. Dengan metode yang tepat, justru kita bisa membuat anak menanti-nanti momen untuk sholat dengan kita.

Pepatah mengatakan, melentur buluh biarlah dari rebungnya. Artinya, mendidik atau mendisiplinkan anak lebih baik dilakukan sedari kecil.

Berikut adalah 12 tips ampuh dalam mengajarkan anak sholat secara menyenangkan dan tanpa paksaan.

1. Sholat di Depan Anak
Cara mendidik terbaik adalah dengan memberi contoh. Orangtua adalah figur yang akan ditiru oleh anak-anaknya. Di sini, peran orangtua sebagai guru sangat berpengaruh.

Kata parikan Jawa, guru adalah orang yang digugu lan ditiru, jadi bukan hanya menyuruh, tetapi juga mencontohkan.

Ada pepatah mengatakan, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Anak-anak akan secara langsung melihat setiap apa yang dilakukan oleh ayah dan bundanya. Maka, gunakanlah kesempatan ini untuk mencontohkan sholat kepada mereka.

Cobalah untuk sholat di tempat yang dapat terlihat oleh anak, misalnya, di ruang tengah atau ruang tamu. Apabila si anak ini mulai penasaran dan mengikuti gerakan sholat kita, aka ini adalah pertanda baik karena sudah berhasil memancing rasa ingin tahu si anak.

2. Ajarkan, Bukan Sekadar Perintahkan
cara mengajarkan anak sholat

“Adik, sholat bareng bunda, yuk..”

“Adik, sholat dulu sana!”

Kira-kira, ungkapan mana yang berhasil membuat si anak sholat? Tentu yang pertama, bukan?

Kita perlu sedikit memainkan sudut pandang dalam mengajarkan anak sholat. Ajak anak sholat berjamaah bersama ayah dan bundanya, jangan suruh ia sholat sendirian.

Apabila si anak sudah sekolah, ajak ia untuk sholat subuh berjamaah sebelum mandi, sarapan, dan mengantarnya ke sekolah.

Dari sudut pandang anak. secara psikologis anak akan lebih menerima ajakan orangtuanya dan akan melakukannya dengan senang hati serta tanpa paksaan.

Tidak perlu menunggu sampai anak berusia 7 tahun untuk mulai mengajarkan anak sholat. Meski baru 2-3 tahun, ajaklah mereka untuk sholat di sebelah kita, karena di fase-fase tersebutlah anak sangat hebat dalam meniru.

Lakukan kebiasaan tersebut secara konsisten di setiap awal waktu sholat. Ini akan menanamkan kesadaran dan pembiasaan, nanti ketika ia mendengar adzan, secara refleks ia akan bersiap-siap.

3. Minta Anak untuk Melantunkan Iqomah
Ketika anak sudah mengerti dan hapal adzan atau iqomah, mintalah ia untuk melantunkan iqomah setiap kali sholat berjamaah. Anak laki-laki tentunya.

Pada awalnya mungkin anak akan merasa malu dan ogah-ogahan, tapi itu tidak apa-apa. Bimbing ia untuk melakukannya dengan benar sampai akhirnya terbiasa dan hapal.

Kebiasaan ini insya Allah dapat membuat anak menjadi lebih percaya diri, dan lebih baiknya lagi, dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk mendirikan sholat.

4. Perdengarkan Bacaan-bacaan di Dalam Sholat
Pada saat melaksanakan sholat berjamaah bersama anak, cobalah untuk mengeraskan suara saat membaca bacaan sholat, supaya anak kita dapat mendengarnya.

Sedikit demi sedikit, lama-kelamaan si anak akan familiar dengan bacaan-bacaan tersebut. Bisa dimulai dengan surat-surat pendek. Dengan cara ini, anak juga akan hapal bagaimana tertib sholat.

5. Beri Kecupan Kepada Anak Setelah Selesai Sholat
Biasakan untuk bersalaman dan mencium anak setiap kali selesai sholat berjamaah.

Kebiasaan ini bukan hanya dapat mempererat hubungan kekeluargaan saja, tapi juga dapat menimbulkan pandangan positif kepada anak bahwa sholat adalah aktivitas yang menyenangkan.

Dengan begitu, anak akan merasa diberikan kasih sayang, dan ia akan selalu merasa senang ketika memasuki waktu sholat.

6. Beri Pujian Setiap Kali Menunjukkan Peningkatan
Namanya juga masih belajar, pasti sholatnya anak tidak bisa langsung sempurna. Namun setidaknya, beri ia pujian apabila ia tidak bercanda ketika sholat, tekun, memakai perlengkapan sholat, dsb.

Bilang kepada mereka bahwa mereka sangat cantik atau ganteng ketika memakai kerudung/peci, tunjukkan bahwa sebagai orangtua, kita bangga memiliki anak seperti mereka.

7. Ajari Anak Berwudhu yang Benar
Mengajarkan anak sholat, berarti juga sudah sepaket dengan mengajarkan wudhu kepada mereka. Anak tidak akan dapat sholat dengan sempurna sampai mereka mengerti cara berwudhu yang sempurna. Karena wudhu adalah rukun daripada sholat itu sendiri.

Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk mengajarkan tata cara wudhu kepada anak, step-by-step, mulai dari awal hingga akhir secara tertib. Ini juga akan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Sebagai sarana pendukung, tempelkan poster tata cara wudhu di kamar anak. Atau dapat menggunakan media interaktif lainnya, seperti game Android.

Jadi, kekonsistenan dan ketelatenan sangat diperlukan dalam proses ini. Memang cukup menguras waktu, tapi kita akan merasa tenang dan bangga ketika mereka sudah bisa sendiri.

Hal-hal semacam ini seharusnya dilakukan langsung di lingkungan keluarga oleh orangtua, jangan hanya melimpahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada pendidikan agama di sekolah.

8. Beri Nasehat Sehabis Shalat
Luangkan sedikit waktu setelah shalat untuk berbincang-bincang santai dengan anak. Ajak mereka berdiskusi, lakukan tanya jawab. Pada saat-saat seperti ini, biasanya kondisi anak dalam keadaan yang tenang.

Saat anak sudah mulai mengajukan banyak pertanyaan, saat itulah waktu yang tepat untuk mentransfer pengetahuan. Tanamkan kepada mereka ilmu agama dasar seperti rukun iman, rukun islam, cerita nabi dan sahabat, dan juga akhlak.

Pada saat ini pula saat yang tepat untuk menegur kesalahan anak. Mulai dengan memuji prestasi mereka. Setelah itu beri tahu bahwa melakukan hal A atau B itu tidak baik.

Saat anak melakukan perbuatan yang salah, mereka belum tahu baik atau tidak, benar atau salahnya, bukan? Maka beritahu mereka, jangan marahi.

Setiap kali ingin memberi nasehat kepada anak, mulailah dengan memuji mereka. Cara ini dapat membuat anak menjadi lebih memerhatikan dan fokus. Nasehat pun jadi lebih mudah masuk.

9. Ajari Anak Menghormati Adzan
Jika sudah masuk waktu sholat dan adzan telah dikumandangkan, biasakan untuk mengajarkan anak mendengarkan adzan. Ajari mereka bagaimana menghormati adzan.

Setelah selesai adzan, beri mereka contoh dengan mengeraskan bacaan doa setelah adzan. Jangan lupa, ajak juga anak untuk berdoa bersama. Rutinkan kebiasaan ini di manapun berada, baik itu di rumah, di pasar, atau di dalam perjalanan.

Ketika mereka sudah terbiasa mendengarkan dan menjawab adzan, maka secara pelan-pelan, ia akan hapal kalimat-kalimat adzan dengan sendirinya.

10. Mengajaknya ke Masjid adalah Praktik Cara Mengajarkan Anak Sholat yang Terbaik
cara mengajarkan anak sholat

Rumah yang berdekatan dengan masjid adalah sebuah karunia yang sangat besar. Ketika anak sudah mulai mengenal sholat, ajaklah mereka ke masjid untuk ikut sholat berjamaah bersama ayah.

Kalau ayah sibuk, setidaknya bisa meluangkan 1-2 kali dalam seminggu untuk mengajak anak sholat ke masjid.

Namun permasalahan yang sering kita jumpai, anak-anak tidak ditanamkan pentingnya melaksanakan sholat terlebih dahulu sebelum diajak ke masjid.

Dampaknya, anak akan lebih senang bercanda ketika mereka bertemu dengan kawannya di masjid, lari-larian, main petak umpet, dan sebagainya.

Untuk anak-anak, sebetulnya tidak mengapa apabila mereka berlari-larian di masjid. Yang terpenting adalah menanamkan rasa cinta masjid terlebih dahulu.

Namun hal tersebut jangan sampai kelewatan, artinya, seiring dengan bertambahnya usia si anak, orangtua juga wajib untuk mengingatkan anak untuk tidak berlari-lari di masjid karena dapat mengganggu jamaah lainnya.

11. Beri Hadiah yang Membuat Mereka Lebih Bersemangat
Anak-anak sangat suka sekali dengan yang namanya hadiah. Kalau diberi hadiah, mood anak yang tadinya ngambek bisa langsung berubah 180° menjadi gembira. Ya, namanya juga anak-anak.

Salah satu cara menyiasati agar anak terus semangat dalam sholat adalah dengan memberi mereka hadiah. Misal, mainan yang sudah lama ia impikan. Katakan kepada mereka, itu adalah hadiah karena ia rajin sholat.

Contoh hadiah lain yang dapat menjaga mood anak untuk selalu up dalam sholat adalah pakaian baru. Baju muslim anak, peci, atau kerudung yang lucu-lucu misalnya.

Memohon Agar Diberi Keturunan yang Senantiasa Mendirikan Sholat
Semakin anak bertumbuh dewasa, semakin sulit pula membangun rasa tanggung jawab dan kesadaran anak untuk sholat. Beberapa kali diajak sholat, namun selalu enggan beranjak. Apalagi, kalau sudah mengenal tablet, TV, game console.

Allah SWT telah mengajarkan kita sebuah doa untuk diberikan keturunan yang selalu mendirikan sholat, seperti yang termaktub di dalam Al-Quran surah Ibrahim ayat 40.


Amalkan doa tersebut setiap kali selesai sholat, pada waktu dan tempat yang mustajab untuk berdoa, dan pada saat mau tidur kemudian tiupkan ke kepala anak.

Apabila telah dibiasakan sholat sejak dini, maka akan tumbuh rasa tanggung jawabnya untuk menunaikan sholat wajib ketika ia tumbuh dewasa. Insya Allah, menjadi pahala yang terus-menerus mengalir kepada kedua orangtuanya pula.

post by asikaja.net

Ini Dia Rahasia Dibalik Sholat Dhuha yang Wajib Kalian Ketahui

Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang dapat dilakukan ketika matahari sudah mulai naik sepenggalah (sekitar pukul 7 pagi) hingga matahari mulai tergelincir (saat memasuki waktu dzuhur). Namun ada waktu yang paling tepat untuk melakukan sholat dhuha yaitu ketika matahari sudah agak tinggi dan panas agak terik.

Ibadah ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan karena memiliki beberapa keutamaan-keutamaan yang sangat bermanfaat bagi yang melakukannya. Untuk itu mulai dari sekarang, rajin-rajinlah melaksanakan shalat dhuha walaupun hanya sebanyak 2 rakaat karena meskipun hanya 2 rakaat namun memiliki manfaat yang sangat luar biasa.Diantara sekian banyak keutamaan-keutamaan shalat dhuha, berikut ini beberapa diantaranya:

Merupakan Salah Satu Wasiat Rasulullah SAW
Shalat dhuha merupakan salah satu wasiat Nabi Muhammad SAW kepada kita semua. Rasulullah pernah berwasiat bahwa kita dianjurkan untuk melakukan shalat dhuha, minimal 2 rakaat setiap harinya. Dalam sebuah hadits, berikut wasiat Rasulullah tersebut:

Dari Abu Hurairah, beliau berkata, “Kekasihku (Nabi Muhammad) mewasiatkan kepadaku untuk berpuasa tiga hari dalam tiap bulan, melakukan dua rakaat shalat dhuha dan melakukan sholat witir sebelum tidur.” [HR. Bukhari dan Muslim]

Hadits diatas menegaskan bahwa Rasulullah sangat menganjurkan kita untuk melakukan shalat dhuha meskipun hanya 2 rakaat, padahal kita tahu bahwa setiap yang Rasulullah perintahkan kepada kita pasti memiliki manfaat dan kebaikan di dalamnya.

Sebagai Pengganti Sedekah
Dalam Islam, kita diwajibkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan dan salah satu caranya adalah dengan cara bersedekah. Setiap hari, kita diwajibkan untuk bersedekah. Bersedekah sendiri tidak harus memberi sesuatu kepada orang lain, karena dalam Islam bersedekah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dan salah satu cara untuk mendapatkan pahala sedekah adalah dengan cara melakukan shalat dhuha dua rakaat.

Dan hal ini juga dijelaskan dalam sebuah hadits Rasulullah sebagai berikut, diriwayatkan oleh Abu Dzar bahwa Rasulullah bersabda,

“Pada pagi hari, setiap persendian salah seorang dari kalian wajib bershadaqah; setiap tasbih adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, menyuruh berbuat baik adalah shadaqah, melarang dari yang mungkar adalah shadaqah, dan itu semua cukup dengan dua raka’at shalat Dhuha yang ia kerjakan” [HR. Muslim]

Shalatnya Orang-Orang yang Bertaubat
Rasulullah bersabda: “Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah pada saat berdirinya anak unta karena teriknya matahari.” [HR. Muslim]

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dan Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahumallah dalam Penjelasan Riyadush Shalihin menjelaskan bahwa shalat yang dimaksud adalah sholat Dhuha. Hadits ini juga menjelaskan bahwa waktu paling afdhol untuk melakukan shalat dhuha adalah ketika matahari sudah terik.

Shalatnya Orang-Orang yang Taat
Orang yang rajin melakukan shalat dhuha akan memiliki nilai lebih dimata Allah SWT, karena orang-orang yang rajin melaksanakan shalat dhuha akan dianggap sebagai orang yang kembali taat di jalan kebaikan islam, inilah mengapa shalat dhuha juga disebut juga sebagai shalat awwabin.

“Tidaklah menjaga shalat sunnah Dhuha melainkan awwab (orang yang kembali taat). Inilah shalat awwabin.” [HR. Ibnu Khuzaimah]

Diampuni Dosa-Dosanya Sehari Penuh
Salah satu keutamaan shalat dhuha yang lain ialah akan diampuni dosa-dosanya selama seharian oleh Allah SWT. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah sebagai berikut:

“Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, maka akan di ampuni dosa-dosanya oleh Allah. Sekalipun itu seperti buih di lautan.” [HR. Tirmidzi]

Dimudahkan Segala Sesuatunya Oleh Allah
Orang yang melakukan shalat dhuha sebanyak 4 rakaat, maka Allah akan memudahkan segala urusannya pada hari itu, menuntaskan masalah-masalah yang dihadapinya, dan mencukupi segala sesuatunya.

Allah berfirman: “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” [HR. Ahmad]

Mendapatkan Pahala Haji dan Umrah Dengan Shalat Dhuha
Haji dan umrah merupakan ibadah yang wajib dilakukan bagi mereka yang memiliki rizki yang cukup untuk bepergian ke tanah suci. Pahala yang didapat dari haji dan umrah sangatlah besar, namun jika Anda belum bisa melaksanakannya, maka perbanyaklah melaksanakan shalat dhuha. Karena dengan melaksanakan shalat dhuha, maka Allah akan memberikan pahala yang setara dengan haji dan umrah, masya Allah.

“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna.” [Shahih al-Jami`: 6346]

Itulah beberapa manfaat dan keutamaan tentang shalat dhuha, semoga membuat kita semua menjadi lebih rajin melaksanakan shalat dhuha meski hanya dua rakaat setiap pagi.

sumber hadits

DETIK-DETIK WAFATNYA SITI KHADIJAH, ISTRI TERCINTA RASULULLAH

Siti Khadijah adalah isteri pertama Rasulullah. Orang yang pertama kali beriman kepada ALLAH dan kenabian Rasulullah. Orang yang sangat berjasa bagi dakwah Rasulullah dan penyebaran agama Islam.

Siti Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadlan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah. Khadijah wafat dalam usia 65 tahun, saat usia Rasulullah sekitar 50 tahun.

PERMINTAAN TERAKHIR

Diriwayatkan, ketika Khadijah sakit menjelang ajal, Khadijah berkata kepada Rasululllah SAW,

“Daku memohon maaf kepadamu, Ya Rasulullah, kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu”.

“Jauh dari itu ya Khadijah. Engkau telah mendukung da’wah Islam sepenuhnya” , jawab Rasulullah”

Kemudian Khadijah memanggil Fatimah Azzahra dan berbisik,

“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri, agar beliau memberikan serbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku”.

Mendengar itu Rasulullah berkata,

“Wahai Khadijah, ALLAH mengirimkan salam kepadamu, dan telah dipersiapkan tempatmu di syurga”.

Ummul mukminin, Siti Khadijah pun kemudian menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Didakapnya istri Beliau itu dengan perasaan pilu yang teramat sangat. Tumpahlah air mata mulia Beliau dan semua orang yang ada disitu.

KAIN KAFAN DARI ALLAH

Saat itu Malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucap salam dan membawa lima kain kafan. Rasulullah menjawab salam Jibril dan kemudian bertanya,

Untuk siapa kain kafan itu, ya Jibril?

Kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan jawab Jibril. Jibril berhenti berkata dan kemudian menangis.

Rasulullah bertanya, Kenapa, ya Jibril?

Cucumu yang satu, Husain tidak memiliki kafan, dia akan dipenggal dan gugur syahid tanpa kafan dan tak dimandikan sahut Jibril.

Rasulullah berkata di dekat jasad Khadijah,

Wahai Khadijah isteriku sayang, demi ALLAH, aku takkan pernah mendapatkan isteri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan diriku sungguh luar biasa. ALLAH maha mengetahui semua amalanmu.

“Semua hartamu kau infaqkan untuk Islam. Kaum muslimin pun ikut menikmatinya. Semua pakaian kaum muslimin dan pakaianku ini juga darimu.

“Namun begitu, mengapa permohonan terakhirmu kepadaku hanyalah selembar serban?”.

Tersedu Rasulullah mengenang istrinya semasa hidup.

Seluruh kekayan Khadijah diserahkan kepada Rasulullah untuk perjuangan agama Islam. Dua per tiga kekayaan Kota Mekkah adalah milik Khadijah. Tetapi ketika Khadijah hendak menjelang wafat, tidak ada kain kafan yang dapat digunakan untuk menutupi jasad Khadijah.

Bahkan pakaian yang digunakan Khadijah ketika itu adalah pakaian yang sudah sangat lusuh dengan 83 tampalan diantaranya dengan kulit kayu.

Rasulullah kemudian berdoa kepada ALLAH.

Ya ALLAH, ya Ilahi Rabbi, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam. Mempercayaiku pada saat orang lain menentangku. Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku. Mententeramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah. Oh Khadijahku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?

Tiba-tiba Ali berkata, Aku, Ya Rasulullah!

PENGORBANAN SITI KHADIJAH SEMASA HIDUP

Dikisahkan, suatu hari ketika Rasulullah pulang dari berdakwah, Beliau masuk ke dalam rumah. Khadijah menyambut, dan hendak berdiri di depan pintu. Ketika Khadijah hendak berdiri, Rasulullah bersabda,

“Wahai Khadijah tetaplah kamu ditempatmu” .

Ketika itu Khadijah sedang menyusukan Fatimah yang masih bayi.

Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tak punya. Sehingga ketika Fatimah menyusu, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Darahlah yang masuk dalam mulut Fatimah r.a.

Kemudian Beliau mengambil Fatimah dari gendongan istrinya lalu diletakkan di tempat tidur. Rasulullah yang lelah keletihan pulang berdakwah dan menghadapi segala caci maki dan fitnah manusia itu lalu berbaring di pangkuan Khadijah.

Rasulullah tertidur. Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah dengan penuh kelembutan dan rasa sayang. Tak terasa air mata Khadijah menitis di pipi Rasulullah. Beliau pun terjaga. Baginda berkata,

“Wahai Khadijah Mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku, Muhammad?”, tanya Rasulullah dengan lembut.

“Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal wahai Khadijah bersuamikan aku, Muhammad?” lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.

” Wahai suamiku. Wahai Nabi ALLAH. Bukan itu yang kutangiskan.” jawab Khadijah.

“Dahulu aku memiliki kemuliaan. Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku adalah bangsawan. Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan RasulNya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan. Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan RasulNya.

“Wahai Rasulullah. Sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah. Sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu ini belum selesai, sekiranya engkau hendak menyeberang sebuah lautan, sekiranya engkau hendak menyeberangi sungai namun engkau tidak memperoleh rakit pun atau pun jambatan.

“Maka galilah lubang kuburku, ambilah tulang belulangku. Jadikanlah sebagai jambatan untuk engkau menyeberangi sungai itu supaya engkau dapat berjumpa dengan manusia dan melanjutkan dakwahmu.

“Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah. Ingatkan mereka kepada yang hak. Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah”.

Kerana itu, peristiwa wafatnya Siti Khadijah sangat menusuk jiwa Rasulullah. Alangkah sedih dan pedihnya perasaan Rasulullah ketika itu kerana dua orang yang dicintainya yaitu isterinya Siti Khadijah dan pakciknya Abu Thalib telah wafat.

Tahun itu disebut sebagai Aamul Huzni (tahun kesedihan) dalam kehidupan Rasulullah.

Ilaa hadlratin Nabiyyil musthafa, wa ilaa Khadijah al Kubra, al Fatihah.

Oleh Ustadz Zainul Hakim

Sumber: Kitab Al Busyro, yang ditulis Sayyid Muhammad bin Alwi Al Maliky al Hasani.

SILA SHARE DAN SEBARKAN

Lihat Terjemahan

Delapan Sunnah Rosulullah SAW Bermanfaat bagi Kesehatan

Sunnah Nabi itu memang super. Tak ada yang tidak bermanfaat. Itu tak lain karena perilaku nabi yang jauh dari kesalahan. Hal ini sudah ditegaskan dalam Al Qur’an. Akhlak nabi berdasarkan Al Quran. Kaana khuluquhu al Qur’an, kata Allah.

Berikut ini sembilan sunnah nabi yang bisa kita tiru karena memiliki manfaat. Selain dapat pahala juga bermanfaat bagi kesehatan.

1. B.A.B duduk beresiko tinggi terkena wasir/ambeien. BAB jongkok lebih bersih dan menyehatkan, dan yang terpenting itu adalah SUNNAH. Nabi BAB dengan jongkok.

2. Kencing berdiri beresiko prostat dan batu ginjal. Kencing jongkok lebih bersih dan menyehatkan dan yang terpenting adalah SUNNAH. Itu yang dilakukan nabi.

3. Enzim di tangan membantu makanan lebih mudah dicerna. Dibanding dengan besi, kayu, atau plastik. Makan dengan tangan lebih bersih, fitrah dan menyehatkan, dan yang terpenting adalah SUNNAH karena nabi makan pakai tangan.

4. Makan dan minum berdiri dapat mengganggu perncernaan. Makan dengan duduk lebih santun dan menyehatkan dan yang terpenting adalah SUNNAH karena nabi juga melakukannya.

5. Makan di kursi, masih kurang menyehatkan. Makan dengan duduk di lantai tubuh akan membagi perut menjadi 3 ruang: udara, makanan dan air, dan yang terpenting adalah SUNNAH. Nabi begini saat makan.

6. Makan buah setelah makan (cuci mulut) kurang bagus bagi lambung karena ada reaksi asam. Yang sehat adalah makan buah sebelum makan, membantu melicinkan saluran pencernaan dan membuatnya lebih siap dan yang terpenting adalah SUNNAH. Nabi melakukannya.

7. Tidur tengkurep tidak bagus untuk kesehatan bahkan disebut tidurnya setan. Yang baik tidur menghadap kanan. Manfaatnya menyehatkan dan yngg terpenting adalah SUNNAH karena bagian dari cara nabi ketika tidur.

8. Banyak rahasia sunnah yang telah diteliti para pakar. Dari segi hikmah, manfaat, dan kesehatan. Benarlah yang dikatakan: di balik sunnah ada kejayaan. Bagi kita, jika belum tahu manfaatnya, terus saja semangat mengikuti adab dan tuntunan Rasul. Manfaat itu efek samping, motivasi utamanya adalah mengikuti adab dan tuntunan Rasul.

9. Seorang dokter Eropa berkata, jika semua manusia mengamalkan 3 sunnah saja (sunnah makan, sunnah di Kamar Mandi, dan sunnah tidur) maka harusnya saya berhenti jadi dokter karena tidak ada pasien.

Demikian, cintailah sunnah Nabi tidak hanya adab-adab sehari. Tapi seluruh apa yang telah Rasullah tetapkan. Mau suka atau tidak. Yang pasti manfaatnya banyak. Karena kata Al Quran tadi bahwa akhlak nabi adalah ahlak Al Qur’an. Semoga kita bisa mempraktekknya. [dutaislam.com/ed/pin

Jumat, 01 Desember 2017 | Duta Islam #03

Menurut Anda, haruskah anak berprestasi di sekolahnya?

Jangan sampai Anda memaksa seorang anak berhasil dalam bidang yang tidak sesuai dengan minat dan bakatnya.

Memiliki anak dengan segudang prestasi adalah dambaan setiap orang tua. Untuk mewujudkan hal tersebut, kadang orangtua tidak segan-segan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dengan harapan buah hatinya mampu menunjukkan prestasi dan menjadi bintang kelas.

Setujukah Anda dengan hal ini?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ijinkan saya menganalogikan kecerdasan anak seperti kemampuan 3 ekor binatang dalam sebuah cerita fabel di bawah ini.

Ada 3 ekor binatang dengan kemampuan yang berbeda-beda: Kuda dengan kecepatan berlarinya, ikan dengan kecepatan berenangnya dan burung dengan kemampuan terbangnya. Pada suatu hari, ketiga binatang tersebut ikut dalam sebuah perlombaan dan berhasil melewati berbagai macam tantangan, hingga akhirnya mereka tiba di babak final. Untuk bisa menjadi yang terbaik, mereka harus mampu menyelesaikan sebuah pertandingan terakhir untuk keluar jadi pemenangnya.

Pertandingan final ini berbeda dari pertandingan sebelumnya, mereka di minta mengambil sebuah bendera dari dalam sebuah danau yang dalamnya 10 meter. Siapa yang paling cepat mengambil kesepuluh bendera, ia lah pemenangnya.

Anda tentu sudah bisa menebak siapa pemenangnya. Betapa sebuah pertandingan yang tidak adil bagi kuda dan burung untuk bisa mengambil bendera yang terletak di dasar danau. Namun, tidak demikian bagi si ikan, tanpa menemui banyak kendala ia berhasil menyelesaikan lomba dengan catatan waktu terbaik dan berhasil keluar sebagai pemenang.

Kini, kembali mengenai anak-anak kita. Setiap anak terlahir cerdas dengan karunia dan bakat yang berbeda satu dengan lainnya. Unik, dan tidak ada yang serupa. Kompas.com dalam sebuah artikelnya berjudul “_Kemampuan Anak dan Cara Mengembangkannya” menuliskan sedikitnya ada 9 macam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap anak. Ini di antaranya: Kecerdasan Linguistik, kecerdasan matematis, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan musikal, kecerdasan spasial, kecerdasan kinetik, kecerdasan naturalis, dan kecerdasan spiritual._

Dengan berbagai macam kecerdasan yang ada, tentunya satu anak lebih mudah menguasai satu bidang kemampuan dibandingkan dengan yang lainnya. Seperti contoh, Budi memiliki kecerdasan dalam bidang matematika, sedangkan Ratih memiliki kecerdasan dalam bidang musik. Nah, Anda tentu bisa membayangkan tidak mudah bagi Budi untuk bisa menguasai alat-alat musik, sebaliknya tidak mudah bagi ratih untuk menguasai rumus-rumus matematika.

Intan Lolitasari

KISAH CINTA KEROMANTISAN & KEMESRAAN SESOSOK RASULULLAH SAW

Jika romantis itu identik dengan memberikan hadiah kepada pasangan, membahagiakan hati pasangan, serta bergembira dan bermesraan bersama pasangan, maka sesungguhnya sejak 14 abad yang lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam telah memberikan banyak contoh romantis bagi kita dalam potret kehidupan rumah tangga beliau bersama istri-istrinya. Jauh sebelum Wiliam Shakespere sempat menulis cerita romantis Romeo dan Juliet.

Kemesraan dan keromantisan seorang muslim itu akan tampak tulus dan ikhlas serta nikmat apabila pasangan ini sejak sebelum nikahnya mereka menjauhi yang namanya Pacaran. Sehingga semakin menambahnya nikmat kemesraan dan keromantisan.

Sesosok Rasul SAW, kita ketahui beliau orang yang tegas, serius, dan sibuk akan dakwahnya. Ternyata beliaulah yang meletakkan asas rumah tangga yang romantis sesuai dengan acuan Islami. Di medan perang beliau adalah seorang jenderal profesional yang menguasai taktik dan strategi bertempur. Di tengah masyarakat, beliau adalah teman, sahabat, guru, dan sosok pemimpin yang menyenangkan. Di rumah, beliau adalah seorang kepala rumah tangga yang bisa mendatangkan rasa aman, kasih sayang, sekaligus kebahagiaan.

Rasulullah Sahallahu ‘Alaihi Wassallam dinobatkan oleh Allah sebagai suri tauladan.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”.
(QS: Al Ahzab [33] : 21).

Lihat saja bagaimana Aisyah ra. terharu saat ditanya tentang kenangannya bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam yang paling mengagumkan. Istri kesayangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam itu menjawab dengan penghayatan yang begitu dalam :

Kaana kullu amrihi ‘ajaba (Semua tentangnya menakjubkan !).

Seolah-olah Aisyah ra berbalik bertanya : “ Manakah dari pribadi beliau yang tidak mengagumkan ? “. Begitu romantisnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam hingga Aisyah tidak bisa melukiskannya dengan kata-kata selain menakjubkan.!

Mencium Kening Istrinya Saat Hendak Bepergian
Di antara sisi romantis Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mencium istrinya sebelum keluar untuk shalat. Dari ‘Aisyah Radhiallaahu ‘anha, “Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu.” (HR Ahmad).

Mengendong Aisyah
Aisyah ra ingat persis ketika Rasulullah saw menggendongnya mesra melihat orang-orang Habsyi bermain-main di pekarangan masjid hingga ia merasa bosan.

Bermain dengan Aisyah
Di hari lainnya, suaminya tercinta itu malah mengajaknya berlomba lari dan mencuri kemenangan atasnya saat badannya bertambah subur.

Bermanja, Ketika Aisyah Marah
Nabi saw biasa memijit-menjepit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai ‘Aisya, bacalah do’a: “Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni). Siapa yang berani lakuin ni tips. Kalau istrinya lagi marah, coba deh di jepit hidungnya dengan manja dan penuh kasih pasti deh marahnya hilang.

Panggilan Kesayangan
Aisyah ra juga takkan lupa saat Rasulullah saw memanggilnya dengan panggilan kesayangan “Humaira” (yang pipinya kemerah-merahan). Sebuah panggilan yang benar-benar mampu membuat pipi Aisyah bersemu merah jambu. Malu dan salah tingkah. Sementara di dalam rumah, potret romantis Aisyah bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam lebih menakjubkan. Mereka makan sepiring berdua, tidur satu selimut berdua, bahkan hingga mandi satu bejana ! Bayangkan, adakah yang lebih romantis dari tiga hal tersebut?

Makan Sepiring Berdua
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam juga suka memakan dan meminum berdua dari piring dan gelas istri-istrinya tanpa merasa risih atau jijik.

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata: “Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam .“ (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod)

Dari Aisyah Ra, ia berkata: “Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum.” (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.)

Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah minum di gelas yang digunakan ‘Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit ‘Aisyah.(HR Muslim No. 300)

Bercanda dengan Menlemuri Wajah dengan Kue
Yang unik lagi misalnya, jika Anda pernah melihat film-film barat, maka ada sebuah kebiasaan aneh saat pesta , yaitu melumuri atau melempar wajah temannya dengan kue-kue yang ada. Kemudian mereka saling membalas. Ternyata, uswah kita tercinta shallallahu alaiahi wa salam pernah melakukannya dengan dua istrinya ; Aisyah ra dan Saudah ra. Mereka berdua asyik bercanda, saling membalas melumuri wajah madunya dengan sebuah makanan sejenis jenang. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam tidak hanya tersenyum simpul, bahkan juga ikut menyemangati kedua istrinya . Berani mencoba ?

Menemani Istri
Dari ‘Aisyah, ia mengatakan, beliau (Nabi) adalah orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)

Mandi dan Bercanda Bersama
Meskipun beliau sebagai seorang pemimpin yang super sibuk mengurus ummat, namun beliau tidak lupa untuk menjalin kemesraan dengan istri-istrinya. Beliau tak segan-segan untuk mandi bersama dengan istri beliau.

Dalam sebuah riwayat, mandi bersama dengan Siti ‘Aisyah radhiyallahu anha dalam satu kamar mandi dengan bak yang sama.

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air.” (HR Mutafaqun ‘alaih).

Dalam riwayat Ibnu Hibban menambahkan, “Dan tangan kami bersentuhan”.

Rasulullah mengajarkan kepada kita, mandi bersama istri bukanlah suatu hal yang tercela. Jika hal ini dianggap tercela, tentulah beliau Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak akan melakukannya.

Rasulullah juga sangat mengerti perasaan istri-istrinya dan tau cara menyenangkan dan memberi kasih sayang. Rasulullah, sering tidur di pangkuan Siti ‘Aisyah, meski istrinya sedang haids.

Keromantisan dan Kelembutan
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam adalah seorang lelaki sebagaimana lelaki lainnya, namun bagi para ummahatul mukminin , beliau bukan sekedar suami yang biasa. Beliau adalah suami yang romantis dengan segenap arti yang bisa diwakili oleh kata romantis. Diriwayatkan dari Umarah, ia berkata : Saya bertanya kepada Aisyah ra : “ Bagaimana keadaan Rasulullah bila berduaan dengan isri-istrinya ? “ Jawabnya : “ Dia adalah seorang lelaki seperti lelaki yang lainnya. Tetapi bedanya beliau seorang yang paling mulia, paling lemah lembut, serta senang tertawa dan tersenyum “ (HR Ibnu Asakir & Ishaq ).

Jika merasa belum lengkap dengan contoh nyata dari kehidupan rumah tangga beliau, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam telah menegaskan secara khusus pada umatnya untuk berlaku romantis pada pasangannya. Beliau bersabda : “Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap istrinya. Dan aku adalah yang terbaik pada istri dari kamu sekalian “. (HR Tirmidzi & Ibnu Hibban)

Tidak tanggung-tanggung, bahkan Al-Quran juga telah mengisyaratkan hal yang senada : “ Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, maka (bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak “ ( QS An-Nisa :19 )

Syarat untuk menjadi terbaik, harus berbuat baik terlebih dahulu kepada istri. Berbuat baik itu luas dan banyak peluangnya. Dari yang sekedar tersenyum, meremas jari tangan, bahkan hingga merawat pasangan kita saat sakit sekalipun. Subhanallah, bermesraan dengan istri itu membahagiakan hati dan menghapus segala gundah. Dan ternyata bukan itu saja, Islam juga menjadikan kebaikan, kemesraan, dan romantisnya seseorang terhadap pasangannya sebagai ladang pahala, bahkan kunci surga di akhirat kelak. Apakah maksud kunci surga itu ? Semoga dua hadits di bawah ini cukup bisa memberi jawaban bagi kita.

Dari Hushain bin Muhshan bahwa bibinya datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, lalu beliau bertanya kepadanya, “ Apakah engkau mempunyai suami ? Dia menjawab ;”Punya”, Beliau bertanya lagi: ”Bagaimana sikapmu terhadapnya ? “ Dia menjawab, “ aku tidak menghiraukannya, kecuali jika aku tidak mampu “. Maka beliau bersabda : “ Bagaimanapun engkau bersikap begitu kepadanya ? Sesunggguhnya dia adalah surga dan nerakamu) (HR Ahmad) . Juga diriwayatkan dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah bersabda : “Siapapun wanita yang meninggal dunia sedangkan suaminya dalam keadaan ridha kepadanya, maka ia masuk surga “ (HR. Hakim & Tirmidzi)

Ternyata, istri bisa masuk surga karena suami, begitu pula sebaliknya. Kalau masuk neraka ? Wal iyyadzh billah. Walhasil, seharusnya visi awal sebuah pernikahan adalah bagaimana menjadikan pasangan kita salah satu kunci-kunci surga bagi kita. Karena masuk surga itu penting, tapi lebih penting lagi masuk surga rame-rame dengan orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita. Apakah bisa disebut bahagia jika kita menyaksikan orang-orang yang kita cintai dalam keadaan menderita ? Tidak sekali-sekali tidak. Wallahu’alam

by Zulfan Afdhilla 5 YEARS AGO 5 MINUTEREAD

10 Penyakit Umum yang Menyerang Anak Kecil

Seorang ibu paling bingung bila anaknya yang masih kecil jatuh sakit.

Seorang ibu paling bingung bila anaknya yang masih kecil jatuh sakit. Kadang-kadang si ibu tidak tahu apakah harus ke dokter atau cukup diobati dengan obat yang dapat dibeli tanpa resep. Untuk mengenali penyakit apa saja yang sering menyerang anak-anak, di bawah ini ada 10 penyakit yang umum diderita balita.

1. Selesma
Penyakit yang paling sering menyerang dan gampang menulari orang dewasa mau pun anak kecil. Gejalanya demam, ingusan, batuk dan sakit kepala.

2. Penyakit perut
Karena anak balita rentan terhadap penyakit, bila makanan yang disantapnya kurang bersih mudah terjangkit sakit perut. Suntikan TCD diberikan sebagai imunisasi bagi anak-anak kecil untuk mencegah tipus, cholera dan disentri. Ketiga penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang ditularkan oleh air atau makanan yang tercemar kotoran manusia. Bakteri ini dapat menyebabkan radang di usus kecil sehingga pada kotoran penderitanya terdapat lendir dan darah. Penderitanya juga akan mengalami demam tinggi dan dapat berakibat fatal.

3. Cacar air
Gejalanya berupa bintik-bintik merah yang akhirnya berubah menjadi bisul-bisul kecil berair pada tubuh dan wajah. Terasa gatal tetapi bila digaruk dapat meninggalkan bekas seumur hidup pada kulit penderitanya. Demam juga menyertai penyakit ini dan virus ditularkan melalui bersin atau seprei yang dipakai penderita, sehari sebelum kulit merah sampai cacar itu kering dan mengelupas. Penyakit ini dapat berlangsung satu sampai dua minggu. Sekali terkena penyakit ini si penderita akan kebal seumur hidup, namun di hari tua kemungkinan virusnya berubah menjadi penyakit shingle.

4. Campak
Penyakit ini juga diawali dengan demam dan gejala yang mirip selesma. Dalam 5 hari akan muncul bercak-bercak merah di seluruh tubuh yang terasa gatal dan juga sakit. Tidak ada obat untuk campak tetapi untuk meringankan rasa sakit dapat diberikan obat seperti aspirin atau ibuproven untuk anak. Penyakit ini akan hilang dengan sendirinya tetapi sebaiknya anak yang sakit campak tidak sekolah selama 5 hari. Wanita hamil yang terkena campak dapat membahayakan bayinya.

5. Polio
Dunia seharusnya sudah bebas dari polio. Namun belakangan ada anak-anak terutama di negara-negara berkembang yang terkena polio. Gejalanya sama dengan selesma tetapi virusnya menyerang otot kaki dan badan sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan serta kematian. Penyakit ini dapat kembali di usia dewasa dan menyebabkan kelemahan otot. Baca lebih jauh di Membebaskan Dunia dari Polio.

6. Flu
Virus flu yang ganas mudah menyerang anak kecil dan gejalanya antara lain berupa demam, sakit perut, nyeri-nyeri pada badan. Belakangan ini virus flu ada yang menjadi mutan (berubah) sehingga menimbulkan penyakit baru seperti flu burung.

7. Batuk rejan
Di musim panas anak-anak banyak yang terkena batuk rejan. Batuk yang lama tidak berhenti-henti dan sangat mengganggu yang kadang-kadang disertai demam. Batuk ini disebabkan oleh bakteri di paru-paru dan kerongkongan yang radang dan mudah menular.

8. Mata merah
Penyakit ini mudah menular dan disebabkan oleh virus yang tidak dapat disembuhkan oleh obat antibiotik.

9. Cacingan
Penyakit yang banyak diderita anak-anak adalah cacingan disebabkan oleh tangan yang kotor dan tidak dicuci sebelum makan serta makanan yang kurang direbus dengan baik. Cacing tambang biasanya akan keluar sendiri melalui kotoran sesudah minum obat cacing. Bila mereka sering menggaruk pantat kemungkinan besar mereka terkena cacing kremi, beri mereka obat cacing sesuai dengan dosis yang tertulis di botol. Cucilah seprei dan handuk dengan air panas untuk menghindari penularan.

10. Kutu rambut
Biasanya anak-anak perempuan yang terkena penyakit ini. Boleh jadi ketularan teman di sekolah karena kutu rambut mudah sekali menular. Obat kutu rambut dapat dibeli di apotik dan cucilah semua seprei, handuk serta korden.

Jika anak Anda merasa tidak enak badan ukurlah temperaturnya, bila tingginya 38C atau lebih, bawalah ke dokter. Berilah minum banyak air supaya tidak dehidrasi. Perhatikan juga gejala lainnya supaya Anda dapat memberitahu dokter dengan lengkap.

Irma Shalimar

KOMPETISI KEBAIKAN

Pada masa Khulafaur Rasyidin radhiallahu ‘anhum, para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para tabi’in berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan membantu orang yang membutuhkan dan menolong orang yang teraniaya.

Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhuma termasuk orang yang gigih bersaing di dalam amal kebaikan yang mulia ini, yang pelakunya mendapatkan kebaikan besar di dunia dan banyak pahala di akhirat.

Dengan semangat kompetisi yang tinggi Umar bin Khattab mengawasi apa yang dilakukan oleh Abu Bakar. Ia berencana melakukan dua kali lipatnya sehingga dia bisa berbuat lebih dari Abu Bakar dalam hal kebaikan.

Suatu hari, Umar mengawasi Abu Bakar di waktu fajar. Sesuatu telah menarik perhatian Umar. Setiap pagi selesai subuh, Abu Bakar mendatangi sebuah gubuk kecil di pinggiran Madinah, ia masuk selama beberapa jam, lalu dia pulang kembali ke rumahnya.

Umar tidak mengetahui apa yang ada di dalam gubuk itu dan apa yang dilakukan Abu Bakar di sana. Umar mengetahui segala kebaikan yang dilakukan Abu Bakar kecuali rahasia urusan gubuk tersebut.

Sampai akhirnya setelah berminggu minggu mengikuti Abu Bakar, Umar memutuskan untuk masuk ke dalam gubuk itu sesaat setelah Abu Bakar meninggalkannya. Dia ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh sahabatnya di situ.

Umar tertegun saat mendapatkan seorang nenek tua yang lemah tanpa bisa bergerak. Nenek itu juga buta kedua matanya. Tidak ada sesuatu pun di dalam gubuk kecil itu.

Umar bertanya, “Apa yang dilakukan laki-laki itu di sini?” Nenek menjawab, “Demi Allah, aku tidak mengetahui, wahai anakku. Setiap pagi dia datang, membersihkan rumahku ini dan menyapunya. Dia menyiapkan makanan untukku. Kemudian dia pergi tanpa berbicara apapun denganku.”

Umar menekuk kedua lututnya dan kedua matanya basah oleh air mata. Dia menangis sambil mengucapkan “Sungguh, engkau telah membuat lelah khalifah sesudahmu wahai Abu Bakar.”

Sahabatku, sebagai manusia kita semua diciptakan oleh Allah subhanallahu wata’alaa untuk berakalbudi, dan diciptakan untuk selaku memilih. Benar sekali, hidup di dunia adalah pilihan. Kau bisa memilih menjadi orang biasa saja, menghindari kompetisi kebaikan, hidup nyaman sejahtera tanpa harus bersusah payah bekerja keras , melewatkan kesempatan untuk menebar kebaikan. Melewatkan peluang untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Atau sebaliknya, kau bisa memilih menjadi orang yang luar biasa, hidup menjadi saluran berkah untuk orang lain siapapun itu, menempatkan prioritas tertinggi untuk menebarkan kebaikan, bermanfaat kepada semua manusia, menjadi harapan untuk bangsa Indonesia.

Kebaikanmu bukanlah untuk ajang pamer. Bukan untuk dinilai oleh orang lain, karena sesungguhnya hanya Allah lah yang berhak menilai. Tetapi untuk diteladani oleh orang disekelilingmu, untuk menjadi manfaat kepada mereka, untuk menginspirasi mereka, untuk memacu mereka agar berusaha lebih keras dalam kompetisi kebaikan.

Salam Hijrah

RAHASIA SUKSES BISNIS SANDIAGA UNO

#inspirasisukses

Kenal dengan Bang Sandiaga Salahuddin Uno kan?

Seorang Pengusaha Muda yang Sukses jadi WaGub DKI terpilih.

Sandiaga Uno adalah salah satu Pengusaha Sukses papan atas Indonesia.

Perusahaan nya PT. SARATOGA sudah beranak pinak menjadi banyak perusahaan, salah satu nya PT. ADARO ( Perusahaan Tambang Batu Bara Terbesar di Indonesia ).

Apa kebiasaan Sandiaga Uno setiap hari, sehingga bisa Sukses seperti sekarang?

Berikut catatan yang di ambil dari tulisan mas Saptuari ;

Aku ingat Januari lalu, kami rapat kecil dengan mas Sandi di Eksekutif Lounge Adisutjipto Internasional Airport sehabis dia ngisi seminar di Universitas Gadjah Mada.

Makanan dan minuman terhidang di meja, kami berebutan mengambil nya, mas Sandi tidak menyentuhnya karena sedang puasa.

“Mas Sandi, apa yang bikin mas Sandi tetap konsisten dalam ibadah mas?”

“Dirimu sudah super sukses, tapi aku pernah baca puasa Daud masih rutin mas Sandi lakukan, sholat Dhuha juga gak pernah putus…. Maluuu aku mas kalau lihat ibadah mu, kok bisa dirimu seperti itu”. Kataku penuh tanya.

Mas Sandi tersenyum, kepala plontos nya oleh-oleh Umroh tampak lucu malam itu.

“Jadi begini, ibadah itu kalau sudah rutin kita lakukan bukan lagi menjadi sebuah kewajiban tapi menjadi sebuah kebutuhan”.

“Jadi, kalau aku gak sholat Dhuha aja sekali, tiba-tiba ada sesuatu yang hilang, aneh rasanya….. walaupun itu sunnah jadi terasa wajib.

Dan aku merasakan sekali hikmah nya, sudah 7 – 8 tahun aku rutin melakukan nya, rezeki itu seperti gak aku cari, semua datang sendiri.. seperti diantar rezeki itu”. Mas Sandi mulai bercerita.

“Dhuha mu berapa rekaat mas?”. Tanyaku lagi.

“Delapan, insyaallah”. Jawab mas Sandi singkat.

“Aku juga sering banget merasa diselamatkan oleh Allah dengan banyak kejadian-kejadian yang tidak berhasil aku dapatkan.

Dulu aku pernah di calonkan jadi bendahara DPP partai Demokrat lho.., waah kalau sampai kejadian, maluu wajah kita sekarang muncul di koran-koran, pasti ikut keseret-seret yang begituan, hehehe… “. Lanjut mas Sandi.

“Jadi bener itu, sesuatu yang kita anggap baik buat kita, belum tentu baik di mata Allah! dan aku banyaak banget ngalamin, sehingga aku merasa justru aku di selamatkan oleh Allah ketika aku tidak mendapatkannya”.

Kami manggut-manggut mendengar nya…
Aah… aku yang paling terpana, mas Sandi membuktikan Istiqomah di jalur hidup nya.

Aku masih menggenggam kacang goreng ketika dari balik jendela Lounge kulihat Jet pribadi membawa mas Sandi take off pulang ke Jakarta,Indonesia.

Pantaslah beliau menjadi Pengusaha Sukses, Pantaslah beliau di kejar Rezeki, karena ternyata beliau memiliki Rahasia Magnet Rezeki

SUDAHKAH KITA RUTINKAN SHOLAT DHUHA?
BERAPA RAKAAT?