Gen Halilintar, 11 anak, Ajari Bisnis Nyata Sejak Dini

Bagi Gen Halilintar, memiliki banyak anak bukanlah musibah, melainkan anugerah. Bagi mereka, setiap anak sudah dibekali dengan rejeki masing-masing oleh Allah. Mereka tidak pernah khawatir karena yakin Allah menitipkan 11 anak bukan tanpa alasan.

Gen Halilintar, sebutan ini adalah bagi pasangan Lenggogini Faruk dan Halilintar Anofial Asmid yang memiliki 11 anak. 6 anak laki-laki dan 5 anak perempuan. Mereka adalah Muhammad Atta Halilintar (Atta), 19th ; Sohwa Mutammima Halilintar (Sohwa), 18th ; Sajidah Mutamimah Halilintar (Sajidah), 17th; Muhammad Thariq Halilintar (Thariq), 16th; Abqariyyah Mutammimah Halilintar (Abqariyyah), 14th ; Muhammad Saaih Halilintar (Saaih), 12th ; Siti Fatimah Halilintar (Fatim), 11th; Muhammad Al Fateh Halilintar (Fateh), 9th ; Muhammad Muntazar Halilintar (Muntaz), 6th ; Siti Saleha Halilintar (Saleha), 4th; dan Muhammad Shalaheddien El-Qahtan Halilintar (Qahtan), 2th.

Halilintar Anofial Asmid semasa muda suka berpetualang, Malaysia dan Uzbekistan disinggahi seorang diri. Banyak ilmu tentang kehidupan ia dapatkan dari sana. Selama di Uzbekistan ia menjadi tahu bahwa ternyata negara tersebut melahirkan ilmuwan-ilmuwan besar. Ibnu Batutah, Aljabar, Ibnu Sina, para cendekiawan, penemu ilmu atom, perbintangan, dll. lahir dari sana. Halilintar muda heran bagaimana mereka bisa menjadi sehebat itu. Dan dia pun mencari kunci sukses mereka.

Pulang ke Indonesia, Halilintar menikahi Gen, teman kuliah di UI. Kala itu Halilintar memasuki tahun ke empat jurusan elektro, sedang Gen tahun kedua jurusan ekonomi. Mereka berasal dari satu daerah, Riau.

Sejak menikah, Gen Halilintar mulai menjalankan bisnis. Berbagai negara mereka singgahi. Bahkan menurut Gen, hampir mencapai seratus negara, lima benua.
Di Perancis, mereka membuka butik dan kafe, di Australia ada usaha peternakan kambing yang luasnya setara kompleks UI. Menurut Gen, orang-orang dahulu sukses berkelana. Vasco Da Gama, Cheng Ho keliling dunia bukan dengan tangan hampa, tetapi membawa barang dagangan.

Lenggogeni Faruk, karena bisnis usahanya yang mengharuskan berpindah-pindah, maka 4 anak diantaranya lahir di negara yang berbeda-beda, karena dalam keadaan hamil besar pun Gen tetap bepergian dengan pesawat. Thariq lahir saat transit di Brunei, Abqarriyah lahir saat transit di Jordania, Saaih lahir saat singgah di Pulau Labuhan Malaysia, dan Fateh lahir di Kualalumpur.

Pendidikan
Yang luar biasa dari Gen, meskipun menjalankan tugas sebagai ibu dan menjalankan bisnis serta membawa bersama dengan semua anaknya tanpa ada pembantu maupun baby sitter, ia mampu menyelesaikan Ph. D di universitas Selangor Malaysia. Sedang Halilintar kini adalah calon doktor, juga di Malaysia.

Tentang pendidikan bagi anak, Gen Halilintar memliki metode sendiri. Beberapa anak diantaranya memang mengenyam pendidikan formal setingkat SMP. Tetapi sebagian besar diterapkan pendidikan homeschooling plus. Anak-anak tetap diharuskan belajar selama dalam perjalanan bisnis kemana pun, seminggu penuh. Menurut Gen, memberi pelajaran saat didalam mobil lebih mudah diserap dan lebih fokus. Bukan hanya soal akademis, tapi juga non akademis, dan bisnis.

Hasilnya, anak pertama mereka, Atta sejak SD sudah bisa berdagang kerajinan, pop corn dan sandwich yang dijual kepada teman-temannya di sekolah.. Saat kelas 5 bisa membantu ayahnya memasarkan produk provider komunikasi. Menginjak usia 12 tahun berjualan gadget secara online. Tahun berikutnya jual-beli mobil, sampai-sampai konsumen tidak percaya kalau yang menawarkan mobil kepadanya adalah anak usia 13 tahun. Kini Atta juga mempunyai usaha operator tour.
Anak kedua, Shohwa memiliki usaha bidang fashion dan usaha kuliner. Ide usaha muncul selama melakukan perjalanan.

Di Jakarta, keluarga Gen Halilintar tinggal di rumah besar bertingkat tiga di kawasan Pondok Indah Jakarta Selatan. Rumah terdiri banyak kamar, ruangan untuk gudang dan tempat menjalankan bisnis. Ruang keluarga dijadikan multi fungsi, selain tempat bercengkerama, dipakai untuk makan bersama, shalat berjamaah, dan sebagai ‘laboratorium ‘ untuk belajar bisnis atau tempat pelatihan kerja.
Tiap petang, jika sedang di Indonesia, ruangan itu digunakan shalat magrib berjamaah, dilanjutkan tadarus al-qur’an, sehingga suara orang mengaji terdengar ramai disana.
Dalam keseharian perilaku anak sangat menghormati orang tua mereka, pun sesama anak sopan dalam berbicara, biarpun yang tua kepada yang lebih muda.

Dalam hal urusan tugas rumah, seluruh anak sudah dibiasakan untuk mandiri dan menjalankan tugas seperti management hotel. Ada yang berperan sebagai chef, operator laundry, house keeping dan operator lain.

Menerbitkan buku.
Jangan heran, Buku karya Gen berjudul “Kesebelasan Gen Halilintar” adalah merupakan hasil karya satu keluarga. Gen sebagai penulis, Sohwa menjadi editor, layout-nya dirancang Atta.
Beberapa halaman dalam buku tersebut dipaparkan pandangan anak-anak tentang ayah mereka:
Fatim : “My father adalah orang bertakwa, orangnya care, dan omongannya yang baik-baik semata. Lukcy banget punya father kayak gini ”
Fateh : “He is like a holy man. But he is cool and he always make us remember God and the prophet. He always remind us of God, told us about the prophet, and his companions.”
Mumtaz : ” He is like teacher, he is only angry if we do bad and he did that because he wanted to save us”
Qahtan : ” Daddy my super hero !”

*** Kisah Gen Halilintar sangat menginspirasi, semoga kita juga bisa menjadi orang yang sukses, baik dalam kehidupan rumah tangga, keluarga, dan binis / perdagangan. Dan yang pasti, jangan takut punya banyak anak.

 

by koran bekas

10 Fakta Keluarga Gen Halilintar yang Seru Abis

Ini salah satu contoh keluasga sukses yang patut ditiru. Gen Halilintar jadi salah satu keluarga fenomenal yang namanya sangat populer di dunia maya. 11 anggota gen halilintar memiliki kepribadian unik yang membuatnya diundang oleh berbagai stasiun TV.

Mulai dari anak tertua, Atta hingga yang paling kecil Qahtan Halilintar, satiap anggota Gen halilintar punya ciri khas mereka masing-masing. Kompak banget, ini dia 10 fakta tentang keluarga Gen halilintar yang seru abis.

1. Masing-masing anak gen halilintar punya tugas masing-masing mulai dari memasak hingga membersihkan rumah
10 Fakta Keseruan Keluarga Gen Halilintar yang Kompak Banget
Instagram.com/genhalilintar
2. Gak cuma itu, di umur yang masih muda mereka sudah menjalankan berbagai bisnis mulai dari travel hingga penerbitan
10 Fakta Keseruan Keluarga Gen Halilintar yang Kompak Banget
Instagram.com/genhalilintar
3. Antusias masyarakat yang tinggi terhadap gen halilintar membuat keluarga ini menelurkan buku
10 Fakta Keseruan Keluarga Gen Halilintar yang Kompak Banget
Instagram.com/genhalilintar
4. Keluarga gen halilintar sudah mengelilingi berbagai negara di dunia, seru banget ya?
10 Fakta Keseruan Keluarga Gen Halilintar yang Kompak Banget
Instagram.com/genhalilintar
5. Sangat kreatif dan produktif, setiap anggota gen halilintar punya channel Youtube sendiri lho!
10 Fakta Keseruan Keluarga Gen Halilintar yang Kompak Banget
Instagram.com/genhalilintar
EDITORS’ PICKS
Bikin Heboh, Nikita Mirzani dan Maria Ozawa Ketahuan Double Date Nih!
10 Momen Liburan Verrell & Natasha Wilona di Lombok, Super Mesra
RIP, 5 Film Verne Troyer yang Akan Selalu Dikenang Penggemar
Baca juga: Banyak Anak, Ini 10 Potret Kehangatan Pasha Ungu dan Keluarga

6. Si bungsu gen halilintar, Qahtan sudah fasih berbahasa Inggris lho meski masih kecil
10 Fakta Keseruan Keluarga Gen Halilintar yang Kompak Banget
Instagram.com/genhalilintar
7. Konten Youtube gen halilintar juga bermacam-macam, mulai dari make up tutorial hingga dance cover
10 Fakta Keseruan Keluarga Gen Halilintar yang Kompak Banget
Instagram.com/genhalilintar
8. Video dance cover Mic Drop mereka sudah ditonton sebanyak 3,5 juta kali
10 Fakta Keseruan Keluarga Gen Halilintar yang Kompak Banget
Instagram.com/genhalilintar
9. Gen Halilintar juga sering membuat video challenge dengan tema yang seru banget!
10 Fakta Keseruan Keluarga Gen Halilintar yang Kompak Banget
Instagram.com/genhalilintar
10. Hebatnya, seluruh video yang diunggah oleh Gen Halilintar selalu tembus ratusan ribu hingga jutaan views
10 Fakta Keseruan Keluarga Gen Halilintar yang Kompak Banget
Instagram.com/genhalilintar
Itulah fakta seru Gen Halilintar, keluarga yang sedang populer akhir-akhir ini. Sangat kompak, keluarga ini patut dicontoh. Bagaimana menurutmu guys?

 

Trending55.116 Views
Ramadani Barus
Published by Ramadani Barus
5 Februari 2018

Menyeru Pada Kebaikan

Orang baik itu banyak teman, tapi penyeru kebaikan itu banyak musuh. Benarkah?

Ibnu Qudamah pernah ditanya, “Apa bedanya Orang Baik (Shalih) dan Penyeru Kebaikan (Mushlih)?”

Beliau menjawab:

‎ الصالح خيره لنفسه والمصلح خيره لنفسه ولغيره.

Orang baik melakukan kebaikan untuk dirinya sendiri, sedangkan penyeru kebaikan mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan untuk orang lain.

‎الصالح تحبُه الناس. والمصلح تعاديه الناس .

Orang baik akan dicintai manusia, tetapi penyeru kebaikan sebaliknya dimusuhi manusia.

Beliau ditanya lagi oleh muridnya, “Kenapa demikian?”

Jawabnya:

‎الحبيب المصطفى(صلى الله عليه وسلم) قبل البعثة أحبه قومه لأنه صالح .

Rasulullah sebelum diutus sebagai Rasul, beliau dicintai oleh kaumnya karena beliau adalah orang yang baik.

‎ولكن لما بعثه الله تعالى صار مصلحًا فعادوه وقالوا ساحر كذاب مجنون.

Namun ketika Allah ta’ala mengutusnya sebagai Penyeru Kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan menggelarinya sebagai Tukang sihir, Pendusta, Gila, dan lain lain.

Ibnu Qudamah kemudian menambahkan:
‎ لأن المصلح يصطدم بصخرة
‎أهواء من يريد أن يصلح من فسادهم .

Karena Penyeru Kebaikan ‘menyikat’ batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan.

Itulah sebabnya kenapa Luqman al Hakim menasihati anaknya agar BERSABAR ketika melakukan perbaikan, karena dia pasti akan menghadapi permusuhan.

Disebutkan dalam Al Qur’an surat Luqman ayat 17:

‎يا بني أقم الصلاة وأمر بالمعروف وانهَ عن المنكر واصبر على ما أصابك.

“Lukman berkata: Hai anakku tegakkan shalat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabar lah atas apa yang menimpamu.”

Berkata Ahlul Ilmi:

‎مصلحٌ واحدٌ أحب إلى الله من آلاف الصالحين.

“Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Allah daripada ribuan orang baik (yang tidak menyerukan kebaikan).”

Sesungguhnya melalui penyeru kebaikan itulah, Allah menjaga umat ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri.

Maka dari itu marilah kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menjadi penyeru kebaikan bukan sekedar berbuat baik untuk diri sendiri.

Dan semoga Allah subhanahu wata ala memberi kita kesabaran dalam perjuanganmenyeru pada kebaikan yang berat ini. Aamiin yaa robbal alamiin… 🤲

Cara Mengajarkan Anak Sholat Tanpa Paksaan

Cara mengajarkan anak sholat tidaklah mudah. Kalimat itukah yang terlintas di pikiran kita ketika kita mencoba mengajarkan anak untuk sholat?

Memang, faktanya, banyak orangtua yang mengalami kesulitan dalam mendidik anaknya untuk sholat. Penyebabnya ada banyak. Terlalu sibuk, kurangnya kesadaran, kurang telaten, dan yang cukup parah, metode yang kurang tepat.

Misalnya, orangtua tidak mengajarkan cara yang benar, tidak konsisten dalam mengarahkan, mudah memarahi anak, tidak dibarengi dengan kasih sayang.

Metode seperti itu tidak hanya membuat anak semakin sulit untuk mulai belajar sholat, tapi lebih parah lagi, dapat membuat anak beranggapan bahwa sholat itu membosankan dan tidak penting.

Bagaimana Bila Usia Anak Masih Terlalu Dini untuk Diajari Sholat?

Sebetulnya, pendidikan agama sudah sepatutnya ditanamkan kepada anak sedini mungkin. Untuk urusan sholat, sudah dapat mulai diajarkan pada usia anak 2-3 tahun.

“Apabila seorang anak sudah dapat membedakan tangan kanan dan kirinya, maka ajarkanlah ia untuk mendirikan sholat.” – HR Thabrani

Ya memang, namanya juga anak-anak, tidak mudah untuk mengajari anak kecil untuk sholat dengan sempurna. Tapi, semakin sulit, insya Allah, semakin besar pula pahalanya.

Pada dasarnya, jika metode yang digunakan sudah tepat, mengajarkan anak untuk sholat bukan merupakan proses yang sulit. Dengan metode yang tepat, justru kita bisa membuat anak menanti-nanti momen untuk sholat dengan kita.

Pepatah mengatakan, melentur buluh biarlah dari rebungnya. Artinya, mendidik atau mendisiplinkan anak lebih baik dilakukan sedari kecil.

Berikut adalah 12 tips ampuh dalam mengajarkan anak sholat secara menyenangkan dan tanpa paksaan.

1. Sholat di Depan Anak
Cara mendidik terbaik adalah dengan memberi contoh. Orangtua adalah figur yang akan ditiru oleh anak-anaknya. Di sini, peran orangtua sebagai guru sangat berpengaruh.

Kata parikan Jawa, guru adalah orang yang digugu lan ditiru, jadi bukan hanya menyuruh, tetapi juga mencontohkan.

Ada pepatah mengatakan, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Anak-anak akan secara langsung melihat setiap apa yang dilakukan oleh ayah dan bundanya. Maka, gunakanlah kesempatan ini untuk mencontohkan sholat kepada mereka.

Cobalah untuk sholat di tempat yang dapat terlihat oleh anak, misalnya, di ruang tengah atau ruang tamu. Apabila si anak ini mulai penasaran dan mengikuti gerakan sholat kita, aka ini adalah pertanda baik karena sudah berhasil memancing rasa ingin tahu si anak.

2. Ajarkan, Bukan Sekadar Perintahkan
cara mengajarkan anak sholat

“Adik, sholat bareng bunda, yuk..”

“Adik, sholat dulu sana!”

Kira-kira, ungkapan mana yang berhasil membuat si anak sholat? Tentu yang pertama, bukan?

Kita perlu sedikit memainkan sudut pandang dalam mengajarkan anak sholat. Ajak anak sholat berjamaah bersama ayah dan bundanya, jangan suruh ia sholat sendirian.

Apabila si anak sudah sekolah, ajak ia untuk sholat subuh berjamaah sebelum mandi, sarapan, dan mengantarnya ke sekolah.

Dari sudut pandang anak. secara psikologis anak akan lebih menerima ajakan orangtuanya dan akan melakukannya dengan senang hati serta tanpa paksaan.

Tidak perlu menunggu sampai anak berusia 7 tahun untuk mulai mengajarkan anak sholat. Meski baru 2-3 tahun, ajaklah mereka untuk sholat di sebelah kita, karena di fase-fase tersebutlah anak sangat hebat dalam meniru.

Lakukan kebiasaan tersebut secara konsisten di setiap awal waktu sholat. Ini akan menanamkan kesadaran dan pembiasaan, nanti ketika ia mendengar adzan, secara refleks ia akan bersiap-siap.

3. Minta Anak untuk Melantunkan Iqomah
Ketika anak sudah mengerti dan hapal adzan atau iqomah, mintalah ia untuk melantunkan iqomah setiap kali sholat berjamaah. Anak laki-laki tentunya.

Pada awalnya mungkin anak akan merasa malu dan ogah-ogahan, tapi itu tidak apa-apa. Bimbing ia untuk melakukannya dengan benar sampai akhirnya terbiasa dan hapal.

Kebiasaan ini insya Allah dapat membuat anak menjadi lebih percaya diri, dan lebih baiknya lagi, dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk mendirikan sholat.

4. Perdengarkan Bacaan-bacaan di Dalam Sholat
Pada saat melaksanakan sholat berjamaah bersama anak, cobalah untuk mengeraskan suara saat membaca bacaan sholat, supaya anak kita dapat mendengarnya.

Sedikit demi sedikit, lama-kelamaan si anak akan familiar dengan bacaan-bacaan tersebut. Bisa dimulai dengan surat-surat pendek. Dengan cara ini, anak juga akan hapal bagaimana tertib sholat.

5. Beri Kecupan Kepada Anak Setelah Selesai Sholat
Biasakan untuk bersalaman dan mencium anak setiap kali selesai sholat berjamaah.

Kebiasaan ini bukan hanya dapat mempererat hubungan kekeluargaan saja, tapi juga dapat menimbulkan pandangan positif kepada anak bahwa sholat adalah aktivitas yang menyenangkan.

Dengan begitu, anak akan merasa diberikan kasih sayang, dan ia akan selalu merasa senang ketika memasuki waktu sholat.

6. Beri Pujian Setiap Kali Menunjukkan Peningkatan
Namanya juga masih belajar, pasti sholatnya anak tidak bisa langsung sempurna. Namun setidaknya, beri ia pujian apabila ia tidak bercanda ketika sholat, tekun, memakai perlengkapan sholat, dsb.

Bilang kepada mereka bahwa mereka sangat cantik atau ganteng ketika memakai kerudung/peci, tunjukkan bahwa sebagai orangtua, kita bangga memiliki anak seperti mereka.

7. Ajari Anak Berwudhu yang Benar
Mengajarkan anak sholat, berarti juga sudah sepaket dengan mengajarkan wudhu kepada mereka. Anak tidak akan dapat sholat dengan sempurna sampai mereka mengerti cara berwudhu yang sempurna. Karena wudhu adalah rukun daripada sholat itu sendiri.

Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk mengajarkan tata cara wudhu kepada anak, step-by-step, mulai dari awal hingga akhir secara tertib. Ini juga akan membutuhkan waktu yang tidak singkat.

Sebagai sarana pendukung, tempelkan poster tata cara wudhu di kamar anak. Atau dapat menggunakan media interaktif lainnya, seperti game Android.

Jadi, kekonsistenan dan ketelatenan sangat diperlukan dalam proses ini. Memang cukup menguras waktu, tapi kita akan merasa tenang dan bangga ketika mereka sudah bisa sendiri.

Hal-hal semacam ini seharusnya dilakukan langsung di lingkungan keluarga oleh orangtua, jangan hanya melimpahkan tanggung jawab sepenuhnya kepada pendidikan agama di sekolah.

8. Beri Nasehat Sehabis Shalat
Luangkan sedikit waktu setelah shalat untuk berbincang-bincang santai dengan anak. Ajak mereka berdiskusi, lakukan tanya jawab. Pada saat-saat seperti ini, biasanya kondisi anak dalam keadaan yang tenang.

Saat anak sudah mulai mengajukan banyak pertanyaan, saat itulah waktu yang tepat untuk mentransfer pengetahuan. Tanamkan kepada mereka ilmu agama dasar seperti rukun iman, rukun islam, cerita nabi dan sahabat, dan juga akhlak.

Pada saat ini pula saat yang tepat untuk menegur kesalahan anak. Mulai dengan memuji prestasi mereka. Setelah itu beri tahu bahwa melakukan hal A atau B itu tidak baik.

Saat anak melakukan perbuatan yang salah, mereka belum tahu baik atau tidak, benar atau salahnya, bukan? Maka beritahu mereka, jangan marahi.

Setiap kali ingin memberi nasehat kepada anak, mulailah dengan memuji mereka. Cara ini dapat membuat anak menjadi lebih memerhatikan dan fokus. Nasehat pun jadi lebih mudah masuk.

9. Ajari Anak Menghormati Adzan
Jika sudah masuk waktu sholat dan adzan telah dikumandangkan, biasakan untuk mengajarkan anak mendengarkan adzan. Ajari mereka bagaimana menghormati adzan.

Setelah selesai adzan, beri mereka contoh dengan mengeraskan bacaan doa setelah adzan. Jangan lupa, ajak juga anak untuk berdoa bersama. Rutinkan kebiasaan ini di manapun berada, baik itu di rumah, di pasar, atau di dalam perjalanan.

Ketika mereka sudah terbiasa mendengarkan dan menjawab adzan, maka secara pelan-pelan, ia akan hapal kalimat-kalimat adzan dengan sendirinya.

10. Mengajaknya ke Masjid adalah Praktik Cara Mengajarkan Anak Sholat yang Terbaik
cara mengajarkan anak sholat

Rumah yang berdekatan dengan masjid adalah sebuah karunia yang sangat besar. Ketika anak sudah mulai mengenal sholat, ajaklah mereka ke masjid untuk ikut sholat berjamaah bersama ayah.

Kalau ayah sibuk, setidaknya bisa meluangkan 1-2 kali dalam seminggu untuk mengajak anak sholat ke masjid.

Namun permasalahan yang sering kita jumpai, anak-anak tidak ditanamkan pentingnya melaksanakan sholat terlebih dahulu sebelum diajak ke masjid.

Dampaknya, anak akan lebih senang bercanda ketika mereka bertemu dengan kawannya di masjid, lari-larian, main petak umpet, dan sebagainya.

Untuk anak-anak, sebetulnya tidak mengapa apabila mereka berlari-larian di masjid. Yang terpenting adalah menanamkan rasa cinta masjid terlebih dahulu.

Namun hal tersebut jangan sampai kelewatan, artinya, seiring dengan bertambahnya usia si anak, orangtua juga wajib untuk mengingatkan anak untuk tidak berlari-lari di masjid karena dapat mengganggu jamaah lainnya.

11. Beri Hadiah yang Membuat Mereka Lebih Bersemangat
Anak-anak sangat suka sekali dengan yang namanya hadiah. Kalau diberi hadiah, mood anak yang tadinya ngambek bisa langsung berubah 180° menjadi gembira. Ya, namanya juga anak-anak.

Salah satu cara menyiasati agar anak terus semangat dalam sholat adalah dengan memberi mereka hadiah. Misal, mainan yang sudah lama ia impikan. Katakan kepada mereka, itu adalah hadiah karena ia rajin sholat.

Contoh hadiah lain yang dapat menjaga mood anak untuk selalu up dalam sholat adalah pakaian baru. Baju muslim anak, peci, atau kerudung yang lucu-lucu misalnya.

Memohon Agar Diberi Keturunan yang Senantiasa Mendirikan Sholat
Semakin anak bertumbuh dewasa, semakin sulit pula membangun rasa tanggung jawab dan kesadaran anak untuk sholat. Beberapa kali diajak sholat, namun selalu enggan beranjak. Apalagi, kalau sudah mengenal tablet, TV, game console.

Allah SWT telah mengajarkan kita sebuah doa untuk diberikan keturunan yang selalu mendirikan sholat, seperti yang termaktub di dalam Al-Quran surah Ibrahim ayat 40.


Amalkan doa tersebut setiap kali selesai sholat, pada waktu dan tempat yang mustajab untuk berdoa, dan pada saat mau tidur kemudian tiupkan ke kepala anak.

Apabila telah dibiasakan sholat sejak dini, maka akan tumbuh rasa tanggung jawabnya untuk menunaikan sholat wajib ketika ia tumbuh dewasa. Insya Allah, menjadi pahala yang terus-menerus mengalir kepada kedua orangtuanya pula.

post by asikaja.net

Menurut Anda, haruskah anak berprestasi di sekolahnya?

Jangan sampai Anda memaksa seorang anak berhasil dalam bidang yang tidak sesuai dengan minat dan bakatnya.

Memiliki anak dengan segudang prestasi adalah dambaan setiap orang tua. Untuk mewujudkan hal tersebut, kadang orangtua tidak segan-segan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dengan harapan buah hatinya mampu menunjukkan prestasi dan menjadi bintang kelas.

Setujukah Anda dengan hal ini?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ijinkan saya menganalogikan kecerdasan anak seperti kemampuan 3 ekor binatang dalam sebuah cerita fabel di bawah ini.

Ada 3 ekor binatang dengan kemampuan yang berbeda-beda: Kuda dengan kecepatan berlarinya, ikan dengan kecepatan berenangnya dan burung dengan kemampuan terbangnya. Pada suatu hari, ketiga binatang tersebut ikut dalam sebuah perlombaan dan berhasil melewati berbagai macam tantangan, hingga akhirnya mereka tiba di babak final. Untuk bisa menjadi yang terbaik, mereka harus mampu menyelesaikan sebuah pertandingan terakhir untuk keluar jadi pemenangnya.

Pertandingan final ini berbeda dari pertandingan sebelumnya, mereka di minta mengambil sebuah bendera dari dalam sebuah danau yang dalamnya 10 meter. Siapa yang paling cepat mengambil kesepuluh bendera, ia lah pemenangnya.

Anda tentu sudah bisa menebak siapa pemenangnya. Betapa sebuah pertandingan yang tidak adil bagi kuda dan burung untuk bisa mengambil bendera yang terletak di dasar danau. Namun, tidak demikian bagi si ikan, tanpa menemui banyak kendala ia berhasil menyelesaikan lomba dengan catatan waktu terbaik dan berhasil keluar sebagai pemenang.

Kini, kembali mengenai anak-anak kita. Setiap anak terlahir cerdas dengan karunia dan bakat yang berbeda satu dengan lainnya. Unik, dan tidak ada yang serupa. Kompas.com dalam sebuah artikelnya berjudul “_Kemampuan Anak dan Cara Mengembangkannya” menuliskan sedikitnya ada 9 macam kecerdasan yang dimiliki oleh setiap anak. Ini di antaranya: Kecerdasan Linguistik, kecerdasan matematis, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan musikal, kecerdasan spasial, kecerdasan kinetik, kecerdasan naturalis, dan kecerdasan spiritual._

Dengan berbagai macam kecerdasan yang ada, tentunya satu anak lebih mudah menguasai satu bidang kemampuan dibandingkan dengan yang lainnya. Seperti contoh, Budi memiliki kecerdasan dalam bidang matematika, sedangkan Ratih memiliki kecerdasan dalam bidang musik. Nah, Anda tentu bisa membayangkan tidak mudah bagi Budi untuk bisa menguasai alat-alat musik, sebaliknya tidak mudah bagi ratih untuk menguasai rumus-rumus matematika.

Intan Lolitasari

KISAH CINTA KEROMANTISAN & KEMESRAAN SESOSOK RASULULLAH SAW

Jika romantis itu identik dengan memberikan hadiah kepada pasangan, membahagiakan hati pasangan, serta bergembira dan bermesraan bersama pasangan, maka sesungguhnya sejak 14 abad yang lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam telah memberikan banyak contoh romantis bagi kita dalam potret kehidupan rumah tangga beliau bersama istri-istrinya. Jauh sebelum Wiliam Shakespere sempat menulis cerita romantis Romeo dan Juliet.

Kemesraan dan keromantisan seorang muslim itu akan tampak tulus dan ikhlas serta nikmat apabila pasangan ini sejak sebelum nikahnya mereka menjauhi yang namanya Pacaran. Sehingga semakin menambahnya nikmat kemesraan dan keromantisan.

Sesosok Rasul SAW, kita ketahui beliau orang yang tegas, serius, dan sibuk akan dakwahnya. Ternyata beliaulah yang meletakkan asas rumah tangga yang romantis sesuai dengan acuan Islami. Di medan perang beliau adalah seorang jenderal profesional yang menguasai taktik dan strategi bertempur. Di tengah masyarakat, beliau adalah teman, sahabat, guru, dan sosok pemimpin yang menyenangkan. Di rumah, beliau adalah seorang kepala rumah tangga yang bisa mendatangkan rasa aman, kasih sayang, sekaligus kebahagiaan.

Rasulullah Sahallahu ‘Alaihi Wassallam dinobatkan oleh Allah sebagai suri tauladan.

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”.
(QS: Al Ahzab [33] : 21).

Lihat saja bagaimana Aisyah ra. terharu saat ditanya tentang kenangannya bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam yang paling mengagumkan. Istri kesayangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam itu menjawab dengan penghayatan yang begitu dalam :

Kaana kullu amrihi ‘ajaba (Semua tentangnya menakjubkan !).

Seolah-olah Aisyah ra berbalik bertanya : “ Manakah dari pribadi beliau yang tidak mengagumkan ? “. Begitu romantisnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam hingga Aisyah tidak bisa melukiskannya dengan kata-kata selain menakjubkan.!

Mencium Kening Istrinya Saat Hendak Bepergian
Di antara sisi romantis Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, beliau mencium istrinya sebelum keluar untuk shalat. Dari ‘Aisyah Radhiallaahu ‘anha, “Bahwa Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa berwudhu dahulu.” (HR Ahmad).

Mengendong Aisyah
Aisyah ra ingat persis ketika Rasulullah saw menggendongnya mesra melihat orang-orang Habsyi bermain-main di pekarangan masjid hingga ia merasa bosan.

Bermain dengan Aisyah
Di hari lainnya, suaminya tercinta itu malah mengajaknya berlomba lari dan mencuri kemenangan atasnya saat badannya bertambah subur.

Bermanja, Ketika Aisyah Marah
Nabi saw biasa memijit-menjepit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai ‘Aisya, bacalah do’a: “Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni). Siapa yang berani lakuin ni tips. Kalau istrinya lagi marah, coba deh di jepit hidungnya dengan manja dan penuh kasih pasti deh marahnya hilang.

Panggilan Kesayangan
Aisyah ra juga takkan lupa saat Rasulullah saw memanggilnya dengan panggilan kesayangan “Humaira” (yang pipinya kemerah-merahan). Sebuah panggilan yang benar-benar mampu membuat pipi Aisyah bersemu merah jambu. Malu dan salah tingkah. Sementara di dalam rumah, potret romantis Aisyah bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam lebih menakjubkan. Mereka makan sepiring berdua, tidur satu selimut berdua, bahkan hingga mandi satu bejana ! Bayangkan, adakah yang lebih romantis dari tiga hal tersebut?

Makan Sepiring Berdua
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam juga suka memakan dan meminum berdua dari piring dan gelas istri-istrinya tanpa merasa risih atau jijik.

Dari ‘Aisyah RA, ia berkata: “Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam .“ (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod)

Dari Aisyah Ra, ia berkata: “Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum.” (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.)

Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah minum di gelas yang digunakan ‘Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit ‘Aisyah.(HR Muslim No. 300)

Bercanda dengan Menlemuri Wajah dengan Kue
Yang unik lagi misalnya, jika Anda pernah melihat film-film barat, maka ada sebuah kebiasaan aneh saat pesta , yaitu melumuri atau melempar wajah temannya dengan kue-kue yang ada. Kemudian mereka saling membalas. Ternyata, uswah kita tercinta shallallahu alaiahi wa salam pernah melakukannya dengan dua istrinya ; Aisyah ra dan Saudah ra. Mereka berdua asyik bercanda, saling membalas melumuri wajah madunya dengan sebuah makanan sejenis jenang. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam tidak hanya tersenyum simpul, bahkan juga ikut menyemangati kedua istrinya . Berani mencoba ?

Menemani Istri
Dari ‘Aisyah, ia mengatakan, beliau (Nabi) adalah orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)

Mandi dan Bercanda Bersama
Meskipun beliau sebagai seorang pemimpin yang super sibuk mengurus ummat, namun beliau tidak lupa untuk menjalin kemesraan dengan istri-istrinya. Beliau tak segan-segan untuk mandi bersama dengan istri beliau.

Dalam sebuah riwayat, mandi bersama dengan Siti ‘Aisyah radhiyallahu anha dalam satu kamar mandi dengan bak yang sama.

Dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan satu tempat air, tangan kami selalu bergantian mengambil air.” (HR Mutafaqun ‘alaih).

Dalam riwayat Ibnu Hibban menambahkan, “Dan tangan kami bersentuhan”.

Rasulullah mengajarkan kepada kita, mandi bersama istri bukanlah suatu hal yang tercela. Jika hal ini dianggap tercela, tentulah beliau Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak akan melakukannya.

Rasulullah juga sangat mengerti perasaan istri-istrinya dan tau cara menyenangkan dan memberi kasih sayang. Rasulullah, sering tidur di pangkuan Siti ‘Aisyah, meski istrinya sedang haids.

Keromantisan dan Kelembutan
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam adalah seorang lelaki sebagaimana lelaki lainnya, namun bagi para ummahatul mukminin , beliau bukan sekedar suami yang biasa. Beliau adalah suami yang romantis dengan segenap arti yang bisa diwakili oleh kata romantis. Diriwayatkan dari Umarah, ia berkata : Saya bertanya kepada Aisyah ra : “ Bagaimana keadaan Rasulullah bila berduaan dengan isri-istrinya ? “ Jawabnya : “ Dia adalah seorang lelaki seperti lelaki yang lainnya. Tetapi bedanya beliau seorang yang paling mulia, paling lemah lembut, serta senang tertawa dan tersenyum “ (HR Ibnu Asakir & Ishaq ).

Jika merasa belum lengkap dengan contoh nyata dari kehidupan rumah tangga beliau, maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam telah menegaskan secara khusus pada umatnya untuk berlaku romantis pada pasangannya. Beliau bersabda : “Sesungguhnya orang yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap istrinya. Dan aku adalah yang terbaik pada istri dari kamu sekalian “. (HR Tirmidzi & Ibnu Hibban)

Tidak tanggung-tanggung, bahkan Al-Quran juga telah mengisyaratkan hal yang senada : “ Dan bergaullah dengan mereka (istri-istrimu) secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, maka (bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak “ ( QS An-Nisa :19 )

Syarat untuk menjadi terbaik, harus berbuat baik terlebih dahulu kepada istri. Berbuat baik itu luas dan banyak peluangnya. Dari yang sekedar tersenyum, meremas jari tangan, bahkan hingga merawat pasangan kita saat sakit sekalipun. Subhanallah, bermesraan dengan istri itu membahagiakan hati dan menghapus segala gundah. Dan ternyata bukan itu saja, Islam juga menjadikan kebaikan, kemesraan, dan romantisnya seseorang terhadap pasangannya sebagai ladang pahala, bahkan kunci surga di akhirat kelak. Apakah maksud kunci surga itu ? Semoga dua hadits di bawah ini cukup bisa memberi jawaban bagi kita.

Dari Hushain bin Muhshan bahwa bibinya datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, lalu beliau bertanya kepadanya, “ Apakah engkau mempunyai suami ? Dia menjawab ;”Punya”, Beliau bertanya lagi: ”Bagaimana sikapmu terhadapnya ? “ Dia menjawab, “ aku tidak menghiraukannya, kecuali jika aku tidak mampu “. Maka beliau bersabda : “ Bagaimanapun engkau bersikap begitu kepadanya ? Sesunggguhnya dia adalah surga dan nerakamu) (HR Ahmad) . Juga diriwayatkan dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah bersabda : “Siapapun wanita yang meninggal dunia sedangkan suaminya dalam keadaan ridha kepadanya, maka ia masuk surga “ (HR. Hakim & Tirmidzi)

Ternyata, istri bisa masuk surga karena suami, begitu pula sebaliknya. Kalau masuk neraka ? Wal iyyadzh billah. Walhasil, seharusnya visi awal sebuah pernikahan adalah bagaimana menjadikan pasangan kita salah satu kunci-kunci surga bagi kita. Karena masuk surga itu penting, tapi lebih penting lagi masuk surga rame-rame dengan orang-orang yang kita cintai dan mencintai kita. Apakah bisa disebut bahagia jika kita menyaksikan orang-orang yang kita cintai dalam keadaan menderita ? Tidak sekali-sekali tidak. Wallahu’alam

by Zulfan Afdhilla 5 YEARS AGO 5 MINUTEREAD

KOMPETISI KEBAIKAN

Pada masa Khulafaur Rasyidin radhiallahu ‘anhum, para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para tabi’in berlomba-lomba berbuat kebaikan dengan membantu orang yang membutuhkan dan menolong orang yang teraniaya.

Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhuma termasuk orang yang gigih bersaing di dalam amal kebaikan yang mulia ini, yang pelakunya mendapatkan kebaikan besar di dunia dan banyak pahala di akhirat.

Dengan semangat kompetisi yang tinggi Umar bin Khattab mengawasi apa yang dilakukan oleh Abu Bakar. Ia berencana melakukan dua kali lipatnya sehingga dia bisa berbuat lebih dari Abu Bakar dalam hal kebaikan.

Suatu hari, Umar mengawasi Abu Bakar di waktu fajar. Sesuatu telah menarik perhatian Umar. Setiap pagi selesai subuh, Abu Bakar mendatangi sebuah gubuk kecil di pinggiran Madinah, ia masuk selama beberapa jam, lalu dia pulang kembali ke rumahnya.

Umar tidak mengetahui apa yang ada di dalam gubuk itu dan apa yang dilakukan Abu Bakar di sana. Umar mengetahui segala kebaikan yang dilakukan Abu Bakar kecuali rahasia urusan gubuk tersebut.

Sampai akhirnya setelah berminggu minggu mengikuti Abu Bakar, Umar memutuskan untuk masuk ke dalam gubuk itu sesaat setelah Abu Bakar meninggalkannya. Dia ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh sahabatnya di situ.

Umar tertegun saat mendapatkan seorang nenek tua yang lemah tanpa bisa bergerak. Nenek itu juga buta kedua matanya. Tidak ada sesuatu pun di dalam gubuk kecil itu.

Umar bertanya, “Apa yang dilakukan laki-laki itu di sini?” Nenek menjawab, “Demi Allah, aku tidak mengetahui, wahai anakku. Setiap pagi dia datang, membersihkan rumahku ini dan menyapunya. Dia menyiapkan makanan untukku. Kemudian dia pergi tanpa berbicara apapun denganku.”

Umar menekuk kedua lututnya dan kedua matanya basah oleh air mata. Dia menangis sambil mengucapkan “Sungguh, engkau telah membuat lelah khalifah sesudahmu wahai Abu Bakar.”

Sahabatku, sebagai manusia kita semua diciptakan oleh Allah subhanallahu wata’alaa untuk berakalbudi, dan diciptakan untuk selaku memilih. Benar sekali, hidup di dunia adalah pilihan. Kau bisa memilih menjadi orang biasa saja, menghindari kompetisi kebaikan, hidup nyaman sejahtera tanpa harus bersusah payah bekerja keras , melewatkan kesempatan untuk menebar kebaikan. Melewatkan peluang untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Atau sebaliknya, kau bisa memilih menjadi orang yang luar biasa, hidup menjadi saluran berkah untuk orang lain siapapun itu, menempatkan prioritas tertinggi untuk menebarkan kebaikan, bermanfaat kepada semua manusia, menjadi harapan untuk bangsa Indonesia.

Kebaikanmu bukanlah untuk ajang pamer. Bukan untuk dinilai oleh orang lain, karena sesungguhnya hanya Allah lah yang berhak menilai. Tetapi untuk diteladani oleh orang disekelilingmu, untuk menjadi manfaat kepada mereka, untuk menginspirasi mereka, untuk memacu mereka agar berusaha lebih keras dalam kompetisi kebaikan.

Salam Hijrah

RAHASIA SUKSES BISNIS SANDIAGA UNO

#inspirasisukses

Kenal dengan Bang Sandiaga Salahuddin Uno kan?

Seorang Pengusaha Muda yang Sukses jadi WaGub DKI terpilih.

Sandiaga Uno adalah salah satu Pengusaha Sukses papan atas Indonesia.

Perusahaan nya PT. SARATOGA sudah beranak pinak menjadi banyak perusahaan, salah satu nya PT. ADARO ( Perusahaan Tambang Batu Bara Terbesar di Indonesia ).

Apa kebiasaan Sandiaga Uno setiap hari, sehingga bisa Sukses seperti sekarang?

Berikut catatan yang di ambil dari tulisan mas Saptuari ;

Aku ingat Januari lalu, kami rapat kecil dengan mas Sandi di Eksekutif Lounge Adisutjipto Internasional Airport sehabis dia ngisi seminar di Universitas Gadjah Mada.

Makanan dan minuman terhidang di meja, kami berebutan mengambil nya, mas Sandi tidak menyentuhnya karena sedang puasa.

“Mas Sandi, apa yang bikin mas Sandi tetap konsisten dalam ibadah mas?”

“Dirimu sudah super sukses, tapi aku pernah baca puasa Daud masih rutin mas Sandi lakukan, sholat Dhuha juga gak pernah putus…. Maluuu aku mas kalau lihat ibadah mu, kok bisa dirimu seperti itu”. Kataku penuh tanya.

Mas Sandi tersenyum, kepala plontos nya oleh-oleh Umroh tampak lucu malam itu.

“Jadi begini, ibadah itu kalau sudah rutin kita lakukan bukan lagi menjadi sebuah kewajiban tapi menjadi sebuah kebutuhan”.

“Jadi, kalau aku gak sholat Dhuha aja sekali, tiba-tiba ada sesuatu yang hilang, aneh rasanya….. walaupun itu sunnah jadi terasa wajib.

Dan aku merasakan sekali hikmah nya, sudah 7 – 8 tahun aku rutin melakukan nya, rezeki itu seperti gak aku cari, semua datang sendiri.. seperti diantar rezeki itu”. Mas Sandi mulai bercerita.

“Dhuha mu berapa rekaat mas?”. Tanyaku lagi.

“Delapan, insyaallah”. Jawab mas Sandi singkat.

“Aku juga sering banget merasa diselamatkan oleh Allah dengan banyak kejadian-kejadian yang tidak berhasil aku dapatkan.

Dulu aku pernah di calonkan jadi bendahara DPP partai Demokrat lho.., waah kalau sampai kejadian, maluu wajah kita sekarang muncul di koran-koran, pasti ikut keseret-seret yang begituan, hehehe… “. Lanjut mas Sandi.

“Jadi bener itu, sesuatu yang kita anggap baik buat kita, belum tentu baik di mata Allah! dan aku banyaak banget ngalamin, sehingga aku merasa justru aku di selamatkan oleh Allah ketika aku tidak mendapatkannya”.

Kami manggut-manggut mendengar nya…
Aah… aku yang paling terpana, mas Sandi membuktikan Istiqomah di jalur hidup nya.

Aku masih menggenggam kacang goreng ketika dari balik jendela Lounge kulihat Jet pribadi membawa mas Sandi take off pulang ke Jakarta,Indonesia.

Pantaslah beliau menjadi Pengusaha Sukses, Pantaslah beliau di kejar Rezeki, karena ternyata beliau memiliki Rahasia Magnet Rezeki

SUDAHKAH KITA RUTINKAN SHOLAT DHUHA?
BERAPA RAKAAT?