5 Langkah Mengajarkan Konsep Cita-cita pada Anak

kecenderungan untuk fokus dalam menjalani hidup. Mereka akan tumbuh jadi pribadi yang punya semangat juang tinggi. Karena itu juga, tidak ada salahnya jika Moms mulai mengenalkan konsep cita-cita kepada Si Kecil.

Memasuki usia 4 tahun, Si kecil sudah bisa dikenalkan dengan konsep cita-cita. Di usia itu, Si Kecil umumnya sudah punya cita-cita saat dewasa nanti.

Dikutip dari Biglifejournal.com, ada beberapa langkah yang perlu Moms lakukan untuk membantu Si Kecil mengenal konsep cita-cita. Seperti apa langkahnya? Cari tahu yuk Moms!
Biarkan Mereka Memilih Tujuan atau Cita-cita
Moms bisa mulai bertanya soal tujuan atau cita-cita Si Kecil untuk jangka pendek dan jangka panjang. Moms jangan terlalu ikut campur untuk urusan ini.

Biarkan Mereka Memilih Tujuan atau Cita-cita

Moms bisa mulai bertanya soal tujuan atau cita-cita Si Kecil untuk jangka pendek dan jangka panjang. Moms jangan terlalu ikut campur untuk urusan ini.

Biarkan Si Kecil memilih sendiri tujuan dan cita-citanya. Dengan memilih sendiri, dia tentu punya alasan untuk mewujudkannya.

Moms bisa membantu Si Kecil untuk menentukan tujuan dan cita-cita yang realistis. Tapi ingat lho Moms, hanya membantu mengarahkan, bukan memilihkan.

Diskusikan Tujuan atau Cita-cita Itu

Jika Si Kecil sudah punya tujuan atau cita-cita, Moms bisa mengajaknya berdiskusi.

Tanyakan apa yang membuatnya memilih tujuan atau cita-cita itu, apa keuntungannya nanti, bagaimana dampaknya pada kehidupan nanti, dan apakah tujuan dan cita-cita tersebut bisa jadi cara untuk menolong banyak orang.

 

Urai Tujuan atau Cita-cita itu jadi Langkah-Langkah Kecil

Setelah Si Kecil mantap dengan tujuannya, Moms bisa membantunya untuk mengurainya jadi langkah-langkah kecil untuk sampai ke tujuan tersebut.

Buatlah gambaran langkah apa saja yang harus mereka lakukan untuk bisa sampai ke tujuan atau cita-cita itu.

Diskusikan Hambatan yang Mungkin Muncul

Diskusikan juga hambatan yang mungkin muncul saat Si Kecil mengejar tujuan atau cita-citanya itu.

Moms juga bisa membantu Si Kecil membuat daftar hambatan yang mungkin terjadi dan diskusikan solusi apa yang bisa diambil untuk mengatasi hambatan tersebut.

Hargai Setiap Usaha yang Telah Dilakukan

Ketika Si Kecil mulai punya tujuan atau cita-cita dan mulai berusaha untuk mencapainya, Moms harus berikan penghargaan.

Moms bisa bilang bahwa usaha yang dilakukannya sudah baik atau yang lainnya. Hal itu akan membuat Si Kecil semakin termotivasi karena mendapat dukungan dari Moms.

Anak-anak tentunya memiliki cita-cita yang beragam, oleh sebab itu Moms harus bisa mendukung cita-cita Si Kecil. Selamat mencoba!

(AND)

8 Cara Memotivasi Anak Agar Rajin Belajar

Anak-anak di usia dini memang terkadang sedikit sulit untuk disuruh belajar. Hal itu terjadi karena mereka belum mengetahui apa sebenarnya manfaat dari belajar itu sendiri.

Namun, jika kesulitan tersebut terjadi pada anak-anak yang seharusnya sudah mengerti manfaat belajar, di sinilah orang tua berperan. Orang tua harus memiliki berbagai cara agar dapat mendongkrak semangat anak untuk belajar.

Anak-anak yang sulit untuk belajar dapat berubah jika orang tua dapat mendidiknya atau memotivasinya dengan benar. Bagaimana caranya? Berikut ini 8 cara memotivasi anak agar rajin belajar yang bisa Anda coba mulai dari sekarang.

1. Berikan waktu anak untuk melakukan hobi

Belajar memang penting, tetapi melakukan hal yang disukai juga tak kalah penting. Sekolah, les, dan pekerjaan rumah memang membuat tekanan pada diri anak.

Jika Anda memforsir dia untuk belajar dan belajar setiap hari maka anak Anda bisa stres. Hal ini sangat disayangkan karena usia dia masih muda.

Salah satu cara memotivasi anak agar rajin belajar adalah memberikan dia waktu untuk melakukan hobinya karena dengan keseimbangan antara hobi dan studi dapat membuat keefektifan belajar semakin meningkat.

2. Buat struktur belajar yang baik

Agar anak dapat termotivasi untuk belajar dengan rajin, maka Anda dapat menerapkan pola disiplin, misalnya saja membuat jadwal belajar. Untuk memulai kebiasaan baru yang baik kuncinya hanya satu, yaitu disiplin.

Ketika berada dalam waktu belajar Anda harus membuat tidak ada kegiatan lain selain belajar. Sebagai contoh, Anda Anda tidak boleh bermain game atau berinternet ria saat belajar.

Tak hanya itu, sebaiknya Anda juga memberikan contoh yang baik. Ketika jam belajar, Anda juga jangan bermain HP saja. Hal ini tentu membuat anak Anda semakin termotivasi.

3. Beri pujian

Agar anak Anda semangat untuk belajar, maka Anda bisa memberikan sesuatu, seperti hadiah atau pujian ketika dia berprestasi. Jangan sering memberikan anak hadiah tanpa ada usaha untuk rajin belajar. Hal tersebut akan menyebabkan anak Anda manja dan gampang merengek.

Anak yang mendapat reward ketika berprestasi pasti akan termotivasi dan akan lebih giat ke depannya. Ketika belajar sudah menjadi kebiasaan tanpa disuruh, lambat laun dia akan menemukan apa arti dan manfaat belajar itu sendiri.

4. Lakukan terapi

Apa Anda pernah dengar yang namanya terapi hypnosleep? Hypnosleep menghipnotis anak melalui kata-kata yang kita ucapkan ketika anak tidur. Kata-kata tersebut bisa berupa doa, kata-kata bijak yang memotivasi, atau pujian Anda terhadap anak Anda.

Untuk melakukan terapi hypnosleep ini, pastikan anak Anda telah berada di fase tidur nyenyak. Alam bawah sadarnya akan menangkap kata-kata yang Anda ucapkan.

Walaupun terapi hypnosleep ini masih diperdebatkan, tidak ada salahnya untuk mencoba, bukan?

5. Tidak fokus ke nilai

Mengajari anak geografi

Setiap anak itu berbeda-beda. Mereka mempunyai skill dan kecerdasan di bidang yang berbeda pula. Oleh karena itu, jangan langsung memarahi dan menghakimi anak ketika nilai matematikanya jelek.

Mungkin saja dia memang memiliki kesulitan berhitung tapi kecerdasannya tinggi di bidang ilmu sosial. Misalnya, dia lebih suka bahasa, geografi, atau ekonomi.

Jika Anda memarahi anak karena salah satu mata pelajarannya jelek, maka hal ini dapat membuat anak merasa putus asa. Alih-alaih, Anda sebagai orang tua harus turun tangan. Bantulah anak ketika dia kesulitan matematika dan pantaulah terus bagaimana perkembangan dia.

Pendek kata, untuk memotivasi anak agar rajin belajar, jangan fokus pada nilai tinggi. Namun, fokuslah pada perkembangan cara belajar anak Anda.

6. Masuk ke kehidupannya

Ada banyak alasan kenapa anak Anda malas belajar, mungkin saja mereka kesulitan untuk menerima pelajaran. Untuk itu, jangan langsung memarahi anak ketika dia malas belajar.

Anda sebagai orang tua harus bisa masuk ke kehidupannya. Cari tahu mengapa dia tidak suka pelajaran A, B, dan C. Apakah ada masalah dengan gurunya atau kesulitan tertentu? Jika ya, maka Anda dapat mencari solusi agar masalah tersebut dapat teratasi.

7. Beri dukungan

Dukungan mungkin adalah hal sederhana. Meski demikian, dukungan mempunyai pengaruh besar terhadap pola pikir anak. Oleh karena itu, dukunglah apa pun yang anak Anda lakukan dalammeraih cita-citanya.

Jika Anda memberikan dukungan penuh pada anak, maka secara alamiah anak akan termotivasi untuk belajar atau mendalami hobinya dengan rajin.

Selain itu, akan timbul rasa tanggung jawab dalam diri anak sehingga tanpa perlu Anda suruh pun dia akan belajar dengan sendirinya.

8. Jelaskan manfaat belajar

Jika anak Anda masih malas belajar, maka Anda sebagai orang tua bisa menyampaikan kepada anak apa sebenarnya manfaat dari belajar. Anda jangan menyampaikannya dengan bentakan. Sampaikanlah dengan lembut, penuh pengertian, dan santai.

Berbincang ringan mengenai manfaat belajar dan fungsinya untuk masa depan dapat membuka pikiran anak Anda. Informasikanlah bahwa dengan belajar kita bisa meraih dan mendapatkan apa yang dicita-citakan.

Penutup

Demikianlah 8 cara memotivasi anak agar rajin belajar. Sebagai orang tua Anda perlu memiliki trik khusus atau cara mendidik anak agar tidak malas belajar.

Anda dapat mencoba satu persatu cara di atas yang sekiranya cocok. Semoga artikel ini bermanfaat dan masalah Anda dapat segera teratasi.
sumber tipspengembangandiri.com

Wanita Dalam Pandangan Islam Dan Keistimewaannya

Wanita Dalam Pandangan Islam Dan Keistimewaannya – Betapa beruntungnya seorang wanita dalam Islam jika kita mengetahuinya keistimewaan-keistimewaannya. Dalam kesempatan ini, sikecillucu.com akan berbagi ilmu tentang wanita dalam pandangan Islam dan keistimewaannya. Memang tidak merujuk dari berbagai kitab shohih, namun diantaranya ada yang diambil dari kitab ‘Uqudul Jein, Riadhus Sholihin, artikel-artikel terkait dan bacaan-bacaan buku wanita lainnya.

Wanita Dalam Pandangan Islam

Islam memandang wanita  memiliki banyak keistimewaan dan lebih unggul dibandingkan laki-laki. Di dalam Al-Qur’an telah banyak memberitahukan kepada kita semua tentang kedudukan wanita dan emansipasinya dengan kaum laki-laki. Wanita memiliki esensi dan identitas yang sama dengan laki-laki. Bahkan satu surat di dalam Al-Qur’an mengandung nama perempuan yakni surat “An-Nisa“. Rasulullah SAW ketika ditanya siapa orang yang paling berhak untuk dihormati dan didahulukan, beliau menjawab “ibumu! ibumu! ibumu! kemudian ayahmu“. Subhanallah, begitu mulianya seorang wanita di dalam pandangan Islam.

Keistimewaan Wanita Dalam Islam

Jika kita menghitung-hitung berapa jumlah keistimewaan wanita dalam Islam, tak kan terhitung memang. Namun ada beberapa yang kita ketahui dari beberapa ilmu yang didapatkan. Kita saling berbagi dan saling memberi ilmu serta pendidikan bagi kaum muslimah khususnya. Ketahuilah, bahwa Islam telah memuliakan wanita. Lalu wanita yang seperti apa yang bisa mendapatkan keistimewaan itu?

Ini ada beberapa yang mungkin jika kita melakukannya dengan niat lillahita’ala, insyaaAllah, Allah tidak akan pernah mengingkari janji-janjiNya termasuk dalam memberikan kemuliaan pada seorang wanita. Berikut ini beberapa keistimewaan wanita dalam Islam diantaranya:

Wanita sholihah adalah tiangnya negara.

Sehingga jika wanitanya rusak, maka rusaklah negara tersebut, namun jika wanitanya baik maka baik pulalah negaranya. Wanita sholihah merupakan perhiasan dunia. Wanita memiliki inner beauty yang luar biasa, dan wanita identik dengan keindahan.

Seorang wanita sholihah lebih baik dari seribu laki-laki yang tidak sholeh.

Subhanallah, begitu mulianya Islam memandang seorang wanita yang keutamaan dan keistimewaannya itu lebih baik dari 1000 seribu laki-laki yang tidak seholeh.

Wanita sholihah itu lebih baik dari 70 wali.

Walaupun kita seorang muslimah yang tidak sesholihah Khadijah Al-Kubra, Siti Aisyah, Siti Hajar, dan lain sebagainya. Namun, paling tidak berusahalah untuk menjadi sholihah.

Seorang wanita sholihah lebih baik dari 70 orang sholih

MasyaAllah, betapa istimewanya wanita sholihah disisi Allah.

Doanya seorang wanita sholihah itu lebih maqbul atau terkabul.

Mengapa demikian? karena ketaatannya, kesabarannya, kedekatannya pada Allah serta sifat penyayangnya yang melebihi sifat penyayang seorang laki-laki. Oleh karenanya, doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia.

Haidnya seorang wanita merupakan tebusan (kifarah) atas dosa-dosanya yang telah lalu.

Oleh karenanya, saat haidh seorang wanita muslimah yang sholihah akan selalu beristighfar untuk memohon ampunan kepada Allah dan Allah akan membebaskannya dari siksa neraka dan memudahkannya ketika melewatu jembatan shiratal mustaqim serta Allah akan mengangkat derajatnya seperti derajatnya 40 syuhada. Dan jika dilakukannya selama sedang haid (beristighfar).

Surga terletak dibawah kaki ibu.

Seorang anak wajib taat dan patuh pada ibunya, karena ridhonya seorang ibu adalah ridhonya Allah. Balasan terhadap apa yang telah ibu lakukan demi anak-anaknya, dari mulai mengandung, melahirkan, menyusui, membimbing, melindungi, menyayangi dan lain sebagainya. Oleh karenanya atas pengorbanan seorang ibu, maka Allah pantas berikan surga dibawah kakinya.

Ibu lebih didahulukan dan diutamakan.

Ketika ada yang memanggilmu (ayah dan ibumu), maka dahulukanlah ibumu.

Wanita sholihah akan dijamin masuk surga dari pintu mana saja yang ia mau.

Seorang wanita yang mengerjakan solat fardhu, puasa wajib dan memelihara kehormatannya serta taat dan patuh pada suaminya, maka niscaya ia akan masuk Surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.

Allah akan mendatanginya ketika di akhirat.

Semua orang kelak (di akhirat) akan dipanggil untuk melihat wajah Allah, akan tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya terlihat yakni memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

Mendapatkan pahala selama 12 tahun sholat.

Untuk wanita sholihah yang melayani suaminya dengan ikhlas tanpa ada khianat. Maka akan mendapat pahala selama 12 tahun sholat.

Akan mendapat pahala selama satu tahun sholat dan puasa. Jika memberikan ASI kepada anaknya yang menangis

Setiap rokaat dari sholatnya wanita yang sedang mengandung itu lebih utama dari wanita yang tidak mengandung.

Akan mendapatkan pahala sebanyak 70 tahun sholat dan puasa. Yakni saat mengalami rasa sakit saat melahirkan dan setiap urat yang terasa sakit akan diberi pahanyanya seperti pahala orang yang haji.

Wanita yang mati karena melahirkan akan mendapatkan pahala seperti pahalanya orang yang mati syahid.

Wanita sholihah yang mengandung akan diberi 1000 kebaikan dan dihapuskan 1000 kejahatan, dan malaikat akan beristighfar untuknya.

Wanita Dalam Pandangan Islam Dan Keistimewaannya
Wanita Dalam Pandangan Islam Dan Keistimewaannya

Wanita yang memberikan ASI sampai cukup umur pada anaknya (-+2 tahun), akan diberi Surga oleh Allah.

Orang yang berbuat ihsan atau berbuat baik dan mendidik anak perempuan, saudara perempuan atau istrinya dengan penuh taqwa serta penuh tanggung jawab maka Surga untuknya.

Wanita yang melayani suaminya dengan baik ketika pulang ke rumah, maka akan diberi pahala seperti pahalanya orang yang berjihad.

Ibu lebih berhak terhadap anak laki-lakinya. Seorang ibu lebih berhak terhadap anak laki-lakinya, meskipun telah berumah tangga.

Wanita akan terlebih dahulu masuk ke surga dari pada suaminya. Wanita atau istri yang sholihah akan lebih dulu masuk surga dari pada suaminya jika menolong suami dalam urusan agama.

Wanita yang menjaga anaknya yang sedang sakit, sehingga terkurangi waktu istirahat dan tidurnya, maka Allah akan memberi pahala seperti Allah membebaskan 20 orang hamba sahaya dan diampuni dosanya.

Wanita sholihah atau istri sholihah yang menyucikan pakaian suaminya akan dicatat baginya 1000 kebaikan dan diampuni 2000 kesalahannya serta diangkat derajatnya hingga 1000 derajat.

Istri yang membahagiakan dan menggembirakan hati suaminya siang malam, akan diberi ganjaran tiada henti.

Setiap wanita yang berkeringat demi suami dan anaknya, maka Allah akan menjadikan 7 parit antara dirinya dengan neraka, dan jarak diantara parit itu sejauh langit dan bumi. Jadi, jika seorang istri atau ibu yang mengeluarkan keringat ketika memasak untuk menghidangkan makanan bagi keluarganya, mencuci pakaiannya, membersihkan dan merapikan rumahnya dari segala kotoran, dan lain sebagainya sehingga keringatnya bercucuran akan dibalas oleh Allah dengan dibuatkannya sebuah parit sebagai penghalang dirinya dengan neraka.

Nah itulah beberapa keistimewaan seorang wanita sholihah. Dan masih banyak keistimewaan-keistimewaan lainnya. Begitu mulianya wanita dalam pandangan Islam. Dan begitu luar biasanya Allah memberikan kedudukan yang mulia bagi seorang wanita muslimah yang sholihah. Subhanallah.

By muslimah.com

Ingin Anak Menjadi Hafiz Quran? Ikuti 8 Cara Mendidik Anak Berikut Ini!

Dari Buraidah Al Aslami r.a., ia berkata bahwasanya ia mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Pada hari kiamat nanti, Alquran akan menemui penghafalnya ketika penghafalnya keluar dari kuburnya. Alquran akan berwujud seseorang dan bertanya kepada penghafalnya, ‘Apakah Anda mengenalku?’ Penghafal tadi menjawab, ‘Saya tidak mengenal kamu.’ Alquran berkata, ‘Saya adalah kawanmu, Alquran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tidak tidur di siang hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan di belakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan.’ Penghafal Alquran tadi pun diberi kekuasaan di tangan kanannya, diberi kekekalan di tangan kirinya, dan di atas kepalanya dipasang mahkota perkasa.

Sementara itu, kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya, ‘Kenapa kami diberi dengan pakaian begini?’ Kemudian, dijawab, ‘Karena anakmu hafal Alquran.’ Maka, kepada penghafal Alquran tadi diperintahkan, ‘Bacalah dan naiklah ke tingkat-tingkat surga dan kamar-kamarnya.’ Ia pun terus naik selagi ia tetap membaca, baik bacaan itu cepat maupun perlahan. (H.R Ahmad)

Pada hari kiamat, Alquran akan menemui penghafalnya ketika penghafalnya keluar dari kubur. Sang penghafal akan diberi kekuasaan di tangan kanan, kekekalan di tangan kiri, dan mahkota di kepalanya.

Wow! dahsyat sekali keutamaan menjadi hafiz Quran, ya Sahabat Abi Ummi? Tentunya kita mau dong mendapat keutamaan seperti hadis di atas: diberi mahkota kehormatan sekaligus diberi pakaian yang baru lagi bagus? Hal itu berarti kita perlu berjuang menjadi hafiz Quran dan menjadi orang tua yang anaknya hafiz. Tapi, bagaimana caranya, ya? Bagaimana cara mendidik anak sehingga ia termotivasi dan mampu menghafal Alquran? Nah, untuk itu, Sahabat Abi Ummi tidak perlu pusing karena di tulisan ini kita akan membahas 9 cara mendidik anak agar kelak ia menjadi seorang hafiz. Yuk, simak ulasan berikut!

1. Memulai dari yang Halal

hafiz quran
Konsumsilah makanan yang halal agar terbiasa dengan hal baik. (Sumber: gdb.voanews.com)

Satu syarat mutlak mencetak anak yang saleh, apalagi penghafal Alquran adalah dengan memastikan bahwa makanan yang masuk ke tubuh kita dan anak kita adalah makanan yang halal dan berasal dari sumber yang halal. Dengan memberikan asupan yang halal, anak cenderung lebih mudah diarahkan dan hal paling penting adalah doanya mustajab. Hal ini di sampaikan oleh Rasulullah dalam sebuah hadis.

Wahai, Sa’ad. Perbaikilah makananmu, makanlah dari makanan yang baik-baik, niscaya kamu akan menjadi orang yang mustajab doanya (H.R Ath Thabrani).

Jika kita dan anak kita mustajab doanya, ketika berdoa untuk dimudahkan menghafalkan Alquran, Allah akan mengabulkannya. Insya Allah.

2. Perdengarkanlah Alquran di Setiap Kesempatan

hafiz quran
Perdengarkanlah Alquran di setiap kesempatan. (Sumber: myfitriblog.files.wordpress.com)

Sejak anak kita masih balita, mulailah perdengarkan ayat-ayat Alquran kepada mereka. Hal ini bertujuan memperkenalkan Alquran sejak dini sehingga mereka tidak asing dengan lafadz-lafadz yang ada di tiap ayatnya. Teknik ini hampir sama dengan cara mengajarkan berbicara kepada anak, semua dimulai dari memperdengarkan sesuatu. Ingatlah bahwa anak balita itu seperti spons yang mudah menyerap apa pun yang berasal dari lingkungannya, apalagi jika dilakukan berulang kali. Jadi, lakukanlah di setiap kesempatan, kapan pun dan di mana pun.

3. Jadilah Orang Tua yang Menjadi Contoh bagi Anak

hafiz quran
Kita harus menjadi contoh bagi anak. (Sumber: muslimahcorner.com)

Percaya atau tidak, hal yang dilakukan oleh anak kita sebagian besar adalah cerminan dari diri kita karena salah satu yang memengaruhi perkembangan seorang anak adalah lingkungan dan pola asuh orang tuanya. Bagaimana cara supaya kita bisa menjadi contoh bagi anak untuk menghafal Alquran? Jawabannya, menghafallah!

4. Bacakan Ayat-Ayat Alquran sejak Anak dalam Kandungan

hafiz quran
Bacakanlah Alquran sejak anak berada dalam kandungan. (Sumber: passtheknowledge.files.wordpress.com)

Janin yang masih dalam kandungan sudah mengalami perkembangan di otak dan telinganya sehingga mereka sudah mampu mendengar dan menyimpan memori. Dengan sering membacakan ataupun memperdengarkan ayat Alquran sejak dalam kandungan, itu akan mempermudah anak kelak dalam mengingat ayat per ayatnya karena sejatinya ia hanya memanggil informasi mengenai ayat-ayat Alquran ini dari memori penyimpanan di otaknya semasa dalam kandungan dulu.

5. Gunakan Metode yang Unik dan Menarik

Hafiz Quran
Gunakan metode yang menarik dan unik untuk membantu anak menghafal Alquran. (Sumber: 3.bp.blogspot.com)

Masa kanak-kanak adalah masa-masanya anak gemar bermain. Mereka pun masih kesulitan untuk fokus melakukan satu hal, perhatiannya masih mudah teralihkan. Oleh karena itu, kita perlu membuat strategi mengajarkan anak menghafalkan Alquran yang efektif. Salah satu strateginya adalah menggunakan metode yang unik dan menarik. Sejauh mana unik dan menariknya disesuaikan dengan karakter anak, misalnya untuk anak hiperaktif, kita bisa menempel potongan-potongan ayat di dinding rumah sehingga anak bisa menghafal sambil bergerak ke sana ke mari.

6. Berikan Apresiasi Setiap Kali Anak Mampu dan Mau Menghafal

hafiz quran
Berikan anak apresiasi setiap kali dia berhasil menghafal. (Sumber: ovreview.com)

Apresiasi adalah satu bentuk penghargaan atas sesuatu, baik itu hasil yang diperoleh dari suatu usaha maupun usaha itu sendiri. Salah satu fungsi pemberian apresiasi adalah meningkatkan motivasi, terutama motivasi yang berasal dari dalam diri. Nah, pemberian apresiasi pun perlu kita gunakan untuk membantu anak semangat menghafal Alquran. Jadi, setiap anak mau menghafal, mulailah dengan mengapresiasinya. Bentuk apresiasi bisa beraneka macam, bisa dengan memberi gesture tubuh seperti mengangkat jempol dan bertepuk tangan, bisa juga dengan memberi pujian atau memberi sesuatu yang disukai oleh anak.

7. Terimalah Anak Apa Adanya, Pun Ketika Ia sedang Malas Menghafal Alquran

 

Hafiz quran
Terimalah anak apa adanya jika ia sedang malas menghafal Alquran. (sumber: voa-islam.com)

Seringkali para orang tua terjebak pada ekspektasinya masing-masing, misal memasang target hafalan Alquran yang terlalu tinggi kepada anak. Biasanya hal ini terjadi karena orang tua ingin anaknya lebih dari mereka atau menyamai mereka. Kita kadang-kadang sering lupa bahwa tiap individu adalah pribadi yang unik. Jadi, realistislah dengan kemampuan anak kita ketika memasang target dan kita tidak perlu marah atau memaksa anak. Jika anak kita sedang tidak semangat menghafal Alquran, kita hanya perlu melihat hal yang mereka butuhkan untuk semangat, bukan memaksa mereka memenuhi target hafalan yang kita tentukan. Terimalah bahwa rasa malas itu adalah sesuatu yang manusiawi dan bisa dialami oleh anak kita.

8. Konsisten

Hafiz Quran
http://ppgkediriraya.com

Seseorang pasti akan sukses melakukan suatu hal jika hal tersebut dilakukan terus menerus tanpa pernah merasa putus asa. Ini seperti Thomas Alfa Edison yang pada akhirnya menemukan bola lampu, walaupun mengalami kegagalan ratusan kali. Begitu pula ketika kita ingin mendidik anak menjadi hafiz Quran. Di tengah perjalanan menghafal, pasti ada saja kendala yang akan kita temui, mulai dari anak yang merasa bosan, ataupun kesibukan yang membuat kita kurang men-support anak. Akan tetapi, jangan pernah berhenti karena kekagagalan bermula ketika kita berhenti untuk mencoba. Jadi, konsistenlah!

Demikianlah 8 cara mendidik anak yang jika kita lakukan secara konsisten mampu mencetak seorang hafiz Quran. Selamat mencoba dan mempraktikkannya di rumah ya, Sahabat Abi Ummi

sumber abiumii.com

Umur Berapa Seharusnya Anak Berhenti Mengompol?

Si Kecil masih mengompol? Fase mengompol yang dialami anak adalah hal yang normal. Tapi sampai kapan?
Klikdokter.com, Jakarta Ketika si Kecil yang berusia 5 tahun terbangun dengan malu disertai pakaian basah dan bau pesing, Anda tak perlu kaget. Meski sebagian besar anak usia 2-4 tahun sudah lulus toilet training, beberapa anak mungkin saja masih tetap mengompol di malam hari, bahkan setelah memasuki usia sekolah.

Batasan usia mengompol yang normal
Mengompol yang dianggap normal biasanya terjadi di malam hari. Ini merupakan refleks berkemih yang tidak disadari ketika anak sedang tidur.

Pada usia 5 tahun, sebagian besar anak sudah tidak lagi mengompol. Namun, karena laju perkembangan anak berbeda-beda, batasan waktu dimana mengompol masih dianggap normal tidak bersifat saklek.

Faktanya, sekitar 16-20 persen anak yang berusia 5 tahun masih mengompol setidaknya 1 kali dalam seminggu. Pada tingkatan anak yang berusia 7 tahun, angka ini masih terjadi sekitar di angka 10 persen dan pada yang berusia 10 tahun sekitar 5 persen.

Sebagai patokan umum, mengompol sebelum usia 7 tahun dianggap tak masalah. Sebab pada usia tersebut kontrol kandung kemih anak di malam hari masih berkembang, sehingga wajar bila sesekali masih mengompol.

Penyebab anak masih mengompol
Setelah usia 7 tahun pun, biasanya tidak ada sesuatu yang serius bila anak masih sesekali mengompol. Meski demikian, hal ini kerap menimbulkan tantangan tersendiri bagi anak dan orang tua. Beberapa kemungkinan penyebabnya adalah:

Anak kerap tidur nyenyak (deep sleeper), sehingga tidak respon terhadap sinyal kandung kemih yang penuh.
Anak belum sepenuhnya terlatih untuk menahan dan mengosongkan urine dengan baik, sebab komunikasi antara otak dan kandung kemih membutuhkan waktu untuk berkembang.
Produksi urine di malam hari terlalu banyak. Kondisi ini bisa disebabkan oleh gangguan hormonal atau karena kebiasaan, misalnya terlalu banyak minum atau mengonsumsi minuman berkafein seperti teh sebelum tidur.
Anak mengalami konstipasi (sembelit), akibatnya usus yang penuh akan menekan kandung kemih.

Anak sedang sakit ringan, terlalu lelah atau mengalami stres akibat perubahan maupun peristiwa yang terjadi di rumah.
Ada riwayat keluarga dengan kebiasaan mengompol. Ditemukan bahwa salah satu atau kedua orang tua dari sebagian besar anak yang mengompol juga mengalami hal yang sama di masa kecil.
Ukuran kandung kemih anak masih kecil atau belum berkembang sepenuhnya untuk menampung urine di malam hari.

Anak memiliki penyakit tertentu seperti infeksi saluran kemih, diabetes, sleep apnea (mengorok dan henti nafas saat tidur), gangguan anatomi atau gangguan saraf pada saluran kemih.

Yang bisa Anda lakukan
Kebiasaan mengompol umumnya akan menghilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia anak. Bila si Kecil telah berhasil tidak mengompol di malam hari selama beberapa hari atau beberapa minggu lalu mulai mengompol kembali, silakan ulangi lagi toilet training di malam hari.

Secara spesifik, dorong si Kecil untuk rutin buang air kecil di waktu siang dan sebelum tidur malam. Frekuensi pipis normal kurang lebih sebanyak 4-7 kali sehari. Bila ia terbangun di malam hari, segera bawa ke toilet.

Sebelum tidur malam, batasi konsumsi air minum, minuman manis dan minuman berkafein. Bila si Kecil sudah berusia lebih dari 8 tahun, hindari menggunakan popok dan sejenisnya agar ia tidak malas bangun dari tempat tidurnya untuk buang air kecil.

Perlu diketahui bahwa mengompol bukan kesalahan atau keinginan si Kecil, sehingga ia tidak layak dihukum karenanya. Hindari pula mengejek atau membiarkan orang lain mengejek si Kecil yang masih mengompol.

Kapan harus ke dokter?

Pada sebagian kecil kasus, mengompol yang dialami anak merupakan tanda dari gangguan yang lebih serius. Oleh sebab itu, segera temui dokter anak Anda apabila si Kecil setelah usia 7 tahun tiba-tiba kembali mengompol setelah berhenti mengompol selama 6 bulan atau lebih.

Kondisi mengompol lainnya yang perlu diwaspadai juga adalah mengompol disertai rasa nyeri saat berkemih, rasa haus yang tidak biasa, urine yang berwarna kemerahan, BAB keras, atau mengorok saat tidur.

Bila si Kecil mengompol lebih dari usia yang sewajarnya, jangan langsung menghakimi. Mungkin memang kontrol kandung kemih si Kecil belum sepenuhnya berkembang atau mungkin ada yang salah dengan saluran kencingnya. Atasi kebiasaan mengompol anak dengan kesabaran dan pengertian, serta konsultasikan dengan dokter bila memang diperlukan.

[NP/ RVS]

dr. Fiona Amelia MPH klikdokter.com

Stop Bilang “Jangan Menangis” Kepada Anak

Mendidik anak memang tak mudah. Perkataan yang kelihatannya sepelepun bisa berdampak negatif pada psikologis anak.

Contohnya, saat si kecil asyik bermain kejar-kejaran, kakinya tidak sengaja menendang sesuatu yang membuatnya kesakitan dan menangis. Lantas, Moms mengatakan “Jangan menangis, Sayang…” untuk meredakan tangisan si kecil. Berhasilkah? Atau malah membuatnya semakin memperkeras tangisannya?

Berikut adalah beberapa perkataan yang sering orangtua ucapkan pada buah hatinya, namun perlu Moms hindari mulai sekarang:

Pergi sana! Jangan ganggu Mama!

Ketika sedang sibuk, si kecil datang menghampiri Moms untuk mengajak bermain. Tanpa memberikan penjelasan, Moms langsung menyuruhnya pergi dan mengatakan bahwa kehadirannya mengganggu Moms saat itu.

Ketahuilah bahwa Moms telah menyakiti hatinya dengan perkataan itu. Si kecil mungkin akan pergi menjauh dari Moms dengan rasa kecewa dan kesal. Hentikan mengatakan ini. Lebih baik Moms berusaha menjelaskan mengapa Moms tidak dapat menemaninya bermain saat ini dan meminta waktu untuk menyelesaikan pekerjaan Moms.

Kamu sangat…

Memberikan label pada anak-anak akan membuat mereka berpikir demikian. Misalnya, saat orangtua memberikan label negatif pada anaknya mereka akan berpikir bahwa seperti itulah dirinya dan tak membuatnya jadi tidak percaya diri. Misalnya, “Kamu sangat nakal!” atau “Si Pemalu”. Dua hal ini secara tidak langsung akan menempel pada diri anak.

Si kecil yang diberikan label nakal oleh orangtuanya merasa itu adalah hal yang wajar jika dia melakukan kenakalan lagi. Sementara itu, si kecil yang diberikan label pemalu oleh orangtuanya akan sulit mengembangkan dirinya karena orang lain akan mengenalnya sebagai pemalu.

Jadi, saat dia melakukan sesuatu yang mengagumkan, orang akan berkata “Enggak disangka, si pemalu ini ternyata…”. Hal ini justru akan membuat kepercayaan dirinya sulit berkembang karena ekspektasi orang-orang menganggap dirinya tidak akan bisa.

Anak pintar!

Sama halnya seperti memberi label negatif, terlalu sering memuji anak dengan melabelinya anak paling pintar, paling cantik, dan sebagainya akan membuatnya haus akan pujian dan secara tidak sadar akan berpengaruh buruk bagi perkembangan mental anak kelak.

Tidak ada salahnya memuji anak, hal itu memang perlu, namun jangan terlalu sering memberikan pujian untuk hal-hal kecil. Ketika anak berhasil menghabiskan makanannya, jangan katakan “Anak pintar…”. Moms dapat mengucapkan terima kasih atau mengangkat ibu jari Moms sebagai simbol positif bahwa dia telah menyelesaikan apa yang harus dia selesaikan sewajarnya.

Jangan menangis

Variasi lainnya adalah “Jangan sedih” atau “Jangan takut”. Ketahuilah bahwa perasaan sedih, takut, dan menangis adalah emosi wajar yang dapat dirasakan oleh manusia. Moms tidak dapat menyuruhnya untuk tidak menangis, tidak takut, dan tidak bersedih hanya dengan melarangnya. Moms dapat membahagiakannya dengan menghiburnya agar tidak menangis dan mengajarinya untuk berani agar tidak takut.

Kenapa kamu tidak bisa seperti kakakmu?

Sadarkah Moms, hal ini sering dilakukan orang tua? Hal ini sama seperti membandingkan anak dengan teman sebayanya. Misalnya, “Nak, lihat deh, dia saja sudah bisa memakai baju sendiri,” atau “Raka bisa dapat ranking di kelas. Kenapa kamu tidak?”.

Tidak salah jika orangtua berharap anaknya cepat mempelajari suatu hal dengan baik. Akan tetapi, membanding-bandingkan anak tidaklah baik. Jangan biarkan anak Moms tumbuh menjadi anak yang iri dan tertekan atas perkataan Moms. Lebih baik, ganti kalimat tersebut dengan “Wah, kamu sudah bisa memakai baju sendiri!”.

Memuji atau menyinggung perasaan anak secara berlebihan dapat mengganggu perkembangan mental mereka. Berhati-hatilah setiap berucap kepada anak Moms karena mereka akan bertumbuh sesuai apa yang Moms ajarkan.

Apakah Moms sering mengucapkan kata-kata tersebut kepada anak? Bagaimana respons anak saat mendengar ucapan tersebut?

sumber orami.co.id

Semangat Kurban; Manifestasi Keimanan dan Kepekaan Sosial

Waktu datang silih berganti, detik pergi tak kembali. Idul Fitri Usai, Idul Adha menghampiri.   Dalam momentum bulan Dzulhijjah yang mulia ini, setidaknya terangkum tiga syi’ar kaum muslimin se-dunia, yakni shalat Hari Raya Idul Adha, ibadah Kurban dan ibadah Haji. Seluruh kaum muslimin menyambutnya dengan takbir, tahmid dan tahlil, sebagai ungkapan rasa syukur dan suka cita atas banyak nikmat yang telah Allah Swt anugerahkan. Diantara nilai-nilai yang dapat kita ambil dari dalam momentum ini, adalah memahami esensi ibadah kurban.

Kurban berasal dari bahasa Arab, secara gramatikal merupakan isim mashdar (kata dasar) dari qaruba-yaqrubu-qurbaan, jama’ (plural)-nya qaraabiin. Secara etimologi, kurban bermakna dekat. Sedangkan makna secara terminologi artinya mendekatkan diri kepada Allah Swt melalui ibadah tertentu, khususnya melalui sembelihan (azd-dzabaa’ih). Sedangkan, kurban dalam perspektif fikih -sebagaimana yang masyhur dipahami oleh masyarakat- adalah Udh-hiyyah yang artinya sebutan hewan yang disembelih pada waktu dhuha, yaitu ketika matahari naik sepenggalah, berupa onta, sapi, kambing dan domba pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq (10-13 Dzulhijjah), lalu dibagikan kepada fakir miskin dan dhua’afa’, dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Hukum kurban menurut jumhur ulama adalah sunnah muakkadah (yang sangat dianjurkan), seperti dikemukakan oleh Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad. Hukum kurban ini berlaku untuk Muslim yang mukim, musafir, orang haji, laki-laki dan perempuan, tua dan muda. Dasar hukum pensyari’atannya dapat kita lihat di dalam Al-Quran; “Sesungguhnya Kami telah memberimu ni’mat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhan-mu dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah)”. (QS. Al-Kautsar [108]: 1-3)

Ayat di atas, memerintahkan kita untuk men-tauhid-kan Allah Swt, melalui shalat dan berkurban, sebagai manifestasi rasa syukur, atas banyak nikmat yang telah Allah Swt anugerahkan kepada kita. Sehingga kemudian, kita berhak mendapatkan rahmat-Nya dan dimasukkan ke dalam telaga al-kautsar dan syurga-Nya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah r.a, dalam Kitab Majmu’ Fatawa-nya (jil.16/hal.531-532), ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan: “Allah Swt memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini, yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Swt, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Swt”.

 

Dalam hal kurban, Rasulullah Saw yang merupakan suri teladan terbaik kita, tidak hanya menganjurkan, tapi juga mengaplikasikannya langsung, bahkan menghadiahkan domba kepada beberapa kepala suku untuk menjadi contoh dan panutan bagi sukunya. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Nabi Saw pernah berqurban dengan 100 ekor onta. Oleh karena itu Rasulullah Saw, mengecam keras kepada orang yang mampu, namun enggan berkurban; “Barangsiapa yang memiliki kemampuan namun tidak berkurban, maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami”. (HR. Ahmad, no.8256; Ibnu Majah, no.3123)

Selain dapat mendekatkan diri kepada Allah Swt, keutamaan ibadah kurban akan mendapatkan keridhaan dari Allah Swt, sehingga terbentuk pribadi yang bertaqwa. Allah Swt berfirman: “Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketaqwaan kamu…”. (QS. Al-Haj [22]: 37). Selain itu kurban termasuk ibadah yang paling utama, sehingga Al-Quran menggandengkan ibadah kurban dengan ibadah shalat yang merupakan rukun Islam kedua, sebagaimana dalam surat Al-Kautsar ayat 2.

 

Sungguh beruntunglah orang yang memiliki kemampuan, lalu ia berkurban. Namun ironisnya, tidak sedikit orang yang digerogoti sifat kikir dan bakhil yang diselimuti oleh hawa nafsu, diperparah lagi dengan budaya kehidupan yang semakin berorientasi individualis dan materialis. Sehingga dimensi kemiskinan bukan hanya bermakna, kaum dhu’afa yang tidak memiliki harta. Justru mereka yang kaya harta, namun tak tergerak berkurban dan peduli terhadap sesama, hakikatnya jauh lebih miskin dan dhu’afa dalam hal kebaikan, sehingga jauh dari rahmat dan keberkahan Allah Swt.

 

Manifestasi Ketaatan dan Kepedulian

Secara historis, ibadah kurban mengingatkan kita mengenai nilai-nilai edukasi dari keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Alaihimussalam dalam ketaatan kepada perintah Allah Swt secara totalitas, tanpa berdalih dengan argumentasi yang menolak. Ketika Allah Swt memerintahkannya untuk menyembelih putra kesayangannya semata wayang yang beranjak remaja. Orang tua mana yang tidak berat dan sedih dalam menerima ujian berat seperti ini, namun inilah manifestasi (perwujudan) dari keimanan dan ketakwaan kepada Rabb semesta alam. Yang cukup menarik, terjadi dialog antara keduanya;  “Ibrahim berkata: ‘Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab: ‘Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar’”. (QS. Ash-Shaffat [37]: 102. Maka setelah teruji tekad Nabiyullah Ibrahim dan putranya, dalam melaksanakan perintah Sang Khalik, maka Allah Swt menggantinya dengan seekor sembelihan yang besar. Karena ketaatan, perjuangan dan pengorbanan Nabi Ibrahim, maka Allah SWT memberinya gelar Khalilullah atau Khalilur Rahman, artinya Kekasih Allah Swt. Peristiwa tersebut menjadi tonggak dan teladan ibadah qurban yang kita lakukan sekarang ini.

 

Oleh karenanya, ibadah kurban memberikan pelajaran bagi kita, jika ingin diridhai dan dicintai oleh Allah Swt, maka harus buktikan pengorbanan dan perjuangan dalam ketaatan melaksanakan perintah-Nya, dengan sami’na wa-atha’na (kami mendengar dan kami taat) mengikuti syari’at Islam yang dibawa oleh Rasulullah Saw, tanpa keraguan dan keengganan.

 

Secara filosofis ibadah qurban sebagai simbol penyembelihan terhadap sifat-sifat hewani atau kebinatangan yang ada pada diri kita. Berupa sifat bakhil, rakus, egoisme, cinta berlebihan terhadap harta, jabatan, kekuasaan atau berburuk sangka, munafik, zhalim dan bermaksiat serta berbagai penyakit lainnya. Oleh karenanya, jangan hanya memaknai ibadah kurban sebatas seremonial rutinitas ritual formal. Semangat  kurban juga harus menjadi pemicu lahirnya pribadi dan bangsa berempati sosial yang tinggi, sehingga persoalan kemiskinan, kekurangan pangan, air, listrik dll, akan segera terentaskan.  Dengan berempati dan peduli, kita merasakan denyut penderitaan dan kesusahan orang lain. Sehingga terbentuklah kepribadian insan kamil, yang membangun keseimbangan hubungan kepada Allah (hablumminallah) dan hubungan sesama manusia (hablumminannas), serta tumbuhnya ketajaman hati, pikiran dan perasaan sosial. Multidimensinya persoalan umat dan bangsa, jika berusaha mengimplentasikan syari’at Islam, sebagai bentuk ketaatan atas perintah Allah Swt, akan menjadi solusi kongret atas semua realitas.

 

Ibadah kurban juga, memberikan pelajaran kepada kita bahwasanya manusia tidak layak untuk dikorbankan. Oleh karenanya, Allah mengganti Ismail dengan hewan sembelihan. Hal ini memberikan makna, berarti manusia memiliki harkat dan martabat yang tinggi dan tidak pantas untuk dikorbankan, dalam pengertian dijajah, dijual, dihina atau segala perbuatan yang merendahkan derajat manusia. Merujuk kepada pembukaan UUD 1945, menyebutkan bahwa segala penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Oleh karenanya, jangan ada penindasan antara yang satu dengan yang lain, apalagi berkesewenangan atas kekuasaan. Oleh karenanya pemerintah harus melindungi kemerdekaan rakyatnya, dengan mengentaskan kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran. Maka dengan momentum kurban, kita semua diharapkan mau berkorban untuk melawan segala egoisme dan mau berkorban untuk kepentingan agama, bangsa dan Negara. Bukan justru mengorbankan orang lain, bangsa dan negara untuk kepentingan hawa nafsu pribadi dan kelompoknya.

 

Pada  akhirnya, dalam momentum Hari Raya Idul Adha, ibadah Kurban dan ibadah Haji, yang merupakan syiar kebahagiaan kaum muslimin se-dunia, semakin menginternalisasikan nilai-nilai ketaatan kepada Allah Swt dalam manjalankan syariat Rasulullah Saw secara kaffah pada seluruh dimensi kehidupan. Serta semakin mengasah kepekaan sosial, meningkatkan bangunan ukhuwah Islamiyah, persatuan, kepedulian dan solidaritas umat, demi terwujudnya izzul Islam wal-muslimin. Sehingga dirasakan Islam sebagai agama yang rahmatan lil’alamin di muka bumi. (MZ)

Oleh : Muhammad Zaini, S.Kom.I

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam As-Syafi’iyah Jakarta

Dewan Pengawas Forum Komunikasi Mahasiswa Kepulauan Riau (FORMAKRI) Jakarta

(Jum’at, 8 Dzulhijjah 1432 H/4 November 2011 M)

 

Romantisme Kisah Cinta Legendaris Laila dan Majnun

Ilustrasi
Muslimahdaily – Dahulu kala, hiduplah seorang pemuda yang bernama Qais. Ia anak tunggal dari seorang kepala suku yang terkemuka. Qais tampan, gagah dan dicintai semua orang. Ia juga memiliki segudang keterampilan, tetapi hanya syair yang paling ia gemari.

Setelah cukup umur, Qais bersekolah di sekolah yang paling prestisius di zamannya. Hanya mereka dari keluarga terpandang yang dapat bersekolah di sana, termasuk sang putri dari kepala suku tetangga, Laila. Cantik jelita, ramah mempesona. Banyak yang melamarnya, tapi hanya pulang dengan tangan hampa.

Takdir telah ditetapkan, Qais dan Laila ternyata teman sekelas. Mereka langsung saling mencinta sejak pandangan pertama. Percikan cinta berubah menjadi gelora membara, membuat sekolah yang mulanya tempat belajar menjadi jumpa sang kekasih.

Masyarakat menggunjing, perihal Qais dan Laila yang semakin menjadi-jadi. Dunia seakan milik berdua, menafikan segala eksistensi lain di sekitarnya. Orangtua Laila yang malu, menarik anaknya dari sekolah, menyisakan Qais yang hampa tanpa belahan jiwa. Ia menggila, meninggalkan rumah dan sekolah demi mencari sang pelita. Syair-syair mengiringi rasa rindu dan gundah, membuat orang-orang di sekitar berpikir, “Qais sudah gila (Majnun)!”

Majnun kini tinggal di puncak bukit, dekat desa Laila. Semuanya demi memuaskan rindu terhadap sang kekasih. Berbulan-bulan lamanya, ia kedatangan tamu juga, teman dekatnya. Mereka yang peduli terhadapnya, membantu Majnun untuk mempertemukannya dengan Laila.

Demi cinta, segalanya dilakukan, termasuk menyamar menjadi pelayan wanita dan menyusup ke dalam kediaman sang gadis tercinta. Laila yang merasakan getaran batin Majnun yang menggebu-gebu, segera menghias diri dengan pakaian indah nan menawan. Benar saja, ia akhirnya bertemu lagi dengan sang pangeran hati. Tak perlu kata, degup jantung sudah dapat berbicara. Kedua mata mereka saling merekam keindahan dari pelabuhan cintanya. Sayang, sang penjaga tiba-tiba datang dan memaksa mereka pulang. Orang tuanya pun memperketat penjagaan, menjauhkan sang malam dari rembulannya.

Majnun semakin gila. Orangtuanya berniat untuk menghiburnya dengan wanita-wanita cantik lainnya, tapi justru sia-sia. Majnun pun kabur dari rumah dan tinggal di alam bebas, demi hidupnya, demi cintanya. Di sebrang sana, Laila semakin gundah gulana. Terpenjara dalam kamar, hanya dapat bersahabat dengan sepi dan mencintai yang tak tampak.

Suatu ketika, seorang bangsawan yang terkemuka melihatnya di taman. Serta merta hatinya segera tunduk pada kecantikannya. Orangtua Laila yang mengetahuinya, segera melangsungkan pernikahan keduanya. Tentu, Laila menolak dengan sejuta alasan, tapi keputusan telah ditetapkan dan mereka berdua pun menikah.

Hati Majnun hancur, namun ia berhasil menguatkannya dengan ketulusan cinta. Ia menulis surat untuk Laila. Mendoakan pernikahannya dan hanya meminta satu tanda bukti cinta Laila kepadanya; mengingat nama Qais dalam hatinya. Laila semakin luluh, ia membalasnya dengan sepucuk surat cinta yang terdapat anting di dalamnya, sebagai tanda pengabdian jiwa kepada sang kasih.

Bertahun-tahun berlalu, Majnun masih tinggal bersama alam yang kian menemaninya siang dan malam. Sementara Laila yang sudah bersuami, tak juga menampakkan kegoyahan pada pendirianny. Hatinya tetap untuk Qais, padahal sang suami sudah berusaha membahagiakannya selama ini. Akhirnya, suami Laila jatuh sakit dan meninggal. Laila menangis sejadi-jadinya, tapi bukan suaminya yang ia tangisi, melainkan Majnun yang selama ini tidak juga ada kabarnya. Ia takut, kekasihnya sudah berpulang ke akhirat mendahuluinya.

Hal ini membuat Laila hidup secara tidak teratur; enggan makan, tidak pernah tidur dan banyak melamun. Kondisi kejiwaan Laila yang semakin parah membuatnya jatuh sakit. Hingga pada suatu malam di musim dingin, di tengah sakitnya, Laila meninggal dunia sambil terus bergumam, “Majnun,” berkali-kali.

Berita duka ini akhirnya sampai ke telinga Majnun. Betapa sedih hatinya, mengetahui kekasihnya sudah pergi mendahuluinya, sampai-sampai ia pingsan tak sadarkan diri selama berhari-hari. Setelah ia siuman, ia langsung bergegas menuju kuburan Laila. Di tengah perjalanan, karena lelah yang tak terkira, ia terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Dengan susah payah, ia menyeret tubuhnya tanpa henti sampai di tanah tempat Laila kekasihnya dikuburkan.

Demi menawar rindu, ia menempelkan kepalanya di atas tanah kubur Laila dan kembali tak sadarkan diri. Di saat itulah, malaikat maut menjemput ruhnya dan membawanya ke langit. Jasad Majnun ditemukan kurang dari setahun setelah kematian Laila. Kerabat yang menemukan jasad Majnun dapat segera mengenali karena keadaan tubuhnya yang sama sekali tidak membusuk, seolah baru meninggal kemarin. Ia pun dikuburkan di samping Laila. Kini, dua insan yang sejak bertahun-tahun lamanya terpisah oleh takdir, akhirnya berjumpa lagi di kehidupan yang selanjutnya.

By Mazza Fakkar Alam  July 19, 2016  muslimahdaily.com

10 Tokoh Dunia Penyandang Disabilitas yang Sangat Menginspirasi

Disability via msecnd.net

Keterbatasan fisik seseorang sering dianggap sebagai suatu hal yang aneh. Padahal dari keterbatasan serta kekurangan pasti Tuhan mengirimkan kelebihan bagi setiap orang. Tak terkecuali bagi para penyandang disabilitas yang ternyata mampu memberikan inspirasi bagi semua orang bahkan bagi orang-orang yang dianggap memiliki fisik lebih sempurna dibandingkan para penyandang disabilitas tersebut. Berikut ini akan dijelaskan 10 tokoh dunia yang merupakan penyandang disabilitas dan bisa menjadi motivasi bagi Anda.

Nick Vujicic

nick vujicic

nick vujicic


Pria ini terlahir tanpa memiliki tangan dan kaki, namun hal ini justru tak membuat Nick merasa putus asa. Bahkan saat ini Nick menjadi salah satu motivator dunia yang sangat terkenal dan aktif pula dalam kegiatan sosial keagamaan. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, Nick juga tak mengabaikan pendidikannya hingga jenjang Sarjana.

Xu Yuehua

xu-yuehua

Xu-yuehua via beranigagal.com


Xu Yueha terlahir sebagai anak yatim piatu, namun pada usia 13 tahun ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan ia harus kehilangan kedua kakinya. Meskipun begitu, Xu Yuehua tak berputus asa bahkan hingga saat ini ia selalu aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan menghabiskan waktunya untuk bekerja di panti asuhan untuk merawat 130 anak. Dengan sepasang bangku kecil, Xu Yuehua berjuang membesarkan anak-anak tersebut.

Anthony Robles

Anthony Robles

Anthony Robles via Anthonyrobles.com


Pria ini lahir dengan satu kaki, namun ia memiliki prestasi yang luar biasa dalam olahraga gulat. Bagi Anthony, menjadi seseorang penyandang cacat bukan menjadi penghalang baginya untuk mengejar impian menjadi seorang atlit kelas dunia.

Vinod Thakur

Vinod Thakur

Vinod Thakur via artistprovider.com


Pria ini lahir tanpa kedua kaki dan menghabiskan waktunya menjadi tukang servis. Dengan kegigihannya ia memberanikan diri untuk mengikuti sebuah ajang Show got talent dan belajar menari hingga akhirnya ia berhasil membawa pulang hadiah 500 juta.

Italo Romano

Italo Romano via metrouk2.files.wordpress.com


Itali Romano adalah skateboard profesional, namun tidak memiliki kedua kaki akibat kecelakaan yang dialaminya ketika remaja. Meskipun mengalami kertebatasna, namun pria ini tak menyerah untuk menunjukkan bakatnya.

Kevln Connolly

Kevin Connolly

Kevin Connolly via forum.static6.com


Pria yang lahir tanpa memiliki dua kaki ini ternyata menjadi seorang photograper alam yang sangat terkenal di dunia. Meskipun banyak pengalaman buruk karena fisiknya, namun hal ini tak membuat Kevin merasa putus asa.

Bethany Hamilton

Bethany hamilto

Bethany hamilton via nbcnews.com


Bethany merupakan seorang atlit selancar yang berhasil meraih juara di ajang Nasional The Explore Woman Division of The NSSA padahal salah satu tangganya harus diamputasi akibat serangan Hiu ketika ia berusia 13 tahun.

Hugh Herr

Hugh herr

Hugh herr via robohub.org


Akibat terjatuh saat panjat tebing, pria ini harus kehilangan kedua kakinya dan menggunakan bantuan kaki prosthese. Akan tetapi hal ini tak menyurutkan keinginannya untuk berlatih panjat tebing hingga membawanya menjadi anggota proyek teknologi amputasi.

Qian Hongyan

Qian Hongyan

Qian Hongyan via chinahush.com


Akibat kecelakaan yang dialaminya, remaja putri ini harus rela kehilangan kedua kaki. Akan tetapi ia tetap bersemangat untuk menjadi atlit renang hingga mengikuti Paraolimpic di tahun 2012, namun ia tak memperoleh gelar juara, namun kisahnya menginspirasi banyak orang.

Irma Suryati

Irma Suryati

Irma Suryati via kabarinews.com


Meskipun terlahir sebagai penyandang disabilitas, namun Irma Suryati membuktikan, bahwa ia mampu mandiri dan membuka usaha hingga memiliki 2500 karywan.

Itulah penjelasan mengenai 10 tokoh dunia penyandang disabilitas yang sangat menginspirasi bagi siapa saja. Berdasarkan penjelasan di atas, semoga Anda bisa mengambil banyak hikmah agar tak beputus asa menjalani hidup.

sumber meenta.net

Lakukan Ini Jika Anak Terlambat Bicara

Orang tua mana yang tidak senang jika melihat anaknya bisa berkembang tanpa adanya hambatan yang berarti. Sayangnya, tidak semua orang tua memiliki pengalaman yang sama. Terkadang Anda harus dihadapkan dengan beragam hambatan dalam proses perkembangan si kecil. Salah satunya, anak terlambat bicara.

Ada dua kategori keterlambatan bicara pada anak, yaitu nonfungsional dan fungsional. Kategori nonfungsional biasanya disertai dengan adanya kelainan neurologis bawaan, austisme, kecacatan pada wajah, infeksi otak, gangguan anatomis telinga, dan gangguan mata.

Sedangkan kategori fungsional, umumnya kemampuan bicara baru akan berkembang setelah anak menginjak ke usia 2 tahun. Anak kategori ini hanya mengalami fungsi ekspresif dimana si kecil menjadi malas bicara. Biasa ini terjadi karena si kakak lebih aktif bicara atau tinggal di rumah bilingual.

Sebaiknya anak yang mengalami keterlambatan bicara harus segera mendapat penanganan yang tepat. Sebab jika tidak, kondisi ini akan berdampak buruk pada si kecil. Mulai dari memukul kepala karena tidak bisa mengutarakan keinginan mereka, hingga alami stres.

Untuk kategori fungsional, Anda bisa meningkatkan kemampuan bicara ekspresif anak dengan cara mengajak anak membacakan cerita atau mengajaknya bernyanyi bersama. Cara ini akan mendorong anak untuk membeo, dan perlahan si kecil akan menggunakan kata-kata yang sering mereka dengar tersebut.

Jangan lupa untuk sering memperkenalkan kata-kata baru yang ada di sekitar mereka. Lalu, berikan si kecil kesempatan berbicara, jangan disela. Anda cukup membetulkan dan memperjelas kata-kata yang si kecil salah ucapkan saja.

Untuk melatih otot wajah dan mulut, Anda juga bisa mengajak anak untuk berlatih meniup kapas dengan sedotan di meja. Atau jika tidak, coba letakan benda kesayangan si anak di luar jangkauan. Trik ini akan memancing anak berbicara untuk meminta bantuan Anda mengambilkannya. Jangan lupa untuk selalu memberikan apresiasi terhadap apapun usaha yang si kecil sudah lakukan.

Sedangkan untuk keterlambatan nonfungsional, stimulasi sejak dini perlu diberikan dengan bantuan tenaga profesional yang disesuaikan dengan kebutuhan si kecil. Semakin cepat Anda bertindak, maka makin tinggi pula keberhasilan yang akan dicapai.

Dengan tip mengatasi anak terlambat bicara yang tepat, maka perkembangan bicara si kecil pun akan semakin optimal.(AA)

sumber Ipoel – Kamis, 9 April 2015 | 07:52 WIB nakita.grid