Inilah 10 Cara Menyimpan Makanan Dalam Kulkas yang Sebenarnya

Mmkanan dalam kulkas atau lemari pendingin seolah menjadi penyelamat bagi makanan-makanan agar tetap segar ketika dikonsumsi, dan bisa disimpan untuk jangka waktu yang relatif lama. Namun, sayangnya ada beberapa bahan makanan tertentu yang nggak bisa bertahan lama. Atau, bahan makanan tertentu justru menimbulkan bau yang menyengat sehingga menular ke makanan lainnya.

Nah, supaya nggak jadi mubadzir, baiknya kamu tahu cara menyimpan makanan di kulkas agar lebih tahan lama dan nggak mengganggu cita rasa dari makanan tersebut. Hipwee Tips sudah merangkumnya buat kamu, kok. Yuk, simak, para calon ibu muda!

1. Jangan mencuci buah sebelum dimasukkan ke kulkas karena akan mempercepat pembusukan. Kira-kira, beginilah aturannya
simpan buah dalam keadaan kering

Buah-buahan nggak memerlukan kelembaban yang tinggi. Hindari mencuci buah sebelum dimasukkan ke kulkas karena akan merusak kelembaban sehingga mudah busuk. Letakkan buah-buahan di rak tengah yang terbuka.
Beberapa buah tertentu seperti pisang, alpukat, melon dan jeruk, justru nggak akan tahan lama jika dimasukkan ke dalam kulkas. Cukup simpan buah-buah ini di suhu kamar atau di udara terbuka.
Sedangkan untuk buah potong, beri perasan jus lemon untuk menghambat oksidasi buah yang mencegah warna menjadi kecokelatan serta kehilangan kerenyahannya. Bisa juga dimasukkan ke dalam mangkuk dengan bungkus plastik (plastic wrap).
Untuk buah yang masih dalam keadaan segar dapat disimpan dalam kulkas selama 1 hingga 2 minggu.

2. Sedangkan untuk buah yang sudah dipotong dapat disimpan hanya 3-4 hari.2. 2. Khusus apel, pisahkan dengan buah lainnya. Apel mengeluarkan gas tertentu yang menyebabkan buah atau sayuran cepat membusuk
pisahkan apel dari bahan makanan lain ya..
pisahkan apel dari bahan makanan lain ya.. via www.elogistika.info

Simpanlah apel secara terpisah dengan buah-buahan matang lainnya. Sebaliknya, kamu bisa letakkan apel berdekatan dengan buah-buahan yang belum terlalu matang agar bisa cepat matang.
Agar rasa dan tekstur apel nggak berubah, kamu bisa menyimpan apel dengan cara membungkusnya ke dalam plastik berlubang sebelum dimasukkan ke dalam kulkas.
3. Berbeda dengan buah, sayuran membutuhkan kelembaban yang lebih tinggi dan lebih cepat busuk ketimbang buah
bungkus dalam plastik yang dilubangi terlebih dahulu

Cuci bersih sayuran untuk mencegah bakteri yang menyebabkan layu dan kekuningan. Tunggu kering sebelum memasukkannya ke dalam kantong plastik berlubang atau dibungkus kertas. Khusus jamur wajib dibungkus kertas, karena mudah berkeringat dan busuk jika dibungkus dalam plastik.
Jauhkan dari buah-buahan dan bawang merah serta bawang putih untuk menghindari gas yang menyebabkan kekuningan.
Letakkan di bagian rak atau laci khusus sayuran. Sayuran dapat disimpan 2-3 hari dalam kulkas.

4. Simpan telur dengan meletakkan ujung yang kecil berada di bawah agar nggak cepat busuk
ujung yang kecil bagian bawah
Cuci bersih telur untuk menghilangkan kotoran dan lap hingga kering.

Simpan dalam tempat telur yang disediakan di kulkas dengan meletakkan ujung yang kecil berada di bawah. Cara ini akan memastikan kantung udara yang berada di atas nggak tertekan oleh berat telur sehingga nggak mudah pecah busuk.
Telur dapat disimpan dalam kulkas selama 3-5 minggu.

5. Pastikan daging, ikan dan unggas segar tetap pada plastik pembungkusnya, atau gunakan alas piring jika tanpa pembungkus
pastikan daging terbungkus plastik

Biarkan daging, ikan, dan unggas tetap dalam pembungkus. Melepas pembungkusnya bisa meningkatkan risiko terpapar bakteri. Jika daging nggak dibungkus saat pembelian, pakailah piring sebagai alas agar kandungan airnya nggak menetesi makanan yang berada di bawahnya.

6. Produk susu dan olahannya baiknya dimasukkan ke dalam kulkas. Khusus produk ini, kemasan menjadi hal yang sangat penting

Untuk menyimpan susu, alangkah baiknya menggunakan botol plastik sebagai pembungkus daripada kardus karton. Bakteri lebih mudah tumbuh di kardus karton dari pada botol plastik. Jika karton susu sudah dibuka, susu harus dikonsumsi dalam waktu 7 – 10 hari.
Biarkan keju, yoghurt, krim asam, susu, dan krim tetap dalam kemasannya. Jika sudah dikonsumsi, jangan kembalikan ke wadah aslinya. Letakkan di mangkuk atau piring dengan bungkus plastik.
Khusus keju, gunakan bungkus aluminimum foil jika sudah dikonsumsi. Untuk keju keras seperti cheddar dapat bertahan 3-4 minggu setelah dibuka. Sedangkan untuk keju lunak seperti ricotta dapat bertahan satu minggu setelah dibuka.

6. Kentang berfungsi untuk menyerap bau busuk dari bahan makanan atau makanan olahan yang dimasukkan ke kulkas
potongan kentang untuk mencegah bau busuk
potongan kentang untuk mencegah bau busuk via daybydayorganization.files.wordpress.com

Sebenarnya, kentang nggak ideal untuk disimpan dalam kulkas karena zat tepungnya akan berubah menjadi zat gula. Letakkan di tempat yang lebih gelap, dingin dan jauh dari jenis bawang-bawangan. Jika terdapat pertumbuhan kecambah, sebaiknya segera dibuang.
Untuk menyerap bau busuk dari bahan makanan atau makanan yang sudah diolah dan dimasukkan ke kulkas, masukkan secara acak belahan kentang di beberapa tempat dalam kulkas. Belahan kentang tersebut cukup diganti setiap tiga hari sekali dengan yang masih segar.

7. Pisahkan tomat dan mentimun, gas dalam tomat akan membuat mentimun cepat busuk
pisahkan dua bahan ini

Sebaiknya, gunakan kertas atau koran sebagai alas atau sebagai pembungkus agar tomat dan mentimun selalu kering sehingga lebih awet di dalam kulkas.

8. Bungkus rapat kacang-kacangan dalam plastik sebelum dimasukkan ke dalam kulkas
masukkan kacang-kacangan dalam toples

Ketahanan jenis kacang-kacangan yang disimpan dalam kulkas sangat tergantung pada varietasnya. Sebaiknya, bungkus kacang-kacangan dengan rapat dalam plastik sebelum dimasukkan ke dalam kulkas, agar dapat bertahan hingga 3-5 hari ke depan.

9. Jauhkan bawang-bawangan dari bahan makanan lain karena mengandung gas dan bau yang menyengat
pisah bawang-bawangan dengan bahan makanan lain

Cuci bersih bawang setelah dikupas atau diiris, simpan dalam wadah plastik kedap udara sebelum dimasukkan ke dalam kulkas agar gas dan baunya nggak mencemari bahan makanan lain. Bawang bisa bertahan hingga 4 hari ke depan.

10. Sisa makanan yang dimasak, bisa disimpan dalam wadah kedap udara dan tahan bocor. Hitung-hitung meminimalisir bau busuk
simpan dalam toples

Simpan sisa masakan dalam wadah horizontal agar bisa dingin lebih cepat. Pastikan kedap udara dan tahan bocor.
Jika makanan habis dimasak, dinginkan sisa makanan dalam waktu dua jam dari memasak.
Jangan meletakkan masakan berdekatan dengan bahan mentah lain untuk mencegah pemaparan bakteri. Aroma dari bahan mentah juga bisa terpapar ke makanan.
Makanan sisa yang mengandung daging dapat disimpan dalam kulkas selama 3-4 hari.
Nah, makanan yang disimpan secara benar di dalam kulkas akan bertahan lebih lama, terjaga kesegarannya, dan nggak menghalangi sirkulasi temperatur di dalam lemari es. Sudah menerapkannya belum?

1 YEAR AGO BY MEILY ROHMATUN

Tips Berpuasa Selama Hamil

Selama ibu hamil telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat dan telah dikonsultasikan dengan ahlinya, maka ibu hamil diperbolehkan untuk melakukan puasa khususnya selama bulan ramadhan. Ibu hamil tentunya dalam menjalankan puasa akan sangat berbeda ketika tidak sedang hamil, diperlukan kiat-kiat khusus agar puasa yang sedang dijalankan benar-benar menjadi sebuah ibadah nan barokah dan juga tetap menjadikan kandungan yang sedang dijalani senantiasa sehat. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan oleh ibu hamil selama berpuasa:

Saat Sahur
– Ketika sahur, pilih makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah cukup. Kedua jenis zat gizi ini dapat bertahan lebih lama di pencernaan sehingga memperlambat rasa lapar di siang hari. Sebaiknya ibu hamil banyak mengkonsumsi daging. Daging adalah makanan yang mengandung kalori dan protein sangat tinggi yang bisa disimpan tubuh dalam waktu cukup lama.

– Upayakan juga makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh.

– Jangan mengonsumsi makanan manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock.

Baca Juga: Panduan Lengkap Kehamilan dan Persalinan
– Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya. Jika bisa minum air putih selama sehari itu sebanyak dua liter. Dan ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi ibu hamil.

Saat Berpuasa
– Jalani puasa dengan niat dan tekad yang bulat dan ikhlas agar hari-hari berpuasa terasa ringan dan membahagiakan meski sedang hamil.

– Cukup istirahat. Bila memungkinkan sediakan lebih dari porsi istirahat sebelumnya.

– Kurangi porsi aktivitas yang membutuhkan energi ekstra, misalnya aktivitas di lapangan atau pikiran yang berat-berat. Sedapat mungkin hindari stres dan
buang jauh kebiasaan/dorongan untuk marah.

– Segera batalkan puasa jika ibu hamil mengalami:

a. Muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.

b. Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit

c. Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil

d. Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.

e. Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa tubuh bahwa kondisi fisik ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa

Saat Berbuka
– awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.

– Kemuadian ibu hamil dapat melanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau kurma.

– Setelah salat magrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Makan dalam jumlah besar bisa membuat tubuh Anda lemas. Karena itu, makan secukupnya saja. Sehabis salat tarawih, usahakan untuk makan walau hanya sedikit.

– Sebelum tidur, untuk memproses produksi ASI, cobalah makan makanan ringan dengan minuman hangat.

repost Bidanku.com

Cara Praktis Menjaga Kehamilan Muda Tetap Sehat

Awal kehamilan atau sering disebut sebagai hamil muda, merupakan saat- saat yang dapat membingungkan. Dengan berbagai perubahan yang dialami, sebaiknya ditanggapi dengan tepat untuk menjaga kehamilan agar tetap sehat.

Banyak penyesuaian tubuh yang dipicu oleh hormon, hal ini berguna agar bayi dapat tumbuh dengan normal dan sehat dalam kandungan.

Cara Praktis Menjaga Kehamilan Muda Tetap Sehat – alodokter

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan ibu hamil untuk menjaga kehamilan muda:

Mengatasi keluhan dan perubahan fisik
Berbagai penyesuaian fisik terhadap kehamilan yang umumnya terjadi yaitu mual saat hamil muda, disertai muntah, payudara yang terasa nyeri, sering buang air kecil, pusing saat hamil dan sulit buang air besar atau keinginan makan sesuatu di luar kebiasaan. Selain itu, ibu hamil juga ada yang sensitif terhadap bau parfum ataupun asap rokok.

Untuk meringankan keluhan saat hamil, dapat mengonsumsi makanan dalam porsi kecil dengan lebih sering. Perbanyak minum air, selingi dengan minuman jahe. Cukupi asupan protein dan zat besi untuk membantu mengurangi rasa lemas saat hamil muda. Guna mencegah sembelit saat hamil muda, batasi makanan yang digoreng, makanan pedas, dan minuman soda. Sertakan makanan kaya serat dan lakukan aktivitas tubuh yang ringan.

Jangan menahan buang air kecil, karena dapat memicu infeksi saluran kemih. Untuk mengurangi buang air kecil pada tengah malam, kurangi minum menjelang sore. Untuk membantu mengatasi pusing saat hamil muda, hindari berdiri terlalu lama dan jangan mengubah posisi tiba-tiba. Berbaring ke sebelah kiri akan membantu meringankan pusing.

Menghindari rokok, minuman beralkohol, dan membatasi kafein
Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan keguguran, persalinan prematur, dan plasenta bermasalah adalah merokok saat hamil. Beberapa penelitian mengaitkan rokok dengan kondisi bibir sumbing. Hindari juga minuman beralkohol karena dapat meningkatkan risiko berat bayi lahir rendah, gangguan belajar, bahasa, bicara, dan menjadi hiperaktif. Batasi asupan kafein saat hamil untuk menghindari risiko keguguran dan masalah lain dalam menjaga kehamilan Anda.

Selain itu, hindari kegiatan atau hobi yang membuat ibu hamil menggunakan zat kimia seperti cairan pembersih, pestisida, atau yang mengandung logam berat.

Mengendalikan kondisi emosional
Kehamilan dapat memicu berbagai emosi, seperti gembira, bersemangat hingga gelisah dan lelah. Ibu hamil seringkali cemas mengenai kondisi bayi, kemampuan mengasuh, hingga kondisi finansial. Namun, jangan sampai hal-hal tersebut menyebabkan stres.

Sangat normal ibu hamil mengalami perubahan emosi yang naik turun atau tiba-tiba merasa ingin menangis. Nikmati setiap proses dalam menjaga kehamilan, jangan terlalu memaksakan atau menghakimi diri. Minta dukungan dari keluarga dan pasangan. Jika perubahan mood menjadi sangat intensif, sebaiknya konsultasi dengan dokter atau psikolog.

Mempererat hubungan dengan pasangan
Kehamilan merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan keintiman pada pasangan. Ungkapkan secara jujur mengenai kebutuhan, kekhawatiran, permasalahan, dan harapan yang dirasakan. Minta pasangan melakukan hal yang sama. Membahas hal-hal tersebut bersama akan membantu memperkuat rasa kebersamaan sebagai pasangan.

Aktivitas seksual ibu hamil tak jarang terganggu, lantaran mual, lelah, ataupun kehilangan mood. Pilih saat yang tepat untuk berhubungan intim saat ibu hamil merasa nyaman. Tidak perlu khawatir efek aktivitas tersebut pada janin, sebab janin akan dilindungi oleh kantung ketuban, otot-otot rahim, dan cairan yang melindungi leher rahim terhadap infeksi.

Mewaspadai tanda-tanda bahaya kehamilan
Timbul flek atau perdarahan ringan saat kehamilan trimester pertama, termasuk normal. Namun, waspadai tanda-tanda keguguran seperti perdarahan saat hamil yang lebih banyak yang disertai sakit perut ataupun tidak. Demikian pula jika cairan vagina saat hamil muda, mengalami perubahan warna, bau, ataupun membuat gatal. Ada kemungkinan terjadi infeksi yang perlu segera ditangani dokter. Infeksi juga dapat menimbulkan gejala rasa panas atau nyeri saat buang air kecil.

Mual dan muntah juga termasuk normal saat hamil muda, yang umumnya semakin ringan pada usia kehamilan 12-14 minggu. Konsultasikan dengan dokter jika mual dan muntah, diiringi dengan demam, muntah berdarah, detak jantung tak beraturan, ataupun terjadi penurunan berat badan, dehidrasi dan pusing secara berlebihan.

Melakukan pemeriksaan ke bidan atau dokter
Lakukan pemeriksaan pada bidan atau dokter kandungan secara teratur. Kunjungan pertama, umumnya seputar kesehatan ibu hamil dan menentukan usia kehamilan. Pemeriksaan awal pada kehamilan trimester pertama juga ada kemungkinan mengidentifikasi faktor risiko dan memeriksa kelainan kromosom pada janin.

Pemeriksaan pada kehamilan trimester pertama yang normal yaitu per enam minggu. Jangan malu untuk mengajukan pertanyaan mengenai kehamilan atau rencana persalinan nanti pada bidan atau dokter kandungan Anda.

Kehamilan muda merupakan saat yang harus memperoleh perhatian khusus. Keluhan yang timbul pada masa tersebut, harus disikapi dengan tepat. Konsultasikan segera pada bidan atau dokter, jika timbul tanda-tanda bahaya dalam menjaga kehamilan.

repost ALODOKTER.COM

Anak Nakal, Bagaimana Mengatasinya?

Syariat Islam yang agung mengajarkan kepada umatnya beberapa cara pendidikan bagi anak yang bisa ditempuh untuk meluruskan penyimpangan akhlaknya. Di antara cara-cara tersebut adalah:

Pertama, teguran dan nasihat yang baik

Ini termasuk metode pendidikan yang sangat baik dan bermanfaat untuk meluruskan kesalahan anak. Metode ini sering dipraktikkan langsung oleh pendidik terbesar bagi umat ini, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, misalnya ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang anak kecil yang ketika sedang makan menjulurkan tangannya ke berbagai sisi nampan makanan, maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (sebelum makan), dan makanlah dengan tangan kananmu, serta makanlah (makanan) yang ada di hadapanmu.“[1]

Serta dalam hadits yang terkenal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada anak paman beliau, Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma, “Wahai anak kecil, sesungguhnya aku ingin mengajarkan beberapa kalimat (nasihat) kepadamu: jagalah (batasan-batasan/ syariat) Allah maka Dia akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan/ syariat) Allah maka kamu akan mendapati-Nya dihadapanmu.”[2]

Kedua, menggantung tongkat atau alat pemukul lainnya di dinding rumah

Ini bertujuan untuk mendidik anak-anak agar mereka takut melakukan hal-hal yang tercela.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan ini dalam sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Gantungkanlah cambuk (alat pemukul) di tempat yang terlihat oleh penghuni rumah, karena itu merupakan pendidikan bagi mereka.”[3]

Bukanlah maksud hadits ini agar orangtua sering memukul anggota keluarganya, tapi maksudnya adalah sekadar membuat anggota keluarga takut terhadap ancaman tersebut, sehingga mereka meninggalkan perbuatan buruk dan tercela.[4]

Imam Ibnul Anbari berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memaksudkan dengan perintah untuk menggantungkan cambuk (alat pemukul) untuk memukul, karena beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan hal itu kepada seorang pun. Akan tetapi, yang beliau maksud adalah agar hal itu menjadi pendidikan bagi mereka.”[5]

Masih banyak cara pendidikan bagi anak yang dicontohkan dalam sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu[6] menyebutkan beberapa di antaranya, seperti: menampakkan muka masam untuk menunjukkan ketidaksukaan, mencela atau menegur dengan suara keras, berpaling atau tidak menegur dalam jangka waktu tertentu, memberi hukuman ringan yang tidak melanggar syariat, dan lain-lain.

Bolehkah Memukul Anak yang Nakal untuk Mendidiknya?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perintahkanlah kepada anak-anakmu untuk (melaksanakan) shalat (lima waktu) sewaktu mereka berumur tujuh tahun, pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat (lima waktu) jika mereka (telah) berumur sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka.“[7]

Hadits ini menunjukkan bolehnya memukul anak untuk mendidik mereka jika mereka melakukan perbuatan yang melanggar syariat, jika anak tersebut telah mencapai usia yang memungkinkannya bisa menerima pukulan dan mengambil pelajaran darinya –dan ini biasanya di usia sepuluh tahun. Dengan syarat, pukulan tersebut tidak terlalu keras dan tidak pada wajah.[8]

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin ketika ditanya, “Bolehkah menghukum anak yang melakukan kesalahan dengan memukulnya atau meletakkan sesuatu yang pahit atau pedis di mulutnya, seperti cabai/ lombok?”, beliau menjawab, “Adapun mendidik (menghukum) anak dengan memukulnya, maka ini diperbolehkan (dalam agama Islam) jika anak tersebut telah mencapai usia yang memungkinkannya untuk mengambil pelajaran dari pukulan tersebut, dan ini biasanya di usia sepuluh tahun.

Adapun memberikan sesuatu yang pedis (di mulutnya) maka ini tidak boleh, karena ini bisa jadi mempengaruhinya (mencelakakannya)…. Berbeda dengan pukulan yang dilakukan pada badan maka ini tidak mengapa (dilakukan) jika anak tersebut bisa mengambil pelajaran darinya, dan (tentu saja) pukulan tersebut tidak terlalu keras.

Untuk anak yang berusia kurang dari sepuluh tahun, hendaknya dilihat (kondisinya), karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya membolehkan untuk memukul anak (berusia) sepuluh tahun karena meninggalkan shalat. Maka, yang berumur kurang dari sepuluh tahun hendaknya dilihat (kondisinya). Terkadang, seorang anak kecil yang belum mencapai usia sepuluh tahun memiliki pemahaman (yang baik), kecerdasan dan tubuh yang besar (kuat) sehingga bisa menerima pukulan, celaan, dan pelajaran darinya (maka anak seperti ini boleh dipukul), dan terkadang ada anak kecil yang tidak seperti itu (maka anak seperti ini tidak boleh dipukul).”[9]

Cara-Cara Menghukum Anak yang Tidak Dibenarkan Dalam Islam[10]

Di antara cara tersebut adalah:

1. Memukul wajah

Ini dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau, yang artinya, “Jika salah seorang dari kalian memukul, maka hendaknya dia menjauhi (memukul) wajah.”[11]

2. Memukul yang terlalu keras sehingga berbekas

Ini juga dilarang oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang shahih.[12]

3. Memukul dalam keadaan sangat marah

Ini juga dilarang karena dikhawatirkan lepas kontrol sehingga memukul secara berlebihan.

Dari Abu Mas’ud al-Badri, dia berkata, “(Suatu hari) aku memukul budakku (yang masih kecil) dengan cemeti, maka aku mendengar suara (teguran) dari belakangku, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Akan tetapi, aku tidak mengenali suara tersebut karena kemarahan (yang sangat). Ketika pemilik suara itu mendekat dariku, maka ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau yang berkata, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud!’ Maka aku pun melempar cemeti dari tanganku, kemudian beliau bersabda, ‘Ketahuilah, wahai Abu Mas’ud! Sesungguhnya Allah lebih mampu untuk (menyiksa) kamu daripada kamu terhadap budak ini,’ maka aku pun berkata, ‘Aku tidak akan memukul budak selamanya setelah (hari) ini.‘”[13]

4. Bersikap terlalu keras dan kasar

Sikap ini jelas bertentangan dengan sifat lemah lembut yang merupakan sebab datangnya kebaikan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barangsiapa yang terhalang dari (sifat) lemah lembut, maka (sungguh) dia akan terhalang dari (mendapat) kebaikan.”[14]

5. Menampakkan kemarahan yang sangat

Ini juga dilarang karena bertentangan dengan petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Bukanlah orang yang kuat itu (diukur) dengan (kekuatan) bergulat (berkelahi), tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah.“[15]

Penutup

Demikianlah bimbingan yang mulia dalam syariat Islam tentang cara mengatasi penyimpangan akhlak pada anak, dan tentu saja taufik untuk mencapai keberhasilan dalam amalan mulia ini ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, banyak berdoa dan memohon kepada-Nya merupakan faktor penentu yang paling utama dalam hal ini.

Akhirnya, kami akhiri tulisan ini dengan memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna, agar dia senantiasa menganugerahkan kepada kita taufik-Nya untuk memahami dan mengamalkan petunjuk-Nya dalam mendidik dan membina keluarga kita, untuk kebaikan hidup kita semua di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa.

وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

Kota Kendari, 9 Dzulhijjah 1431 H,

Penulis: Ustadz Abdullah bin Taslim, M.A

Artikel www.muslim.or.id