Akhir Cerita 12 Anak Thailand yang Terjebak dalam Gua

Tim sepak bola U-16 terperangkap di dalam gua Tham LuangTim sepak bola U-16 yang terperangkap di dalam gua Tham Luang menerima perawatan dari seorang dokter di Chiang Rai, Thailand. (Foto: Navy Seal / Handout Thailand melalui REUTERS)

Meski telah ditemukan sejak Senin (2/7), 12 anak dan seorang pelatih sepak bolanya masih belum bisa dikeluarkan dari Gua Tham Luang, Thailand. Pasalnya saat ini gua tersebut masih dalam kondisi terendam banjir dan ketiga belas orang tersebut tidak bisa berenang maupun menyelam.
12 anak berusia 11-16 tahun dan pelatih bola berusia 25 tahun itu telah terjebak di dalam gua yang berlokasi di provinsi Chiang Rai itu selama 12 hari, tepatnya sejak Sabtu (23/6) sore. Tim sepak bola itu memasuki gua tersebut usai latihan bola. Diduga, mereka terjebak di dalam gua karena air hujan tiba-tiba membanjiri bagian dalam gua sepanjang 10 kilometer itu.
Lalu bagaimana jika banjir yang merendam gua tersebut tak kunjung surut? Apa cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan nyawa 12 bocah dan seorang pelatihnya itu?

Menurut Richard Black, penyelam gua sekaligus instruktur di Florida Dive Connection, AS, anak-anak tersebut membutuhkan pelatihan dasar teknik selam scuba (scuba diving) dengan cepat. Scuba diving sendiri merupakan kegiatan menyelam di bawah permukaan air menggunakan alat bantu pernapasan dengan tabung udara.
Jadi, menurut Black yang kini juga menjabat sebagai anggota dewan di ADM Exploration Foundation di Florida dan anggota tim penyelam Karst Underwater Research, kunci untuk menyelamatkan anak-anak Thailand itu adalah dengan mengajarkan mereka cara untuk menyelam.

Tidak mudah menyelam di dalam gua
Sialnya, untuk bisa menyelam di dalam gua bukanlah suatu hal yang mudah. Dilansir Live Science, cave diving adalah salah satu bentuk scuba diving yang lebih berbahaya dan lebih rumit. Cave Divers Association of Australia mencatat, ada 368 korban jiwa dilaporkan antara 1969 dan 2007 akibat melakukan kegiatan cave diving.
Dengan scuba diving biasa, “jika ada yang salah, Anda bisa langsung ke permukaan,” kata Black kepada Live Science. “Dalam cave diving, tidak seperti itu. Kamu berada di dalam terowongan yang dipenuhi air. (Pilihannya), Kamu harus melanjutkan (menyelam) atau kembali ke tempat kamu memulai.”
Banyak penyelam gua meninggal ketika mereka kehabisan oksigen atau tersesat atau terperangkap dalam sistem gua yang sempit.

Gua yang gelap
Selain karena berupa lorong sempit yang dipenuhi air, gua juga seperti labirin gelap sehingga mencari jalan keluar dari gua dengan menyelam bisa menjadi perkara yang rumit.
“Ketika kamu berada di dalam gua, kamu mengalami kegelapan seperti yang belum pernah kamu alami sebelumnya. Ini benar-benar kegelapan, itu artinya tidak adanya cahaya,” kata Black.
Selain itu, Gua Tham Luang baru-baru ini banjir sehingga airnya sangat keruh dan dipenuhi dengan lumpur, tambah Black. Itu berarti, bahkan dengan bantuan cahaya yang kuat, “pada dasarnya penglihatan seseorang (di dalam air) kini berkurang menjadi nol.”
Biasanya untuk mengatasi permasalahan ini, penyelam gua menggunakan tali panduan, biasanya hanya berupa tali tipis yang dipasang dari pintu masuk gua, yang kemudian mereka pegang agar bisa menjadi penunjuk arah saat kembali dari dalam gua.
Dalam situasi ini, tali yang tebal dan berat mungkin diperlukan agar 12 anak laki-laki yang terjebak di dalam gua dan baru akan merasakan pengalaman pertama kali menyelam, bisa memiliki sesuatu yang sangat jelas dan kuat untuk mereka genggam di dalam air yang deras, kata Black.

Tim sepak bola U-16 yang terperangkap di dalam gua Tham Luang menerima perawatan dari seorang dokter di Chiang Rai, Thailand. (Foto: Navy Seal / Handout Thailand melalui REUTERS)
Perlu pakaian khusus
Selain alat bantu pernapasan dan tabung oksigen, anak-anak ini tampaknya juga perlu wet suit, pakaian khusus untuk menyelam. Sebab, suhu di bawah air akan menjadi masalah juga bagi orang-orang yang hendak menyelam
Meski Thailand yang berada di wilayah tropis memang memiliki suhu yang lebih hangat dari beberapa tempat lainnya, anak-anak tersebut nantinya tetap akan berada di bawah air.
“Anda kehilangan panas di bawah air, 25 kali lebih cepat daripada di udara. Jadi, anak-anak harus mengenakan wet suit agar tubuh mereka tetap hangat selama menuju jalan keluar,” kata Black.

Keuntungan menjadi anak-anak
Berdasarkan laporan berita, Black menuturkan bahwa tali jangkar sudah ditempatkan di mulut gua dan peralatan selam telah mulai diangkut ke dalam gua.
Black menganjurkan para penyelam berpengalaman untuk memberikan 12 anak laki-laki itu sebuah kursus kilat cepat cara menyelam. Kursus bisa dilakukan sesingkat 15 sampai 20 menit atau selama satu jam, tergantung pada seberapa nyaman anak-anak itu. Dan berdasarkan laporan Reuters, anak-anak itu memang akan mendapatkan kursus singkat penyelaman dalam gua.
Kuncinya, menurut Black, adalah mengajari mereka untuk tidak panik. “Mereka tidak membutuhkan semua keterampilan, mereka hanya perlu bernapas nyaman di bawah air,” katanya.

Menurut Black, adalah sebuah keuntungan bahwa yang terjebak di dalam gua itu anak-anak laki-laki yang mungkin tidak merasakan ketakutan yang sama seperti orang tua.
“Mereka adalah anak-anak berusia 13 tahun, mereka tidak memahami kematian mereka sendiri, mereka pikir mereka tak terkalahkan,” kata Black. “Itu akan menguntungkan mereka.”

sumber kumparanSAINS
Kamis 05 Juli 2018 – 20:02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *